
Entah kesepakatan apa yang dibuat oleh Shinee dan Ayu, hingga kini Shinee bisa bernafas lega dan bersiap untuk membaca ikrar qobulnya.
" Cieee...., ntar malam udah bisa kelonan nih..." Goda Sunny saat mendapati Shinee sudah bersiap dengan jas putihnya.
" Kenapa harus nunggu entar malem, kan dua malam lalu sudah terjadi hal yang lebih dari kelonan, kamu lupa brother??" Sahut Shinee ringan seolah tanpa beban.
"Hahhh????" Sunny membuka mulutnya hingga menganga lebar. Syok!!.
Sumpah!!, Sunny heran dengan adiknya akhir-akhir ini, cara bicaranya kenapa lama-lama ikutan blangsak kayak dirinya.
Sunny akhirnya sadar, rupanya seperti ini rasa hati Shanum saat dia sering berkata-kata vulgar. Iya!! Dia ngaku bahwa ada sedikit rasa tak nyaman saat pertama mendengarnya dari mulut Shinee.
...***...
Semua telah berkumpul di ruang keluarga. Ustadz Abqori, ustadz Hanan dan keluarga mereka telah hadir untuk membantu melancarkan acara pernikahan dadakan yang sederhana malam ini.
Ayu terlihat sangat cantik dengan balutan baju pengantin muslimah yang ada di butik aunty Hana.
Karena tidak sempat lagi untuk mendesain atau menjahitnya, acara begitu serba tiba-tiba.
Sepanjang acara kepala Ayu sama sekali tidak ditegakkan sedikitpun. Gadis itu terus menundukkan kepalanya, membuat beberapa uncle dan aunty merasakan keanehan akan kejanggalan sikap Ayu.
Bahkan beberapa kali mereka harus dibuat terheran-heran saat mendapati Ayu yang menangis dalam diamnya, dan yang terlihat hanya getaran tubuhnya yang terisak-isak.
Dari informasi yang mereka dapat, Shinee ingin menikahi Ayu cepat-cepat karena takut khilaf saat mereka sama-sama berada jauh dari pantauan orang tua.
Tapi yang terlihat saat ini justru seolah-olah Ayu seperti Siti Nurbaya yang dipaksa menikah.
Shinee menyadari tatapan curiga para daddy dan para mommynya.
" Yu..., senyum dikit please.... Setidak-tidaknya saat di foto saja usahakan tersenyumlah...".
" Ayo dong tersenyum...please. Takutnya kelak anak kita mengira ayahnya memaksa bundanya kawin, gimana?" Bisik Shinee di dekat telinga Ayu, bahkan tangannya harus menarik pinggang Ayu agar semakin merapat padanya.
Kesel juga Shinee lama-lama, karena sudah sedari tadi dia meminta Ayu untuk senyum nggak digubris juga.
" Kan emang iya kamu maksa aku!, kan aku nggak mau nikah sama kamu..." Sahut Ayu jutek.
Lagian ngomongin anak pula!, anak siapa?, anak ayam kali....
" Kita udah sepakat kan?, ayo senyum..."
" Nggak!!"
" Senyum Ayu..."
" Nggak mau!!"
" Aku hitung sampai tiga kalau nggak senyum juga jangan salahkan aku jika aku cium kamu didepan semua orang..." Ancam Shinee kesal, sudah habis kesabarannya meladeni gadis ini.
" Satu..., dua....ti----"
Hitungan Shinee berhenti setelah senyum merekah indah dari bibir Ayu yang sangat cantik malam ini.
Acara terus berlanjut, Shinee akan mencolek pinggang Ayu jika gadis itu kembali menunduk atau merengut.
" Oh..., kirain ada apa-apa dengan mereka, ternyata cuma marahan kecil hi...hi...hi...imutnya.. " Narasi aunty Natasya yang sesaat lalu beliau sempat curiga dengan tingkah Ayu.
" Iya loh, aku sempet mengira ada something wrong di acara pernikahan dadakan ini" Sahut mama Vera pula.
" Apa kau tahu?, Sunny sangat iri sampai nangis guling-guling tahu, kenapa adiknya menikah duluan dari pada dia yang udah tunangan..he...he.." Lanjut mama Vera lagi sambil menunjuk Sunny dan Shanum yang berada di sudut ruangan, mojok terus dua-duaan.
" Kok sepertinya Bian mencium sesuatu yang nggak beres ya mmy?" Bisik Bianca pada mmy Azura.
" Husst!!..diam, jangan sok jadi detektif upin dan ipin deh...."
" Ehhh, tapi iya loh mmy. Masak Shinee tiba-tiba merried, padahal Shinee nggak terlihat pernah punya pacar..." Ucap Bianca lagi.
