
Kamar yang begitu indah, bunga Sakura bertebaran dari mulai depan pintu hingga memenuhi lantai ruangan.
Diatas langit-langit juga terdapat rangkaian Tabebuya dan Sakura yang dihias sebegitu rupa.
Indah, sangat indah. Tapi sayang...itu semua tak berarti lagi.
Sunny dan Shanum sama-sama terpaku di depan pintu. Harusnya malam ini adalah malam mereka berdua, harusnya semua keindahan ini membersamai kebahagiaan mereka.
Lihatlah, bagaimana uncle dan aunty mereka menyiapkan sedemikian rupa, menghias kamar dengan sebegitu indahnya dan penuh cinta kasih.
Shanum melangkah menuju ranjang pengantin yang penuh akan kado dan hantaran, lalu duduk dibibir ranjang.
" Hiks..hiks...hiks..." Isaknya begitu memilukan. Kedua telapak tangannya menutupi wajahnya.
Hampir dua malam para adik-adiknya selalu tidur kemalaman demi menyelesaikan membungkus hantaran itu, tapi lihatlah akhirnya...
Bruk...
" Sayang maafkan aku....." Bisik Sunny dengan menjatuhkan tubuhnya dibawah kaki Shanum.
" Sayang sumpah sayang, aku tidak bersamanya. Aku tidak mengenalnya! Sumpah! Demi Allah....." Sunny meletakkan dagunya di pangkuan Shanum.
" Aku ingin percaya padamu, ingin..... Bahkan aku terus mengajak hatiku untuk menolak mempercayainya Sunn. Tapi bukti menunjukkan semua..... Kau mengkhianati aku Sunn....hiks...hiks..." Shanum menutup wajahnya dengan ujung jilbabnya.
" Sayang, sayang, dengar! Kau dengar apa yang Roy bilang kan?. Itulah kebenarannya....Aku tidak mengenalnya! Sama sekali..." Sunny perlahan-lahan menarik ujung jilbab itu. Dan terbukalah wajah cantik yang sedari tadi bersembunyi dibalik tangisan.
MashaAllah cantiknya...
Ini Shanum aku kan?
Ini calon istriku kan?
Sunny tidak bisa membiarkan kekasihnya terus salah paham, dia bertekat untuk membongkar fitnah ini.
"Percayalah padaku, aku tidak akan bisa dan tidak akan mungkin bisa bersama siapapun. Aku cinta mati sama kamu Sha, cuma kamu..... Aku akan buktikan sayang...aku bersumpah akan membuktikan bahwa itu semua hanya fitnah.." Sunny meraih kedua tangan Shanum dan dikuncinya rapat. Dikecupinya dengan sepenuh rasa.
" Aku ini Sunny, Manggala Sunnymu.., aku tidak akan mungkin mengkhianatimu, apalagi selingkuh. Aku tidak tertarik oleh gadis lain yang seseksi apapun dia!, seputih apapun dia!, semontok apapun dia!. Biar dadanya sebesar bola basketpun aku enggak tertarik!, biar bodynya mirip gitar spayolpun aku nggak lirik!!, aku maunya kamu yang....Shanumku....!"
" Shanum yang selalu membuatku gelisah bila dekat denganya. Shanum yang selalu membuatku on fire, Shanum yang hanya memakai pakaian pendek saja langsung membuat batangku tegak--"
" Haisshh!!, batang apa!, udah jangan diperjelas kali akhhh!!" Sahut Shanum grogi, wajahnya memerah padam karena begitu malu.
" Tapi itu bener yang, itulah kenyataannya...Sumpah!"
" Beneran? " Tanya Shanum
" Benarlah sayang..., kapan Sunny bohong!" Sahut Sunny tegas
" Cius??"
" Ciuuuuusss yang, MashaAllah..."
" Mi apa?" Tanya Shanum lagi.
" Mi kuah yang, mi bihun, mi kriting, mi goreng, Miyabi ju-- ehhh upss!!" Sunny buru-buru menepuk bibirnya kembali.
" Apa!!!, kamu suka nontonin dia ya?. Yang???, ya ampun yang kamu ini!!!" Shanum menjewer telinga Sunny saking emosinya.
Kesel banget gadis itu, ngakunya aja nggak berkhianat dan nggak selingkuh!!, tapi nontonin Miyabi??
Trus apa namanya itu?
" Aha..ha..ha...ampun...sakit!!, lepas yang...entar putus gimana?, masa suamimu nggak punya kuping ha..ha..ha..."
Brugh
Sunny meraih Shanum dalam dekapannya, rindunya sudah mendidih.
" Beri aku kesempatan untuk mengumpulkan buktinya sayang, dan tolong jangan tatap aku dengan rasa benci seperti tadi. Aku tidak akan sanggup melihatnya, aku berasa ingin bunuh diri kan jadinya..." Sunny mengetuk-ngetukkan keningnya di pundak Shanum.
