BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Lamar ala India


__ADS_3

" Wah..., cantik amat...."


" Iya ih...anak SMU Pelita ya nggak sih..."


Roy menoleh saat mendengar ocehan beberapa cowok dibelakangnya, apalagi menyebutkan SMU pacarnya.


" Apaan sih?" Tanyanya.


" Nih, anak SMU Pelita sedang di make over di belakang panggung. Nih liat!!, cantik kan..." Anak itu dengan santainya menyodorkan ponselnya yang terdapat foto Alexa, Ayu dan Shanum yang telah berbalut baju India.


Sett..


Binar yang berada tak jauh dari mereka segera merebut ponsel itu.


Tanpa berbicara sepatah katapun Binar langsung menghapus file itu dan berlari ke belakang panggung.


" Dihhh!!. Anjrittt!!, kenapa di hapus filenya!!!" Teriak cowok itu marah.


" Yang lo curi fotonya itu cewek gue!!, lo ngajak gelud gue apa!!" Bentak Roy dengan kedua tanganya mengepalkan tinjunya.


Binar celingukan di depan pintu make up.


Beberapa cewek berusaha menarik perhatiannya dengan sengaja, tapi mata Binar hanya mencari Cahayanya.


" Cari siapa Binar?" Tanya salah satu cewek.


" Cahaya...SMU Pelita.." Jawab Binar singkat.


" Tuh disana.." Tunjuk salah satu panitia yang sedang melintas.


Binar langsung menuju tempat yang ditunjuk panitia tadi.


Di depan pintu ruangan gelap itu Binar berpapasan dengan Alexa.


" Lex, Aya mana?" Tanya Binar to the point.


" Oh di dalam, masuk aja..." Jawab Alexa.


Binar memasuki ruangan berpenerangan ungu itu, suara musik lagu India terdengar lembut dari sebuah ponsel.


Terlihat siluet tubuh indah yang sedang berlenggak-lenggok di balik tirai. Pergerakan indah yang seirama dengan lagu membuat Binar mematung di balik tirai. Jakunya naik turun melihat begitu gemulainya siluet itu bergerak meliuk kesana kemari.


" Cahaya?" Panggil Binar lembut.


Tak.


Lampu kembali menyala, suara irama dari ponselpun mati seketika. Tak lama Cahaya muncul dari balik tirai.


" Loh, lo ngapain di sini Bin?"


Pertanyaan Shanum tidak digubris oleh Binar, matanya saat ini terpaku pada penampilan Shanum yang memukau di depanya.


Lumpuh, seperti itulah diibaratkan pada diri Binar detik ini.


" Cantik......" Satu kata yang keluar dari bibir Binar tanpa ia sadari.



" Masa?" Shanum merasa senang dengan kejujuran Binar, tapi rasa canggung membuatnya bisu seketika. Darahnya mengalir begitu deras, rasa hangat menyelimuti tubuhnya mendengar pujian dari bibir Binar.


" Hemmm, iya..." Jawab Binar masih belum membuang tatapanya pada Shanum.


Mereka terdiam beberapa saat, masing-masing sibuk mengagumi keindahan wajah di depanya.


Malam ini entah kenapa Binar juga nampak begitu tampan di mata Shanum.


" Jangan ikut makan malam bersama orang lain Aya..." Bisiknya


" Aku nggak akan rela kau bersama orang lain..." Lanjutnya.


Shanum terkesiap, Binar masih mengingat ajakan Dion padanya kemarin ternyata.


" Entahlah..." Jawab Shanum bingung.


" Jika itu terjadi, kau akan melihat lelaki ataupun siapapun yang bersama mu, patah tulang kakinya. Ingat itu..." Ancam Binar geram.


" Oh begitu?, rupanya kamu mulai menunjukkan siapa dirimu?, berandal Binar!!" Sentak Shanum.

__ADS_1


" Karena kau tidak juga mengerti perasaanku Cahaya!!" Sambar Binar cepat.


" I'm falling in love with you.... Please understand that..." Binar mengatupkan kedua tanganya di dada.


" Aku, Binar Buana Sanjaya memohon padamu Cahaya Nilam. Terima aku...." Mohonya.


Tak masalah dia harus menjatuhkan harga dirinya serendah-rendahnya dihadapan Shanum.


