BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Finally..


__ADS_3

Sunny masih saja lelap dalam tidurnya, penat tubuh dan fikiran saat ini membuatnya benar-benar tepar.


Sudah dua jam lebih, pria muda itu masih juga betah berteman dengan mimpinya. Sementara di lantai satu dalam apartemen nya saat ini, dua orang sedang celingak-celinguk bingung.


" Sepertinya apartemen ini kosong.." Ucap Shanum mulai meragu.


Salamnya barusan tidak ada yang menyahuti, juga rumah yang nampak lengang seperti tanpa penghuni.


Saga juga terlihat sedikit ragu pada akhirnya, kemana kakak iparnya saat ini, rumah terlihat terbengkalai akan tetapi tetap bersih dan terawat.


Mata Saga yang yang tajam saat ini mulai memindai sekeliling. Tatapannya jatuh pada sebuah ransel yang tergeletak disisi tangga.



Otaknya yang jenius langsung connect, mungkin kakak iparnya baru pulang tugas, dan mungkin juga saat ini sedang keluar entah kemana.


" Mungkin brothy sedang keluar kak, atau masih dikamarnya, melihat ransel yang masih tergeletak disitu, tidak menutup kemungkinan brothy baru pulang tugas..." Ucapnya yakin.


Shanum ikut menatap pada ransel tersebut, rasa damai dan tenang kini mulai menghangatkan hatinya.


" Mending sekarang kak Sha bersihin kamar tamu dulu deh, pegel ini tangan Saga gendong Prince. Udah mau patah ini..." Rutuk Saga.


Shanum tersenyum simpul menatap Saga, lalu mulai membuka pintu disampingnya saat ini.


Shanum mulai menarik sprei, lalu menggantinya dengan yang bersih dari dalam almari.


Dan dengan cepat Saga menurunkan Prince keatas ranjang, lenganya benar-benar terasa kebas karena pegal.


" Huffttt..., ya Tuhan ponakan gue udah sangat berat sekarang. Gila!!! Sampek keram begini lengan gue..." Keluh Saga sambil memijit lenganya dan berjalan menuju kamar mandi.


Tapi sebelum menutup pintu, Saga melirik kakaknya yang malah duduk di sofa tak jauh dari ranjang.


" Kak Sha ngapain disini?, bawa koper kakak ke atas sana gih!!!, kamar utama pasti ada diatas kan?. Coba cek dulu kesana, barangkali brothy lagi ngapain gitu.... Atau jangan bilang kak Sha mau tidur disini juga bareng Saga??, Dihhh ogah Saga!!!" Ketus Saga seraya menutup pintu.


Shanum terpaku sesaat, tapi selanjutnya diapun perlahan berdiri dan menggeret kopernya menuju kamar utama dilantai atas. Kamar Sunny pasti disana bukan?.


Sesampai diatas Shanum kembali terpaku didepan pintu, pintu kamar tidak tertutup sempurna, tampak ujung kaki seseorang yang tengah berbaring diatas ranjang.


Shanum mendorong pintu dengan perlahan untuk membukanya lebih lebar.


Sunny, suami yang dirindukanya selama ini tergeletak lelap dalam tidurnya. Seperti biasa, kedua anak-anak Marvel tidak ada yang bisa tidur lengkap dengan baju, alias pasti bertelanjang dada, begitupun Sunny saat ini.


Shanum menatap lekat pria tampan yang sedang terlelap dihadapannya saat ini. Pria yang selalu dirindukanya siang dan malam. Pria yang selalu membersamai do'a-do'anya. Pria yang berjuang untung kelangsungan hidupnya dan juga Prince, putra mereka.


Air mata jatuh berderai dipipinya, dihampirinya perlahan-lahan. Shanum duduk disisi ranjang, ditatapnya lekat raut lelah yang tercetak jelas diwajah Sunnynya saat ini. Bulu-bulu halus mulai tumbuh di rahang tegas milik suaminya, mungkin benar kata Saga, suaminya baru pulang tugas.


Disentuhnya perlahan pundak polos itu perlahan.


