BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Asmalibrasi..


__ADS_3

Motor Binar melesat cepat menuju cafe tempatnya bekerja. Shanum duduk dibelakangnya dengan kedua tangan yang melingkar erat di perut Binar, pipinya senantiasa menempel di punggung lebar Binar.


Detak jantung keduanya saat ini sama-sama berpacu begitu kencangnya. Entah kenapa dan ada apa dengan keduanya, yang jelas setelah kepulangan Binar dari Jakarta semua begitu berubah.


Cinta yang begitu besar melingkupi keduanya, seolah-olah cinta mereka direstui oleh alam semesta.


" Ikut aku kedalam ya.." Ajak Binar setelah mereka sampai di cafe. Digenggamnya tangan Shanum untuk terus mengikutinya ke dalam. Berat rasanya untuk melepaskan tangan di genggamannya itu walau cuma sedetik.


Disana telah ada Rasmi, penyanyi wanita yang telah lama bekerja disini.


" Yuk aku kenalin ke mbak Rasmi yuk sayang..." Binar merangkul bahu Shanum menuju ruang ganti.


Beberapa pengunjung cewek yang memang mengidolakan Binar terlihat menepuk keningnya kecewa. Ternyata idolanya sudah memiliki pacar.


" Assalamualaikum mbak Rasmi.." Binar mengetuk pintu ruang ganti yang sebenarnya terbuka lebar.


" Wa'alaikumussalam Bin.., gimana kabar papamu?" Sapa Rasmi yang belum menyadari keberadaan gadis cantik di samping Binar.


" Alhamdulillah mbak, semakin membaik. Mbak ini Binar bawaain oleh-oleh, bidadari yang sering Binar ceritain itu.."


Rasmi langsung menoleh dan menutup mulutnya saat melihat Shanum yang begitu manis.



" Waww, ya Tuhan..manis banget Bin..." seru Rasmi dengan buru-buru berdiri mendekati Binar dan Shanum.


" Salam kenal, aku Rasmi... Panggil saja mbak Rasmi, iiihh gemoy banget..." Rasmi gemes melihat pipi Shanum yang chubby.


Sementara Binar mengulum senyumnya melihat Shanum malu-malu.


"Namanya Shanum Cahaya Nilam, calon istri Binar..ha..ha..." Ucap Binar disusul cubitan kecil Shanum di pinggangnya gemas.


" Aamiin...Aamiin..." Sahut Rasmi penuh pengharapan.


Panggilan dari panggung mau tidak mau membuat keduanya melepaskan tautan jemari mereka.


Shanum duduk di bangku yang telah di sediakan untuknya. Posisinya masih dalam jangkauan mata Binar.


Selama bernyanyi saja matanya tak pernah berpaling dari gadisnya.


Tapi karena suasana cafe semakin malam semakin panas, Shanum pun akhirnya melepaskan jaketnya.



Tapi reaksi mengejutkan ditunjukkan oleh Binar dari atas panggung. Wajahnya yang terlihat manis dan berkharisma dari tadi lenyap, berubah dingin dan masam.


Saat begitu ada kesempatan, Binar buru-buru turun dari panggung dan cepat-capat menyambar jaket Shanum.


" Pake lagi sayang jaketnya..." Lirih Binar.


" Tapi panas Bin..., ini udah mulai ramai soalnya.." Tolak Shanum.


" Tapi bajunya terbuka itu sayang..." Binar meraih tangan Shanum dan menjejalkan ke lengan jaket.


" Aku nggak mau tubuhmu dilihat mereka.." Bisik Binar melanjutkan ucapanya, matanya melirik pada segerombolan cowok yang duduk tidak jauh dari Shanum. Beberapa dari mereka terlihat berulangkali mencuri-curi pandang pada Shanumnya. Binar rasanya gondok pengen nyongkel mata mereka semua.


Saat Binar bercakap-cakap dengan Shanum, Rasmi dijemput suaminya karena anaknya tiba-tiba sakit.


Bang Harsya boss Binar melambai pada Binar dan Binarpun menepuk pundak Shanum untuk pamit meninggalkannya lagi.


" Bin gimana nih?, Rasmi harus pulang. Anaknya tiba-tiba sakit"


" Sebentar lagi ada tamu investor kita Bin, abang dengar mereka baru pulang bulan madu. Mereka sering request lagu romantis, nggak etis dong kalo singernya solo.." Lanjutnya.