" Tuh omongannya mulai yang nggak-nggak lagi deh!, nggak kapok apa kamu? Sampai bikin Saga, Saka dan Rasya salah paham gitu.." Sambar Shanum.
__ADS_1
Ingin rasanya ia mengelus rambut Sunny, tapi entahlah, masih ada rasa yang mengganjal di hatinya.
" Duhh..ini mulut kenapa sering nggak terkontrol sih ya Ampun.....!!.
Puk
Puk
Puk
Sanny menepukin bibirnya sendiri gemas. Diliriknya mata Shanum yang ternyata juga sedang meliriknya.
" Harusnya malam ini kita unboxing di sini ya nggak si yang.." Bisiknya lirih dengan wajah yang berada tepat di depan wajah Shanum.
" Aauk ah.." Balas Shanum grogi.
" Harusnya malam ini kamu juga udah kenalan dengan belut aku.." Bisik Sunny lagi, kali ini matanya telah terpejam dan mulai maju kedepan.
" Cih!!, belut udah bekas aja dibanggain!" Shanum yang grogi sedikit mendorong tubuh Sunny menjauh.
" Hey nggak ada!! Aku jaga ini buat kamu tau! Punyaku masih fresh kali yang, nggak ada bekas-bekas!, enak aja!" Seru Sunny.
" Bohong!!"
" Nggak ada bohong-bohong sayang!, serius aku yang....bener aku tuh yang!, aku jaga baik-baik buat kamu.."
Tok..tok..
" Sunny, Shanum dipanggil kembali ke ruang baca..." Suara mommy Ara mengagetkan keduanya.
Keluarga besar sudah berembuk, mereka tetap akan menyelenggarakan resepsi besok sesuai jadwal.
Bahkan mereka telah menghubungi penghulu dan uncle Hanan untuk melakukan acara akad nikah ba'da subuh besok dengan tertutup.
Dengan tidak mengikuti skenario dari pengacau itu mereka berharap bisa mengagalkan rencana busuk mereka.
" Dengan begini wanita itu akan muncul, dan kita bisa tahu apa motifnya dibalik ini.." Ucap kakek Syahril.
" Karena ini jelas mencurigakan, jika dia menang tidak mengharapkan pertanggungjawaban Sunny kenapa dia tidak menghubungi Sunny saja. Kenapa harus ke Shanum? Dari sini saja udah nggak beres ya kan Vin?" Tanya ayah.
" Dan lagi, jika tidak ada niat lain. Kenapa dia harus datang tepat saat acara baru akan dimulai?" Sahut Arnov
" Jelas semua ini tujuannya menjatuhkan mental Shanum. Dari awal memang sasarannya adalah Shanum. Mereka tidak bisa menyerang Sunny lalu berbelok ke Shanum karena Shanumlah kelemahanmu Son..." Ayah mencoba mengambil kesimpulan.
" Sunny adalah pengusaha sukses yang sedang naik daun. Banyak pesaing bisnis yang ingin menggaetnya, dan mereka melakukan cara curang untuk saling menjatuhkan. Bisa jadi ini ulah mereka untuk bisa meloloskan rencana mereka " Ucap uncle Gama.
" Lihat saja ini..., hanya karena gagalnya ijab qobul semalam saja saham Al Ghifari, Syahril, SS, dan Sunshine anjlok semua.." Uncle Gama menshare data yang diperolehnya ke ponsel para uncle.
" Kegaduhan ini tidak hanya ditujukan untuk menghancurkan pernikahan Sunny dan Shanum, tapi bertujuan ganda!. Mereka juga ingin menghancurkan corporate kita" Sahut kakek buyut.
" Perusahaan siapa yang akhir-akhir ini kamu ganggu Nanda Marvelino!!" Bentak kakek Syahril setelah berfikir beberapa saat.
" Iya Vel, coba ingat-ingat barangkali ini ada kaitannya..." Sambung uncle Gama lagi.
" Eemmmm, yang benar-benar hancur hanya Daar entertainment." Jawab ayah santai seolah tanpa beban sama sekali.
" Milik Bams Waluyo?, papanya Crystal??" Tanya papa Sanjaya.
" Betul" Sahut ayah tenang.
" Crystal?, dia bukanya yang menyebarkan isu kalau Sunny kita ini gigolo!!" Tanya uncle Lenox.
" Cih!! Ya nggak usah dipertegas gitu lah uncle ya Ampun!, lagian bukan gigolo!!, tapi cowok sewaan.." Seru Sunny kesal.
" Sama ajalah!, beda kalimat sama arti!!" Sahut uncle Lenox.
" Duuhhh, Lele Bayclin bikin gue kesel lama-lama..." Geram Sunny.
" Oh baiklah-baiklah, jadi bisa kita tarik kesimpulan disini.., bahwa semua ini ada benang merahnya..." Uncle Denis dengan mengetuk-ngetukkan pena di dagunya.
Rencana-rencana licik mulai berseliweran di benaknya.
