
"Tuan, ada berita penting" ucap Gilmax pagi pagi sekali sudah mengetuk pintu kamar Brillo dan Kerenza.
Brillo bergegas menuju pintu untuk mebukanya, dia sangat tau dari nada bicara Gilmax pasti adam masalah serius sehingga Gilmax harus mengadu padanya, karena tidak biasanya pria itu akan mengadu, biasanya dia akan melakukan dan menyelesaikan masalah itu semampunya.
"Ada apa!" tanya Brillo datar.
"Ada masalah di perusahaan yang ada di Spanyol"
"Apa! bagaimana bisa ada masalah! apa penyebabnya!" desak Brillo dengan wajah yang sudah merah menahan amarah.
"Wakil Direktur kita Jhonest sudah di sekap entah siapa dan hingga kini belum ada kabar dari anak buah kita yang sedang melacaknya".
"Kenapa harus seperti! dimana Mathias" tanya Brillo dengan rahang yang susah mengeras kuat.
"Dia sedang kesusahan tuan, karena ada penyerangan mendadak, dan perusahan kiga di retas menyebabkan nilai saham kita turun"
"Bren**ek!" teriak Brillo "siapa oranga yang berani bermain main denganku!"
"Sayang, ada apa" tanya Kernza dari dalam yang mendengar teriakan Brillo.
"Tidak, tidak ada love" jawab Brillo "lebih baik kau bersiaplah untuk bekerja" ucap Brillo pada Kerenza.
Brillo berbalik menatap Gilmax "kau pantau terus informasinya dan suruh Mattew melacak siapa yang sudah berani meretas perusahaan kita dan siapkan jet, aku akan turun tangan menangani masalah ini" ucap Brillo dengan penuh penekanan.
Tatapannya dipenuhi dengan kilatan amara seperti seorang pemburu yang siap memburu mangsa dan tidak akan berhenti hingga mangsa tidak bernyawa.
" Baik tuan"
Gilmax langsung melesat pergi meninggalkan kamar Brillo menemui Mattew untuk mencari informasi siapa dalang dari semua kekacauan ini.
"Love, sepertinya ada kemungkinan aku akan ke Spanyol"
Saat ini kegiatan dua orang itu adalah bersiap untuk berangkat "kenapa? ada masalah kah?" tanya Kerenza.
"Wakil Direktur perusahaanku di sandra dan tidak tau siapa pelakunya, tak lama disusul dengan seseorang yang meretas perusahaanku sehingga membuat nilai saham menurun drastis"
Kerenza tentu saja terkejut mendengarnya, bagaimana bisa perusahaan yang kerkenal hebat itu bisa di retas, pasti ada orang dalam yang membantu sehingga perusahaan itu bisa dengan mudaj diretas.
"Bagiaman bisa perusahaanmu di retas, sedangkan perusahaanmu merupakan perusahann besar Brillo"
__ADS_1
"Itu yang tidak habis aku pikirkan kenapa bisa ada orang yang beramin maim denganku" ucap Brillo dengan bara api yang sudah menyala di kedua bola matanya.
"Aku yakin ada orang dalam sebagai jembatannya sehingga bisa du retas dengan mudah"
"Kau benar love dan aku tidak akan mengampuni siapapun orangnya" ucap Brilli penuh ketegasan.
Mereka sudah berada di ruang kerja Kernza dan Brillo, disana sudah ada Mattew, Gilmax, Hiebert, Kaisar, Catiline dan pasangan itu.
"Sudah kau dapatkan?" tanya Brillo dengan wajah datanrnya.
"Apa perusahaan Robot Corb memiliki masalah bisinis dengan anda tuan?" tanya Mattew.
"Kenapa? jangan katakan jika mereka pelakunya" tanya Brillo datar.
"Benar tuan, mereka yang sudah meretas perusahaan anda"
"Sia**n! berani sekali dia bermain main denganku"
"Tuan mau aku menyerang balik!" tanya Mattew.
Brillo menatap Mattew kemudian menganggik denhan seringai liciknya, dia berpikir jika tidak ada salahnya bukan membalas perbuatan itu dan dengan begitu maka bisa dengan mudah menangkap pemilik perusahaan itu jika fokus mereka teralihkan.
