BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Cuma perkara cium?


__ADS_3

Sejak peristiwa dress itu sampai hari keberangkatan mereka ke Indonesia Shanum terus mendiamkan Sunny. Bahkan sejak semalam Shanum tidak juga keluar kamar, makan malampun tidak.


Sunny dibuat kalang kabut dengan semua itu, niat hati nggak mau semakin terjerumus oleh hawa nafsu yang mencekiknya, justru membuat Shanumnya salah paham. Beratus kali dia berusaha mengetuk pintu tapi tidak juga di gubris oleh Shanum.


Semalaman dia hanya duduk bersila di depan sofa yang menghadap kamar Shanum tanpa beranjak sedetikpun untuk meminta maaf. Tapi yang ditungguin tidak keluar juga.


Bahkan pagi ini pun gadis itu tidak muncul sama sekali, dan lagi-lagi dia melewatkan sarapannya.


Shinee dan Ayu akhirnya paham setelah Sunny menceritakan semuanya, apa yang menjadi akar masalah Shanum merajuk seperti ini, dan juga bagaimana deritanya selama ini menjaga diri agar tidak terjerumus dalam maksiat.


Sunny di dera rasa menyesalnya karena telah berbuat tidak adil dengan Shanum sore kemarin.


" Kamu sih sok amat jadi orang Bin!!, kalau aku pasti sudah bunuh diri tuh saking malunya ditolak pacar !!" Seru Ayu.


Ucapan Ayu semakin mencambuk hati Sunny saat ini.


Sampai jam keberangkatan mereka pun Shanum tidak juga keluar.


" Ay, kita pulang hari ini loh!, kamu ingatkan!, Ay...keluar dong. Aya....Aya...." Ayu tetus menggedor pintu tapi Shanum tidak muncul juga.


Sunny dan Shinee yang sudah bersiap dengan koper-koper di depan pintu terpaku di tempat mereka saat Shanum keluar dari kamarnya beberapa saat setelah Ayu menyerah menggedor pintu.


Shanum keluar dengan tampilan yang membuat keduanya terbelalak tak percaya, begitupun Ayu yang masih berdiri diatas tangga.


Bagaimana tidak, gadis itu tampil berani dengan pakaian yang terlihat terbuka.



" Oh my God!!" Sunny menepuk keningnya gemas.


Semalaman sampai pagi calon istrinya itu terus semedi di dalam kamar, dan keluar-keluar berpenampilan seperti ini?.


" Sayang, blazernya mana?" Tanya Sunny panik.


" Nggak ada!, udah biar gini aja!" Sahut Shanum cuek.


Sunny mengatupkan rahangnya. Matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, hatinya ngilu dan begitu perih. Ngilu!! ya sangat ngilu, di abaikan seperti ini adalah hal yang paling di benci oleh Sunny dan dia tidak akan sanggup.


" Yang maaf yang....aku minta maaf, ini kiss..., kiss saja aku yang.. nih silahkan..." Sunny menyodorkan bibirnya dengan pasrah, matanya begitu sayu penuh permohonan maaf.


Tapi bukan sambutan baik dari Shanum yang ia dapatkan, tapi tatapan remeh yang menyakiti hatinya.


" Kamu pikir aku cewek apaan!!" Bentak Shanum kesal, matanya berkilat-kilat menahan tangisnya.


Duhh!!, ini sangat menyakitkan hati Sunny.


" Yang please maaf...maafin aku..." Sunny berusaha meraih tubuh Shanum tapi gadis itu mengelak dengan cepat.


Dan Sunny paham, gadisnya sedang benar-benar marah saat ini, dan itu tidak perlu dipaksa, biarkan saja dulu sampai hatinya melunak.


" Ya udah setidaknya pakai ini dulu" Sunny melepas outernya untuk dipakaikannya pada Shanum, tapi dengan cepat Shanum menampiknya.


" Nggak usah!!, apa sih!!" Tolak Shanum dengan nada marah yang luar biasa.


Sunny tahu ini semua salahnya, selama ini Shanum memang nggak pernah nyosor-nyosor minta kiss, giliran dia pengen nyium saja ditolaknya, jelas aja harga diri Shanum runtuh seketika itu, hancur berkeping-keping menjadi butiran-butiran kecil.


Dari semalam saja gadis itu tidak keluar sama sekali dari kamarnya. Sunny jelas merasa bersalah dan menyesal. Tapi nasi sudah menjadi bubur, mood tunanganya kini telah rapuh dan benar-benar merasa hancur.