" Okey!! kita tetap lakukan rencana awal. Ijab qobul selepas Subuh dan resepsi pukul sepuluh... Mari kita lempar jorang! pancing ikan! Dan bakar!" Serunya lagi dengan antusias dan dianggugin oleh yang lain.
__ADS_1
Sunny melirik Shanum yang juga meliriknya.
Haahhh leganya...
Akhirnya penantianku datang juga...
Tak masalah malam ini tidak jadi unboxing...
Lihat saja besok...akan aku buat kamu menjerit-jerit yang...
Eh tapi!!
Duh!!, cari bukti dulu nih..
Bisa gagal nih kalo belum dapat buktinya...
" Ayo nak kita balik..." Ucap kakek pada Sunny.
Sunny gelagapan tak percaya.
" Apa?, ini udah lewat tengah malam kek, tidur sini sajalah..." Tolak Sunny.
" Iya yah, kita semua menginap disini saja.." Sahut uncle Brian.
Kakek Syahril terlihat berfikir sejenak, lalu melirik bu Sasti dan dianggukin oleh beliau.
" Ya udah deh, ayok yang..sudah pusing kepalaku ini..." Kakek Syahril menarik tangan bu Sasti untuk meninggalkan ruang baca terlebih dulu. Di susul mommy Ara dan daddy Rangga yang memapah kakek buyut lalu yang lain mulai ikut beranjak.
" Shanum malam ini bobok sama bunda yuk..." Bunda menarik kedua tangan Shanum agar berdiri dan dianggukin oleh gadis itu.
" Sunny juga bobok sama bunda kalau git--"
" No!!, nggak boleh!, jangan sekali-kali kamu tidur dengan istriku son!!" Bentak ayah.
" Yaelah tuan Marvel, istri anda itu bunda saya kalau anda lupa.." Balas Sunny.
" Iya emang!, tapi aku tidak rela istriku tidur denganmu!!"
" Astaghfirullah ayah..., besok itu aku udah jadi suaminya Sha, entah kapan lagi aku bisa bobok sama bundaku!, dihhh posesif amat sih sama istri pak Marvel ini..." Ucap Sunny kesal.
" Yeee, belum tau aja kamu rasanya!. Coba nanti kamu rasakan sendiri jika Sha tidur barengan Saga dan Saka!"
" Diihh sorry!! Nggak boleh dong!!" Seru Sunny.
" Tuhh kan!! sama dong!!" Sahut ayah.
" Tapi ayah, aku ini anakmu!!"
" Nah emang anakku!, emang siapa bilang kamu anak pungut!!" Balas ayah Marvel lagi.
" Udah- udah...nggak ada habisnya kalian ini!. Sunny, Shanum tidur sama aku dan Vera malam ini..ada yang ingin aku bicarakan dengan mereka..." Bunda Dian menengahi keributan ayah dan anak yang tidak ada habisnya ini.
" Oke kalau gitu kita tidur berdua saja Vin, ada yang ingin kusampaikan juga padamu..." Ayah Marvel akhirnya mengalah, tanganya langsung melingkar dibahu papa Vino. Dan mereka berduapun melangkah menuju kamar di paviliun samping.
Kini mereka telah berada di kamar yang memang cukup untuk dua orang, keduanya bergantian untuk membersihkan diri lalu selanjutnya sholat isya yang teramat sangat terlambat.
Papa Vino akhirnya selesai juga dengan rutinitas dzikir dan doannya yang begitu panjang. Lalu mulai berbaring di samping ayah yang memang telah merebahkan badannya sejak tadi.
" Vin..." Panggil ayah.
" Ya brothy..." Jawab papa Vino dengan beringsut memiringkan badanya menghadap ayah Marvel.
" Vin, aku mohon terimalah putraku apa adanya, dia memang seperti itu karena kesalahanku yang tidak mampu mendidiknya dengan baik.."
" Kau tahu sendiri aku dan Brian adalah anak-anak korban perceraian orang tua. Jika Brian tumbuh menjadi pria yang santun dan lembut, itu karena dia bersama bundaku. Dan aku yang seperti ini karena harus besar ditangan ayahku yang tahunya hanya kantor!, kantor! dan kantor!."
" Sunny juga kebetulan menuruni 99,9% gen blangsak miliku. Aku bisa apa Vin?, semua sudah terjadi...jika kau ingin mempertanyakan karakter putraku yang minus itu semua karena aku. Salahkah saja aku..."
" Aku minta maaf padamu Vin, tidak bisa mewujudkan calon suami ideal untuk putrimu pada diri putraku..."
" Sudahlah brothy, diluar ke blangsakan Sunny, masih banyak sisi kebaikan pada dirinya yang bisa dibanggakan. Awalnya memang aku sempat kesal dia beberapa kali memanjat balkon Sha selama aku tidak ada dirumah!, tapi setelah tahu cerita sebenarnya bahwa dia hanya menjaga Sha dan hanya tidur dilantai, aku pun akhirnya paham. Bahwa yang dilakukan hanya sebatas pembuktian rasa cinta...."
__ADS_1
...***...