Binar tersenyum melirik Shanum yang anteng duduk di kursinya.


" Abang hubungi Zahra atau gimana?" Tanya bang Harsya kepada Binar.


Bang Harsya adalah masih keponakan orang tua zahra, pemilik restoran tempat dimana Binar bekerja sebagai pencuci piring.


" Nggak usah bang disini ada singernya kok, Binar bisa duet bareng cewek Binar.." Sahut Binar tegas.


Bang Harsya terlihat kurang yakin dengan keputusan Binar itu.


" Bin, ini pelanggan kita adalah investor besar cafe kita, lo jangan main-main Bin.."


Belum selesai Harsya berbicara dengan Binar, sepasang suami istri sudah berada disampingnya.


Harsya membawa tamunya di kursi VVIP yang tidak jauh dari panggung.


Ternyata benar kabar yang tersebar, belum juga duduk sang istri sudah membisikkan request-san sebuah lagu.


Dan lagu tersebut harus dinyanyikan oleh penyanyi cewek.


Mau tidak mau Harsya menyetujui usul Binar.


Dari atas punggungnya, Binar memanggil Shanum untuk naik bergabung denganya.

__ADS_1


Shanum jelas terkejut, dia datang sebagai penonton pacarnya perform. Kok sekarang malah disuruh kedepan.



" Nggak bisa" Ucap Shanum dengan isyarat bibirnya yang komat kamit.


Tapi Binar tidak kehilangan akal, pemuda itu mengatupkan kedua tanganya didada seolah sedang memohon yang sangat.


Mau tidak mau Shanum melangkah ke atas panggung disambut tepuk tangan pelanggan cafe dan juga Binar sendiri.


Binar membisikkan judul lagu yang direquestkan oleh orang penting itu.


" Oke, Shanum bisa.... Kebetulan lagi suka banget dengan lagu ini. Kita coba..." Jawab Shanum mantap.


Binar yang merasa lega dan senangpun tanpa diduga-duga mencium kening Shanum.


" Waaahhhhh....yuuhhuuu..." Seru pengunjung pecah seketika.


" Oke, satu lagu dengan judul Asmalibrasi dari Soegi Bornean. Akan coba dibawakan oleh pacar saya..Shanum Cahaya Nilam...."


Tepuk tangan meriah dari para pengunjung membuat cafe berasa seperti stadion.



Binar mulai metik senar gitarnya, begitupun Shanum dengan gitar dipangkuanya.


Pengunjung histeris luar biasa, padahal baru musik awalnya yang terdengar. Asmalibrasi yang akan mereka bawakan hanya diiringi musik dari gitar saja. Keduanya saling bertatap mata dengan senyum yang begitu indah membingkai wajah keduanya.


Jelas terlihat rona jatuh cinta yang kental melingkupi keduanya. Dan mau tidak mau, mereka juga harus mengakui bahwa isi lagu ini juga mencerminkan isi hati keduanya.


Saat Shanum mengeluarkan suara awalnya para pengunjung tersentak kaget, tak menyangka bahwa suara Shanum begitu merdu.


Begitu pula Harsya dan kedua tamu pentingnya.


🎢🎢🎢


Asmara tlah terkalibrasi frekuensi yang sama.


Saatnya tuk mengikat janji merangkum indahnya


Laras rasa nihil ragu.


Biar, biarlah merayu diruang biru.


Bias kita jadi taksu gairah kalbu mendayu


*Jadikan aku hanya satu satunya


Sang garwa pembage, Sang pelipur lara


Nyanyikan ku kidung setia 2X


Kini saatnya merangkai Binar asmara


Melebur tuk satukan ego dalam indahnya


Berdansa dalam bahtera mahligai rasa


Merajut ketulusan jiwa..


Mengabdi dalam indahnya kalbu


Mengukir ruang renjana selamanya..


Jadikan aku hanya satu satunya


Sang garwa pembage, Sang pelipur lara


Nyanyikan ku kidung setia 2X


Asmara tlah terkalibrasi


Asmara tlah terkalibrasi


Dan jadikanku kidung setia*..


🎢🎢🎢


Selama Shanum bernyanyi, Binar akan mengangguk saat syair lagunya menyiratkan permintaan.


Binar juga akan tersipu malu dan mengedipkan sebelah matanya saat syair lagu itu menyiratkan ungkapan tulus dari hati seseorang kepada kekasihnya.