" Yang...." panggil Shanum lembut, di guncangnya sedikit pundak kekar itu.


" Emmhhh...." Lenguhan Sunny terdengar parau.


Tapi bukanya bangun, Sunny malah merubah posisinya menjadi tengkurap.



" Yang...dzuhur sudah mau habis. Sudah sholat belum?" Bisik Shanum ditelinga Sunny.


" Emmhhh sudah.., bentar babe...lima menit lagi" Sahut Sunny serak.


Tapi beberapa detik berikutnya matanya langsung terbuka, kepalanya terangkat menatap sekeliling dengan matanya yang masih memerah.


Akhirnya tatapannya tertuju pada bidadarinya yang saat ini duduk di sisi tempat tidurnya.


Sunny mengucek matanya beberapa kali, dia sering mendapati halusinasi seperti ini. Halusinasi yang akan selalu hadir saat dirinya benar-benar didera rasa rindu yang begitu hebat.


Sialnya saat ini pun Sunny menganggapnya begitu, dia menganggap bahwa istrinya yang berada dikamarnya saat ini adalah halusinasinya semata.

__ADS_1


Sunny kembali membaringkan tubuhnya, semakin membuat posisi ternyaman untuknya melanjutkan tidurnya. Sementara Shanum hanya tersenyum tipis melihat tingkah Sunny.


Saga hendak mengetuk pintu, tapi matanya dapat melihat keberadaan kakak iparnya yang sedang tidur dan kak Shanya yang sedang berusaha membangunkan.


" Kak..." Panggil Saga lirih didepan pintu.


Shanum menoleh sesaat, lalu meletakkan telunjuknya di depan bibirnya, dan segera berjalan menuju pintu dimana Saga berada.


" Jadi ternyata brothy ada di rumah, gila tidurnya udah mirip kebo aja dia!!" Sindir Saga.


" Husttt, brothymu capek tahu!!" Sahut Shanum.


" Ada apa? Apa Prince bangun" Tanya Shanum selanjutnya.


" Nggak sih. Dia sepertinya akan nyenyak, Prince terlalu antusias sejak subuh, bahkan selama perjalanan tidak tidur sama sekali kan.." Ucap Saga.


"Btw kak, Saga ngga menuin apa-apa di kulkas untuk makan siang. Saga turun ke store dulu mencari bahan masakan, kakak tolong turun dulu jagain Prince, takut dia nangis..." Lanjut Saga.


Shanum menoleh sesaat pada Sunny yang masih begitu lelap.


" Ya, kakak akan segera turun.." Ucap Shanum selanjutnya.


...**...


Hidung mancung Sunny bergerak-gerak saat aroma harum masakan menusuk masuk indera penciumanya.


Bau pedas manis gurih semakin tercium nyata saat kini matanya terbuka sempurna.


" Aroma masakan Indonesia?, ditempat seperti ini?" Gumamnya heran.


" Akkhhh geli uncle, ha..ha...ampun uncle, ini geli ha..ha..."


Degh!!


Sunny semakin mempertajam pendengarannya dengan seksama.


Suara anak kecil yang sedang tertawa-tawa terdengar nyata. Suaranya begitu jelas terdengar, seolah begitu dekat.


Lagi, suara anak kecil itu terdengar lagi, membuat Sunny segera bangkit dari pembaringanya. Sesaat pria muda itu termangu ditempatnya berdiri.


Prince??


Itu suara Prince...


Sunny masih kebingungan dengan keadaannya saat ini.


Ahh, mungkin aku terbawa perasaan..


Mungkin aku terlalu rindu..


Tanganya menyambar ponsel yang ada disamping ranjang, dan lalu menempelkan pada telinganya.


Suara nada sambung terdengar begitu dekat.


" Hii daddy, are you wakeup already?" Suara Prince begitu jelas terdengar.


" Emmhh, yeahh---"


" Really? baiklah Prince kesitu ya.." Sambar Prince cepat.


Bahkan sampai memotong ucapan Sunny, lalu segera menutup sambungan telpon dan mulai berlari ke atas tangga.


