BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Akhirnya Sah!, tapi?


__ADS_3


" Saya terima nikah dan kawinnya Shanum Cahya Nilam binti Vino Ramdani Malik dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan set perhiasan dibayar tunai.." Hanya dengan satu tarikan nafas, akhirnya Sunny sah menjadikan kekasih masa kecilnya itu menjadi istrinya, pelabuhan hatinya, rumah tempatnya pulang.


" Sah...."


" Sah..."


" Sah..."


" Alhamdulilah, Barokallahu laka wa barroka alaika wajama'a baynakuma fi khayr..."


Doa-doa kebaikan dipanjatkan oleh anggota keluarga.


Senyum bahagia tak surut sama sekali dari bibir Sunny dan Shanum. Akhirnya..


Setelah melewati begitu panjangnya jalan berliku-liku, akhirnya kisa cinta mereka bersatu juga di muara.


Mommy Ara menangis di pelukan daddy Rangga, ingatnya masih begitu kental saat pertama kalinya Sunny bertemu Shanum.


Ya, saat itu adalah saat Almeer dan Almaeera lahir. Shanum yang saat itu berusia 5tahun dan Sunshine hampir 6tahun.


Saat memasuki ruangan mata Sunny hanya tertuju pada Shanum, pada gadis yang bersandar pada dirinya, gadis kecilnya. Gadis yang menjadi obatnya, disaat keterpurukan atas kehilangan twin dahulu.


" Akhirnya Bi...." Bisik mommy.


" Ya, akhirnya...tinggal bagaimana kelanjutan kisah Saga dan Meera yang entah kenapa mereka terlihat semakin jauh..." Sahut daddy yang kini menatap Almaeera dan Saga yang akhir-akhir ini selalu berjauhan.


Lantunan lagu islami terus teralun dari adik-adik gilsnya membuat Shanum meneteskan air mata haru.


Ucapan selamat dari seluruh uncle dan aunty membuat keduanya tak mampu lagi menahan tangisan.


" Selamat boy, finally!. Kau dapatkan apa yang selalu kau inginku sedari kecil, kisah cinta yang manis..." Bisik uncle Rangga.


" Just like you, aku hanya menirumu uncle...." Balas Sunny dengan tawanya yang renyah.


Setelah acara utama selesai mereka melanjutkan sarapan bersama. Senda gurau terus terlontar mengolok-olok sepasang pengantin baru itu.


" Setelah sarapan kita bersiap untuk resepsinya..jadi Sunny, kamu jangan ngapa-ngapain Sha dulu!!, tahan hingga nanti malam!!" Bisik bunda pada Sunny.


" Yaelah bun...udah sah ini..." Sahut Sunny kesal, padahal rencananya habis sarapan dia mau seret istrinya ke kamar.


" Jangan dulu nak!!, pukul sepuluh kalian masih ada acara resepsi. Jangan sentuh Sha dulu pokoknya!, nurut bunda Sunny!" Tegas bunda Dian.


" Bun...ya ampun!! Bisa mati aku bun!!"


" Nggak ada yang mati cuma nunggu sehari doang nak!, ya Ampun kamu ini!!" Seru bunda.


" Duuhh kan BEGAL jadinya Sunny bun!!" Sela Sunny kesal.


" Begal?"


" Bette Galau!!" Seru Sunny dan pergi begitu saja meninggalkan bunda nya untuk kembali mencari Shanum yang diculik Ayu dan Alexa beberapa saat lalu.


Bunda menggelengkan kepalanya heran dengan putranya ini.


" Ya Ampun...pusing!! anak Marvel satu ini benar-benar Marvel tulen nggak ada bedanya sedikitpun !!" Geram bunda sambil mengurut keningnya yang pusing.


Begitu bunda berbalik badan hendak menemui para aunty, suaminya berdiri didepannya dengan senyum dan tatapannya yang penuh cinta.



" Apa?" Tanya bunda kesal, masih terbawa suasana gara-gara Sunny tadi.


" Hey?, kenapa kesal wife?" Tanya ayah bingung. Tidak biasanya istrinya seperti ini.


