
Sebenarnya apa kebenaran yang terjadi antara Shinee dan Ayu sudah diketahui oleh ayah bunda dan Sunny. Mereka berempat, bersama uncle Brian telah menyelidiki CCTV di depan lorong kamar Shinee. Lalu penyelidikan diperluas ke tempat-tempat lain dan diambil kesimpulan bahwa Ayu sedang dalam pengaruh obat pada malam itu.
Jadi dari korelasi rekaman CCTV di ruangan saat pesta berlangsung, disana terlihat Ayu dan Angkasa sedang bertengkar hebat. Lalu tak lama seorang teman Angkasa memberikan orange jus pada Angkasa.
Dan entah apa yang dilakukan oleh Angkasa dengan minuman itu, karena di rekaman hanya menampilkan punggung Angkasa. Tapi meski begitu masih jelas terlihat bahwa pemuda itu sedang melakukan sesuatu dengan minuman itu. Karena sempat terlihat dia mengeluarkan sebuah botol kecil dari saku celananya.
Tak lama setelah Ayu menerima minuman dari Angkasa, terlihat gerak gerik aneh pada gadis itu. Rekaman berpindah pada CCTV di sebuah lift yang hanya berisi Angkasa dan Ayu.
Disana terlihat Angkasa berulang kali berusaha mengambil kesempatan dengan keadaan Ayu yang mulai gelisah, tapi sepertinya Ayu masih sangat waras saat itu. Terlihat dari usahanya untuk terus menolak saat Angkasa berusaha menyentuh tubuhnya.
Hingga pada saat pintu lift yang mulai terbuka, Ayu dengan seluruh tenaga yang masih tersisa segera keluar lalu justru mendorong tubuh Angkasa kedalaman lift kembali dan mengirimnya balik ke lantai paling atas dari hotel.
Setidaknya Ayu ada waktu untuk bersembunyi dari Angkasa.
...***...
Shinee menggeret koper-koper miliknya dan Ayu untuk dikumpulkan dengan punya Shanum.
Beberapa jam lagi mereka juga harus berangkat ke Massachusetts USA. Kali ini uncle Rangga yang menemani keberangkatan mereka kesana.
" Sudah siap guy's?" Tanya uncle Rangga.
Dan ketiganya pun mengangguk penuh antusias.
Shinee mengambil fakultas kedokteran, Shanum di fakultas pendidikan dan Ayu bisnis digitalisasi.
Walaupun kebenaran Shinee dan Ayu telah terungkap, tak serta merta langsung bisa merubah keputusan ayah untuk terus menghukum Shinee ataupun memberikan pengampunan padanya. Karena Shinee tetap mendapatkan hukumannya.
Tapi tak perlu khawatir, Sunny sang kakak tidak akan membiarkan adiknya terlantar di negara orang. Sunny telah membuka rekening atas nama Shinee dari penghasilan pribadinya bermain saham, jadi aliran dananya tidak akan terdeteksi oleh Syahril, Syakieb atau Al Ghifari sekalipun.
Mereka bertiga juga akan menempati satu apartemen yang sama. Untuk apartemennya sendiri itu adalah hadiah pernikahan dari para daddy untuk Ayu dan Shinee, jadi mereka bisa berhemat karena tidak perlu lagi membayar tagihan.
Dan Shanumpun juga boleh tinggal selama mereka menempuh pendidikan.
...***...
Setelah terbang selama hampir tiga puluh jam, pesawat akhirnya take off.
Ayu dan Shanum terus bergandengan tangan dengan senyum ceria mereka. Sahabat sejak balitanya, juga menjadi sahabat semasa sekolah TK sampai SMU, eh salah! Bahkan tidak hanya sebatas SMU karena mereka masih bersabat sampai kuliah seperti sekarang ini. Dan itupun ditambah lagi satu status baru yaitu adik iparnya sendiri.
" Kamu nggak bosan terus-terusan sama aku Yu?" Tanya Shanum sambil menarik pinggang Ayu mendekat.
