
Tapi, baru juga mommy Ara menyentuh lenganya, pria berusia 23 tahun itu sudah berjingkat dan berteriak.
" No!!! Please...please...jangan suntik!, jangan suntik! Aku nggak mau!!"
Shinee berlari ke belakang tubuh bunda Dian, bersembunyi dengan mengeratkan kedua tanganya di blouse belakang wanita tercintanya itu.
Saga dan para adiknya melotot tak percaya melihat apa yang terjadi di depan mata mereka, begitupun Ayu Andira.
" Apa?, apa yang kulihat ini?" Gumam Ayu tak percaya.
Si suami sempurna dimata Ayu itu kini menunjukkan ke tidak sempurnanya.
" Aha..ha..ha..., jangan kaget Ayu. Masih banyak yang akan kamu ketahui selain ini" Bisik Sunny.
Mumpung ada kesempatan bisa berduaan, maka akan cepat-cepat Sunny pergunakan, ditariknya tangan Shanum menjauh dari keluarganya.
" Aku kangen....berenang yuk..." Ajak Sunny.
Sementara bunda sudah angkat tangan, Shinee tidak akan pernah bisa dibujuk. Jalan satu-satunya hanya ayah Marvel.
" Tuh Meera, cowok yang macem itu yang jadi idola kamu?" Sindir Saga pada Almaeera dan Almaureen yang kini menutup mulut mereka yang mengangga lebar karena syok.
Saga sakit hati luar biasa saat Almaeera selalu membandingkan dirinya dengan Shinee. Hingga membuat hubungan mereka berdua sedikit merenggang.
Almaureenpun sama, dia juga telah membuat hancur hati Rayden Harsha dengan mengatakan pada putra Denis itu bahwa tipe cowok idamanya adalah seperti Shinee.
Yang kata Almaureen saat itu adalah Shinee tampan bak pangeran negeri dongeng, Shinee lembut dan penyayang, Shinee dewasa dan pengertian, Shinee adalah perpaduan sempurna antara cool dan keren.
Almaureen dan Almaeera jelas telah menyakiti hati kedua lelaki yang telah lama menaruh hati pada kedua putri Rangga tanpa mereka sadari.
Yapp!!, kedua putri RanggAra ini ternyata sama-sama mengidolakan Shinee. Bahkan saat ditanya siapa first love mereka, dengan lantang keduanya akan menjawab Narendra Shinee Marvelino.
Rayden yang saat ini duduk tidak jauh dari daddy Rangga hanya melirik sinis pada Almaureen yang terus menatap Shinee dengan tatapan takjub. Terkadang gadis itu terlihat menahan tawanya melihat tingkah Shinee yang absurd karena terus menolak disuntik.
" Tuh Reen!!, dari sisi mananya nilai plus seorang brothy Shinee ketimbang aku Reen. Dia macho darimana coba?, masa disuntik aja takut begitu..." Ucapnya kesal.
" Lagian ya Reen, cowok yang takut disuntik itu kelak kemampuan menyuntik istrinya diragukan loh..." Bisik Rayden.
" Kenapa istrinya harus disuntik?" Tanya Almaureen polos.
" Ya biar hamil" Sahut Rayden masih dengan berbisik.
" Biar hamil?, emang harus disuntik gitu?. Tuh kak Ayu aja udah hamil...kemampuan brothy yang mana lagi yang diragukan Ray. Kamu mah kalo cemburu ngaku aja kali Ray!!"
" Ya emang aku cemburu!!, kamu aja yang dodol nggak ngerti-ngerti juga!. Cowok minus gitu aja lo puja-puja sampai segitunya!" Kesal sudah Rayden.
" Ya serah gue, mau banyakan minusnya dari pada plusnya yang penting dia tetap brothy Shinee tersayang gue, kenapa lo yang sewot..." Jawab Maureen santai.
" Diih Ren! Sadar Ren!, Mau jadi pelakor lo!!, itu bininya aja disitu masa lo nggak bisa lihat sih Reen.." Sahut Rayden makin kesal.
