BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Menahan diri?


__ADS_3

" Kamu tadi masak apa?, wangi banget.." Sunny gelendotan manja di pundak Shanum. Sementara kedua tanganya melingkar diperut gadis itu.


" Cuma tumis sawi dan tahu doang..." . sahut Shanum.


" Yap!! apapun masakan kamu akan aku makan..." Ucap Sunny lagi.


Mereka berjalan menuju dapur masih dengan posisi seperti kereta api. Sunny tak akan melepaskan sedetikpun Shanum dalam rengkuhannya kali ini.


Biarlah mau disebut egois ya egois lah, dikira mudah apa pisahan dengan tunangan tiga tahun lamanya.


" Tapi jangan dihujat kalau nggak sesuai dengan lidah kamu ya yang..." Ucap Shanum saat kini dia mulai menuangkan nasi dan tumis sawi yang tadi dimasaknya.


Lalu dari dalam microwave dia mengeluarkan ayam goreng yang sudah dibuat ayu tadi pagi.


" Nih cobain, kalau nggak enak jangan di muntahin kaya Chef Juna ya, hatiku nggak akan tahan!, kamu tahukan aku ini perasa...."


" Nggak akan!!" Sahut Sunny cepat dan langsung melahap sodoran sendok yang telah berisi nasi sayur dan cuilan ayam dari tangan Shanum.


" Emp!" Sunny memelototkan matanya saat suapan itu berhasil masuk ke dalam mulutnya.


Shanum tiba-tiba didera rasa was-was yang mencengkeram hatinya.


Ya Tuhan, tadi belum aku cicipin kaya gimana rasanya?


Duh!!, masa ngasih calon suami makan untuk pertama kalinya aja gagal sih.


Duhh Shanum!, mau lo taroh dimana wajah lo...


Nah tadi udah ditaruh garam belum si?, terus gula?, ya Tuhan...


" Ke..kenapa sayang?, nggak enak ya?" Tanya Shanum dengan raut wajah yang begitu panik.


" Emmph...ini enak banget sumpah!! " Ucap Sunny dengan mengacungkan jempol nya.


" Sini, aku suapin kamu" Sunny gantian menyuapkan nasi ke mulut Shanum.


" Emmhh, iya ya kok bisa se enak ini ya... Tumben banget bisa masak enak kayak gini..."


"Cieehhh chef Shanum hebat juga!!" Lanjut Shanum sambil menggebuk dadanya lalu menyentil hidungnya sendiri dengan diiringi senyumnya yang khas.


Sunny tertawa melihat gaya-gaya lucu yang selalu diciptakan Shanum. Heran aja masa iya dia nggak percaya bahwa ini adalah masakanya sendiri.


Tapi inilah yang membuat Sunny klepek-klepek padanya.


Cantik sih relatif, setiap cowok punya pandangan sendiri-sendiri tentang kecantikan, dan itu pasti berbeda-beda.


Ada yang suka tipe-tipe putih kayak cewek Korea, ada juga yang suka kalem dan imut seperti kucing.


Tapi Sunny sukanya ya yang kayak Shanum ini. Cewek imut, nggemesin, setiap dipandang selalu membuat orang nggak bisa lagi berpaling.


Shanum itu no jaim-jaim, gadis itu selalu apa adanya. Bahkan Sunny sudah hafal benar watak sifatnya.


Sebenarnya bukan enak atau tidak enaknya masakan ini tadi sih, apapun jika itu dilakukan bersama dengan orang terkasih, maka hasilnya akan selalu menjadi sempurna. Karena sebenarnya semua rasa itu datang dari bagaimana kita mampu mensugesti diri kita.


Mereka berduapun makan malam yang kecepatan dengan terus bercanda-canda. Sunny akan menyuapi Shanum dan begitu seterusnya. Sifat jahil dan usil Sunny kembali lagi. Bahkan kadang-kadang membuat Shanum terus merajuk.


Definisi bahagia itu sederhana bagi pasangan ini, asal bisa bersama begini saja sudah happy banget.


Nggak perlu makan malam di restoran yang mewah, makan tumis sawi begini aja udah luar biasa. Dan mereka terus bercengkrama penuh sukacita.