" What???, apa katanya?" Kini Sunny semakin bingung.


Tapi saat kebingungan itu belum terjawab, seorang balita tampan telah berdiri didepan pintu kamarnya.


__ADS_1


" Daddy!!!" Seru Prince nyaring, lalu berlari menghambur kearah sang daddy.


Degh!!


Lagi, dada Sunny bagai terasa meledak saat itu juga.


" Prince, it's really you?" Tanya Sunny gagap.


" Sure, I'm really Prince..." Sahut sang putra.


Hahhh...


Jadi yang tadi beneran bini gue..


God!!, jadi beneran anak bini gue ada disini?


Dalam keadaan ambigunya, tanpa sengaja mata Sunny menatap koper yang terbuka di sofa kamarnya. Baju-baju Shanum masih tersusun rapi didalam koper itu.


Jadi beneran ini nyata..


Gue nggak lagi halusinasi kan?


" Auuwww daddy sakit pipi Prince, kenapa cubit!!, Prince salah apa!!" Protes Prince saat Sunny mencubit pipi Prince demi memastikan keberadaan putranya saat ini nyata atau hanya khayalan dirinya.


" Ahhh ha..ha..ha..., sorry my son. Daddy hanya ingin memastikan. Kamu beneran Princenya daddy atau bukan.." Ucap Sunny disertai cengiran khasnya.


Senyum manisnya terluas dari bibir merah muda miliknya.


Ciuman kini bertubi-tubi menghujani pipi gembul milik Prince sambil Sunny melangkahkan kakinya keluar kamar.


Mommy Prince yang tadi dianggapnya hanya khayalan pasti sedang menunggunya dibawah.


Duh gila!!, dada gue rasanya ingin meledak.


Jadi benaran bidadari tadi itu bini gue??


Shhitt!!, dia semakin cantik aja!, duh bikin gue nggak tahan pengen cepet-cepet ganti oli.


Ada rasa berdebar hebat saat kakinya menapaki satu persatu tangga menuju lantai bawah. Apalagi siluet wanita tercintanya terlihat sedang berkutat di dapur saat ini.


" Brothy, apa kabar?" Sapa Saga yang muncul dari kamar tamu.


" Akkhh Saga!! Oh my God, kalian berhasil kali ini. Surprise kalian benar-benar membuatku shock, tapi...thanks you very much for this..." Ucap Sunny tulus.


Dipeluknya adik iparnya itu dengan masih ada Prince di gendongannya.


" Auuww daddy, Prince kepencet ini..." Seru Prince dengan bibir mengerucut gemas.


Sementara Saga dan Sunny justru tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi lucu yang diperlihatkan oleh Prince saat ini.


Shanum muncul dari arah dapur..., kedua mata pasutri itu saling tatap penuh kerinduan. Saga paham akan situasi ini, pemuda tampan itu segera mengambil alih Prince dari gendongan Sunny.


" Uncle tadi ada liat toko es krim tak jauh dari sini, Prince mau coba nggak?" Bisik Saga.


Mendengar kata es krim tentu atensi Prince langsung teralihkan. Matanya berbinar-binar tak sabar menikmati rasa manis dan dinginya dessert kesukaannya itu segera.


Mereka berduapun pamit untuk keluar, Saga sengaja memberikan ruang untuk sepasang suami istri itu meluapkan rasa rindu mereka tanpa ada gangguan.


Glep...


Pintu apartemen kini telah tertutup, sepasang pasutri itu kini hanya berdua saja di apartemen tersebut.


Mereka sama-sama hanya terdiam ditempatnya masing-masing, hanya saling tatap tanpa ucapan yang keluar dari bibir salah satunya.


" Yang...apa kab---emmphhh.."


Shanum tak mampu meneruskan ucapannya.

__ADS_1


Bibir kenyal Sunny telah membungkamnya dengan lembut.


" I miss you babe, I miss you so much..." Bisik Sunny di sela-sela ciuman mereka yang semakin menggebu.


__ADS_2