" Putramu tuh!!"


" Kenapa putraku?, bukanya putraku itu putramu juga, kenapa sih?" Tanyanya lagi, kini kedua tanganya telah melingkar di perut bunda Dian.


" Dia itu luar biasa Hubby, nggak ada secuilpun sifatku yang ada pada dirinya. Semua yang ada padanya kamu tulen Hubby!!"


" Ha...ha...ha, ya emang anakku!!, terus kenapa kesal?, apa kamu juga kesal denganku yang blangsak seperti Sunny?" Tanya ayah dengan tangan yang mulai merusuh.


" Kadang kesal juga sama kamu, kadang enggak juga..." Jawab bunda jujur.


" Tapi banyak enggaknya kan?, banyak senengnya kan?, kamu cinta sama aku kan?" Kepala ayah mulai masuk ke balik jilbab bunda.


" Kok jadi berasa udah tua ya nggak sih Hubby, udah punya dua menantu dan bentar lagi juga punya cucu...hiks..hiks...Dian akan menjadi nenek..." keluh Bunda.


" Biar nenek-nenek yang penting tetap bisa bikin aku gila tiap malam..." bisik ayah lirih dan tak lama kemudian mulai menyatukan bibir mereka.

__ADS_1


" Diihhh!!, tadi akunya dilarang-larang dekat-deket Sha, dan lihatlah ayah dan bunda disini!!" Tiba-tiba Sunny nongol dari balik pintu dan melotot melihat ayah dan bundanya yang bermesraan di lobby.


" Ha..ha..ha...jangan iri son!!, nanti kamu ada waktunya juga, duh kenapa si tuyul bisa nongol tiba-tiba sih.." ayah mulai merapikan jilbab bunda dan mengelap bibirnya dengan lembut.


" Tuyul!, tuyul!, anda bapaknya tuyul!" sahut Sunny kesal.


Sedari tadi dia sudah keliling White Base, tapi tidak juga ketemu dimana keberadaan Shanum. Bahkan panggilannya juga tidak diangkat.


" Duh kamu kenapa bette begitu son?, yang sabar son, dan ingat kata ayah, perlakukan istrimu dengan baik. Gauli dia dengan cara yang benar dan tidak dengan paksaan.." Ayah menepuk pundak Sunny sekilas sebelum melangkah menuju panggilan uncle Brian.


" Tuh!!, suamimu licik bun!!, pinter banget nasehatin orang giliran sendirinya nyosor-nyosor nggak kenal tempat!!"


" Haish...kalian berdua sama saja!!, nggak usah saling serang!!" balas bunda.


...*** ...


Tamu undangan sudah berdatangan di Ballroom hotel. Wacana yang direncanakan untuk mengadakan resepsi di Surabaya ternyata harus gagal. Selain harus memikirkan kesehatan kakek buyut juga memikirkan keberadaan bayi dalam kandungan Ayu.


Ayu tidak boleh terlalu capek, karena hamil bayi kembar memerlukan tenaga ekstra. Seharian kemarin saja dia beberapa kali mengalami keram perut.


Semenjak selesai acara ijab qobul tadi pagi, Shanum terus dipisahkan dari Sunny. Aunty Natasya dan aunty Numa sudah membawanya duluan ke hotel untuk dirias, begitupun Ayu.


" Ponselmu berbunyi terus Sha..." Bisik aunty Natasya.


" Itu Sunny...." Sahut Shanum malu-malu.


Tapi justru membuat aunty Natasya, aunty Numa dan Ayu tertawa terbahak-bahak. Tapi tidak dengan Bianca yang terus menunduk menatap ponselnya.


" Dia udah kelojotan seperti ulat sedari pagi tadi ha..ha..ha.." Tawa aunty Natasya lagi.


" Kamu harus minum jamu selepas ini Sha, suamimu itu singa ganas yang sudah lepas kandang. Tidak akan ada yang bisa lagi menahan keganasannya..." Bisik aunty Numa.