Tapi semua itu harus diwarnai oleh pertikaian kecil saat keduanya usai sholat magrib berjamaah.


Saat Sunny menyodorkan tangannya untuk bersalaman, Shanum mendapati sesuatu yang janggal.


" Cincin kamu di mana yang, kok nggak dipakai?" Tanya Shanum curiga.


" Oh...itu, anu..., se..sepertinya ketinggalan di camp..." Sahut Sunny canggung.


Dia sendiri lupa dimana dia meletakkannya. Terakhir saat yudisium di London itu masih ia pakai, tapi selanjutnya sudah nggak lagi.


Apa ketinggalan di kamar hotel waktu itu ya?


" Kok bisa ketinggalan, di lepas-lepas ya?. Biar dianggap singgel begitu?" Ucap Shanum dengan nada yang begitu jengkel.


" Ya enggak lah, sepertinya pas cuci tangan pakai sabun dia merusut yang, makanya aku lepas dulu, takut ilang juga..." Sahut Sunny cepat.


" Awas ya kamu macam-macam yang!" Sela Shanum cepat.


" Diih!!, nggak adalah aku macam-macam, aku kan setia!!" Sambar Sunny.


" Oh benarkah?, baiklah, dan semoga saja..." Ucap Shanum pelan.


" Yang dengarkan aku! Aku sangat mencintaimu. Aku harap kamu memegang ucapamu. Karena aku nggak mau menjadi Kinan yang ditipu mulut pria, dan dibodohi dengan begitu keji!! Aku harap kamu juga jangan pernah menjadi mas Aris di Layangan Putus itu..!!" lanjut Shanum berapi-api.


" Ya..nggak lah!. Sorry yang ini Sunny bukan mas Aris!!" sela Sunny cepat.


" Karena hanya satu kesalahan yang tak termaafkan bagiku yang. Dan itu adalah selingkuh dan bohong!!, andai jika itu terjadi, jangan harap aku akan bisa menerimamu lagi..." Lanjut Shanum dengan tatapan mata yang begitu dingin dan tegas.


" Haiisshhh, nggak berani gue. Nggak pernah! Dan nggak akan pernah!!, satu Shanum...selamanya tetap Shanum.." Sambar Sunny cepat.


Ditatapnya gadis didepanya itu dalam, dia selalu tunduk saat gadis itu mengenakan mukena seperti ini.


" Kenapa!, apa liat-liat kaya gitu!!" Seru Shanum malu.


" Kamu cantik..." Balas Sunny masih menatap tanpa kedip.



" Haisshh!! Modus ini sih..." Sambar Shanum malu-malu.

__ADS_1


" Enggak!!, tapi sumpah yang, kamu cantik apalagi kayak gini. Kelak jika udah sah jadi Miss. Sunny mau ya pakai kerudung..." Ucap Sunny lagi


" Emmmm, iya.." Jawab Shanum.


" Iya?"


" Iya mau, InsyaAllah..." Jawab Shanum lagi.


" Akkh...Alhamdulillah..."


...***...


Sambil menunggu Shinee dan Ayu pulang, keduanya menonton TV di ruang keluarga, diantara kamar Shanum dan kamar tamu.



" Kita akan bulan madu ke Jepang seperti maumu dulu..." Bisik Sunny.


" Emang aku pernah bilang?, kapan?" Tanya Shanum.


" Dulu saat uncle Denis merried, kamu kan pernah bilang pengen hiasan pengatinmu kelak adalah bunga Sakura.."


" Dan apa kamu tahu?, saat ini tabebuya di Surabaya sedang kuncup. Saat hari pernikahan kita nanti mereka sedang mekar-mekarnya. Roy dan Alexa sedang melakukan sesuatu dengan bunga-bunga itu agar pernikahan kita bertaburan dengan Sakura dan Tabebuya..." Sunny mengeratkan lagi pelukanya.


" Kamar yuk..." Bisiknya nakal.


" Nggak, bentar lagi mereka pulang. Nggak enak aku mah.." Sahut Shanum, tanganya mendorong wajah Sunny yang sudah mulai merusuh.


" Eiitsss, Sunn jangan gini!!"


Sunny terus merusuh tak kenal tempat.


" Dikit aja..." Bisik Sunny.