" Enggak, dari kecil selain bapak dan ibuku yang kumiliki hanya kamu dan Alex " Sahut Ayu.
Shanum semakin mengeratkan pelukanya pada Ayu.
" Uuuhhh, seandainya Alex ada disini pasti seru..." Gumam Ayu.
" Iyaa..." Sambar Shanum.
" Hiiihhhh, suhu Massachusetts begitu dingin, kok uncle Rangga bisa betah ya tinggal di sini selama lima tahun tanpa pulang, apa nggak kangen mommy?" Tanya Shanum polos pada uncle Rangga.
Uncle Rangga sedikit gelagapan bingung harus menjawab apa, masa lalunya di Boston begitu kelam. Dia terlalu tenggelam dalam ambisi akan pendidikan sampai-sampai menelantarkan istrinya. ( Cerita RanggAra ada di Childhood love story)
" Ada kok uncle pulang, saat itu...., saat twin pertama kami pergi..." Jawab Uncle sendu, mengingat kehilangan terbesarnya saat itu.
" Oh iya..., harusnya kita sepantaran kalau mereka masih ada.." Sahut Shinee yang pernah melihat foto bundanya dan mommy Ara terlihat sedang sama-sama memamerkan perut buncit mereka.
" Mereka sudah berbahagia disisi pemilik mereka.." Ucap uncle lagi.
...*...
Hari sudah menjelang pagi saat mereka sampai di apartemen. Mereka memutuskan untuk istirahat terlebih dulu.
Sebenarnya kuliah baru akan dimulai awal tahun. Tapi mereka memerlukan pembekalan kultur dan bahasa terlebih dahulu, dan itu akan dibantu oleh uncle Eliot dan uncle Adam sahabat dari uncle Rangga yang memilih menetap di Boston semenjak mereka lulus kuliah.
Shinee dan Ayu menempati lantai dua sementara Shanum di lantai satu.
Uncle Rangga akan tinggal selama dua hari, selain untuk memandu mereka sementara, juga untuk menitipkan ketiga ponakanya ini kepada dua sahabatnya .
Shinee baru akan memindahkan pakaiannya kedalam lemari ketika tiba-tiba Ayu menyentuh bahunya.
" Biar aku saja Shinee, kamu kabarin saja dulu keluagamu, takut mereka menunggu-nunggu kabar darimu..."
__ADS_1
" Keluarga kita Ayu...!" Sambar Shinee.
" Ahh, I..i..iya keluarga kita..." Ralat Ayu pelan dan malu-malu, lalu mulai memindahkan pakaian Shinee ke dalam lemari.
Tapi saat tanganya memegang benda persegi tiga yang merupakan identik milik pria dari dalam koper Shinee, tangannya auto membatu begitu saja.
Shinee yang sadari tadi belum beranjak dan hanya menatap kegiatan Ayu ingin tertawa saat melihat reaksi Ayu yang begitu lucu baginya.
Lihat dia, sok-sok an bantuin pindahin baju gue...
Padahal malu seperti itu hanya melihat celana d*lam gue ha..ha..ha..
Gimana nanti saat dia lihat isinya?
Jangan-jangan malah pingsan ha..ha..ha..
Shinee tertawa cekikikan tak sanggup menahan rasa geli dalam perutnya, saat Ayu terlihat malu-malu dan seakan terpaksa mumunguti celana d*alam miliknya dan memindahkannya ke lemari.
Shinee terus menatap Ayu tanpa jemu sampai-sampai lupa bahwa dia harus menghubungi keluarganya, pemuda itu malah asyik memvideo gerak-gerik Ayu dari balkon.
Setelah beberapa saat lama, pintu kamar mereka diketuk dari luar, dan suara Shanum terdengar melengking.
" Shinee, Ayu... Kalian diminta bersiap, kita akan diajak uncle untuk tour campus sekarang..."
Shinee yang sedang merakit komputernya langsung menoleh ke arah pintu, rupanya Ayu telah berdiri untuk mempersilahkan Shanum masuk.
