BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Kontak Batin?


__ADS_3

Shanum dan Shine masih celingukan menunggu kemunculan Binar.


" Kalau kamu masuk lagi cari dia aja gimana Sha?" Usul Shine, karena mereka sudah hampir setengah jam menunggu Binar tidak muncul juga.


" Oke begitu juga boleh, oh ya kakak Aivy tadi pakai masker hitam...hoodie abu-abu.." Ucap Shanum dengan segera memutar badanya kembali masuk ke dalam toko.


Shine terus berkonsentrasi memindai orang-orang yang keluar toko, mengenali pria dengan ciri-ciri yang disebutkan Shanum, pasti mudah baginya.


Sementara Shanum dengan cepat memutari seluruh area toko buku.


" Binar!!, lo disini? akhirnya ketemu juga..." Ucap Shanum dengan sambil menundukkan badanya, menata kembali nafasnya yang ngos-ngosan.


" Yang ilang adek gue Aya!, bukan gue" Sahut Binar ketus.


" Lo tuh jutek amat sih!. Itu adek lo udah sama keluarga gue di luar." Ucap Shanum.


" Keluarga lo...?"


" Iya tadi si Aivy salah gandeng brothy gue, dia kira itu lo..." Shanum segera berjalan kembali ke arah pintu keluar toko buku, sementara Binar mengikuti dibelakangnya dengan melamun.


Brothy?


Sebutan ini?


Sepertinya aku juga dipanggil seperti ini sebelumnya...


" Mereka ada di cafe, kita langsung kesana saja.." Ucap Shanum setelah melihat pesan Shine yang mengatakan bahwa dia telah bersama yang lain.


"Oh iya, ini hp lo tadi. Mereka disana..." Tunjuk Shanum setelah memasuki cafe dan melihat rombongan daddy Rangga di sudut ruangan.


Binar menimang ponselnya.


" Lo nggak buka-buka hp gue kan?" Ucapnya sambil menatap Shanum seolah mencari jawaban dari mata Shanum langsung.



" Idih!!, ya nggak lah, buat apa juga?" Sahut Shanum jutek.


Shanum bukan cewek kepoan yang suka spoiler hp cowok!!, apalagi modelan Binar yang cuek dan cool ini.


Semakin mendekati meja yang mereka tuju, dada Binar begitu nyeri. Ada rasa sesak yang seperti ia rasakan saat masuk mall tadi. Rasa sesak yang ingin membuatnya menangis.


" Kakak......" Seru Aivy saat melihat kakaknya berjalan ke arah mereka.


Mereka yang ada dimeja itu menoleh.


" Hey??, kenapa dengan dahi dan pelipismu boy?" Tanya daddy Rangga.


" Oh..i..ini ha...hanya jat---"


" Mama lempar kak Binar pakai asbak dan vas bunga!" Seru Aivy.


Mommy Ara dan daddy Rangga saling tatap.


" Duduk dulu boy!, ayo makan dulu..." Ucap Rangga.


"Sayang, tolong obatin pelipis dan dahi anak itu.." Bisik daddy Rangga.



" Tidak usah om, sudah makan tad---"


" Belum!, kapan kakak makan?" Sahut Aivy lagi.


Shanum hanya melirik sekilas dan duduk di kursi yang tersisa.


" Duduk saja nak, gabung sini. Makan ramai-ramai kan lebih nikmat.." Ucap mommy Ara lembut.


" Sini biar tante obatin lukanya..."


" Tidak usah tante, nanti juga sembuh sendiri.." Binar memalingkan wajahnya saat mommy Ara hendak menyentuh lukanya.


" Eh...ini dalam loh lukanya, bisa infeksi. Nanti berbekas gimana?, nggak tampan lagi dong.... Ayo sini.." Mommy Ara dengan lembut membersihkan luka itu terlebih dulu lalu memgobatinya dan diplester sedemikian rupa.


Tampan?

__ADS_1


Banyak yang bilang aku tampan.., tapi tidak berarti apa-apa bagiku..


Tapi saat tante ini yang bilang, kenapa aku merasa begitu bahagia..