" Mmy dan daddymu juga nggak pacaran kan, tapi kami merried tuh ?" Sahut mmy Azura lagi.
__ADS_1
" Beda!!"
" Apanya yang beda sih Bianca, sudah ahh!! Mmy nggak mau gibahin orang sayang..." Ucap mmy Azura sambil beranjak menyalami kedua pengantin baru yang telah selesai prosesi pernikahan sederhana mereka malam ini.
Pengantin baru itu saat ini berdiri untuk menyalami semua anggota keluarga.
Ayu terus menunduk, seakan diwajahnya ada noda yang menjijikkan dan berusaha dia sembunyikan. Ini sangat berat untuk gadis itu.
Entahlah sampai kapan dia harus merasa dikejar-kejar oleh bayangan kelam malam itu.
Dia akan kembali mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada keluarga barunya saat Shinee mencubit kecil pinggangnya.
Malam sudah sangat larut saat semua undangan dan kerabat pulang ke rumah masing-masing.
Papa, mama Hanggara dan ibu pulang ke rumah adiknya untuk menginap, tepatnya rumah Angkasa.
Angkasa yang baru pulang dugeman sempat terkejut melihat keberadaan mobil omnya ada di carport rumahnya.
Dadanya berdetak luar biasa kerasnya, ketakutan dan bingung harus mengatakan apa jika mereka bertanya Ayu ada dimana.
Karena Angkasa dan dua temanya sudah dua hari ini tidak juga berhasil menemukan keberadaan Ayu.
...***...
Ceklek.
Pintu kamar Shinee terbuka dari luar, tentu Shinee lah yang membukanya.
Mereka menempati kamar lantai satu, karena sudah menikah.
Ayu duduk di tepi ranjang setelah sesaat lalu Shanum dan Alexandria menemaninya.
Jika Shanum mengira mereka menikah setelah surat cinta Ayu yang mendapatkan sambutan dari Shinee. Lain halnya dengan persepsi Alexandria, karena Alexa justru mengira Shinee dan Ayu memang telah lama saling suka dan akhirnya memutuskan menikah karena sama-sama akan menempuh pendidikan di negara yang sama.
" Belum bersih-bersih Yu?" Tanya Shinee canggung.
Lalu duduk bersila di karpet yang biasa dipakai untuk alas sholat tak jauh dari tempat Ayu duduk saat ini.
Shinee bingung juga jadinya, bagaimana harus menghadapi Ayu yang seperti ini.
" Ayu Andira binti Baihaqi, bisa sini sebentar, duduk sini..aku ingin bicara denganmu..." Panggilnya pada Ayu untuk duduk dikarpet bersamanya.
Ayu tersentak kaget, sampai detik inipun Ayu masih belum sangat sadar dengan apa yang terjadi. Semua seba tiba-tiba, semua serba buru-buru, semua serba tak terkendali.
Ayupun berjalan pelan dengan menunduk mendekati Shinee berada, lalu duduk bersimpuh di depan pemuda yang kini berstatus sebagai suaminya itu.
Srett...
Tangan kiri Shinee mengusap kepala Ayu pelan, sementara tangan kanannya menengadah ke atas. Shinee membacakan doa-doa kebaikan untuk kehidupan baru mereka.
Ayu semakin tak bisa menyembunyikan isaknya.
Pria muda di depanya ini adalah pria yang benar-benar baik, akhlaknya patut diacungi jempol.
Tapi sayang, dia harus menjerumuskan pria ini ke neraka...
Tangis Ayu kembali pecah setelah mendapatkan perlakuan manis Shinee di awal kehidupan baru mereka seperti saat ini.
Shinee adalah pria yang terlalu baik untuknya, seandainya alasan pernikahan mereka bukan karena kesalahan malam itu. Tentu malam ini adalah malam yang membahagiakan untuknya.
" Maafkan aku Shinee, kamu harus terjebak di kehidupan yang seharusnya tidak seperti ini. Seharusnya kamu tidak menolongku malam itu. Biarkan saja aku mati gila karena obat itu Shinee hiks...hiks...hiks..."
" Tak seharusnya kamu terseret di kubangan kehidupan yang bagai nera----emmp"
Shinee menutup mulut Ayu dengan telapak tanganya.
" Pernikahan adalah sunah rosul Ayu, tidak ada istilah menikah adalah neraka walau bagaimanapun alasan akan pernikahan itu.." Ucap Shinee.
" Mungkin belum ada cinta yang manis diantara kita untuk sekarang ini Yu, tapi bukankah ada baiknya kita coba..."
__ADS_1
" Ingat Ayu, ingat baik-baik olehmu..."