" Nggak ada!!, kamu nggak bisa dikit!!, dikit kamu itu luas artinya...sanaan akkh...."


Sunny dengan cepat mengangkat tubuh Shanum dan dibawanya dengan berlari ke kamar.


Dengan menggunakan kakinya, Sunny mendorong pintu hingga terbuka.


Brak.


Brugh!!


Sunny langsung membaringkan tubuh Shanum dan langsung di kungkungnya.


Benar!, inilah yang terjadi pada Roy.


Dia tak bisa menahan diri, seperti halnya aku saat ini.


Apalagi yang bersamaku adalah orang yang sangat aku cinta.


Ya Tuhan, bagaimana ini...


" Terserah kamu saja lah..." Sahut Shanum pasrah.



Seperti mendapat angin segar, Sunny langsung melancarkan aksinya.


Tapi saat asyik-asyiknya ketukan dari luar membuat mereka mematung di tempat.


" Mereka udah pulang..." Shanum mendorong dengan kuat tubuh Sunny.


Sementara Sunny melongo tak percaya, ngenes banget, tadi aja kayaknya seneng banget saat di gr*pe-grep*, giliran ada orang ketuk pintu aja dia di dorong sebegitunya.


" Awas kamu!!" Ucap Sunny kesal, lalu berjalan menuju pintu sambil merapikan kaos dan rambutnya.


" Brother!!, how are you??" Seru Shinee diluar pintu yang kini telah terbuka.


" Alhamdulillah Shinee, just like this!!"


Mereka pun berpelukan untuk beberapa saat, hingga Shanum melewati keduanya hendak keluar kamar.


Tapi tangan Sunny dengan cepat mencekalnya.


" Mau kemana?" Tanya Sunny.


" Mau tidur, ngantuk..." Sahut Shanum acuh, lalu melepaskan genggaman tangan Sunny.


" What the f.....!!" Seru Sunny.


" Ya, udah deh!!, have fun. Aku mau keatas dulu brother. Ayu udah capek juga nungguin aku kerja seharian..." Pamit Shinee tahu diri saat melihat mata kakaknya yang terus menatap Shanum.


Sebenarnya dia begitu rindu dengan Sunny, tapi mungkin saat ini kakaknya itu lebih kangen dengan Shanum. Dan sebagai adik yang baik, Shinee mengalah dulu.


" Brother!" Panggil Shinee saat Sunny hanya melamun menatap punggung Shanum yang menuju kamarnya.


" Ya?" . Jawab nya lesu.


" Sekangen-kangennya brother padanya, belutmu jangan sampai nakal!, karena belum halal!!" Bisik Shinee ditelinga kakaknya dibarengi tawanya yang mengesalkan di hati Sunny.


" Sialan!!, lo lupa rupanya dengan sejarah pernikahan lo!!" Seru Sunny kesal.


Sudah kesal akan penolakan Shanum, kesal dengan godaan Shinee pula.


" Hey brother!!, belut aku nggak keluar kandangnya sama sekali waktu itu!!, jangan salah!!" Sahut Shinee.


" Ahhh bohong!!" Balas Sunny.

__ADS_1


" Sumpah!!" Sahut Shinee lagi.


" Lo, beneran?" Sunny menatap tajam adiknya itu tak percaya.


Orang jelas-jelas dia dan bundanya mergokin Shinee dibawah selimut dengan Ayu waktu itu, dan tanpa busana.


Eh?, iya ya.... Kan berselimut waktu itu..


Apa Shinee jujur?


Masa sih?


Hebat banget nih anak, sialan...


Ni bocah emang manis banget dari kecil.


" Kenapa?, apa liatin aku kayak gitu!!, gantengan kita sama kali!!. Nggak usah iri!!" Ucap Shinee sambil melangkah menuju tangga.


" Dasar!!, siapa yang iri sama lo!!" Teriak Sunny.


Sementara Shinee hanya berhenti sekejap dan menoleh.


" Ya kali aja brother iri. Secara gue yang adik aja udah bisa bobol punya gadis, tiap malam lagi. Beuuhhh!! mantap euuyy!!!. Nah situ!, percuma aja belutnya gede! tapi masih nganggur ha...ha..ha..." ucap Shinee.