Binar menatap mata mommy Ara, ada keteduhan disana. Teduh dan hangat, lagi Binar merasakan sesak yang hebat.


Tak terasa sudut matanya basah.


" Mau makan apa boy?, biar om pesanankan.." Tanya daddy Rangga lagi.


" Nggak us---" Ucap Binar dengan bahunya cepat mengusap air matanya. Tapi ucapanya terpotong karena selaan dari Aivy.


" Kak Binar suka nasi goreng tanpa kecap, terus bawang gorengnya yang banyak..." Sahut Aivy lagi.


Ucapan Aivy bagai petir yang menyambar pasangan Rangga Ara dan Shanum.


Mereka kini menatap Binar dengan seksama.


"Mata ini? seperti....mata Sunny...." Batin mommy Ara.


Karena mengingat Sunny, Arapun duduk dan mengirimkan Al Fatihah untuk keponakannya itu. Dan di aminkan oleh Rangga.


Shanum menelungkupkan wajahnya dimeja. Tubuhnya bergetar oleh tangisannya.


Beberapa saat mereka hanya diam, Binarpun sama. Ada rasa aneh yang menjalari hatinya saat ini. Bersama dengan mereka sudut hatinya terasa tentram.


" Baiklah om pesankan dulu..." Ucap Rangga seraya berdiri.


"Nasi goreng tanpa kecap?, bawang goreng yang banyak? Kok..?" Ucap Ara menggantung, matanya menatap pada Rangga.


Shanum mengangkat wajahnya dan menatap mata Ara, gadis itu hanya menggelengkan kepalanya lalu menunduk lagi.


Rangga beranjak ke counter pemesanan, tapi sepanjang jalan fikiranya menerawang jauh.


Apakah ada orang yang punya kesukaan pada makanan yang sama persis begitu?


Sunny...


Tak berapa lama Shine, Saga dan ketiga anak- anak Rangga datang dengan membawa beberapa mainan.


" Nih untuk kamu Aivy, boneka princess Ariel..." Almaureen meletakkan kotak mainan berisi boneka princess itu disamping Aivy.


" Hai kak Binar " Seru Saga dan langsung bersalaman ala cowok dengan Binar.


" Hai Saga.." Balas Binar.


" Kalian sudah kenal?" Tanya mommy Ara.


" Sudah my, kak Binar ini kakak tingkat di yayasan Putra Bangsa" Jawab Saga.


Dan yang lainnya pun mengangguk faham.


" Ini, adik aku kak..Namanya Almeer, itu adik Almaeera, dan adik imut itu Almaureen, mereka bertiga ini anak mommyku, mommy Ara..."


" Nah kalau yang tampan itu, brothy Narendra Shine, calon kakak ipark---- Ahhh sakit!!" Ucapan Saga terhenti saat sebuah sendok mendarat di keningnya.


Dan pelakunya sudah tentu adalah Shanum.


" Berisik kamu!!" Bentak Shanum.


Shine hanya tertawa dan mengusap rambut Shanum sayang.


" Hai bro..., i'm Narendra Shine. Just call me Shine..." Shine menyodorkan tanganya, dan disambut oleh Binar.


Saat kedua tangan itu saling mengenggam, sesuatu seperti aliran listrik mengalir pada tubuh keduanya.


Jantung mereka berdetak tak terkendali.


Rasa sesak sampai ingin menangis kini melingkupi keduanya.


Mereka saling tatap dalam waktu yang cukup lama.


Karena rasa asing itu begitu menyiksa, membuat Binar cepat-cepat melepaskannya.


" Gu..gue Binar, kakaknya Aivy.." Ucap Binar gagap.

__ADS_1


Tes..tes...tes...


Air mata menetes pada keduanya tanpa mereka sadari.


Binar yang memakai masker dengan cepat bisa mengatasi situasinya dengan cepat.


Sementara Shinepun membalikkan badanya untuk mengusap air matanya dengan cepat.


Almeer melihat itu semua, ya...Almeer menangkap keganjilan yang terjadi antara brothynya dan kakak Aivy itu.


Pesanan makanan ketiganya kini telah tersaji.


