BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Kasmarannya Binar..


__ADS_3

Binar terlihat berseri-seri sejak pagi tadi, bahkan berulangkali para sahabatnya mendapati binar memainkan asap rokoknya dengan dibentuknya seperti bentuk-bentuk hati.



Arnov dan Roy hanya bisa menggelengkan kepalanya gemas melihat tingkah kasmaran Binar yang begitu lucu dan menggelikan.


Bahkan tak hanya asap rokok, putung rokokpun sesekali dibentuknya juga seperti bentuk hati.



" Dia sepertinya sedang kasmaran berat bro..." Bisik Arnov ditelinga Roy.


" Iye, saye kire juge same..." Sahut Roy.


" Sepertinya dia mendapatkan sesuatu yang berharga dari Cahaya.." Bisik Roy lirih.


" Sesuatu yang berharga?" Arnov menatap Roy penuh tanda tanya.


" Hemm iya!!" Angguk Roy yakin.


" Contohnya ?" Tanya Arnov lagi, maklumlah jomblo satu ini sangat jauh dari cewek, beneran polos tentang love-lovean.


" Bisa jadi ungkapan cinta, atau bisa jadi yang lebih dari itu?" Jawab Roy sok bijak


" Contohnya?"


" Sesuatu yang lebih berani maybe.." Ucap Roy lagi.


" Iya, apa contohnya?"


" Datting or Kissing. Who knows?" Roy menggendikkan bahunya.


Lagi-lagi mereka berdua kini dibuat terkejut dengan pesanan Binar. Karena biasanya Binar paling anti makan es cream. Tapi hari ini Binar memesanya, sudah gitu rasa strawberry pula.


Gila!!, cinta benar-benar membuat orang waras menjadi gila. Dan yang gila semakin bertambah gila.


...***...


Pulang sekolah seperti biasa Binar sudah stand by di depan SMU Pelita, kali ini Binar tidak memakai seragamnya. Mereka berencana langsung jalan.


" Udah lama Bin?" Shanum mendekatinya dengan tersenyum manis.


" Belum babe, belum habis satu batang..." Ucap Binar sambil menunjukkan rokoknya yang masih sedikit panjang.


" Huhhh, rokok terus kamu tuh.." Ucap Shanum kesal, lalu segera naik ke boncengan Binar.


" Aku anterin pulang dulu ya, kamu perlu ganti baju.." Ucap Binar sebelum menyalakan motornya.


" Nggak usah, ada baju ganti di tas, cari musholla aja. Nggak enak ganti baju di sekolah..." Ucap Shanum ditelinga Binar.


Motor meluncur deras menuju tujuan mereka.


Semakin hari kebersamaan mereka semakin manis, apalagi Binar juga sudah menghadap papa Vino untuk meminta ijin.


Shanum juga sudah mulai menempatkan Sunny disudut hatinya.


Buat apa menunggu yang belum tentu datang, sedangkan ada yang memberikan cinta luar biasa padanya sekarang.


...*...



" Akkhhh...rambut gue ha..ha..ha.." Shanum terus merapikan rambutnya yang tersapu angin.


Binar tersenyum cerah dan ikut merapikan rambut Shanum dengan lihai.


" Sini karetnya babe biar aku kuncirin.."


Shanum memberikan karet rambutnya dan Binarpun menguncir rambut Shanum dengan pelan.


Beberapa pasang kekasih terlihat iri melihat kemesraan keduanya.


Saat ini mereka duduk di tepi sungai yang luas. Disana terdapat restoran apung yang terkenal menyediakan makanan yang lezat.


" Habis ini mau kemana babe?" Tanya Binar seolah tak ingin berpisah.


" Kemanapun kamu bawa, aku sih ikut saja..."

__ADS_1


" Hemmm, kamu manis banget sih.." Binar mencubit bibir Shanum gemas.


" Hey!!, jangan nakal.." Shanum menurunkan tangan Binar yang terus saja mengelus bibirnya.


Sampai hari ini Binar masih bisa menahan diri, tapi entah hari ini.


