BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
I love you Ayu..


__ADS_3

Shinee baru juga hendak membuka pintu kamarnya saat telinganya menangkap suara Ayu menghoek menyedihkan dari dalam kamar mandi.


Hoekk...hoekk...


Shinee melempar koper dan ranselnya begitu saja dan langsung berlari ke kamar mandi. Matanya begitu panas saat melihat keadaan Ayu yang terkulai lemas di depan kloset.



" Sayang...Astaghfirullah...!!" Seru Shinee panik.


" Sayang....kita ke dokter yuk..." Ucap Shinee sendu.


Dengan perlahan dipijitnya dengan lembut tengkuk gadis itu agar mengurangi rasa pegalnya.


" Shinee!! Kamu sudah datang?, sorry gue tinggalin Ayu sebentar untuk buat air jahe ini..." Ucap Shanum yang muncul di depan pintu dengan segelas air jahe ditangannya.


" Emmmhh, terimakasih Aya.... Sayang, aku mau ke sofa. Bisa gendong nggak?, kakiku keram..." Rengek Ayu lemah.


Shinee pun bergerak cepat, diangkatnya tubuh ringkih Ayu, dari bobotnya sih masih tidak banyak perubahan. Tapi melihat keadaan istrinya yang begitu lemah membuatnya prihatin.


" Maafkan aku ...." Ucap Shinee lirih.


Ayu menatap aneh suaminya itu, lalu meraih punggung tangannya dan dikecupnya lembut.


" Hey, kenapa minta maaf sih?, orang cuma masuk angin doang ini loh.... Siniin Ya, air jahenya tadi..." Ayu meraih air jahe yang di sodorkan Shanum padanya, lalu meneguknya beberapa tegukkan.


" Dengan minum ini akan kembali baik kok yang, tenang aja ihh..." Ucap Ayu lagi.


" Sayang..., masalahnya ini bukan masuk angin biasa yang, ini masuk angin yang di akibatkan oleh....oleh...ekhem...." Ucap Shinee kikuk.


" Hemmppp..." Shanum menutup dengan kedua telapak tangannya saat tawanya ingin meledak.


" Ya udah deh gue balik kebawah, kalian kan pasti pengen kangen-kangenan juga..." Pamit Shanum, gadis ini sangat tahu diri sekali.


Brak!!


Saat pintu baru saja tertutup Shinee langsung menyambar bibir Ayu yang begitu di rinduinya sebulan ini.


" Yang...aku kangen banget sama kamu ...." Desisnya di sela-sela kecupanya.


" Eemmmppp...emmm...Aku juga..." Balas Ayu lirih.


Shinee melepaskan pagutan mereka, dengan tangan yang masih berada disisi pipi Ayu. Ditatapnya dalam gadis yang entah sejak kapan begitu menggenggam erat hatinya itu penuh cinta.


" Emmm, apa masih mual?" Tanya Shinee ragu.


" Enggak lagi, udah kurang..." Balas Ayu.


" Pusing nggak?" Tanyanya lagi.


" Nggak sih untuk sekarang..." Jawab Ayu.


Cup...


Dikecupnya lagi bibir Ayu, hanya kecupan ringan.


Cup..


Rupanya hanya kecupan saja tidak mampu meruntuhkan rindu yang begitu tinggi. Kecupan yang awalnya lembut itu kini berubah semakin panas.


Rasa rindu dalam hati keduanya rupanya tak luruh hanya dengan berciuman. Shinee terus menyentuh istrinya, menyusupkan tangannya ke dalam kaos Ayu dan menyentuh apa saja yang berada disana dengan lembut. Apalagi Ayu yang meresa kegilian bergerak er*tis tak menentu. Apalagi desa*an gadis itu semakin membuatnya lupa diri dan semakin bersemangat.


Shinee semakin dibuat gelisah dan gencar melancarkan rematan-rematan lembutnya kemana-mana.


Ayu mulai terpancing oleh suasana panas ini dan tak tinggal diam. Apapun yang diberikan Shine padanya diapun memberikannya kembali pada Shinee, ciuman, elusan, remasan, semua Ayu kembalikan dengan porsi yang sama.

__ADS_1


Ayu hanya ingin menunjukkan pada suaminya, bahwa dia sangat mencintai suaminya.


