BERMULA DIHARI PERNIKAHAN

BERMULA DIHARI PERNIKAHAN
Chapter 62


__ADS_3

Dengan penuh amarah Kerenza melangkah keluar dari ruangan itu dan mencari penghianat yang sudah membantu Caroline melancarkan setiap aksinya, dia tidak akan memberi ampun walau dia memohon sekalipun di kaki Kerenza.


"Catline....Catline....Dimana kau si**an ayo keluar!"


Teriakan Kerenza menggema di seluruh penujur rumah, membuat beberapa pelayan dan Maydeline yang sedang membuatkan makanan untuk Anna menjadi terhenti saat mendengar teriakan kemarahan dari majikan mereka.


Tak terkecuali dengan Catline yang mendengar teriakan Kerenza membuat dia langsung pergi mendagangi Kerenza untuk apa wanita itu mencarinya.


"Ada apa Keren?" tanya Catline dengan kening yang mengerut.


Dengan emosi menguasai pikiran Kerenza tanpa aba-aba mendekati dan melayangkan pukulannya untuk menyerang, dan Catline ya g menyadari serangan itu dengan sigap menghindar dan menangkis setiap Serangan yang diberikan Kerenza.


"Keren apa yang terjadi!" teriak Catline di tengah tengah pertarungan mereka, "ini sama sekali tidak lucu Keren!".


Kerenza tidak menjawab tapi kakinya dengan gesit menyerang dan menendang perus Catline sehingga wanita itu menudur bebrapa langkah karena serangan tiba tiba itu, dan tidak berhenti dengan itu Kerenza kembali mendekat dan melayangkam tangan kananya untuk memukul Catline dengan frekuensi gerakan dari samping tapi Catlien kembali menangkisnya saat menyadari hal itu.


Kerenza semakin tersulut emosi karena tak kunjung menumbangkam Catline, bukan apa apa karena memang kemampuan Catline memang tidak bisa di remehkan, karena apa? karena mereka memiliki guru bela diri yang sama dan kemampuan mereka selalu seri saat dulu sering ada pertandingan hingga kini kemampuan yang sama itu masih terlihat saat pertarungan ini.


"Si**annn...!" maki Kerenza dan kembali lagi menyerang Catline dengan serangan bertubi tubi mulai dari menyerang wajah tangan tubuh hingga kaki, dengan gesit Kerenza lakukan untuk membuat lawanya lengah.


"Kerenza apa yang terjadi padamu!" bentak Catline di tengah tengah usahnya mengelak dari serangan Karenza.


Catline yang awalnya hanya menangkis setiap serang menjadi marah karena Kerenza yang tidak berhenti menyerangnya, dengan penuh amarah dia pun membalas serangan Kerenza.


Kerenza yang tadinya hanya fokus pada cara melumpuhkan Catline kini harus membagi fokusnya untuk menangkis serangan balik dari Catline yang sudah tidak diam lagi.


"Kau yang memaksaku seperti ini Kerenza!"


Pertempuran tidak lagi bisa di elakkan, kedua wanita yang dulu akrab bagai saudara kini saling menyerang untuk menghabisi satu sama lain, telebih Kerenza yang menatap Catline dengan tatapan memburu, layaknya harimao yang sedang mengintimidasi mangsanya dan berusaha mencari cara untuk melumpuhan sasarannya.


"Aku yang akan melenyapkanmu! jadi bersiaplah kau!"


Kembali lagi pertarungan terjadi, mereka saling menyerang kembali dan saling menangkis, bahkan kini serang masing masing mengenai diri hingga keduanya terpukul mundur beberapa langkah ke belakang dan Kerenza terpental di pinggir meja hingga tangnya tak sengaja menyentuh pisau buah, dan tanpa pikir panjang lagi Kerenza melayangkan dan melepar pisau kecil iti ke arah Catline sedangkan Catline sendiri bersalto untuk menghindari pisau itu tapi sayang gerakannya kurang gesit sehingga mata pisau menyayat pergelangan tangannya.