Sedari pulang tadi hormon di tubuh Binar seolah berontak. Bibir Shanum terus saja menjadi fokusnya.


Gila menang!!, tiga hari lalu setelah pernyataan cinta Shanum, Binar sama sekali tidak bisa tidur nyenyak. Bahkan makanpun tak terasa apa-apa. Binar waras tampak luarnya, tapi pemuda itu gila dalamnya.


Isi otaknya hanya didominasi oleh gambaran-gambaran kissing yang entah dimana dan kapan dilihatnya. Tapi sepertinya sangat tak asing.


" Nanti malam aku datang ya.."


" Jangan, lusa aja. Papa dan mama ke Malang lagi... Sepertinya kakek buyut harus dibawa ke Jakarta.." Ucap Shanum sedih.


" Apa parah penyakitnya?"


" Iya, ya karena sudah umur juga sih..., aku sih berharap kakek buyut kembali sehat.." Shanum terlihat menunduk.


Binar dengan cepat berpindah ke sampingnya, lalu memeluk erat Shanum.


" Babe..., love you.." Bisik Binar di telinga Shanum.


Serr..


Serrr..


Ada yang lain, Shanum merasa ada yang lain dari ungkapan Binar saat ini.


Pelukanya juga terasa lain. Shanum merinding akan hal ini.., entah kenapa tubuh Binar terasa panas.


" Bin..."


" Hemmm" Binar telihat memejamkan matanya, pelukanya semakin erat.


" Kamu sakit?"


" Nggak babe, sehat gue..." Jawabnya masih dengan terpejam, lagi-lagi dia mengeratkan pelukanya.


" Bin.." Panggil Shanum yang merasa janggal dengan sikap Binar yang aneh.


" Kamu kenapa?" Tanya Shanum lembut dengan mengelus rahang indah Binar.


" Emmm?" Binar membuka matanya dan menatap sayu mata bulat Shanum.


Lagi-lagi tatapan matanya hanya fokus pada bibir Shanum.


Shanum tahu itu, gadis itupun gelagapan sendiri.


Kissing?


Tentu dia pernah dengan Sunny, tapi sebatas kecupan kecil. Sunny tumbuh di kota yang bebas, bahkan teman-teman sekolahnya saja sudah banyak yang making love-an. Tak heran jika Sunny pun kadang-kadang nakal menyelinap masuk ke kamar Shanum saat mereka sama-sama tinggal di White Base.


Tapi sejauh itu tak ada yang keluar norma. Mereka hanya tidur bersama, tidak lebih.


" Love you.." Ucap Binar lagi..


" Iya, love you too..." Balas Shanum.


Tetapi jawaban Shanum seolah pintu masuk bagi Binar untuk menjadi nakal. Pemuda itu tak bisa lagi menahan diri, runtuh sudah tembok tinggi yang dibangunnya.


Perlahan-lahan tapi pasti wajahnya semaki maju, tatapannya hanya pada satu fokus!. Bibir Shanum...


Dan akhirnya, terjadilah hal yang diimpikan Binar selama ini. Sore ini adalah sore dimana first kiss mereka telah mengukir sejarah.



...***...


Roy berlarian di koridor rumah sakit, dia mendengar kabar dari papa Alexandria bahwa beberapa orang telah menyerang Alexa pagi tadi saat gadis itu jogging di sekitar rumah.


" Om, bagaimana keadaan Alex?" Tanya Roy saat berpapasan dengan Om Bastian, papa Alexandria.


" Ah.., cuma lecet-lecet kecil. Tapi lututnya agak serius, sepertinya karena dorongan dari belakang membuatnya tersungkur dan terbentur papingan batu" Jawab om Bastian sambil menepuk pundak pacar putrinya itu.


" Dia pasti langsung sembuh lihat wajah tampanmu itu boy ha..ha...ha.." Goda salah satu dokter teman om Bastian pada Roy.

__ADS_1


Roy hanya bisa tersenyum malu-malu, Roy bersyukur bisa diterima baik di keluarga Alexandria.


Roy memasukki ruangan Alexa yang kental dengan bau obat-obatan.