Gila!!, gue jungkir balik kaya gini dia sukanya sama cowok bersuami..
Tiga bulan sekali tahan gue bolak-balik Jakarta- Sydney!
Nggak ada juga apresiasi lo buat gue sama sekali..
Capek gue Reen...
Capek gue perjuangin lo..
Nggak ada ngerti nya lo sama gue Reen!!
Rayden mengigit bibirnya geram dan langsung berlalu begitu saja meninggalkan ruang keluarga dengan wajah memerah memendam tangisnya.
Sakit hati!, ya....Rayden begitu sakit hati dan entah kapan akan terobati.
Daddy Rangga menatap punggung putra sahabatnya itu dengan tatapan iba. Diantara para boys hanya Rayden lah yang disayanginya melebihi Almeer. Selain Rayden adalah putra sahabat terdekatnya, Rayden juga jenius seperti papanya dan juga dirinya. Ambisinya di masa muda semua telah di tuntaskan oleh Rayden Harsha putra Denis Pramana Putra.
" Aku begitu menyayangimu, bahkan melebihi Almeer, aku menginginkanmu menjadi menantuku jauh sebelum putri bungsuku hadir, semoga kalian berjodoh nak...." Batinnya.
Sementara Shinee terus menolak untuk disuntik dengan beribu alasannya. Hingga sampai pada saat kedatangan ayahnya, pria muda beristri itu mau tidak mau harus mengalahkan rasa takutnya.
" Sini Shinee!!" Panggil ayah Marvel.
" Nggak usah deh yah..., belut Shinee nggak mungkin ada bakterinya, lagian Ayu juga baik-baik aja kok!. Udah telat kali yah suntiknya... Udah hamil juga itu loh dia..." Tolak Shinee lagi.
" Sini nggak!!" Bentak Marvel.
__ADS_1
Shinee langsung kicep dan dengan sangat terpaksa duduk di depan ayahnya.
" Jarum kecil saja ya yah..." Tawar Shinee.
" Hemmm" Jawab ayah Marvel pelan.
" Bentar yah...Shinee ambil nafas dulu..." Ucap Shinee lagi dengan tampang yang begitu panik, keringat dingin terus menetes di pelipisnya.
Ayu menggelengkan kepalanya gemas, suaminya ternyata takut dengan jarum suntik, padahal dianya calon seorang dokter.
Ayah Marvel menunggu dengan sabar kesiapan putranya itu.
" Shinee..." Panggil ayah pelan.
" Iya ayah..." Jawab Shinee.
" Rutinitas dengan Ayu lancar kan?"
" Lancar yah, seperti yang ayah bilang. Membahagiakan istri itu dimulai dari ranjang...ya kan.." Jawab Shinee
" Bagus..., apa istrimu masih suka minta yang aneh-aneh?. Turutilah Shinee dan jangan marah, karena itu adalah proses". " Tidak semua yang diminta adalah keinginannya, kadang-kadang itu adalah kemauan dari anak-anak mu.."
" Memang sih permintaan istri yang sedang ngidam itu kadang aneh-aneh tapi tahanlah dan jangan marah! Itu pesan ayah. Semarah-marahnya kamu dengan istrimu, jangan pernah mengangkat tanganmu padanya..." Ucap ayah lagi.
" Iya yah..., Shinee janji"
" Satu lagi, istrimu sedang hamil anak kembar, berikanlah perhatian padanya doble juga" Tutur ayah sambil menarik kaos lengan Shinee kebawah.
" Nah, sudah nak..."
" Apanya yang udah?" Tanya Shinee bingung.
" Udah selesai di suntiknya..." Jawab Ayah.
Shinee melotot melihat lenganya yang telah berbekas suntikan.
" Kok??"
Dan begitulah, Shinee hanya akan takluk di hadapan pawangnya dan dia adalah ayahnya sendiri.
Semua yang berada di ruang keluarga tertawa gemas melihat tingkah Shinee.
Mereka harus kejar-kejaran mengelilingi White Base demi menangkap Shinee yang terus berlarian menolak dikhitan.