" Sayang, aku mau kamu...." Bisik Shinee lirih dengan mata yang sudah terbalut nafsu.


" Aku juga Shinee, aku juga mau kamu" Balas Ayu lembut.


Shinee begitu bahagia, karena gayung telah bersambut. Beberapa hari ini dia begitu ingin mengulangi malam itu.


" Tapi lakukan dengan hati-hati sayang, karena disini ada calon baby kita..." Bisik Ayu dengan membawa tangan Shinee untuk mengelus perutnya.


Deghh!


" Sa...sayang?, kau ?...kau sudah tahu?" Tanya Shinee panik. Saat ini pemuda itu sudah pasrah karena bakalan gagal enak-enak dan mempersiapkan diri untuk mendapatkan omelan dan kemarahan dari Ayu.


" Tentu saja aku tahu Shinee, setelah malam itu selama sebulan ini aku belum dapat tamu.."


" Rasa mual dan muntah ini juga hanya datang di pagi dan saat-saat tertentu saja, aku juga sudah bertanya pada mommy Ara, iya memang sih aku belum tespeck..." Lanjutnya.


" Sa...sayang?, kamu tidak marah?, kamu....ti---"


" Kenapa aku harus marah sayang?, aku hamil juga ada suami kok!. Kenapa memangnya?, kamu nggak mau aku hamil Shinee?" Tanya Ayu dengan mata yang menyorot tajam.


" Bu..bu...bukan gitu sayang, tapi kamu dan aku masih dalam masa yang tidak tepat untuk punya baby..." Jawab Shinee terbata-bata.


" Terus apa maumu Shinee?, kamu maunya apa?" Ada nada kesal dalam pertanyaan Ayu kali ini.


Gadis itu membenahi kaosnya yang telah tersingkap akibat ulah mereka tadi.


Dari cara bicara Shinee Ayu dapat mengambil kesimpulannya sendiri.


Gadis itu tiba-tiba merasa sesak luar biasa, airmata mengalir ke pipinya tanpa bisa ia bendung lagi.


Perlahan dia berdiri dihadapan Shinee yang mematung bingung.


" Dan yang aku lihat kok kayanya kamu menyesal telah nikah dengan aku ya? , jadi yang aku takutkan selama ini benar Shinee? kamu terpaksa nikahin aku kan?"


Shinee semakin bingung dengan pertanyaan Ayu.


" Loh..loh...yang kok gitu sih?, aku itu mikirin kamu yang, gimana jadinya kalau kita punya baby jika kuliah kita aja belum ber----".


" Mikirin aku?, apanya yang mikirin aku!. Kamu mah mikirin kamu sendiri, kamu nggak mau punya anak karena takut menghambat karirmu ya kan?, kamu nggak pernah mikirin aku!!" Teriak Ayu kesal.


Entah kenapa dia begitu kesal saat mendapati sikap Shinee yang seolah enggan punya anak. Apakah ini karena salah satu pengaruh hormon yang timbul saat masa kehamilan.


" Ayu Andira binti Baihaqi. Dengar aku sayang!! bukan aku nggak mau sayang..... Cuma sekarang ini bukan waktu yang tepat, kamu dan aku masih terikat kontrak beasiswa...jika kita punya baby berar---"


"Fine Shinee!!, Fine!!.... Aku capek!"


" Yang kamu fikir cuma kuliah!, karier!. Kamu nggak pernah mikirin perasaan aku. Sudahlah Shinee..., jika kamu tidak mengharapkan baby, aku tidak masalah, aku dan baby bisa melanjutkan hidup kami sendiri..."


" Aku juga sudah dibatas yang nggak mampu lagi berjuang, aku letih mengejar cintamu yang tidak pernah bisa kugapai..., aku mundur Shinee..., aku menyerah....sampai kapanpun aku tidak akan bisa mendapatkan cinta darimu..."


" Cukup sampai sini saja Shinee, aku ingin lepas darimu...., aku mundur Shinee.."


Duarrr!!!


" Sayang...??" Shinee melotot mendengar kata-kata Ayu.


" Apa ini?, kamu ngomong apa?" Lanjutnya bingung.


Shinee benar-benar bingung dan tak bisa berfikir, otaknya blank.



Ayu membalikkan badanya memunggungi Shinee.Tubuh bergetarnya meruntuhkan hati Shinee saat ini.

