
Seorang pria muda dengan ransel di punggungnya berlarian menuju pintu keluar di bandara Massachusetts, USA.
Pria muda dengan kaca mata hitam yang nangkring manis di hidung mancungnya itu langsung menyetop taxi untuk membawanya ke alamat yang tertulis di secarik kertas.
" Aku datang sayangku..., Shanumku...., tunggu aku..."
Yap!! Pria muda itu adalah Manggala Sunny Marvelino Putra.
Dua bulan yang ditunggunya dengan tidak sabar itu akhirnya datang. Dan saat ini taxi sedang membawanya menuju apartemen dimana adik kembarnya dan calon istrinya itu tinggal.
Sunny mengigit-gigit kepalan tangannya karena begitu grogi. Hampir tiga tahun dia tidak bertemu secara fisik dengan penguasa hatinya itu.
Bagaimana dia harus bersikap kelak saat mereka berhadapan, sementara rindu sudah menganak gunung, bahkan puncak gunungnya saja sudah berasap ingin sekali meledak.
" Ya Tuhan, bagaimana ini...gue takut nggak bisa nahan diri. Gue takut langsung nerkam dia saking nggak kuatnya! Iiiahhh!!! " Geraman Sunny.
Entah kenapa dia begitu gemas pada hatinya sendiri.
Sunny terus-terusan bergerak gelisah dan tidak tenang. Jantungnya terpompa begitu kencang saat taxi telah berhenti di alamat yang dituju.
Bangunan yang berdiri gagah didepannya saat ini adalah tempat calon istrinya tinggal selama hampir tiga tahun ini.
Setelah memantapkan hati, pemuda itu melangkah dengan gagah menuju unit yang tertera di kertas yang berada dalam genggaman tangannya yang berkeringat dingin.
Sunny hanya akan gemetaran dan berkeringat dingin seperti ini jika itu selalu berhubungan dengan Shanumnya.
Sunny adalah sang Singa Sandhurst, julukan itu tidak main-main di dapatkannya. Perlu perjuangan sulit untuk menjadi The Sandhurst Lion, dan Sunny mampu mendapatkan gelar itu dengan usahanya yang luar biasa.
Tapi lihatlah keadaannya saat ini. Sang singa itu begitu grogi dan canggung saat harus menekankan bel pintu apartemen yang ditujunya.
Tett...tett...
Bunyi bel pintu mengagetkan Ayu yang sedang menyiapkan makan siang untuk dirinya sendiri.
" Emmm?, siapa ya?, Shinee?, nggak mungkin. Dia kan baru pergi.... Aya juga nggak mungkin, dia nggak perlu pencet bel kali..." Gumam Ayu sambil melangkah menuju pintu.
Klek..klek...
Pintu terbuka dari dalam, menampilkan gadis mungil dengan perut yang sedikit membuncit. Sedangkan diluar pintu, Sunny tersenyum manis menatap adik iparnya itu.
" Hey adik ipar, apa kabar?" Sapanya manis.
" Bin!!! Wahhhhh Binar!!!....ya Tuhan ini beneran kamu..?." Seru Ayu histeris.
" Iya dong ini gue..., nggak disuruh masuk nih?" Tanyanya kocak.
Grebb!!
Mereka saling berpelukan, melepas rindu yang ada.
" Aku perlu cium tangan kamu nggak sebagai baktiku selaku adik ipar?" Tanya Ayu konyol.
" Ciihh!! Apaan lo!! " Sunny justru mentoyor kening Ayu gemas.
" Ahh iya langsung bawa ke kamar tamu aja ransel kamu Bin, atau ke kamar Aya aja ha...ha..ha......" Goda Ayu yang justru mendapat pelototan dari Sunny.
Ayu semakin menyengir lucu lalu bergegas berlari ke dapur untuk menyiapkan minum kakak iparnya ini.
" Hey Ayu!! Jangan lari-larian!!" Teriak Sunny khawatir.
Sementara Ayu hanya mengacungkan jari jempolnya saja.
Sunny mengamati apartement ini untuk beberapa saat, satu kamar disisi bawah tangga begitu menarik perhatiannya. Gantungan bunga matahari besar tersemat rapi di depan pintu. Dan dia langsung tahu, itu adalah kamar Shanumnya.
" Dia nggak ada, tadi pamit sebentar untuk beli keperluanya yang kebetulan sudah habis, mungkin sebentar lagi balik, dia udah keluar sejam yang lalu juga sih...." Ucap Ayu, di tangannya terdapat nampan berisi jus jeruk dingin untuk Sunny.
