BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Kenakalan Binar..


__ADS_3

Jika anak seusia remaja seperti Binar pulang dari perlombaan dan menang, umumnya akan disambut penuh kebahagiaan dan cinta kasih dari kedua orang tuanya.


Tapi tidak dengan Binar, begitu memasuki rumah yang justru mirip neraka itu, Binar justru disambut dengan makian.


" Mana uangnya!! Bukanya kamu juara, siniin hadiahnya!!" Bentak mama Ganis.


Binar merogoh kantung hoodienya lalu menyerahkan amplop tebal pada mama Ganis.


" Hemm..., sepuluh juta. Lumayanlah.." Ucapnya tersenyum.


Binar hanya menggeleng kecut. Untung saja tadi dia hanya meminta sedikit pada Arnov, kalau tidak pasti habis diambil semua.


Mulai sekarang Binar bertekat untuk lebih serius untuk mencari uang. Binar memutuskan mencari kontrakan untuk dirinya dan Aivy.


" Kenapa masih berdiri disitu?, cepat cuci piring sana!!"


Binar mengepalkan kedua tanganya geram.


Saat melintasi dapur sebelum ke kamarnya Binar disambut piring kotor yang menggunung si wastafel dapur. Sampah menumpuk di keranjang sampah dan beberapa toples yang terbuka, benar-benar penampakan yang menjijikan.


" Cewek model apa mereka itu. Jorok sekali" Gumamnya pelan.


Tiga jam waktu yang dihabiskan Binar untuk membersihkan rumah. Mulai dari dapur sampai seluruh rumah. Keringat meneteskan pada tubuhnya yang tinggi tegap.


Suara motor Arnov terdengar memasuki gerbang samping rumah. Binar yang sedang mempersiapkan makan malam segera berlari keluar untuk memyambut adik dan sahabatnya.


" Assalamualaikum..." Suara Aivy lembut memasuki pintu samping.


" Waalaikumsalam dek, maaf kakak nggak bisa jemput..." Binar menarik Aivy kedalam pelukannya. Tiga hari berpisah denga adiknya membuatnya begitu rindu.


" Ekhem..." Deheman Arnov membuat keduanya menoleh.


" Ehh..., sorry Nov. Thanks ya Nov, bilang ke tante Lilis dan kak Salma juga, maaf ngerepotin..." Ucap Binar tulus.


" Bundaku seneng-seneng aja ada Aivy dirumah, berasa punya boneka baru. Secara gue yang bungsu aja udah segede ini, udah nggak imut lagi katanya. Yang ada malah amit-amit dah...ha..ha.." Sahut Arnov.


" Ya udah gue balik dulu deh.., udah malam juga.." Lanjut Arnov.


Binar berjalan mengiringi Arnov yang keluar dan menuju motornya.


" Sekali lagi terimakasih banyak bro..." Binar menepuk pundak Arnov pelan sebelum sahabatnya itu menaiki motornya.


" Terimakasih kak Arnov.." Ucap Aivy disamping Binar.


" Ya dedek manis, lain kali kita makan bakso lagi ya..." Arnov mengusap pucuk kepala Aivy penuh rasa sayang.


...***...


Binar membolak-balikan tubuhnya dikasur, pemuda itu tidak dapat memejamkan matanya sama sekali.


Belum ada sehari dia berpisah dengan Shanum, tapi rasanya seperti setahun.


Dia berjanji akan datang malam ini, tetapi rupanya gosokan baju menggunung di ruang laundry, membuatmu harus menyelesaikan tugasnya dahulu daripada kehidupan papa dan Aivy terganggu oleh ulah mama Ganis dan Lyra jika marah.


Binar menatap jam dinding dikamarnya, sudah terlalu larut untuk ngapel.


" Uuhhhhh, kangen banget gue ya Tuhan..." Binar mengusap wajahnya berkali-kali.


Binar meraih ponselnya, berusaha menghubungi, sudah tidurkah pemilik hatinya itu saat ini.


Binar mencoba untuk mengetik sesuatu untuk Shanum, berharap gadis itu belum tidur.



Binar tersenyum dalam diam. Cuma bisa berbalas Whatsapp begini saja sudah luar biasa bahagianya.


Tapi dengan begini justru rasa rindunya semakin menjadi-jadi.