" Haiisshhh, sepertinya dia pengalaman banget dengan keganasan prajurit Sandhurst " Sambar aunty Hana yang memasuki kamar dengan dua gaun ditangannya.


" Apa brothy Brian juga ganas dimalam pertama Num?" pancing aunty Hana.


" Duh!!, nggak bisa lagi diungkapkan dengan kata-kata lagi. Hanya satu kata yang mewakili beribu-ribu kata untuk malam itu yaitu 'Gila' " bisik aunty Numa.


" Bwa..ha..ha..ha.., mapus kamu Sha..harus siap jasmani rohani nih...." seru anty Hana yang terus tergelak dengan tawanya.


" Bi..., Bianca.., bantu aunty sayang..."


" I..iya..aunty..." Sahut Bianca gelagapan.


Tak lama Almaeera dan Tiara ikut masuk untuk membantu disusul bunda dan mama Vera.


Masing-masing melakukan jobnya sendiri-sendiri hingga berjam-jam lamanya.


" Wiiihhh, ini bagus..... Meera mau yang kayak gini..." Gumam Meera saat aunty Azura telah selesai membuat ukiran hena di tangan Shanum.



" Iya sayang, nanti aunty bikinin juga buat kamu..." Aunty Azura mengecup kening Meera sekilas lalu kembali melirik Bianca putrinya yang sejak tadi terlihat aneh.


" Kamu kenapa sayang?"


" Akkhhh, ng...nggak, nggak kenapa-kenapa Mmy..." Sahut Bianca yang begitu terkejut mendapati Mmynya berada dibelakangnya, bahkan sampai-sampai menjatuhkan ponselnya.


Aunty Azura terlihat curiga dengan gelagat Bianca.


" Kenapa dia?, dua hari ini selalu mengenggam ponsel kemana-mana..."


Kini giliran aunty Azura berpindah ke hadapan Ayu untuk membuat hiasan hena ditangan istri Shinee itu pula.


Waktu semakin mendekati pukul sepuluh, Sunny menggigit-gigit bibirnya geram.


Gadis yang dinikahinya tadi pagi tidak muncul lagi setelah acara ijab qobul. Rasa kesal, marah dan sakit hati melingkupinya saat ini.


" Sabar brother, jangan dikelihatin kaya gitu dong keselnya, kan jadi jelek itu muka...." Bisik Shinee.


" Kamu bisa ngomong gitu karena nggak ngalamin seperti aku gini Shinee!!" Sambar Sunny.


" Ini kan demi kebaikan kalian brother..., coba kalau kalian dibolehin ketemu, pasti kamu udah habis ngebantai Sha.." Tebak Shinee.


" Of course!! Tentu saja!, itu kamu tahu!" Sambar Sunny cepat.


" Nah aku aja tahu!!, apalagi ayah!. Makanya mereka larang!. Kalau Sha kamu gasak langsung tadi pagi, pasti saat ini dia sedang tidak baik-baik saja brother..., minimalnya dia gempor udah!!, terus nasib resepsi kalian gimana?. Lo nggak mikir sampai kesana sih!! Yang lo pikir cuma enak-enak doang" Ucap Shinee panjang lebar.


Iya ya...


Ada benarnya juga...

__ADS_1


Gue emang nggak kepikiran sampai kesana juga sih...


Adduuuhhh, kangen banget aku sumpah...


Saat Sunny sedang melamun, dari arah pintu belakang pelaminan munculah bidadari yang dirinduinya, berjalan beriringan dengan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Begitu juga Ayu dengan ibunya, lalu aunty dan uncle Brian sebagai perwakilan.


" MasyaAllah..." Sunny dan Shinee sama-sama menatap tak percaya akan dua cetakan bidadari di depanya.


" Shinee itu Shanum yang cengeng dan dekil dulu kan ya?" Bisik Sunny.


" Iya, itu dia. Tapi brother, apa itu si Ayu?, Ayu Andira bini gue kan?" Shinee gantian tidak percaya melihat tampilan Ayu yang begitu "manglingi".


Kedua pasang pengantin itu kini di pertemukan di pelaminan.


