
Tapi semenjak pertemuannya dengan Kerenza Alana, kehidupan lamanya dia tinggalkan walau kini dia juga berurusan dengan kesadisan tapi ekonomi kehidupannya lebih terjamin bahkam dangay terjamin bersama Kerenza, itulah sebabnya tidak pernah terkintas di benar Kaisar untuk berhianat.
"Sayang jangan khawatir, aku akan menyelamatkan keluargamu dan aku janji akan mekenyapkan orang itu" tulis Kaisar yang langsung mendapat gelengan dari Catline dan Kaisar menautkan kedua alisnya saat mendapati respon kekasihnya yang seperti itu.
"Kenala sayang? ada masalah? katakan padaku siapa yang sudah menyuruhmu?" tukis Kaisar lagi.
"Tapi aku mohon jangan gegabah, karena mereka sangat licik dan kita tidak boleh menyerang tanpa rencana" Catline.
"Baiklah tapi katakan padaku siapa pelakunya agar aku dan Kerenza bisa membuat rencana" tulis Kaisar.
"Alex Xiau! dia yang menyuruhku tapi aku tidak mengetahui apakah dia dalangnya atau dia juga hanya sebagai pion" tulis Catline.
Itulah yang yang dilakukan Kaisar untuk menggali informasi dari kekasihnya dan ternyata kekasihnya mau diajak bekerja sama, sehinga tidak sulit bagi Kaisar untuk mencari informasi dan kini tugasnya adalah mencari tau keberadaan keluarga kekasihnya berada, karena dia tidak bisa menunggu kepulangan Kerenza takutnya Alex Xiau mengetahui rencana mereka dan malah mencelakai kekaurga kekasihnya dan pada akahirnya Kerenza dan Brillo yang tidak tau kabarnya yang akan menjadi sasarannya lagi
"Ayo aku bantu" ucap Kaisar dengan bahasa tubuhnya agar tidak di dengar.
Kisar pun menuntun kekasihnya menuju kamar tapi di ruang tengah Maydeline yang berpapasan dengan keduanya menatap tajam, dia tidak suka jika penghianat di bebaskan apalagi tidak di ketahui oleh nona mudanya.
Dan Kaisar yang sudah memprediksikan ahl seperti ini akan terjadi hanya menghela napas kemudian membuka buku dan menunjukan tulisan yang disana.
"Aku susah bicarakan pada Kerenza sebelum dia pergi dan dia sudah menyetujui semua yang saya lakukan saat ini" isi tulisannya.
Maydeline yang membaca itu akhirnya berubah menjadi biasa saja, kemudian berkata dengan gerakan tubunya akan menyiapkan makanan untuk Catline dan akan di antarakan ke kamar.
"Terimakasih" ucap Kaisar pelan.
***
Pencarian terus mereka lakukan bahkan kini mereka sudah berada di tengah lautan yang luas, tapi tidak menemukan tanda tanda adanya orang terdampar arau satu manusia pun tidak ada mereja temui, "bagaimana ini Hiebert kita tidak menemukan siapa pun disini"ucap Kerenza.
Hiebert mengedarkan padangnya, benar ini sudah sangat larut dan kapal yang mereka naiki masih terus daja melaju tapi tidak ada satu pun yang mereka temui, jangankan manusia seperti harapan mereka bahkan cahaya kecil saja pun mereka tidak melihat ada.
Semua gelap dan hanya ketiga kapal mereka saja yang saat ini menyala ditengah laut maam ini, dan mungkin terpaksa mereka akan bermalam di tengah laut dan besok mereka akan melanjutkan lagi pencarian mereka.
__ADS_1
"Sepertinya kita bermalam di sini saja, sudah terlaku larut untuk kita melanjutkan perjalanan Keren dan untuk menepi pun tidak mungkin" ucap Hiebert dan langsung memberi aba aba pada anggotanya untuk menghentikan laju kapal mereda dan beristirahat.
"Kau istrhatlah Keren, jangan sampai kau sakit karena angin laut yang sangat kuat" ucap Hiebert.
"Kau juga istrhatlah Hiebert, sudah cukup kesetiaanmu pada Brillo. kau butuh istrahat untuk menjaga kesehatan" ucap Kerenza.
Mereka semua memasuki kapal untuk rehatkan badan dan pencarian akan di lanjutkan besok pagi, sementara di hutan Brillo tengah berminpi jika kekasih hatinya akan datang menjemputnya dan itu benar benar membuat dirinya bahagia dalam mimpi, tapi semuanya pupus saat mengetahui itu mimpi dan dirinya yabg terbangun dari tidurnya.
"Si*l! ini hanya mimpi" umpatnya.