Tak masalah dia dianggap pelakor diantara Shanum dan Sunny..


Tak masalah dia disimpan di belakang punggung Shanum.


Asal bisa bersama Shanum saja sudah cukup baginya, asal bisa menggenggam tangan Shanum saja sudah membuatnya bahagia.


" Kau memaksaku?" Shanum tak habis fikir dengan tingkah Binar kali ini.


" Iya.." Jawab Binar tegas


" Dan jawabanku akan selalu sama, Bin...I love my Sunny so much...." Jawab Shanum tak kalah tegas.


" Just looking me, like you looking at Sunny.... Kau bilang kami mirip.." Binar merapatkan dirinya pada Shanum.


" Tatap aku..., bahkan Shine dan ayahnya saja juga bilang kami sangat mirip" Binar masih juga ngeyel.


" Ha...ha..., iya Bin. Itu benar, kamu mirip banget denganya, bahkan kau seperti Sunny itu sendiri. Tapi....., kau bukan Sunnyku, asal kau tau...."


Shanum kembali mengecup nama Sunny yang ada dipergelanganya dengan mata terpejam, tulisan seperti tatto yang baru saja ditebalkanya dengan hena yang dicarikan oleh Dion kemarin.


" Aku tidak perduli kau cinta siapa, tapi yakinkan hatimu. Bahwa cintaku lebih besar daripada cinta Sunnymu itu..."


Binar tidak akan mundur, baginya hanya orang gila yang cemburu dengan orang yang sudah mati.


Sunny sudah mati, saingannya sudah pergi.


Biar saja Shanum terus membuatnya hidup di dalam hatinya. Tapi realitanya, Sunny itu tidak ada.


Binar semakin mendekat, tatapanya semakin tajam.



" Aku pernah bilang tidak akan mundur! maka itu akan menjadi janjiku!!"


" Di India biasanya begini kan melamar gadis?, kalau udah begini berarti sudah menikah ya kan?. Berarti kamu..Cahaya Nilam...kamu sudah menjadi milik Binar..." Ucap Binar tegas.


Shanum yang syok sejak Binar menggigit tanganya sendiri seolah kehilangan nyawanya. Gadis itu terlihat linglung tidak tahu lagi apa yang terjadi.


Binar ini mengerikan, dia tidak bisa menerima penolakan.


" Babe...." Binar mengibaskan-kibaskan tanganya di depan wajah Shanum yang mematung.


" Apa yang kamu lakukan Bin?, aku jadi takut padamu..." Ucap lirih Shanum setelah tersadar.


" Aku bisa lebih gila dari ini, jika kau menolakku.." Binar terus menatap Shanum dengan penuh cinta.


" Tapi kau tau hatiku---"


" Kita coba dulu babe..., aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, meski saat ini kau tak cinta padaku, kita pelan-pelan saja..." Binar meraih tangan Shanum dan mengecupi keduanya.


" Just trust me, aku akan melindungimu babe, dan menjagamu dengan jiwa ragaku..." Setelah berbicara seperti itu Binar mendorong sediki tubuh Shanum, untuk meraih saklar.


Tak.


Ruangan kembali berpenerangan ungu.


" Jadi gimana?, kita pacaran kan?, kamu udah aku lamar dengan darahku secara adat India loh..." Bisik Binar tepat ditelinga Shanum.


" Kamu gila..." Jawab Shanum lirih, tubuhnya bergetar karena bisikan Binar.


" Sebagian cewek suka cowok gila, menantang katanya..." Jawab Binar dengan senyum tipisnya.


" Ck...kau akan mati ditembak ayah Shine dan Uncle Brian jiga ketahuan merayu aku begini..." Ucap Shanum dengan mengarahkan jarinya yang dibentuk seperti pistol pada pelipis Binar.



" Nggak takut tuh, mati sebagai pacar Cahaya pasti melegakan..." Jawab Binar. Dengan cepat ditangkapnya dua jari Shanum dan dihisapnya di dalam bibirnya.


" Akkkhhhh Bin....." De*ah Shanum, saat rasa hangat mengalir pada darahnya yang bergejolak luar biasa.