Lagi-lagi mereka harus kembali terkejut saat apa yang mereka pesan sama. Rupanya Shine juga memesan nasi goreng tanpa kecap, tanpa bawang goreng.


Shanum hanya melirik tampang kedua orang di sampingnya yang terlihat syok dan canggung itu.


" Kau juga suka nasi goreng tanpa kecap bro?" Basa-basi Shine, pria muda itu berusaha memecahkan suasana yang canggung ini.


" Yah...begitulah..." Jawab Binar dengan menyuapkan sesendok nasi goreng itu kemulutnya. Dan setelah itu disusul meneguk seteguk air, begitu seterusnya sampai nasi dan air digelas itu berkurang secara bersamaan.


Shine melotot dibuatnya, matanya terpaku pada tingkah Binar yang sedang makan. Sampai-sampai dia tidak memakan nasi gorengnya sendiri.


" Brothy nggak mau?, sini untuk Almeer aja.." Almeer menarik nasi goreng di depan Shine kearahnya.


" Eits enak aja...you wanna play with me...??" Shine menepis tangan Almeer. Sementara Almeer hanya menjulurkan lidahnya geram.


" Kalau masih mau pesan lagi aja boy..." Ucap daddy Rangga.


" Sudah kenyang dad, hanya ngerjain brothy aja. Almeer hanya mau nyicip saja dan fix! Brothy Shine itu pelit!! Kalau brothy Sunny pasti ngasih..." Ucap Almeer.


Binar menatap Almeer, ingin rasanya dia memberikan nasi gorengnya, tapi nasi dipiringnya hanya tinggal beberapa suap lagi.


" Mau?" Binar menyodorkan sesendok nasi goreng tepat di depan mulut Almeer.


Almeer yang memang tukang meracau saat orang makan itupun segera membuka mulutnya.


" Maaf ya boy, Almeer memang suka menganggu orang makan..." Ucap Rangga lagi.


" Nggak papa om... Mungkin Almeer penasaran rasanya.." Ucap Binar.


" Emang iya, dan ternyata ueeenakk banget..Tapi, nasi goreng mommy terenak.." Ucap Almeer.


" Bohong!!, kemaren aja waktu makan nasi goreng buatan tante Dian, kakak bilang nasi goreng tante Dian paling enak!!" Sahut Almaeera.


" Aahhhh, Meera...itukan rahasia..." Almeer melempar Almaeera dengan bulatan tisu. Tapi dengan sigap Saga menangkapnya dan ganti melemparnya pada wajah Almeer.


" Heii..nggak sopan ribut-ribut didepan makanan.." Mommy Ara menengahi.


" Apa rencana kalian setelah ini?" Tanya mommy Ara pada Binar.


" Pulang saja tante..."


" Nggak mau, Aivy masih mau main sama Maureen kak.." Sahut Aivy.


" Tapi ini sudah malam, waktunya kakak jenguk papa.." Bisik Binar.


" Papanya sakit?" Tanya mommy Ara.


" Tidak tante, hanya lumpuh karena kecelakaan.." Jawab Binar.


" Oh iya, uang buku dan makanannya nanti akan Bin----"


" Halah...nggak usah boy. Santai saja..." Sahut daddy Rangga cepat.


" Terimakasih om..." Ucap Binar tulus.


" Iya boy, Sama-sama. Oh iya besok kami akan ke kebun binatang. Apakah kalian bisa ikut? Maureen pasti senangkan kalau Aivy iku?" Lanjut daddy Rangga.


" Mau...Aivy mau ikut..." Seru Aivy.


" Iya Vy ikut aja, nanti kak Almeer tunjukin burung cantik yang mirip cerewetnya kayak Maureen..."


" Dad..lihat tuh kakak!!" Maureen memeluk lengan daddy Rangga manja.


" Almeer cukup lah mengolok adikmu.." Ucap daddy Rangga pelan.

__ADS_1


" Kalau mau ikut besok kami tunggu di depan hotel Mahabaya pukul delapan pagi.." Ucap Shine.


" Iya, Aivy pasti ikut!!" Sahut Aivy antusias.


__ADS_2