Melihat Catline lengah, Kerenza mengambil buah yang ada di atas meja dan meleparkanya tepat di dada Catkien membuat wanita itu merintih kesakitan, tak sampai di situ lemparan berutun kembali di layangkan Kerenza kedua ketiga dan seterusnya berusaha Catline tangkis dan mengelak dengan cara berlari, kadang Catlien berjongkok dan bersalto untuk menghindarinya.

__ADS_1


Walau Catline merasa sakit di lengannya tapi dia berusaja sampai mendekat ke arah Kerenza untuk menghentikan Kerenza, terus mendekat hingaa akhirnya Catline bisa meraih tubuh Kerenza dan mengunci pergerakan Kerenza.


"Katakan Keren? kenapa kau ingin melenyapkanku!" tanya Catline dengan tatapan tajamnya dan tenanganya yang terus berusaha mengunci agar Kerenza tidak lagi bergerak, dia ingin berbicara dengan baik pada Kerenza walau dia sudah bisa menebak kemana arah tudingan Kerenza terhadapnya.


Sementara Kerenza belum menjawab, dia masih berusaha melepaskan diri tapi tatapnnya tajam mengarah pada Catline membuat wanita itu tau jika kini tatap Kerenza padanya adalah tatapan permusuhan layaknya singa yang mau menerkam mangsanya.


"Enyah kau penghianat!" ucap Kerenza penuh penekanan.


Deg


Catline yang mendengar kata penghianat dari mulut Kerenza mendadak diam dan membatu bahkan kuncian tangannya pada Kerenza mendadak lepas begitu saja dan Kerenza yang mengetahui hal itu menjadikan kesempatan untuk menyerang kembali Carline.


Sekarang keadaan sudah berbalik Kerenza susah membekuk Catlien, sementara wanita itu tidak lagi melawan, dia hanya pasrah akan apa yang dilakukan Kerenza padanya, karena percuma melawan dua sudah ketahuan dan konsekuensinya wajib dia terima.


"Katakan kenapa kau menghianatiku Catline! katakan pada siapa kau bekerja!" bentak Kerenza.


Catline masih diam tidak mau membuka suaranya, karena tidak ingin membuat semua orang dalam bahaya jika dia mengatakan siapa sudah menyuruhnya.


"Kerenza....!" teriak Kaisar dan Hiebert bersamaa.


Mereka berdua datang setelah mendapat telepon dari Elsa, walau dia sudah tau alasan mengapa adanya pertarungan itu tapi tetap saja dia menghubungi dua pria agar bisa menangani mereka karena bukan apa apa, Elsa tidak ingin gagal dalam menjalankan tugasnya dalam melindungi Kerenza jika nanti majikanya itu terluka.


"Jangan coba menyelamatkanya Kaisar atau aku benar benar akan melenyapkanya di depan matamu!" ancam Kerenza membuat Kaisar langsung berhenti.


"Keren apa yang terjadi kenapa kau melakukan ini pada kekasihku? bukankah kalian sahabat bahkan sudah seperti keluarga sendiri, tidak ingatkah kau bagaimana perjuangan kalian bersama? jangan lupakan itu Kerenza!" bentak Kaisar.


Kerenza menatap Kaisar dengan tajam mendemgar semua perkataan Kaisar untuknya, tentu saja dia tidaka lupa akan hal itu, dia masih sangat ingat bagaimana keluarga Catline yang sangat baik padanya, tapi dia juga tidak bisa menerima sikap Catline yang seperti ini menghianati dirinya dan ikut dalam konspirasi untuk melenyapkannya.


Sedangkan Hiebert hanya diam menyaksikan apa yang terjadi di depannya ini, mencoba mengerti akan situasi yang tegang itu.


"Aku ingat! sangat ingat Kaisar, dan aku sangat menyesal kenapa harus dengan dia aku bertemu, kenapa harus dengan keluarganya aku merasa memiliki keluarga jika akhirnya dia ikut dalam konspirasi untuk melenyapkanku!" jawab Kerenza membuat Kaisar tersentak kaget.


