BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 64


__ADS_3

Keesokan paginya Kerenza sudah bersiap dengan style barunya, hari ini dia akan menyamar jadi supir dan Elsa akan menjadi dirinya, agar bisa mengelabui musuh yang bisa saat ini sedang mengawasi gerak gerik mereka, dan masalah Catline dia masih memberi kesempatan atas permintaan Kaisar padanya semalam.


Flashback...


"Ada apa?" tanya Kerenza dengan wajah datarnya.


Saat ini dia sedang di ruang kerjanya untuk mempersiapkan semua keperluan yang akan dia dan Elsa kenakan mulai besok, dan di tengah kegiatannya ini Kaisar datang padanta membuat aktivitasnya mau tidak mau terpaksa harus terhenti.


"Bisa kita bicara?" tanya Kaisar.


Sebenarnya dia tidak yakin Kerenza akan mau bicara padanya apa lagi jika pembicaraan ini mengenai penghianatan dan si penghianat sudah pasti Kerenza akan menolaknta tapi Kaisar tidak mau menyerah sebelum mencoba, apa pun nanti keputusannya maka dia akan terima karena dia juga sebenarnya akan membahas masalah perktaan Catline yang mengatakan jika dia tidak mau ada yang terlukan dan tiada jika dia jujur yang artinya musuh adalah orang terdekat atau dengan kata lain memiliki hubungan dengan Kerenza.


"Masuklah" ucap Kerenza singkat.


Kaisar dengan langkah ragu ragu dia mendekat ke arah Kerenza dan kemudian duduk tepat di hadapan Kerenza.


"Katakan!"


Kaisar menarik nafanya panjang dan kemudian mulai berkata " Kerenza....aku ingin membahas masalah Catline".


"Jangan menyuruhku untuk melepaskannya Kaisar! itu tidak akan mungkin" sarkas Kerenza.


"Tidak, aku tidak akan menyuruhmu untuk itu, tapi aku hanya ingin mendengar kecurigaanku pada Catline" ucap Kaisar.


Kerenza memicingkan matanya menatap Kaisar mendengar perkataan itu, bagaimana bisa Kaisar curiga pada Catline, dan curiga yang seperti apa yang di katakan Kaisar terhadap kekasih itu.


"Bagaimana masudmu?"


"Begini, bukankah kau mendengar jika Catline mengatakan jika dia tidak ingin mengatakan siapa dalangnya karena dia tidak mau jika ada yang terluka dan tidak mau membuat orang tiada jika dia mengatakan padamu siapa yang mengendalikan dirinya dan bagaimana dia di kendalikan?" ucap Kaisar mengantung ucapanya sebentar.


Sedangkan Kerenza menanti kelanjutan Kaisar dengan tidak sabar, dia ingin segera menuntaskan masalah ini, dia tidak ingin teka teki ini terus berlarut dan selalu membuat mereka tidak tenang.


"Teruskan Kaisar jangan membuatku penasaran!" desak Kerenza.


"Aku berpikir jika ada sesuatu yang membuat dia terpaksa menutup jati diri siapa pelakunya, aku merasa jika pelakunya masih ada hubungan dengan dirimu dan sesorang yang dikatakan jika akan ada yang tiada bisa jadi orang itu adalah orang orang terdekatnya" jelas Kaisar menurut analisanya.


Kerenza menatap Kaisar dengan lekat, pikirannya memikirkan semua perkataan Kaisar yang bisa saja ada benarnya, tapi kenapa Catline tidak mengatakan saja, toh hanya mereka berdua yang mendengarnya.


"Kenapa susah untuk mengatakannya pada kita? bukankah hanya kita berdua yang ada disana?" tanya Kerenza yang sudah tidak bisa berpikir lagi.


"Apa kamu lupa Kerenza? kejadian yang sama dengan Dinel tersangka terkahir yang kalian incar?"

__ADS_1


Kerenza mengerutkan keningnya berpikir keras apa yang terjadi tempo itu tapi seketika wajahnya memucat saat menyadari sesuatu "jangan bilang jika Catline juga di berikan alat penyadal yang terhubung dengan syarafnya dan bisa meledak kapan saja sesuka hati orang itu" tebak Kerenza.


"Benar aku juga berpikir seperti itu, tapi aku akan berusaha untuk mencari kebenaranya dan aku harap kamu bisa memberiku kesempatan untuk menangani kekasuhku hingga kita mendapatkan petunjuk" jawab Kaisar.


"Baiklah kuberi kau kesempatan dan aku harap kau bisa memberiku berita yang bagus!" ucap Kernza dengan nada tegasnya.


Flashback Off...


Kerenza sudah bersiap dan Elsa sendiri sudah menunggu di meja makan untuk menikmati sandwich yang dia sediakan Maydeline dan Anna.


"Bagaimana harimu Anna? apa kau sudah lebih baik?" tanya Kerenza sebelum memulai mengunyah sarapannya.


"Sudah sangat baik Nona Alana, dan terimakasih sudah datang menolong dan mengeluarkan aku dari ruangan itu" ucap Anna dengan senyum manisnya.


"Bukan aku yang menolongmu, sampaikan rasa terimakasihmi pada Elsa dan Maydeline yang sudah menggeledah kamar Caroline dan memukan semua bukti beserta dirimu disana" jawab Kerenza dan langsung mengunyah makanannya.