" Gue semakin rindu ya Tuhan..." Binar terus berguling-guling seperti orang gila.


" Kesana aja gimana ya?, duh nggak tahan gue..., rindu berat...." Binar menyambar hoodienya dan segera menuju parkiran. Dengan mengendap, Binar mengeluarkan motornya dengan didorongnya sampai ujung gang.

__ADS_1


Mama Ganis melarang Binar untuk kerja malam lagi, karena beberapa ibu komplek sering mendapati Binar selalu pulang subuh dengan kedaan yang memprihatinkan. Bahkan beberapa ibu komplek juga sempat melihat Binar bekerja sebagai kuli angkut di pasar saat dini hari.


Bruuunggg....


Motor Binar melesat cepat menuju rumah Shanum.


Sampai didepan rumah Shanum, Binar kebingungan. Semua lampu di dalam rumah telah padam sempurna. Hanya tersisa teras dan yah...ada sebuah kamar dilantai dua yang lampu tidurnya masih menyala.


Awalnya Binar cukup tenang bisa melihat rumah kekasihnya terlihat aman-aman saja. Tapi rasa rindu sepertinya tidak bisa ia tahan.


Pemuda yang sedang dilanda jatuh cinta yang luar biasa itu hanya duduk diam menatap kamar yang di yakininya adalah kamar Shanum itu dari atas motornya.


Sementara Shanum yang didalam kamarpun belum bisa memejamkan matanya. Fikirannya penuh akan kata-kata Binar saat di badan truk tadi sore.


Apakah ini semua benar...


Aku mengkhianati Sunny...


Bagaimana ini?


Tidak!!!, aku harus tegas pada Binar..


Aku tidak mencintainya


Bagiku hanya Sunny...Sunny...Sunny....


Shanum mengecupi foto Sunny yang terbingkai hitam dan besar didalam dekapannya.


" Kamu dimana Sunn? Apa kau tahu?, Aku terus menunggumu.... "


" Sunn...kembalilah...., jangan biarkan aku goyah..."


" Sunn...kembalilah..., jangan biarkan hatiku berubah..., please Sunn, please.."


" Apa kau tahu?, seseorang yang mirip denganmu, seseorang yang bahkan seperti dirimu sendiri itu kini hendak mencuriku darimu, dia tangguh Sunn.., dia seperimu..."


" Aku takut Sunn..., aku takut!, aku takut terperdaya cintanya yang begitu besar..."


Shanum menoleh ke arah pintu jendela kamarnya saat terdengar suara ketukan dari sana.


Shanum berdebar bukan main, siapa malam-malam begini berada di balkon kamarnya.


Shanum meletakkan foto Sunny diatas meja belajar dengan posisi tertutup. Lalu langkah kakinya menuju pada jendela.


Tak..tak...tak...


Kembali suara ketukan pada kaca jendela membuat Shanum semakin penasaran.


" Siapa?" Tanyanya memberanikan diri.


" Gue babe..." Suara rendah Binar begitu di kenali oleh Shanum.


Hah!!, kenapa dia ada disini?


Ya Tuhan, bagaimana jika ada yang melihatnya.


Ya Tuhan, Binar mengerikan.....


Shanum dengan cepat membuka pintu balkon.


" Bin...kenapa lo ada di balkon kamar gue?, cepat masuk..." Shanum menoleh ke kiri dan ke kanan. Dadanya begitu berdentum-dentum seperti akan meledak.


Bukan karena dia nervous ketemu Binar. Tapi ke rasa takut jika ada orang yang melihat keberadaan Binar saat ini. Ini jelas akan menjadi sebuah skandal yang besar bila terlihat oleh orang.


Shanum adalah anak yang berbakti, sedikit banyak mama Vera dan papa Vino memberikan bekal yang kuat pada dirinya.


Semenjak Shanum duduk di bangku SMU, mereka dengan jujur telah menceritakan masa lalu kelam pada Shanum akan awal mula keberadaannya di dunia ini.


Hasil kesalahan...


Ya, Shanum berada didunia ini karena hasil kesalahan orang tuanya.

__ADS_1


Papa Vino dan mama Vera dengan tegar menceritakan semua itu bertujuan agar putrinya tidak mengikuti jejak hitam mereka dikemudian hari.