" Minum Bin..."
" Ahh, iya makasih. Dia keluar sendiri?" Tanya Sunny.
" Nggak sih. Dia pergi sama temannya, si Reva sama-sama mahasiswa dari Indonesia.." Jawab Ayu.
" Oh, cewek ya? " Tanya Sunny lagi, tangannya meraih jus jeruk yang berada di meja.
" Namanya aja Revaldi, ya cowok lah!!" Sahut Ayu.
" Ukkhh...uhuk...uhuk...uhuk..., apa katamu?, cowok? Sha pergi dengan cowok!. Akkhh Sialan!!! Dia kemana biar gue jemput!!" Teriak Sunny frustasi.
__ADS_1
" Nggak usah dong, bentar lagi juga pulang kok!, lagian Reva juga udah ada pacar kali Bin, mereka pergi bertiga juga. Ihhh kamu ini posesif amat sih!!" Seru Ayu, dia sempet kaget juga melihat kemarahan Sunny barusan.
" Ohh...gitu, syukurlah.." Sunny mengusap dadanya pelan.
Dan Ayu hanya tersenyum kecil melihat tingkah Sunny yang begitu bucin pada sahabatnya. Rupanya sifat kembar ini ada kesamaannya juga ternyata.
Mereka sama-sama bucin jika sudah jatuh cinta, dan memiliki kesetiaan yang tinggi pada satu pasanganya.
Beruntunglah aku...bisa mendapatkan orang seperti Shinee..
Dan beruntunglah kamu Aya..., bisa memiliki orang seperti Sunny.
" Udah berapa bulan?" Tanyanya saat menatap perut Ayu yang menonjol saat duduk.
" Tiga bulan, dia terlihat besar karena kami mendapatkan kembar.." Ucapnya gelagapan karena melamun.
Tapi tak lama senyum Ayu begitu berseri-seri saat mengingat bagaimana Shinee begitu memanjakannya akhir-akhir ini.
" Alhamdulillah..." Syukur Sunny.
" Apa kau sudah tahu Yu? Dua hari lagi kita pulang, sebaiknya segera urus barang-barang yang akan dibawa. Aku juga sudah urus semua tiketnya"
"Soalnya minggu depan aku dan Sha akan menikah, sekalian acara resepsi untuk kalian juga...." Lanjut Sunny.
" HAHHH!! APA!!" Seru Ayu kaget.
" Tapi Aya sepertinya nggak tahu apa-apa loh Bin tentang ini.." Ucap Ayu cepat.
" Sha memang nggak tahu, tapi semua keluarga sudah tahu. Shinee juga sudah dikabarin kok, di juga udah tahu .." Ucap Sunny sambil tertawa kecil saat melihat reaksi Ayu yang begitu terkejut.
" Sepertinya Shinee tidak memberitahu mu ya?" Tebak Sunny.
" Shinee udah tahu?, kok nggak bilang sama aku..... Iihhh dasar dia!!" Gerutunya kesal.
" Hemmm ha..ha..derita elo itu mah. By the way Yu, kamu udah tahu belum Roy dan Alexa udah punya babygirl yang lucu?" Tanya Sunny yang benar-benar tidak bisa moveon dengan keimutan anak Roy dan Alexa.
" Wuuihhh ya tahu dong!!, Celine kan maksudmu? Iiiihhh, kalo baby kami cowok akan kami jodohkan merek--"
" No!! Nggak boleh!!, aku nggak mau ya ponakanku punya ayah mertua begajulan modelan kaya Roy!!!" Sambar Sunny cepat.
" Yeee..., emang situ berasa nggak begajulan begitu. Situ lupa situ siapa?. Atau perlu gue ingetin identitas lama lo?. Lo lupa kalo elo adalah yang udah putusin jari-jari sepupu gue!!" Sahut Ayu dengan berkacak pinggang.
Ceklek...ceklek..
Suara kunci, terdengar. Sunny dengan cepat melesat masuk ke dalam kamar tamu dan menutup pintunya dengan pelan. Tidak sampai tertutup sempurna sih, karena Sunny masih dapat mengintip Shanum yang memasuki apartemen mereka.
" Assalamualaikum Yu..."
" Waalaikumsalam salam..., kok lama Ay?" Tanya Ayu, matanya sedikit melirik ke arah pintu dimana Sunny sedang mengintip.