" Ehhh, kamu udah siap Ay?" Tanya Ayu kaget setelah melihat Shanum sudah rapi.
" Iya nih, ayo cepatan. Shinee tinggal aja itu dulu, uncle juga udah bersiap..." Ucap Shanum dengan tangan terampil mengambilkan baju ganti untuk Ayu dan Shinee didalam lemari mereka.
Shanum kadang-kadang bertingkah seperti ibu-ibu yang gesit mengurus anak-anaknya. Itu karena seringnya dia meliat mommy Ara yang selalu penuh energi saat mengurusi ketiga anaknya.
" Nih Yu, cepat siniin..." Shanum mengangkat ujung kaos Ayu bermaksud membantu melepaskannya.
" Ay!!, aku ganti di kamar mandi aja!!" Teriak Ayu sambil menarik kembali kaosnya.
" Nah!!, kenapa sih??, biasanya juga ganti di depan aku!!" Sembur Shanum.
" I..i..itu..karena.." Shanum dapat melihat lirikan mata Ayu tertuju pada Shinee, dan Shineepun begitu.
" I..itu...tidak sih, cuma..cuma ingin ganti di kamar mandi aja.." Elaknya lagi.
" Ya udah deh cepetan sana..." Shanum mendorong tubuh Ayu ke dalam kamar mandi.
Lalu bergegas meraih hoodie hitam untuk Shinee, dan berjalan mendekati calon adik iparnya itu.
Shinee masih sibuk dan terfokus untuk memasang kabel-kabel komputernya.
" Shinee uncle udah bersiap, ayo dong..." seru Shanum.
" Hemmmm, bentaran princess nanggung ini.." Sahut Shinee.
" Ya udah sini tangannya..."
Shanum akhirnya memakaikan hoodie itu pada Shinee. Satu persatu tanganya dimasukkan, dan terakhir kepalanya, Shanum begitu telaten. Dan Ayu melihat itu semua di depan pintu kamar mandi.
Entah kenapa hatinya terasa dicubit, ada sedikit rasa sesak dalam dadanya, ada cemburu disana.
Kapan aku dan Shinee bisa bersikap biasa lagi seperti dulu...
Tanpa ada rasa canggung dan malu seperti sekarang ini...
Kapan aku bisa mengangkat wajahku didepan kamu lagi Shinee?
Kapan rasa malu ini hilang dari dalam diriku...
Kapan Shinee..., kapan kita bisa benar-benar kembali bersikap seperti dulu..
" Nah Shinee, angkat tubuhmu dikit.."
Perintah Shanum lagi, dan Shinee menurut saja karena otak dan matanya hanya fokus pada apa yang dilakukan saat ini.
Rupanya Shanum sedang merapikan baju kaos dan hoodie Shinee agar rapi.
" Nah Shinee, ini baru cakep!!" Seru Shanum.
__ADS_1
" Thankful princess.." Sahut Shinee.
Tapi rupanya tak sampai itu saja, Shanum juga menyambar sisir yang tergeletak ada dimeja nakas dan kembali ke arah Shinee lalu menyisirnya.
Ingin sekali Ayu teriak untuk melarang Shanum menyentuh-nyentuh miliknya, tapi tidak ada nyali. Yang ada hatinya semakin menggondok.
Pas Shanum meletakkan sisir, bertepatan dengan Shinee yang mulai beranjak.
" Done!! Alhamdulilah!!, dan siap juga outfit gue. Kamu benar-benar istri idaman Sha..." puji Shinee.
Karena saat dia beres merakit komputer, maka beres juga penampilannya atas kecakapan Shanum.
" Let's go guys! tadi katanya uncle udah nungguin..." Ucapnya penuh semangat, lalu melingkarkan lenganya di pundak Shanum.
Lagi-lagi ada gurat pias terlihat dari raut wajah Ayu.
" Come Yu....." Shanum menyambar tangan Ayu untuk ditariknya ikut turun kebawah.
