
" Maaf nona muda Alana Saya tidak mengerti apa maksud. " kata Gilmax santai tapi keningnya mengerut pertanda tidak paham.
"jangan bohong Adam! katakan di mana Erland sekarang. Aku Ingin Bertemu Dengannya, Aku sangat merindukannya. beritahu aku sekarang!" desak Kerenza.
"Maafkan saya Nona Alana jika anda harus kecewa, tapi saya harus mengatakannya kalau saya bukan Adam tapi saya adalah Gilmax orang kepercayaan Tuan muda Brillo Jokson."
"Jangan bohong kamu Adam!" bentak kerenza.
"Saya tidak berbohong nona Karena itu adalah kenyataan, saya bukanlah orang yang anda maksud. lebih baik Silahkan duduk, tuan muda tidak akan lama lagi sampai disini, silahkan nikmati hidangan dari kami permisi. " pamit Gilmax yang langsung meninggalkan tempat itu karena tidak mau terlibat pembicaraan panjang dengan nona mudannya.
"Kenapa kau mengatakan dia Adam Keren? apa kau menganlanya? dan kenpa kau menanyakan Erland padanya? apa dia adalah asisten Erland dulu.?" Kisar mencerca Kerenza dengan banyak pertanyaan yang membuat Hiebert memutar bola matanya malas.
"Bisakah kau diam Kaisar!" tegur Hiebert kesal.
"Hei ada apa denganmu! wajar saja jika kami bertanya dan ingin tau karena kami tidak tau." teriak Catline yang kesal kan teguran Hiebert pada kekasihnya.
"Ck sama saja kalian." decak Hiebert.
"Bisakah kalian diam?" tanya Kerenza dingin dan seketika Mereka pun Diam tidak lagi melanjutkan perdebatan, mereka sudah sangat hafal jika nada bicaranya sudah seperti itu berarti wanita itu sedang dalam mood yang tidak baik.
Kerenza berjalan menuju kursi yang sudah disediakan di dalam ruangan itu dan diikuti oleh Hiebert, Catline, Kaisar dan Mattew duduk di kursi kosong yang ada di sisi Kerenza.
Kerenza masih sibuk dengan pikirannya, memikirkan siapa sebenarnya Gilmax. Apa benar dirinya yang salah atau ada sesuatu yang terlewatkan olehnya.
"Hieber, Mattew! Cari tau sedetail mungkin tentang Gilmax, pastikan tidak ada yang terlewatkan sedikitpun tiga tahun terakhir ini." titah Alana.
"Baik Keren, baik nona muda."
Serempak mereka menjawab.
Kerenza sibuk dengan pikirannya, memikirkan tentang Gilmax yang mirip dengan Adam yanh hanya saja penampilan Gilmax jauh lebih berkelas dari Adam dulu.
Berpikir keras tentang Gilmax sembari telunjukanya mengetuka ngetuk lengan sofa yang didudukinya.
"My love, kau sudah datang"
Brillo berkata saat sudah berada didalan ruangan VIP tempat Kerenza.
"Seperti yang kau lihat Tuan Brillo."
"Oh my love jangan terlalu formal begitu karena hanya kita saja yang ada disini, dan lagi aku sangat tidak menyukainya."
"Terserah kau saja. Yang terpenting kau ingat perjanjian kita untuk tidak membuat berita tentang hubungan kita yang akan menimbulkan kontriversi."
"Baiklah, asal kau juga ingat dengan syaratku love."
" mTentu saja! Dan sekarang pergilah dan sambut tamu tamu tuan."
"Ya baiklah, sampai jumpa love" ucap Brillo setelah menciup pipi Kerenza singkat.
"Tunggu Brillo." cegat Kerenza.
"Ada apa Love?"
"Siapa itu Gilmax.?"
Gilmax? siapa dia? tentu saja dia adalah asisten dan orang kepercayaanku satu satunya."
"Bukan. Bukan itu maksudku?"
__ADS_1
"Lalu?"
"Maksudku em apa dia sudah lama bekerja denganmu.?"
"Tentu saja sudah lama, kurang lebih lima tahun."
"Apa kau yakin?"
"Tentu saja aku yakin love, karena aku adalah tuannya. Ada apa kau menanyakan itu love?" tanya Brillo penarasan.