Kaisar terkejut karena akhirnya Kerenza tau akan kelakuan kekasihnya yang berusaha dia lindungi selama ini. Iya, Kaisar sudah mengetahui kekasihnya yang menghianati Kerenza, mengetahui tindakan Catline yang menyabotase mobil Kerenza, yang pertama membuat Mattew kecelakaan dan yang kedua yang hampir membuat Kerenza kehilangan nyawa jika saja dia tidak segera keluar dari mobil saat sedang sibuk melawan penyerangn mendadak terhadap mereka.


"Kau tau dari mana Kerenza?" tanya Kaisar berusaha menguasai keterkejutannya.

__ADS_1


"Tanyakan langsung pada kekasihmu ini? bagaiamana dia bisa melakukan ini, jangan tanyakan dari mana aku tau!" jawab Kerenza enggan menatap Kaisar dan Catline.


Kaisar mendekati kekasihnya, walau dia sudah mengetahui hal ini jauh hari tapi dia tetap merasa tidak rela kekasihnya menjadi penghianat dan alasa apa Kaisar tidak tau sama sekali.


"Honey, katakan jika kau tidak benar benar menghianati Kerenza kan? aku tau kau tidak akan melakukan itu jika tidak ada yang memaksamu" ucap Kaisar mengelus pipi Catline.


Sedangakan Kerenza yang melihat itu entah kenapa saat mendengar perkataab Kaisar membuat dia menyadari satu hal yaitu sikap Catline yang tidak mungkin menghianatinya jika tidak ada alasanya, tapi perkara alasan apa dia pun tidak tau.


"Ku serahkan dia padamu Kaisar! tapi ingat jaagan pernah menipuku dengan memberikan dia kebebasan atau kau akan menerima akibatnya dan aku pastikan itu akibat yang dangat fatal akan kau rasakan!" tegas Kerenza.


"Kerenza aku ingin berbicara" ucap Hiebert.


"Ke ruanganku!" titah Kerenza.


Mereka berjalan pergi meninggalkan ruang tengah dimana Catlien terikat, mereja masuk ruang dimana biasanya akan ada pembahasan penting.


"Katakan bagaimana perkembangan nya!" pinta Kerenza langsung pada intinya.


"Lokasi tuan muda masih di lacak, ada kemungkinan jika tuan muda terdampar di hutan, tapi bisa saja mungkin saat ini berada di tengah laut melihat dari pantauan anggota yang mengatakan letak pesawat meledak maka dmridak jauh dari lokasi itu tuan muda berada jika di daratan" jawab Hiebert.


"Cari terus Hiebert, pastikan suamiku selamat" ucap Kerenza.


"Tapi nona, mungkin pencarian ini akan sedikit lama"


"Kenapa! apa anggota mu sudah tidak becus lagi Hiebert!" bentak Kerenza yang tersulut emosi.


Entah kenapa emosi Kerenza akhir akhir ini tidak bisa dia kontrol, dua selalu saja lepas kendali apa lagi jika itu menyangkut permasalahan.


"Ada yang memantau gerak gerik kami Keren, aku yakin jika mereka sedang mencari informasi kelanjutan jatuhnya pesawat tuan muda, dan saya tidak mau mengambil resiko jika mereka lebih cepat dari kami dan hal itu akan membuat tuan muda dalam bahaya" ucap Hiebert memberi opini nya.


"Jadi sampai kapan aku akan menunggu Hiebert? bagaimana keadaan suamiku saat ini" lirih Kerenza.


"Fokuslah, pada Caroline dan si penghianat itu, kita harus menangkapnya lebih dulu, agar memudahkan bagi mendekati dalangnya, dan masalah mata mata itu, aku akan mengalihkan perhatiannya, aku akan membuat dia berhenti menguntit kami" ucap Hiebert memberi solusi untuk semua ini.


"Ku serahkan semua padamu Hiebert, dan sekarang aku ingin melacak keberadaan Caroline!" ucap Kerenza.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2