...*** ...
Hampir satu minggu Sunny dan Shanum tidak bertemu, kalau istilah jawanya dipingit.
Ponsel milik keduanya bahkan disita oleh orang tua masing-masing.
Dan tak terasa waktu berlalu dengan cepat. Hari pernikahan merekapun tinggal tiga hari lagi.
Dan hari ini adalah jadwal pertemuan mereka setelah perpisahan yang sangat panjang bagi Sunny.
Mereka rencananya bertemu di butik aunty Hana untuk kembali fitting baju yang terakhir kali.
Ayu dan Shinee telah hadir lebih dahulu, sementara Shanum dan mama Vera masih harus mampir membeli keperluan Saga di supermarket.
Seorang wanita hamil menatap sinis ke arah Shanum tanpa diketahui alasannya.
Bahkan wanita asing itu beberapa kali terlihat berdecih sebal saat Shanum terlihat tertawa bahagia bersama adik-adik dan mamanya itu.
" Tunggu saja!, besok semuanya akan hancur!!, berbahagialah sekarang!, karena besok kamu akan menangis darah Shanum!!"
Setelah mendapatkan apa yang diperlukan oleh Saga dan Saka merekapun melajukan mobilnya menuju butik.
Sunny yang sudah tidak sabar menanti kekasih hatinya berdiri di depan pintu butik dengan bibir yang terus di gigitinnya sedari tadi. Matanya terus menatap arah jalan, berusaha mengenali mobil uncle Vino diantara lalu lalang ribuan pengendara.
Matanya langsung berbinar cerah saat mobil yang dikendarai oleh Saga memasuki parkiran butik, senyum tipisnya terukir.
Dua remaja tampan keluar terlebih dulu, disusul dua wanita beda usia yang sangat cantik-cantik.
" Selamat datang ma...." Sapa Sunny membukakan pintu butik pada calon mama mertuanya itu sopan.
Mama Vera tersenyum bahagia, ditepuknya pipi Sunny lembut dan menggandeng kedua lengan putranya untuk langsung masuk ke dalam.
" Mama masuk duluan ya..." Mama Vera menggeret kedua putranya untuk membiarkan sejenak sepasang calon pengantin itu kangen-kangenan.
__ADS_1
" Apa kabar sayang?" Sapa Sunny grogi.
Aneh, semakin kesini justru semakin seperti pasangan yang baru jadian, dan baru jatuh cinta, grogi, canggung dan ada rasa malu yang entah karena apa.
Keduanya sama-sama malu-malu dan terlihat canggung.
Bahkan untuk sekedar bersentuhan saja rasanya nggak ada nyali lagi. Sunny mempersilahkan Shanum untuk berjalan di depanya terlebih dahulu menuju ruangan aunty Hana.
" Silahkan princess.." Ucapnya lembut sambil bergaya bak pangeran negeri dongeng. Sementara Shanum menutup mulutnya yang ingin tertawa dengan malu-malu.
" Sha nggak ketemu satu minggu aja kenapa kamu banyak berubah ya?" Bisik Sunny lirih.
" Hemmm masa sih?. Sama aja sih menurut ku" Sahut Shanum sambil mengamati dirinya sendiri.
" Berubah kok yang....berubah banyak malahan" Jawab Sunny.
Shanum kebingungan, tidak paham akan kalimat berubah yang diucap Sunny.
" Kamu berubah total yang, bukan bidadari lagi, tapi kamu kini menjadi ratunya bidadari..., kamu semakin cantik..." Bisik Sunny di dekat telinga Shanum.
Gadis itu merasa melambung tinggi mendengar kata-kata pujian dari calon suaminya. Jujur di mata Shanum saat ini Sunny juga terlihat semakin tampan, sampai-sampai dia tidak mampu berkata-kata.
Senyum cerah Shanum terbit begitu menyilaukan mata Sunny, membuat jantungnya seolah melompat saat itu juga.
"Duh cantiknya calon istri aku. Dua hari lagi Sunny, dua hari lagi...Sabar, sabar Sunny, orang sabar jidatnya lebar..." Batin Sunny.