"Dengan senang hati Tuan muda" jawan Mattew dan langsung menjalankam perintah Brillo.
"Hiebert, tetap disini temani Kerenza dan kau juga kau dan kau" ucap Brillo pada Kaisar dan Catline, "Mattew akan ikut denganku untuk melacak setiap keberadaan target" papar Brillo.
"Baik" jawab mereka bersamaan.
"Kau tidak masalah aku tinggalkan sebentar Love?"
Brillo mengelus pipi Kerenza, sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan Kerenza karena khawatir akan bahaya yang terjadi tapi dia juga harus menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.
"Pergilah, aku tidak masalah disini dan aku akan menjaga diriku, jadi kau tidak perlu khawatir" ucap Kerenza yang seolah tau apa yang di pikirkan suaminya.
"Berjanjilah love, tidak akan terjadi apapun padamu"
Entah kenapa Brillo memiliki firasat kalau semua ini adalah konspirasi yang sudah di atur sedemikian rupa, dan sudah ada kejutan besar yang akan mereka temui, tapi apa pun itu Brillo berharap tidak membuat Kerenza dalam bahaya.
"Jet sudah siap"
__ADS_1
"Sudah tuan muda, kedatangan kita menjadi penentu keberangkatan" jawab Gilmax
"Love aku berangkat" ucap Brillo.
"Hati hati" ucap Kerenza.
"Kita berangkat sekarang!" titahnya.
Mereka pergi bertiga sesuai instruksi dari Brilli sedangkan Kerenza memasang wajah datarnya setelah kepergian Brillo, dia tidak mau berdiam diri, dia akan memantau dan mengawasi Brillo dari sini dengan penyadap yang di tempelkan Kerenza di tengkuk Brillo saat mereka berpelukan tadi.
"Aku tidak akan membiarkanmu terluka Brillo" gumam Kerenza yang langsung pergi tapi langkahnya terhenti mendengar tegiran Kaisar.
"Bagaimana dengan kita? apa jadi ke perusahaan"
"Kau pergilah lebih dulu bersama Catlien, aku ada urusan" ucapnya kemudian melanjutkan langkahnya.
"Tuan semua sesuari rencana" pesan terkirim.
Benar, dugaan Brillo tidak pernah melesat, konspirasi yang dia duga rupanya benar benar ada dan kini semua sesuai dengan rencana si pembuat konspirasi.
"Lakukan tugasmu, dan ingat jangan libatkam lagi gadis bodoh itu, atau rencana kita akan kembali gagal" balasan pesan.
Dari sana seseorang sedang tertawa puas di temani seseorang yang menjadi parnert nya dalam menjalankam bisnis rencana mereka.
"Hahaha Keitaro, sebentar lagi rencana kita akan berhasil, mata mataku susah memberi info jika Brillo sudah berangkat dan kini kita akan menunggu tareget keluar sari sarangnya"
Robert Hans sangat bahagia karena langkah awal mereka sudah tercapai dan dia sangat yakin jika langkah sekanjutanya akan berhasil dan jika langkah kedua berhasil maka terakhir adalah menghabisi Brillo Jokson, itulah pikiran dan rencana yang sudah mereka rangcang.
Tapi perkara bagaimana cara melakukannya mereka sudah menyiapkanya dan sudah dipastikan akan berjalan.
"Pastikan orang suruhan mu kali tidak gagal Robert, atau aku akan menghabisimu nanti" ancam Keitaro dengan tatapan membunuhnya.
"Tentu saja, tapi ingat berhasil tidaknya rencana kita semua berada di tangan bawahanmu, jika mereka gagal menyerang Alana maka aku akan memenggal kepala mereka tanpa ampun" ucap Robert dengan tegas dan penuh penekanan.
"Dan setelah semua beres maka aku akan menghabisi dirimu" batin Robert.
"Setelah ini kau adalah korban selanjutnya Robert Hans" batin Keitaro.
Ternyata tidak semua kawan akan tetap menjadi kawan karena pada kenyataanya kedua orang ini sama sama memiliki niat terselebung dibalik kerjasama mereka menghancurkan musuh yang sama, teman sendiri pun masuk dalam daftar target korban selanjutnya.
__ADS_1