" Heyy cantik, apa kabar?" Bisik Sunny di sela-sela senyum mereka pada para undangan.


" Seperti inilah, seperti yang kamu lihat.." Sahut Shanum.


" Kamu cantik banget hari ini!!, sumpah sayang aku sampai nggak kenal tadi..."


" Masa?, baru berpisah belum ada sehari kamu sudah nggak kenal?, duhhh bahaya kamu yang..." Shanum mencubit pinggang Sunny saking geramnya.


" Heyy yang!!, jangan cubit-cubit dulu... Bahaya kalau adik kecil bangun..., sedang sensitif soalnya dia.." Bisik Sunny.


" Ngomong apa sih!!" Lagi-lagi Shanum mendaratkan cubitanya di perut Sunny.


" Aaa....aduduh...mati gue...mati gue..." Erang Sunny.


Sementara ayah dan uncle Brian tertawa terkikik melihat reaksi Sunny yang seperti sedang menahan sesuatu.


" Putramu luar biasa brother...." Bisik uncle Brian.


" Benar dan dia memiliki semua kriteria yang dicari setiap wanita pada diri suaminya, dan semua itu adalah cinta, kesetiaan, perhatian, ketulusan dan kepuasan nafkah lahir dan batin...." Bisik ayah.


" Yah, kekayaannya tak diragukan lagi. Apalagi senjatanya....duh alamat pingsan anak perawan Vino nih ha..ha..ha.." Keduanya justru asyik tertawa-tawa.


Sementara ditempatnya berdiri, uncle Denis, uncle Ardiansyah dan uncle Gama sedang mengunci target yang saat ini memasuki ballroom.


" Mereka sudah masuk brothy"


Uncle Brian tersenyum devil saat terdengar suara uncle Denis dari earphones bluetooth nya.


" Oke, lakukan sesuai rencananya.."


Tak lama terlihat Shinee menuruni pelaminan menuju kerumunan undangan.


Terus melangkah menuju seorang gadis yang duduk menyendiri di sudut ruangan.


" Nad?, apa kabar? kenapa sendirian disini" Sapa Shinee.


" Emmm kabarku buruk Naren, dan aku ini kan memang selalu ditinggalkan oleh siapa saja sedari kecil Naren, sudah bukan hal baru lagi.." Jawab Nadia acuh.


" Tunanganmu mana?" Ucap Shinee lagi sambil celingukan mencari batang hidung tunangan Nadia.


" Kamu cari siapa?, dia nggak ada. Dia meninggalkan aku demi wanita penghibur. Dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau dariku, dan dia mencarinya dari orang lain.."


" Aku ikut prihatin.." Ucap Shinee tulus.


" Emmhh makasih Naren, kamu baik banget. Eh tapi?, kok kamu tiba-tiba merried aja sih. Kapan kamu pacarannya coba?"


" Aku nggak pacaran sama Ayu, tapi selepas pertunangan brother malam itu, besoknya aku langsung menikah dengan nya..."


" Hahhh??, kok??"


" Ya, aku takut khilaf saat kami berdua berada di satu kota dan satu apartemen di Bosto---"


" Shinee, gadis itu mendekati posisimu" Suara uncle Lenox terdengar di earphones bluetooth di telinga Shinee.


" Bentar Nad...kita sambung lagi nanti.." Pamit Shinee dengan segera memindai sekelilingnya.


Gacha!!, terlihat Crystal di antara para tamu undangan.


" Kamu disini?" Sapa Shinee pura-pura jutek.


" Ahhh, Binar...akhirnya kita ketemu lagi..."


" Aku tanya kenapa kau bisa ada disini!!" Bentak Shinee.


" Jangan berani-berani kau membentakku Bin!!, atau semua tamu undangan akan tahu siapa kamu sebenarnya!!, cowok sewaan tante-tante!!" Bisik Crystal di samping telinga Shinee.


" Oh ya??, jika kamu berani silahkan!!, bongkar saja semaumu!!, memangnya kamu fikir siapa aku?"

__ADS_1


__ADS_2