Binar juga akan mengecup jauh saat syair lagu itu menyiratkan pujian pada sang kekasih.


Panggung seolah milik mereka berdua, karena tatapan mata keduanya tak terputus sama sekali.


Mereka yang awalnya tidak tahu saja pasti akan langsung tahu bahwa keduanya sedang sama-sama jatuh cinta yang luar biasa.

__ADS_1


Tepuk tangan yang begitu meriah akhirnya membuat keduanya melepas tatapan cinta yang seolah-olah melupakan keberadaan manusia-manusia di sekitarnya.


Dan begitulah cinta, dunia serasa milik berdua, yang lain mah nggak penting.


...***...


" Bin, ini ada bonus dari investor tadi. Istrinya puas akan persembahan kalian tadi. Bin sumpah!!!, suara pacar lo gokil abis!!" Bang Harsya menepuk-nepuk pundak Binar. Sementara Shanum sudah turun dan kembali ke kursinya.


Mata-mata disekitarnya menatapnya dengan kagum.


Tak berapa lama, Binarpun diijinkan pulang.


" Kita jalan dulu yuk yang..." Ucap Binar saat akan memakaikan helm Shanum.


" Kemana?, udah malam ini..." Sahut Shanum.


Binar begitu terlihat kecewa.., kangenya belum hilang sepenuhnya. Pemuda itu menggaruk kepalanya geram.


" Aku nginep ya..., boleh?" Pinta Binar saat mereka telah berada di depan rumah Shanum.


" Papa mamamu ke Malang lagi, Saga juga karantina di sasana Basket. Biar aku temanin kamu.." Ucap Binar lirih.


" Nggak usah Bin..., nggak usah lebai lah. Aku juga sebelum-sebelumnya sering sendirian juga kok dirumah..." Ucap Shanum.


" Ya lainlah..., sekarang kan kamu punya aku... Aku bisa jaga kamu. Boleh ya?, aku janji akan pulang jika kamu sudah aman dan sudah tidur.." Rayu Binar lagi.


Shanum menatap wajah yang di rinduinya beberapa hati ini.


Diapun merasa berat untuk berpisah malam ini. Entahlah kenapa, yang jelas hatinya kini seperti telah tersangkut dan tak akan pernah bisa lepas lagi dari Binar.


" Ya udah ayo masuk..."


Binar terlihat langsung ceria, senyumnya tercetak indah dibalik maskernya.



Binar melepas jaketnya dan disampirkan di sofa ruang TV.


" Aku tidur di sini saja sayang..." Ucap Binar sambil mendudukkan tubuhnya disofa.


" Ke kamar Shinee aja situ..." Tunjuk Shanum, sambil melangkah hendak ke atas.


" Mau kemana?" Binar menyambar cepat pergelangan tangan Shanum, lalu menariknya dan membekapnya erat.


Shanum tersenyum tipis dan ikut melingkarkan tanganya ke pinggang Binar.


" Aku itu kangen, kamu nggak peka amat sih yang..." Lanjut Binar, kini bibirnya sudah menenpel di kening Shanum.


" Aku juga Bin...sama.... Kamu yang nggak peka!!" Tuduh Shanum balik.


Binar yang mendengar ungkapan rindu Shanum seolah-olah tersiram bensin.


Cup..cup...


Dikecupnya bibir Shanum berulang kali.


Shanumku...sayang....


Maafkan aku sayang...


Aku belum bisa memberitahumu siapa aku sebenarnya...


Sebelum ingatan ini sepenuhnya kembali, aku akan tetap menjadi Binarmu...


Shanumku sayang, bersabarlah...


Kecupan yang awalnya hanya kecupan biasa itu kini berubah semakin dalam.



" Apa om Vino akan menerima jika aku melamarmu sebelum kau ke Boston Shan??"


Duaarrr!!!!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai...haii...


Untuk adik-adik readers, mohon bijak membaca ya...


Kalo pacaran yang wajar-wajar saja jangan seperti Binar🀭🀭🀭.


Kalo Binar mah kita maklum aja karena dia besar diluar negeri.


Mohon untuk tidak ditiru πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ.


Btw yang penasaran lagu Asmalibrasi langsung cus ke YouTube aja...

__ADS_1


Dijamin auto jatuh cinta dengan suara merdu penyanyinya....😍😍😍


__ADS_2