" Shinee!!!, gue bunuh lo!!!"


Shinee yang mendengar ancam Sunny segera berlari tunggang langgang menuju kamarnya dilantai dua dengan tawanya yang pecah menggelegar.


" Sialan Shinee...duh!! Kan jadi nyut-nyutan belut gue!!" Sunny melangkah menuju kamar Shanum tanpa berfikir dua kali.


Tok..tok...


" Sha..."


Tak ada jawaban sama sekali.


" Sha....Shanum..." Panggilannya.


Ketukan dan panggilannya sama sekali tidak digubris oleh Shanum.


Awas kamu Sha...liat aja besok..


Sunny melangkahkan kakinya dengan kesal dan hati yang begitu nggondok menuju kamar tamu.


" Iiihhhssss gini amat nasib gue, jauh dari tunangan ngenes, udah deket juga ngenes...akkkhhhh..."


...***...


Shanum yang sudah rapi bersiap berangkat ke kampus untuk menyerahkan surat cutinya, tapi tidak juga mendapati Sunny di mana-mana.


" Kakakmu mana Shinee?" Tanyanya pada Shinee.


" Entahlah, bukanya semalam sama kamu?" Shinee balik bertanya.


" Enggak tuh, aku langsung tidur semalam.." Jawab Shanum.


" Apa??kamu tidur?, terus brother kemana, maksudku dia nggak tidur bareng kamu?" tanya Shinee heran.


" Nggak lah!!" Sahut Shanum cepat.


" Bukan!!, maksudnya aku bukan tidur barengan yang konotasinya kesana. Dari kecil kan kamu sering tidur bareng dia. Maksud aku yang itu..." ucap Shinee menjelaskan.


" Ya nggak bisa lagi dong Shinee, mereka udah sama-sama dewasa, kalau mereka tidur barengan yang ada jadi ihhh...ih....akhh...akhh...ha..ha..." Sambar Ayu.


Shinee yang gemas langsung menarik Ayu dan mendudukannya dipangkuannya.


Shanum mengerucutkan bibirnya kesal melihat keromantisan ke duanya. Dan saat itu pula Sunny masuk dari pintu apartemen.


" Yang....kamu darimana sih?, aku cariin tau nggak.." Shanum berlarian menghampiri Sunny yang terlihat berkeringat. Dari penampilannya saat ini, dapat dilihat dia baru pulang dari jogging.


" Nggak kesasar kan yang?" Tanya Shanum sambil menyeka keringat di dahi Sunny.


" Nggak dong, orang ada yang nemenin tadi..." Sahut Sunny.


" Ada yang nemenin?, siapa?, kamu ada kenalan di Boston?" Tanya Shanum.


" Ada..." Sahut Sunny cepat sambil mengecup kening Shanum.


" Tinggal dimana dia?" tanya Shanum penasaran dengan wajah yang lagi-lagi terlihat imut dimata Sunny.


" Disini, di apartemen ini juga..." Jawab Sunny.


Terbersit niatnya menjahilin Shanumnya ini.


" Oh, kok kebetulan banget ya. Anak Sandhurst juga?" Kali ini Shanum langsung duduk dipangkuannya begitu saja.


" Bukan dong, Sandhurst mana ada prajurit ceweknya..." Sahut Sunny dengan senyuman iblisnya.


" Jadi cewek?, kamu jogging sama cewek?"


Hati Shanum bagai diremat, begitu ngilu dan sakit. Lalu berdiri dari pangkuan Sunny begitu saja dengan wajah merah.


" Bentar lagi dia juga kesini, katanya dia semalam buat cheesecake, dan dia memintaku untuk mencicipinya..." Sunny berusaha berucap dengan biasa saja, tapi sumpah!!, menahan tawa itu rasanya sangat sakit.


" Ya udah!, tungguin aja dia!, aku mau berangkat!" ucap Shanum kesal.


" Ya udah berangkatlah..., ehhh?, nggak salim sama aku?"


" Nggak!!, salim aja sama cewek itu!!" sahut Shanum langsung berjalan menuju pintu keluar.

__ADS_1


" Emmmphh, lucunya saat cemburu begitu...." gumam Sunny sambil menahan tawanya.


...**************...


__ADS_2