Agar putrinya terhindar dari pergaulan yang salah, agar putrinya bisa membentengi diri dari sesaatnya nafsu masa muda.


" Bin!!, lo nakal banget sumpah!! Ini nggak bener Bin!!" Shanum mengacak-acak rambutnya frustasi.


" Ya Tuhan...bagaimana ini!!!" Shanum terus celingukan menatap seketiran rumahnya, takut-takut ada yang memergoki dirinya memasukkan Binar.


Tapi ini pilihannya saat ini, justru kalau membiarkan Binar diluar balkon akan semakin gawat.


" Ssshhhh, tenang babe nggak ada yang lihat kok!!" Binar mencoba menenangkan Shanum yang begitu ketakutan.


" Tenang! Tenang!, lo fikir ini benar!. Lo itu benar-benar nakal!" Bentak Shanum marah dengan mendorong tubuh Binar yang ingin mendekat padanya.


Binar mundur satu langkah, dia faham, dia salah.


" Maaf babe, maafkan gue..." Binar benar-benar merasa buruk saat ini, rasa rindunya yang menggebu-gebu membuatnya nekat memanjat balkon kamar Shanum.


Awalnya dia berniat untuk sekedar menatap wajah indah pemilik hatinya.


Tapi saat dia mendapati Shanum memeluk sebuah foto didadanya dan berkata-kata kepada foto itu, rasa cemburu menghilangkan kewarasannya. Dan membuatnya nekat mengetuk pintu dan akhirnya dia berada disini.


" Sekarang pulang lah!!!, pulang sana!!, sebelum warga menggerebek kita!!" Ucap Shanum kesal, saat ini dia didera rasa takut yang hebat.


" Tidak, gue akan menjaga lo malam ini..." Jawab Binar tegas.


" Lo tidak perlu melakukan itu. Gue bisa menjaga diri gue sendiri.." Sahut Shanum cepat.


" Tapi dengan sendirian didalam rumah begini bahaya babe...!" Sanggah Binar tetap tidak mau mengalah.


" Lo fikir begitu?, gue berfikiran justru lebih bahaya jika ada lo!!, asal lo tahu!!" Bentak Shanum geram.


Binar menutup mulutnya, menahan rasa geli untuk tidak tertawa.


" Gue bahaya?, untuk lo?, dari segi mananya babe?. Look!! Look at me...." Binar memutar tubuhnya dengan kedua tangannya diangkat keatas.


" Gue bahaya sebelah mananya?, tell me..." Binar menatap Shanum dengan tajam.


" Ck!! Bodoh!!!" Shanum yang begitu geram melempar tubuhnya ke tempat tidur begitu saja.


" Terserah lo sajalah, gue mau tidur!!, capek gue. Sana pulang!!" Gumam Shanum pelan sambil memejamkan matanya yang berat.


" Gue akan tetap disini..." Paksa Binar.


" Gila lo!!" Shanum tak tahu lagi harus bagaimana saat ini. Cowok ini gila!!, Binar ini sangat gila.


Binar duduk di tepi ranjang, tanganya terulur menyentuh rambut Shanum.


" Gue tidur dimana?" Tanyanya polos.


Mata Shanum terbelalak tak percaya.


Gadis itu dengan cepat duduk di bersila si tempat tidurnya.


" Bin..., ya Allah...... Gue nggak tahu lagi harus ngomong apa. Lo nanya gue lo tidur dimana?. Gue bilang pulang Bin...please....." Shanum menggelengkan kepalanya frustasi.


" Nggak mau, gue nggak akan pulang jika gue belum make sure lo benar-benar aman..."


Shanum mengacak-acak rambutnya.


" Gue main PS lo boleh?, lo tidur aja. Gue jagain lo disini"


Binar melangkah menuju karpet dipojok ruangan, dimana PS Shanum berada dan duduk dengan tenang di sana memainkan game pilihannya.


Shanum hanya melirik saja apa yang dilakukan Binar dan dia pasrah saja, matanya sudah sangat berat. Shanumpun tertidur tanpa rasa was-was.


Binar menoleh sesaat, menatap wajah cantik itu...



Dia cantik banget...

__ADS_1


Gue selalu lepas kontrol jika bersamanya...


__ADS_2