" Kopernya kamu yang ini saja bro?" Tanya Shinee canggung saat berada di tengah-tengah kedua orang yang sedang bersitegang itu.


" Oh iya itu aja, punya kamu masih ada lagi nggak yang?" Tanya Sunny pada Shanum yang cuek.


" Aku bisa bawa sendiri Shinee, atau kalo nggak Revaldi bisa bantu bawa punyaku" Ucap Shanum tanpa menatap Sunny sama sekali.


" Yang maaf dong yang....." Sunny menarik tubuh Shanum kedalam pelukanya, hatinya sakit bagai teriris-iris dicuekin Shanum seperti ini. tapi gadis itu berhasil menginjak kakinya dengan keras.


" Awwww..aww!!" Teriak Sunny kesakitan.


Dia selalu sama, saat dia marah dia tak segan-segan menyakiti fisik

__ADS_1


Shanumku masih sama, dia selalu menyembunyikan tangisnya di balik sikap kasarnya yang dibuat-buat.


Maafkan aku sayang...aku salah...


Ayu membuka pintu saat Revaldi juga telah bersiap dengan koper-kopernya.


" Taxi udah ada dibawah guy's!! Come!!" Serunya.


" Reva!!, tolong satu koper ini Rev..." Shanum berseru sambil mendorong kopernya mendekat pada Revaldi


" Uiihhh suit..suit!!!, gila!!, lo seksi amat Num ya ampun!!" Seru Revaldi dengan mata yang melebar sempurna.


"HEYY!! TUTUP MATA LO!! ATAU PERLU GUE CONGKEL MATA LO HAHH!!!" Teriak Sunny marah.


" Eeiiitsss, ya sorry bro...." Ucap Revaldi gelagapan dan segera berbalik badan.


" Pakai ini " Sunny memaksa memakaikan outernya ada Shanum.


" Ngg---"


" PAKAI!!" Bentak Sunny.


Shanum hanya pasrah, sudut matanya telah mengalir cairan bening yang meleleh di pipi nya.


Nyut...nyut.


Hati Sunny semakin pedih melihat ini semua, sakit seperti diremas-remas.


" Maaf...maafkan aku..." Bisiknya lembut dengan mata tepejam.


" Shinee, kalian berangkat saja dulu. Aku akan reschedule jadwal keberangkatan ku dan Shanum menjadi besok" Ucap Sunny lagi.


" Aku nggak mau, aku pulang sekarang!!" Seru Shanum.


" Nggak!!, kita selesaikan dulu masalah kita sayang please...." Pinta Sunny dengan sangat.


" Huuhhh!!! Kamu menyebalkan!!" Teriak Shanum kesal.


Shinee hanya mengangguk patuh, kesalah pahaman mereka memang harus di luruskan dahulu. Tidak baik melakukan perjalanan jauh dengan hati yang sama-sama kesal.


Kini ketiganya berpamitan satu persatu, Revaldi ikut pulang demi menghadiri pernikahan ketiga sahabatnya dan juga tetangga unitnya ini.


Benar kata orang, saudara senegara akan berasa melebihi menjadi saudara kandung jika kita sama-sama menjadi perantau di negara orang.


Shinee mengecup pucuk kepala Shanum dan mengelus pipinya.


" Kamu hanya salah paham princess, jangan dibiarkan itu jadi berlarut-larut..." Bisiknya sebelum berangkat.


" Aya, kamu kan sudah dewasa sekarang. Ayo dong, tinggalin sifat kekanak-kanakan kamu.." Kini giliran Ayu memeluknya erat


Setelah beberapa saat berikutnya, taxi sudah bergerak membawa mereka ke bandara. Dan di apartemen itu kini hanya tinggal mereka berdua. Shanum melangkah cepat menuju kamarnya begitu Sunny mulai menutup pintu.


" Tunggu" Sunny berlari lebih cepat dan menghadangnya, memblokade pintu agar Shanum tidak dapat masuk.


" Mari kita bicara sayang...." Sunny menatap mata Shanum dengan begitu dalam.



" Nggak mau!" Tolak Shanum tegas.


" Kamu salah paham sayang...., aku menolak karena kamu saat itu memakai baju itu, aku...aku...aku sedang on fire saat itu. Bisa gawat jika kamu mancing-mancing...." Sunny menyambar pinggang Shanum dan dibawanya merapat pada tubuhnya.


" Aku menyesal menolakmu kemarin dan aku sampai tidak bisa tidur karena penyesalanku itu semalaman.Cium aku sekarang....cium....cium sekarang sayang..." Sunny terus menyodorkan dirinya.