Kaki kiri Alexa terlihat terbungkus gips. Sedih dan menyesal karena tidak bisa melindungi kekasihnya itulah yang dirasakan Roy saat ini.


Kemarin Shanum, sekarang Alexa. Apakah ini ada kaitannya dengan Miko?


" Mana yang sakit sayang?" Tanya Roy sedih.


Alexa justru tersenyum manis, dan terlihat biasa saja.



" Sayang..., jangan pura-pura happy padahal hatimu menangis, katakan padaku mana yang sakit.." Ucap Roy pelan dengan menciumi kening Alexa.


" Nggak ada yang sakit Roy, sumpah!. Liat kamu auto sembuh kok! Beneran.." Ucap Alexandria centil.


" Sayang....." Roy gemas bukan main, diraihnya kepala Alexa dan diciuminya rambut itu berulang-ulang.


" Kamu ingat nggak wajah-wajah mereka?" Tanya Roy yang kini ikut naik ke atas brangkar, kepala Alexa bersandar nyaman di bahunya.


" Ingat, salah satunya ada yang memakai kalung rantai dengan liontin bulan sabit. Trus ada yang memakai anting di lidahnya.." Jawab Alexa cepat.


" Alexa......" Teriak Shanum dan Ayu yang menerobos masuk ke dalam ruangan.


Tapi saat mereka melihat posisi kedua sejoli itu mereka langsung down.


" Sepertinya kedudukan sahabat sudah jauh tergeser oleh pacar..." Sindir Ayu.


Roy hanya mengulum senyumnya, tanpa mau merubah posisi wenak mereka.


" Jadi kakinya patah atau gimana?" Tanya Ayu.


" Hussstt!!, sembarangan!!, cuma memar doang.." Sahut Alexa.


" Apa sakit banget sayang?" Tanya Roy pelan.


" Enggak tuh..." Ucap Alexa yakin.


" Hey...guy's sorry gue telat, biasalah gue jadi ibu rumah tangga dulu.." Ucap Binar yang muncul dari pintu disusul Arnov dan Aivy.


" Sepertinya Naga Merah lagi Bin..." Ucap Roy begitu Binar mendekat.


" Brengsek mereka!!" Umpatnya kesal.


" Mereka mengincar Aya..." Ucap Alexa dengan takut-takut.


Binar, Arnov dan Roy langsung tersentak kaget.


" Maksudnya?" Tanya Binar mendekat pada Alexa.


" Salah satu dari mereka bilang, ini hanya ancaman!!, karena target Miko adalah Aya.." Alexa meraih tangan Shanum dan meremasnya.


" Sialan!!!"


Bugghhh!!!


Tinju Binar mendarat di dinding rumah sakit.


" Gue udah feeling, Miko tertarik dengan cewek gue!! Dari dulu yang di kejar dan ambisinya itu cewek yang mahir bela diri. Lo sih sok-sok an ngelawan babe!!" Ucap Binar kesal.


" Hah!!, masa mempertahankan keselamatan pribadi salah sih?" Ucap Shanum bingung.


" Ya setidaknya pura-pura polos kek!!" Sahut Binar lagi.


Shanum menggelengkan kepalanya geli, diapun mendekat dan memeluk lengan kekar Binar.


" Babe, kamu mau pacar mu ini di *****-***** sama Miko hemm?"


" Dihh!!, ya nggak lah. Gila apa!!" Seru Binar.


" Nah makanya itu, aku melawan untuk melindungi diriku beb...bukan untuk sok-sok an..." Ucap Shanum pelan.


Dari yang dipelajarinya, jika pasangan sedang panas membara karena emosi seperti Binar ini. Maka tugas pasanganya harus menjadi air yang menyejukkan.


" Duhhh...ya Tuhan babe...merried yuk sekarang...," ucap Binar alay, sambil menciumi pucuk kepala Shanum gemas.

__ADS_1


Semua yang ada diruangan tertawa geli melihat bucinnya seorang Binar.


Arnov dan Aivy saling lirik, tapi berikutnya mereka sama-sama membuang muka.


__ADS_2