__ADS_1


" Maafkan aku Shinee, karena aku kamu harus mengalami hidup yang seperti ini. Karena aku juga kamu harus hidup susah selama ini......"


Srettt...


Ayu melepaskan cincin pernikahannya dan meraih tangan Shinee lalu meletakkanya di telapak tangan suaminya itu.


" Kamu bebas sekarang, kejarlah cita-citamu tanpa harus memikirkan kami...."


Ayu melangkah memungut bantal dan selimut, lalu kembali menempati sofa yang dulu menjadi tempat tidurnya di awal pernikahan mereka dahulu.


" Akkkhhhhhhh" Shinee meremas kepalanya.


Ditatap nya Ayu yang berbaring disofa dengan posisi memunggungi nya.


" Kapan aku bilang nggak mau punya baby dari kamu Ayu?" Tanyanya lirih?.


Suaranya terdengar bergetar.


" Aku hanya syok dan butuh waktu untuk mencerna semua, ini begitu terburu-buru buatku.."


" Kapan aku tidak memikirkanmu sayang?"


" Di sepanjang hariku hanya terpusat padamu Ayu. Setiap aku membuka mataku di pagi hari, hanya wajahmu yang selalu aku cari, hatiku akan tenang melewati hariku jika telah berhasil melihat senyumu, dan aku akan tidur dengan nyenyak jika telah puas menatapmu sebelum menutup mata..."


" Bagaimana mungkin kamu masih mempertanyakan perasaanku padamu Ayu?. Saat malam itu apakah kamu tidak merasakan apa-apa?. Bagaimana mungkin aku bisa menyentuhmu jika aku tidak mencintaimu..."


" Tidakkah kau merasakannya sayang?, kau masih belum bisa merasakan cintaku?, Ayu sayang, kamu butuh bukti apalagi dariku?, Ayu.....Ayu....."


Tidak direspon oleh Ayu sama sekali akhirnya Shinee mendekat dan duduk di samping kaki Ayu.


" Ayu sayang...., aku tidak tahu kapan dia datang, tapi aku sadar. Aku mencintaimu sudah sangat lama....aku hanya mengira bahwa kamu akan tahu tanpa aku mengatakannya. Aku kira kamu akan peka dengan merasakannya...."


" Ayu, I love you Ayu....I love you so much-----emmphhhh"


Ayu langsung duduk dan menarik tengkuk Shinee. Di sesapnya bibir Shinee dengan dada yang membuncah penuh rasa bahagia, akhirnya hari ini datang juga, hari dimana pria yang dicintainya secara sepihak selama ini menyambut cintanya.


Narendra Shinee Marvelino, cinta pertamanya, suaminya, daddy dari babynya...


Mereka kembali tenggelam dalam luapan cinta yang penuh gelora asmara.


Cinta dan nafsu hanya beda tipis, dan keduanya kini melingkupi pasangan halal ini.


Setelah malam panjang sebulan lalu, mereka mengulangi malam panjang itu malam ini, malam yang lebih syahdu dari sebelumnya, malam yang lebih panas dari sebelumnya. Karena malam ini telah terbuka semua tabirnya...


Shinee mencurahkan semua cintanya, dan Ayu menerima cinta yang telah lama ditunggunya.


Dan ini tentu tidak hanya malam ini saja, tapi malam-malam berikutnya akan selalu sama, karena cinta dan kebahagiaan telah menaungi keduanya.


Brugh!!!


" Hah..hah...hhhh...huffhhhh..." Shinee mengatur nafasnya yang ngos-ngosan setelah pergumulan panjang mereka.


Ditariknya Ayu untuk merapat padanya.


Cup..cup..cup...cup...


Dikecupnya seluruh wajah Ayu penuh rasa cinta yang meluap-luap.


Rasanya lega, ringan. Kenapa dia begitu bodoh selama ini, jika tahu dari dulu bahwa seorang wanita hanya perlu ungkapan cinta untuk membuatnya luluh, tentu akan diungkapkannya sejak dulu.


Ayu bukanlah peramal yang bisa membaca hatinya, Ayu jelas perlu perantara kata-kata agar dia paham maksudnya.


" I love you, and our baby...." Bisik Shinee sebelum Ayu terpejam.


" Thank you... I love you too..."

__ADS_1


__ADS_2