"Baiklah nona" jawab Anna, "terimakasih nona Elsa, nona Maydeline" lanjut Anna yang kini tertuju pada dua wanita yang ada disana.


"Tidak masalah, dan jangan panggil saya dengan sebutan menggelikan itu, cukup kau panggil saja namaku itu akan lebih baik" jawab Elsa.


"Baiklah Elsa"


"Dia baik, dan nanti aku akan kembali bernegosiasi tapi dengan cara yang berbeda" jawab Kaisar.


"Kau atur semuanya" jawab Kerenza, "kita berangkat Elsa!" titah Kerenza yang langsung di iyakan oleh Elsa.


mereka semua berangkat namun tidak dengan Kaisar yang akan fokus pada kekasihnya, Kerenza dan Elsa memasuki mobilnya tetapi tidak langsung menjalankan kendaraannya karena wanita itu sedang mengatur style Elsa agar bisa mirip dengannya.


Mereka melakukan hal itu di dalam mobil karena tidak ingin ada yang mengetahui rencana mereka selain Dia dan Elsa saja agar tidak ada penghianat lagi. bukan karena tidak percaya lagi pada yang lainnya tetapi bukti nyata sudah ada di depan mata, orang yang dianggap saudaranya justru menghianatinya bahkan berusaha untuk melenyapkan nyawanya.


"Sudah! ingat kau harus bisa bersandiwara agar tidak ada yang menaruh curiga padamu, dan nanti aku akan menukar mobil ini dendan mobil yang sudah ada disana agar mereka berpikir jika kita tidak ada yang beranjak dari perusahaan" ucap Kerenza.


"Baik nona"


Mereka mulai menjalankan kendaraan keluar dari halaman kediaman Kerenza dan Baru beberapa meter mereka meninggalkan rumah benar saja jika ada mobil yang mulai mengikuti mereka dari jarak yang sedikit jauh dan Kerenza sangat yakin jika itu adalah mata-mata yang memantau gerak-gerik mereka memantau setiap aktivitas mereka dan pastinya itu semua berhubungan dengan suaminya.


"Nona sepertinya mobil itu mengikuti kita" ucap Elsa yang menyadari jika ada yang mengikuti mereka.


"Kau benar! dan aku sudah tidak sabar untuk menangkapnya" jawab Kerenza dengan santai.


"Apa yang akan nona lakukan?" tanya Kerenza.

__ADS_1


"Kau akan tau nanti" jawab Kerenza dengan santai.


Belum sampai lima menit Elsa bertanya rencana ke Reza tiba-tiba mobil yang mengikuti mereka dikepung oleh dua mobil yang awalnya tidak dikenal Elsa tetapi melihat ekspresi Ririn sayang tersenyum dengan licik membuat dia paham jika itu adalah orang-orang Kerenza, "jadi ini rencanamu nona?" tanya Elsa dengan senyum smirknya.


"Jika kau berpikir begitu maka itu benar adanya"


"Lalu untuk apa nona masih menyuruhku untuk bersandiwara? bukankah mereka sudah di hadang?" tanya Elsa.


"Ck, kau jangan pintar tapi hanya setengah setengah Elsa! membuatku kesal saja" decak Kerenza.


"Maafkan saya nona"


"Apa kau lihat mobil yang baru bergerak itu?"


"Ya saya melihatnya"


Elsa menjawab setelah melirik kaca spion dan memperlihatkan mobil yang baru saja bergerak mengikuti arus arah mobil mereka.


"Itu adalah mereka juga" jawab Kerenza dan langsung menancap pedal gas dan mengemudikan laju mobil dengan kecepatan tinggi membuat penguntit berdecak marah karena harus kehilangan jejak.


"Si**lan...! mereka mempermainkan kita" umpatnya marah, "cepat kejar saja! kita jangan kehilangan jejak mereka" titahnya.


"Kau jalanlah, tapi pastikan mobilmu dapat di jangkau oleh mereka agar tidak ada yang curiga" ucap Kerenza.


"Baik nona, berhati hatilah" ucap Elsa.


Mereka berpisah dan masuk dalam mobil masing-masing, Elsa melajukan mobil ke tujuannya menuju perusahaan sedangkan Kerenza berbelok arah melajukan Mobilnya di arah yang berlawanan, dan di pertengahan jalan mobil yang dikendarainya berpapasan dengan mobil yang menjadi mata-mata.


Senyum Smirknya tercetak di sudut bibirnya karena berhasil mengelabui orang orang bodoh itu menurutnya, "Dasar bo**h! berani sekali kalian bermain main denganku"


"Hiebert dimana posisimu" tanya Kerenza setelah panggilannya terhubung pada Hiebert dan bebicara melalui earphone yang bertengger di telinganya.


"Masih di tempat pertemuan, dan masalah mata mata yang di cegat mereka sudah tidak selamat Keren"


"Tidak masalah biarkan saja, dan tunggu aku disana!" ucap Kerenza dan langsung memutus sambungnnya.


"Tunggulah Brillo, aku akan menemukanmu secepatnya" gumam Kerenza dan semakin memacu kendaraanya.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2