...***...
" Wahhh..., welcome back uncle..." Seru Shanum yang kini berada dalam rangkulan uncle Rangga.
" Ya Sha uncle kembali kesini..., sudah banyak yang berubah sejak puluhan tahun lalu" Sahut uncle dengan benak yang langsung menerawang masa lalu.
Matanya menatap pada Shinee dan Ayu yang tak sabar untuk melihat-lihat kampus mereka, bahkan mereka terlihat berlarian mendahului Shanum dan uncle Rangga.
" Kamu nggak kangen Sunny Sha?"
" Kangen sih, tapi sepertinya dia juga masih sibuk, sejak kemarin belum bisa dihubungi..." Shanum terlihat menunduk, menyembunyikan perasaan sedihnya.
Sejak keberangkatan Sunny empat hati lalu, Shanum belum mendapatkan kabar tentang Sunny, uncle Brianpun sama, tidak bisa dihubungi.
" Dengan sepakat LDRan berarti kalian sudah bersiap dengan segala resikonya. Pesan uncle satu, terus bangun komunitasi yang bermutu Sha, tidak harus setiap hari juga minimalnya satu minggu sekali"
" Jika memang disuatu saat kelak sanpai terjadi perselisihan, maka selesaikan dengan bicara baik-baik. Face to face dengan video call"
" Jangan sekali-kali menyelesaikan masalah menggunakan pesan teks, atau kalaupun terpaksa maka tuliskan dengan sejelas-jelasnya dan dengan kata-kata yang bagus dan sopan. Karena setiap orang tidak semua bisa memahami kalimat teks, disana tidak terlihat ekspresi kita, dan apa maksud kita yang sebenarnya..."
" Belajarlah sebagaimana air mengalir, tidak usah mematok satu tujuan sampai ambisius Sha...santai dan konsisten saja. Jangan ulangi kesalahan uncle..."
" Karena sepintar apapun otak kita, sehebat apapun penemuan kita, setinggi apapun pendidikan kita. Semua tidak akan ada harganya saat kita harus kehilangan orang yang berada disebelah hati kita.."
" Sunny sangat menyukaimu, bahkan saat kalian masih begitu kecil... Uncle ingat, saat Almeer dalam Meera lahir yang ditatapnya hanya kamu. Dia ikut datang menjenguk bayi tapi sama sekali tidak respect dengan bayinya, hanya kamu yang ada dimatanya. Bersyukurlah kamu Sha, ada orang yang terus menjaga rasa sepanjang hidupnya seperti dia..."
Wajah Shanum memerah seperti kepiting rebus, tapi hatinya begitu sejuk mendengarnya.
" Akkhhh, uncle kan sama saja seperti Sunny. Uncle juga kan udah nge'cup' mommy dari kecil kan?"
" Wehhh ya nggak lah, kalau istilah cap cip cup kan kesannya asal pilih tuh. Uncle memilih mommymu dari kecil ya memang ada kelebihan dari mommymu dimata uncle.."
" Mommy cantik?"
" Tidak hanya cantik, mommymu begitu menarik, bahkan sampai saat ini..." Uncle Rangga mengecup cincin kawin yang melingkar dijari manisnya.
" Ihhh so sweet..." Seru Shanum heboh.
Tring...tring..tring..
Ponsel Shanum berbunyi, notifikasi video call dari Inggris. Dari siapa lagi kalau bukan dari Manggala Sunny.
" Haiii....Assalamualaikum Sunny....."
" Waalaikumsalam babe....how are you?" Suara Sunny bagai air penyejuk dahaga Shanum beberapa hari ini.
Apalagi saat layar ponselnya jelas menampilkan tampilan Sunny yang terlihat berbeda.
" Aaaaaa....my soldier, you so handsome with your hair model. l love you Sunny" teriak Shanum histeris.
Sementara Sunny mengulum senyumnya karena tersipu malu akan kata-kata Shanum barusan.
...πΉ...
__ADS_1