" Iya, gue kehilangan dompet gue Yu, duh!! Udah dicari nggak ketemu-ketemu juga..."
Brukk!!
Shanum duduk tepat, di sofa yang baru saja diduduki oleh Sunny.
" Ada tamu ya?" Tanya Shanum curiga.
Degh...
Baik Ayu dan Sunny sama-sama terjingkat kaget akan pertanyaan Shanum yang tajam.
" Ehh...eng...enggak?, kenapa emang?" Tanya Ayu kikuk.
" Tuh!!" Tunjuk Shanum pada jus jeruk di depannya yang tinggal setengah.
" Lo bukanya nggak mau minum jus jeruk lagi sejak peristiwa itu?" Ucap Shanum.
" Oh..i..itu, itu tadi lagi pengen aja Ay, baby sih tepatnya yang pengen, tapi sekarang udah nggak pengen...." Sahut Ayu cepat, untung saja ada jawaban yang terlintas.
" Oh ya udah buat gue aja deh.." Shanum meraih jus itu dan lalu menghabiskannya hingga tandas.
Tapi tiba-tiba saja perasaannya menjadi tak karuan. Dan gadis itu tiba-tiba menjadi diam dan melamun.
" Kenapa?" Tanya Ayu yang terkejut melihat perubahan sikap Shanum yang tiba-tiba itu.
" Entahlah, tapi gue tiba-tiba kangen banget dengan Sunny Yu, kangen yang hampir membuat ku gila!!"
__ADS_1
" Hufft, gue masuk dulu ya Yu, gue belum sholat dzuhur juga nih..." Pamit Shanum pelan lalu melangkah menuju kamarnya.
Masa sih?, masa cuma gegara minum bekasnya Sunny aja langsung connect sih...
Setelah pintu kamar Shanum benar-benar tertutup, Ayu melangkah mendekati kamar tamu dimana Sunny berada.
" Lo denger sendiri kan?, bentar lagi gue akan berangkat kuliah, dan mungkin akan nemenin Shinee kerja sampai malam. Kami mungkin akan pulang larut malam hari ini...."
" Oh iya, hari ini Aya nggak ada jadwal kuliah. Temui dia..., kami nggak akan ngganggu kok...have fun...." Goda Ayu dengan mengerlingkan matanya genit.
...***...
Tak..tak..sreng...sreng...
Sunny membuka mata saat terdengar oleh telinganya sebuah aktifitas di dapur.
Hari sudah beranjak sore, Sunny segera mengambil wudhu dan sholat Ashar. Perutnya tiba-tiba keroncongan saat mencium aroma lezat yang masuk ke kamarnya.
Rencana awal sih tidak begini. Sebenarnya dia tinggal menunggu Ayu berangkat kuliah dan bebas menenui Shanum. Tapi saat Ayu berangkat, justru dia ketiduran karena terlalu capek.
Hampir dua hari sebelum ini Sunny tidak tidur, dia mempersiapkan segala sesuatu dengan matang.
Menghubungi keluarga dalam satu jam sekali untuk mempersiapkan acara pernikahannya dan Shanum.
Dari zoom metting dengan keluarganya, ataupun dengan keluarga calon istrinya. Belum lagi Arnov dan Roy juga ikut dilibatkan disini.
Ceklek
Sunny membuka pintu dengan perlahan-lahan, berharap Shanum tidak mendengar pergerakannya saat ini.
Bau wangi masakan Shanum semakin membuat perutnya ngereok.
πΆπΆ
I'm so lonely broken angel...
I'm so lonely listen to my heart
πΆπΆ
Sayup-sayup Sunny mendengar dendangan lagu dari suara merdu Shanum yang menelusup dalam hatinya.
Sama...
Diapun rindu serindu rindunya pada bidadarinya ini...
πΆπΆ
I'm so lonely broken angel...
I'm so lonely listen to my heart
On n' lonely broken angel
Come n save me before I fall apart
πΆπΆ
Sunny yang tak sanggup lagi menahan rasa rindunya lansung menyambar lagu Shanum yang memang dinyanyikan duet itu.
πΆπΆ
Man dooset daram
Be cheshme man gerye nade
Na, nemitoonam
Bedoone to halam bade
πΆπΆ
Prangg!!!
Sepatula yang berada di tangan Shanum terlepas begitu saja...
" SUNN?, SUNNY! KAMU DATANG! AAAAAA..... Hiks...hiks...." Jerit Shanum histeris.
__ADS_1
Grebbb..
...πΉ...