"Aku Narendra Shinee Marvelino, hanya akan menikahi satu wanita, menyentuh satu wanita dan mencintai satu wanita. Yang pertama dan kedua sudah terlewati. Kita masih bisa berusaha bersama-sama mewujudkan yang ketiga."
"Jadi Ayu Adira binti Baihaqi, jangan coba-coba bertingkah untuk menghancurkan ikatan suci ini..." Ucap Shinee tegas dan lugas.
" Satu lagi, jangan terus menyembunyikan wajahmu dariku, karena dalam hal ini akulah yang bersalah!!. Kamu adalah korban malam itu. Dan aku sadar seribu kali sadar saat menyerahkan sendiri tubuhku padamu "
Dan apa kau tahu?, akupun dengan curangnya ikut terlena saat itu Ayu...
"Jadi aku tekankan sekali lagi. Kamu korban!!, jangan terus menyalahkan dirimu sendiri..." Ucap Shinee lagi kali ini lebih tegas dari sebelumnya.
Ayah yang sejak tadi berdiri di depan pintu yang masih terbuka sedikit tercengang mendengar pembicaraan putra dan menantunya.
Sebenarnya ayah datang untuk menyerahkan surat nikah yang bisa langsung terbit hari ini.
Dan ini semua tentu saja dari kuasa uang, ada uang maka semua urusan akan licin seperti belut.
Tapi rupanya beliau harus mendengar kenyataan yang membuat ayah sedikit mulai mencurigai sesuatu.
Dengan gerakan pelan ayah mundur alon-alon dan langsung mengeluarkan ponselnya.
" Brother, tolong cek CCTV area kamar Sunshine dimalam pertunangan kemarin...."
...***...
Jika setelah pernikahan yang ditunggu sepasang pengantin adalah malam pertama, tapi jangan harapkan itu dari kedua sejoli ini.
Si wanita yang mungil tidur di sofa dekat jendela, sedangkan si pria tidur meringkuk di ranjang yang super lebar bahkan mungkin bisa menampung 5 orang dewasa sekaligus.
Kenapa bisa begitu?, karena inilah kesepakatannya.
Lebih tepatnya kesepakatan yang dibuat oleh Ayu secara sepihak.
Dia tetap akan melanjutkan pernikahan ini dengan syarat Shinee tidak boleh mencampuri seluruh privasinya.
Ayu juga tidak harus mendapatkan hak atau kewajibannya sebagai istri Shinee, begitupun sebaliknya.
Ayu terlihat begitu nyenyak, mungkin menangis dua hari ini membuatnya banyak mengeluarkan tenaga ekstra. Fisiknya mungkin tidak sakit, tapi mentalnya hancur lebur tak terbentuk lagi.
Shinee yang sebenarnya belum tidur, mencoba menoleh ke belakang, menatap Ayu yang berada di seberang ranjangnya.
Perlahan-lahan pria muda berusia 19 tahun itu menuruni ranjang dan melangkah ke arah Ayu.
Jangan dikira selama ini Shinee baik-baik saja, Shineepun sama hancurnya seperti Ayu. Diapun sama!, dia juga tidak lagi bisa menatap wajah Ayu seperti duhulu.
Karena setiap kali Shinee menatap Ayu sedikit lama, yang ada justru bayangan wajah Ayu yang memerah dan begitu seksi saat bergerak-gerak diatasnya malam itu.
Dia gue pindah aja ke kasur atau gimana ya?
Duh!!, marah nggak ya kalau gue pindahin..
Tapi kalau disini kan nggak nyaman di Ayu..
Nggak usah deh..., ntar malah ngamuk..
Eh tapi kan kasihan..
Setelah berperang dengan setan merah dan malaikat putih dalam imajinasi Shinee.
Maka pria muda itupun mengambil keputusan untuk mengangkat Ayu ke kasur. Diangkatnya gadis itu dengan pelan agar tidak mengganggu kenyamanannya.
Lalu diletakkan juga dengan begitu pelan dan terlihat Ayu sedikit lega. Shinee lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Ayu yang entah mengapa membuatnya tiba-tiba menjadi gelisah.
Lagi, Shinee kini mematung di depan ranjang. Bingung antara mau tidur seranjang dengan Ayu, atau tidur di sofa. Tapi sofa kamarnya terlihat tidak muat untuk tubuhnya.
Shinee masih bingung untuk mengambil keputusan sementara sudah puluhan kali dia menguap karena benar-benar sudah sangat mengantuk.
" Disini aja lah bentaran, ntar kalau sudah mau subuh gue baru pindah ke sofa..." Gumam Shinee dengan mata yang mulai terpejam dan membaringkan dirinya di samping Ayu Andira, istrinya.
...πΉ...
__ADS_1