Brugh...


Shanum mendorong tubuh Sunny hingga terpental ke pintu kamarnya.


" Aku bukan pengemis yang perlu dikasihani!!. Aku memintanya sekali dan kamu menolaknya!! Aku tidak akan meminta lagi mulai detik ini!! Kamu pikir terbuat dari apa hatiku!!, kau pikir harus kusembunyikan dimana wajahku hahh!!" Teriak Shanum dengan air mata yang bercucuran.

__ADS_1


Malu!! Itulah yang dirasakanya, dia merasa seperti pengemis yang sedang mengemis ciuman pada seseorang lalu di abaikan.


Hancur sudah harga dirinya, bahkan dengan tidak keluar kamarnya sampai sekian jam sejak semalaman masih tak mampu menghilangkan rasa malu itu.


" Ssstttt, ampun yang jangan nangis please...jangan marah yang please..." Direngkuhnya tubuh Shanum dan di dekapnya erat.


" Aku salah yang...aku minta maaf..." Bisiknya sambil terus mengecupi mata Shanum yang basah.


" Aku tidak akan memintanya setelah ini" Ucap Shanum dengan terisak-isak.


" Kamu tidak perlu memintanya, karena Sunny akan selalu memberi. Aku janji padamu..." Sunny kembali mengecupi Shanum dengan lembut.


Sunny juga terus memohon maaf dengan tulus dan menjelaskan sejelas-jelasnya alasannya hingga membuat Shanum akhirnya luluh.


Semua isi kulkas sudah bersih, dan kosong. Akhirnya mereka harus keluar mencari makan diluar untuk sehari ini.


Untung saja Martha mengundang mereka untuk makan malam dirumahnya.


Sebenarnya Martha ingin datang diacara pernikahan si kembar itu. Tapi saat ini sedang tak mungkin, suaminya dalam keadaan kurang fit.


Malam sudah sangat larut saat mereka pulang dari rumah Martha.


Brakk.


Pintu apartemen ditutup oleh Sunny. Suasana canggung tiba-tiba melingkupi keduanya.


" Emmm, aku...masuk dulu ya..?" Pamit Shanum kaku saat sudah berada di depan kamarnya.


" Emmmm ya..." Sahut Sunny ikut canggung.


Duh!! Kok jadi deg-degan macam orang baru pdkt sih gue...


Duh!!, gue pengen masuk juga kali yang...


" Sha....boleh aku....aku...aku...."


" Ya, tapi ini yang terakhir. Nanti saat di Indonesia kamu harus tinggal dirumah kakek Syahril dan aku di WB. Kita baru akan ketemu saat akad di hotel..." Ucap Shanum sambil melebarkan pintu kamarnya agar Sunny masuk.


...***...


Mereka berpelukan sepanjang malam tanpa adanya kenakalan yang menimbulkan rasa yang berlebihan.


Mereka berusaha membatasi tindakan-tindakan yang bisa membuat mereka akan rugi sendiri. Tinggal dua minggu dan itu tidak lama. Mereka harus bersabar dalam menahan diri, sebab semua akan indah pada saatnya.


" Naik sini yang...." ucap Sunny mengangkat tubuh Shanum untuk tidur diatas tubuhnya.



" Emmmm, ini nyaman. Aku aku akan menjadikanya favorit ku mulai sekarang.." ucap Shanum.


" As you wish babe..." sahut Sunny sambil mempererat pelukanya.


" Kalau mau cium silahkan, aku mau..." Bisik Sunny lirih.


" Tapi aku nggak mau..." jawab Shanum.


" Tapi aku pengen banget..." Rengek Sunny lagi.


" Derita lo...aku nggak!!" tolak Shanum tegas.


Sunny langsung menggeser tubuhnya dan membalik posisi hingga kini Shanum ada dibawahnya.


" Kamu mau balas dendam?, nggak akan bisa emmuachh..." Bisiknya sensual dan mulai mengecupi pipi dan seluruh wajah Shanum.


" Nggak mau!!, kamu licik!!" Seru Shanum sambil tertawa imut karena kegelian.


" Kamu nggak mau nggak papa!!, tapi aku yang mau maka kamu bisa apa?"


" Akkh, kamu!!"

__ADS_1


Sunny tertawa terbahak-bahak melihat usaha Shanum yang jelas tidak akan sanggup melawan Sunny.


Sunny melancarkan aksi nakalnya, malam ini adalah terakhirnya dia bisa menggila, dan tentu dia tidak bisa menahannya.


__ADS_2