Mereka melakukan fitting baju dengan suasana yang riuh, karena kedua adik Shanum sibuk ngerusuh.
Saga terus saja berkomentar yang tidak-tidak. Yang calon kakak iparnya kurang inilah, kurang itulah dan itu semua semakin membuat Sunny geram.
" Nah kalau yang ini bagaimana?" Tanya aunty Hana.
Sebuah tuxedo warna pastel yang keren, sepasang dengan kebaya pastel yang juga terlihat elegan.
Aunty juga mengeluarkan gaun pengantin dengan rok yang mekar di bagian bawahnya, yang bertujuan untuk menyamarkan perut Ayu yang sudah mulai membuncit.
" Iya yang ini saja untuk Ayu" Pilih Shinee pada gaun berwarna biru muda yang terlihat imut dan tertutup.
" Iya itu memang untuk Ayu Shinee..." Jawab aunty Hana.
" Ayo Sha...kita coba baju kamu, Shinee kamu bantu Ayu..." Ucap Aunty Hana lagi.
" Biar Sunny yang bantu Sha, aunty..." Sela Sunny ingin menerobos ruang ganti.
" Eits!!, apa-apaan! Nggak boleh dong!" Seru aunty Hana.
" Haishh...nggak boleh apanya?, aku loh juga udah tahu dalamnya kayak gimana..." Guman Sunny yang masih bisa didengar oleh Saga dan Saka.
Kebetulan mama Vera sedang tidak mendengar karena sedang menerima telpon dari seseorang.
Saka menatap Saga dengan menyiratkan pertanyaan di sana.
" Sssttt " Saga meletakkan telunjuknya dibibirnya berharap adiknya tidak kritis untuk bertanya lebih lanjut dengan gumaman Sunny yang terdengar oleh mereka.
...****...
Sementara itu di salah satu kamar hotel. Empat wanita sedang duduk melingkar seolah-olah sedang merencanakan sesuatu.
" Dorothy!!, besok malam kamu bergerak langsung ke rumah utama, sasaran kita adalah calon istri Binar!!" Ucap Crystal.
" Buat dia hancur sehancur-hancurnya, sampai dia tidak lagi mau menerima kembali Binar dalam hidupnya selamanya.." Lanjutnya.
" Gunakan cincin pertunangan ini sebagai bukti, dan satu lagi ini..." Crystal mengeluarkan jaket almamater Sandhurst dengan nametag Manggala Sunny di dadanya. Dan juga sebuah kartu pengenal keprajuritan Sandhurst Akademia.
" Wah gila Crystal!!, kamu dapatkan dari mana barang-barang berharga Binar ini?, dengan ini gadis itu pasti akan langsung bunuh diri ha...ha...ha..ha.." Tawa Lyra pecah memenuhi ruangan.
" Apalagi ditambah perut ini dan foto-foto ini, semua ini akan semakin membuat seru dan mengasyikkan..." Dorothy mengelus perut buncitnya dan mengeluarkan beberapa foto saat dirinya memasuki kamar hotel Sunny beberapa bulan yang lalu.
" Besok semua akan hancur!!, hancur seperti yang dilakukan Al Ghifari corp kepada perusahaan papaku!!!"
" Aku tidak akan tinggal diam, mereka tidak dapat menangkapku, tapi mereka licik dengan menyerang perusahaan papa!!"
" Lihat saja, kita akan permalukan mereka agar hancur sampai ke dasarnya!!"
Crystal berdiri menatap luar jendela yang menampilkan pemandangan kota Jakarta yang terlihat dari lantai 30 di mana saat ini mereka berada.
Tepat di depanya berdiri hotel dari milik Al Ghifari corp yang berdiri gagah, dimana lusa besok adalah tempat diselenggarakannya pesta pernikahan putra mahkota Syahril.
__ADS_1
" Lusa disana akan terjadi prahara yang besar ha..ha...ha..." Tawa Crystal begitu mengerikan dan diikuti oleh ketiga wanita lainya.