"Tuan tidak apa apa?" tanya pengawanya.
"Tidak, aku tidak apa apa" jawab Brillo, "lebih baik kau kembali lah tidur aku yakin besok kita akan di temukan" lanjutnya.
"Baiklah, tuan juga kembalilah tidur" ucap pengawal.
"Bagaimana ini tuan Gilmax? ini sudah malam ke tiga kita disini, aku takut jika tuan semakin jauh dari kita dan kita akab kesusahan mencari keberadaanya" ucap Mattew.
"Aku tidak tau, yang pasti tidak ada yang boleh keluar dari sini jika tuan muda tidak ada" ucap Gilmax dengan tegas.
"Walau ada yang mau menyelamatkan kita dari sini?" tanya Mattew.
"Sekalipun mereka datang menyelamatkan kita, mereka juga harus menyelamatkan tuan muda"
"Kau benar, kita harus keluar bersama dengan tuan muda"
Akhirnya percakapan di antara mereka pun berakhir dan tidur adalah kegiatan terkahir yang mereka lakukan untuk menyambut esok hari dan melanjutkan pencarian terhadap Brillo Jokson.
Di sisi lain Robert semakin gusar karena apa? karena anak buah nya tidak ada kabar sama sekali, mereka hilang bagai di telan bumi tidak meninggalkan jejak sama sekali apa lagi kabar untuk Robert.
"Alex kenapa sampai sekarang tidak ada kabar"
"Saya kurang tau tuan, ponsel tidak bisa di hubungi dan keberadaan mereka pun tidak bisa di lacak lagi olehku" jawab Alex dengan tatapan datarnya.
__ADS_1
Walau Alex sudah lanjut usia tapi aura gelap yang melekat dlama dirinya tidak pernah pudar dimakan usia, semuanya masih sama jiwa pembunuhan sudah mendarah daging karena sudah terbiasa melakukannya berasama Robert Hans sejak usia remaja.
"Hubungi Caroline, pastikan keadaanya masih aman dan Catlline untuk memastikan keadaan kediaman Alana!" titah Robert.
"Baik Tuan" jawab Alex dan langsung menjalankan lagi perintah tuannya.
Alex menghubungi Caroline lebih dulu menanyakan apakah wanita tua itu masih selamat atau kini sudah berada di tangan anggota Kerenza, karena diantara orang orang yang melakukan konspirasi pada Robert Hans hanya Caroline lah yang tidak di tanamkan alat penyadap yang merangkap jadi peledak kapan saja, karena Robert sudah percaya jika wanita yang satu itu tidak akan pernah berhianat padanya karena demdam pribadi wanita itu juga bukan main main.
Selesai berkomunikasi dengan Caroline, Alex kini beralih menghubungi Catline untuk memastikan keberadaan dan keadaan kediama Brayen Wate serta mencari informasi apa saja dari pergerakan Kerenza.
Sementara di hubungin sedang terlelap dalam pelukan kekasihnya tapi karena deringa ponsel membuat keduanya terbangun, dengan celat wanita itu meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubungin dirinya.
"Si,-"
Belum sempat Kaisar membuka mulutnya Catlien sudah membekapnya lebih dulu agar tidak berisik dan membuat yang ada disebramh sana menjadi curiga, dan setekah itu Catline menaruh telunjuknya di depan bibinya sebagai instruksi agar kekasihnya diam dan tangannya yang satu menunujkan layar ponselnya.
Kaisar membaca ID pemanggil, seketika daranhnya mendidih melihat itu bahkan ddi saat larut malam pun wanitanya di hubungi, tapj amarahnya itu terhenti saat merasakan elusan halus dari kekasihnya.
"Ya, ada apa!" tanya Catlien datar.
Catline mengeraskan volume suara agar visa di dengar oleh kekasihnya karena semenjak kejujurannya tadi kini Catline menjadi lebih berani menghadapi Alex.
"Ada informasi?!" tanya Alex tak kalah dinginnya.
"Informasi seperti apa yang kau mau? tidak ada rencana tidak ada pergerakan dari Kerenza bahkan kini wanita itu sedang tertidur pulas malam ini" jawab Catline yang memang tidak mengetahui jika Kerenza pergi.
"Kau yakin dengan informasimu?" tanya Alex dengan penuh selidik dan itu terlihat jelas dari nada bicaranya.
"Jika kau tidak percaya maka datang saja kemari dan pastikan sendiri! sudah aku mau istrhat nanti aku akan mengatakan jika ada informasi tapi ingat jangan sakiti keluargaku!" ucap Catline dan langsung memutus sambungan teleponnya.
.
TBC
__ADS_1