"Dimana dia lahir.?" lagi lagi Kerenza membuat pertanyaan karena merasa tidak puas dengan jawaban Brillo.
"Tentu saja di Spanyol. katakan ada apa sebenarnya.? sehingga kau sangat penasaran dengan asistenku itu. jangan bilang jika kau menyukainya love kerena itu akan membuatku menggila." kata Brillo dengan wajah datarnya.
"Mana mungkin aku menyukai asistenmu itu tuan muda. Dia bukan seleraku."
"Aku tau itu love, karena seleramu adalah diriku."
"Ckck percaya diri sekali kau tuan muda."
"Tentu saja aku percaya diri. Kau tau kenapa.? itu karena kenyataannya sekarang kau adalah wanitaku."
"Pergilah tuan! kau membuatku muak dengan tingkah percaya dirimu." usir Kerenza.
" Baiklah my love, cepatlah menyusul."
***
acara peresmian pembukaan cabang perusahaan ** corp sudah dimulai, tamu undangan sudah duduk ditempat masing masing sesuai arahan dari para pelayan, dan itupun berdasarkan undangan yang mereka terima.
Penataan tempat sudah di susun sedemikian rupa, memastikan kenyaman setiap undangan dan yang terpenting adalah keamanan para undangan mereka.
Jangan tanyakan peralatan mereka, karena Gilmax sudah membekalinya dengan senjata api guna untuk berjaga jaga jika terjadi kericuhan.
CCTV pun puluhan dipasangkan disetiap sudut ruangan, dan earphone terpasang di telinga setiap pengawal dan pelayan untuk memudahkan mereka berkomunikasi.
Pemantau CCTV ada puluhan diruangan komputer untuk mengamati setiap tamu undangan yang datang, bahkan ruangan VIP pun tidak luput dari CCTV, itu semua dilakukan oleh Gilmax untuk berjaga jaga.
Memperhatikan setiap pergerakan tamu undangan, jaga jaga jikalau ada yang mencurigakan maka akan langsung diamankan oleh pihak keamanan.
Kerenza sendiri dan para anggotanya duduk di urutan paling depan dengan nomor meja satu, yang artinya dia adalah tamu undangan yang sangat spesial malam itu.
Jelas saja dia istimewa, karena bagi Brillo sendiri wanitanya sangat istimewa dan karena acara adalah miliknya maka suka hati Brillo siapa yang dijadikan orang istimewa.
Sementara di meja nomor dua ditempati oleh perusahan Hasn Group yang menurut urutan perusahaan terbesar, sehingga Hans Group menduduki menja nomor dua, dan selanjutnya adalah perusahan lain sesuai besarnya perusahaan.
"Daddy kenapa Alana berada di meja nomor satu? " tanya Max pada Robert.
"Tentu saja, mungkin karena dia termasuk undangan spesial pemilik acara ini, dan jangan lupa kalau Brayen Group adalah perusahaan besar."
" Oh iya daddy benar."
Acaran mulai di buka oleh MC, kata kata pembuka mulai dilontarkan hingga kini tiba diacara kata sambutan dari pemilik acara.
" Baiklah, sekarang mari kita dengar kata sambutan dari tuan rumah kita."
Brillo berjalan dengan gagahnya menuju podium, wajah angkunya terlihat jelas, rahangnya yang keras menunjukkan kepribadian Brillo sebagai orang yang sangat tegas.
di belakangnya ada di Gilmax yang juga mengikutinya menuju podium. Tentu saja Gilmax mengikuti tuan mudanya, karena keselamatan tuan mudanya adalah yang utama baginya. Dia cukup belajar dari pengalaman yang terjadi.
__ADS_1
"Selamat malam dan selamat datang saya ucapkan untuk tamu undangan yang hadir pada malam hari ini di acara peresmian pembukaan cabang baru perusahaan saya. Satu kehormatan bagi saya dan perusahaan saya karena kamu disambut baik di negara ini, bahkan kalian semua dengan ringan langkah mau memenuhi undangan dari kami. Saya harap pertemuan kita malam ini bukanlah akhir tapi ini menjadi awal kita bisa lebih akrab. Dan malam ini saya nyatakan cabang baru perusahan ** Corp telah rermi dibuka dan beroperasi." tutur Brillo panjang lebar dengan penuh wibawa mengtukan mic sebagai perwakilan.
Tepukan riuh terdengar diseluruh ruangan, berbarengan dengan akhirnya kalimat dari CEO perusahaan besar itu. Tak ketinggalan Kerenza juga bertepuk tangan untuk kekasihnya itu.
Brillo berjalan turun dari podium dan menghampiri satu persatu meja undangannya, dan berakhir di meja Kerenza yang memang disengaja oleh Brillo agar bisa duduk disisi wanita itu.
"Bagaimana penampilan saya Nona Wate?" tanya Brillo dengan formalnya.
"Tentu saja memukau tuan, ansa benar benar luar biasa." jawab Kerenza yang beridiri dari tempatnya untuk menyambut kedatangan pemilik acara.
Mereka duduk layaknya rekan kerja, karena Brillo benar benar menepati janjinya pada Kekasihnya. Bagaimana tidak, jelas saja karena dia akan mendapatkan yang lebih dari ini nanti.
"Hallo tuan Jokson." sapa seorang wanita yang berpakaian sangat seksi menyela pembicaraan antara kekasih itu.
Pembicaraan merka terhenti saat ada yang menegur sapa pemilik acara, wanita canti yang akhir akhir ini namanya melejit di dunia permodelan.
"Ya nona, Ada yang bisa saya bantu?" tanya Brillo.
Kerenza hanya berdecak jengkel saat ada wanita seksi yang mendatangi kekasihnya, apalagi melihat pakaian wanita itu sangatlah seksi dan terbuka, belahan dada yang jayuh sehingga mambuat sesuatu dibalik iu mengembul keluar, dan model gaun yang belahan kakinya sampai di pertengan paha.
" Ck, dasar penggoda."
Brillo tersenyum mendengar rutukan kekasihnya. itu terlihat seperti kekasih yang sedang cemburu saja.
"Perkenalkan tuan saya adalah Dinel Xiau. Model yang sedang tenar dan melejit namannya dua terakhir ini." ucap Dinel mengabaikan Kerenza.
Gilmax mendekati tuan mudanya dan membisikan sesuatu di telingan tuannya yang tak lama kemudian Brillo berkata. " Senang berkenalan dengan anda nona Dinel, satu merhomatan bagi saya karena seorang model papan atas mau menerima undangan dari saya. Pasti anda mengabaikan beberapa pekerjaan anda bukan untuk manghadiri avara saya."
"Tidak masalah tuan Jokson. Justru saya yang merasa terhormat.
"Baiklah nona, mudah mudahan kedepan kita bisa bekerja sama.
"Tentu, tentu saja tuan dan saya akan menanti waktu itu. Apa saya bisa bergabung disini."
" Apa anda tidak memperhatikan undangan anda nona.? bukankah disana sudah ada tanda untuk anda tau tempat duduk." ucap Kerenza dengan dingin.
"Oh maaf. Mafkan saya nona Wate, saya tau itu tapi saya berpikir kalau mungkin saja bisa bergabung disini.
"Maaf jika anda kecewa, tapi sudah tidak ada tempat untuk anda duduk disini."
"Baiklah jika demikina saya permisi."
"Kau sungguh hebat my love bisa mengusirnya dengan logika yang berkelas." decak kagum di tunjukan Brillo pada Kerenza.
"Jangan membual dengan rayuanmu tuan, karena saya tidak akan tertarik."
"Saya tidak merayu nona, tapi saya berkata yang sebenarnya."
"Ckck sudahlah, berhenti bicara."
Mereka melanjutkan obrolan mereka yang sesekali ditimpali oleh anak buah mereka yang dudu bersama disana, bahkan ada beberapa yang datang silih berganti untuk sekedar berkenalan dan mengucapkan selamat.
Sementara tanpa mereka sadari bahkan CCTV pun akan menganggap itu hal wajar, dua orang sedang memperhatikan mereka.
"Kau segeralah dekati wanita itu, jangan biarkan mereka berdua dekat yang akan membuat kita semakin kesusahan untuk menguasainya."
"Baiklah dad, aku akan secepatnya mengikat dirinya dan menjadikan tawananku untuk menguasai semua miliknya."
TBC
__ADS_1
jangan lupa beri author HADIAH, VOTE, RATE, LIKE DAN KOMENT, terlebih lagi tetap favoritkan novel author ya🙏🙏