__ADS_1


Jantungnya seakan menggila setiap kali Binar melakukan itu. Ini sudah yang kedua kalinya. Dan Shanum tidak bisa begini terus.


" Lepas Bin...." Shanum terus berontak dan menarik paksa jarinya, yang berada dalam ******* Binar.


Tapi Binar seakan tuli, dia terus mengulum tidak hanya dua jarinya saja, tapi sudah kelima-limanya.


Tubuh Shanum bergetar...


" Bin....please lepas...." pinta Shanum hampir menangis.


"Jawab dulu, kita pacaran kan?" Binar kembali menyedot jari-jari Shanum dengan brutal.


" Iyaaa...hah..hahh..." Jawab Shanum dengan ******* yang menggila, tak sanggup lagi menahan rasa asing yang aneh akibat ulah Binar. Binar gila..., dengan senyum liciknya dia menarik Shanum dalam pelukanya.


" Huuufff, puas gue sekarang.... Sekarang Cahaya Nilam adalah pacarku..." Ucapnya dengan menghebuskan nafas leganya.


" Kamu gila Bin..." Ucap Shanum bergetar.


Dada Binar begitu lebar dan hangat. Shanum merasa sangat nyaman berada dalam dekapan Binar.


Suara jantung Binar begitu keras terdengar saat ini, sama seperti miliknya yang tak bisa diam.


" Love you Cahaya..."


Binar memberanikan diri mengecup kening cahaya.


" Woi...., duh!!, lo kok malah disini sih Bin!!" Teriakan Roy didepan pintu tak digubris sama sekali oleh Binar.


" Bin woyy!!, SMU Pelita udah dipanggil tuh!!" Bentak Roy lagi.


" Masa?" Tanya Binar cuek, masih mendekap Shanum.


" Masak!! Masak di dapur...!!"


Binar hanya tertawa dan melepaskan Shanum untuk naik panggung.


" Gila lo Bin..., dulu aja dingin banget sama cewek, giliran kepentok cinta. Bucin klepek-klepek lo..." Sindir Arnov.


" Ya..., gue klepek-klepek sampai hampir mampus tau, tapi gue lega sekarang. Dia udah nerima gue walau harus dipaksa.." Ucap Binar.


" Lo paksa?" Tanya mereka berdua.


Binar menunjukkan bekas gigitan di punggung tanganya.


" Lo apain dia sampai dia gigit lo seperti itu?" Tanya Arnov lagi.


" Ini gigitan gue sendiri tau!!, gue lamar dia seperti di film India itu guy's..." Jawab Binar dengan tersenyum licik.


"Dasar rubah licik kau Binar...." Roy mentoyor kepala Binar geram.


" Iya nih Gominhoo edan kamu Bin!!, anak orang lo paksa-paksa begitu..."


" Apa kalian tahu apa yang gue perbuat lagi padanya?" Binar melipat kedua tanganya di dada, menatap panggung dimana saat ini Shanum berada.


" Apa?" Jawab Roy dan Arnov kompak.


" Gue hisap jarinya sampai dia frustasi---"


" Bin!!!, lo melecehkanya!!!, lo bangsat Bin!!" Maki Roy.


" Terpaksa Roy..., cuma ini cara yang aman. Kalau yang gue sambar pipi atau bibirnya, bisa kena tampar gue. Lo kan tau gue bisa reflek ganti mukul!!"


Kedua sahabat Binarpun menggelengkan kepalanya gemas.


Binar benar-benar gila!!


Mata Binar melotot menatap panggung, rasanya tak rela melihat tubuh indah kekasihnya meliuk-liuk di atas panggung dan ditatap oleh mata-mata cowok mata keranjang.


Suitan-suitan heboh semakin membuatnya gila. Tanganya terkepal, darahnya mendidih karena cemburu.


" Roy, cewek lo goyangannya oke juga ya.." Bisik Arnov, padalah panah ucapan beracunnya saat ini dilepaskan untuk Binar juga.


Dan rupanya tepat sasaran. Binar dan Roy saat ini seperti cacing kepanasan yang tak rela ceweknya ditatap mesum oleh para cowok sialan dibawah panggung.


Apalagi, perform bebas mereka adalah lagu Runtah yang lagi viral itu. Suara merdu Shanum menyanyikan lagu Runtah, plus tarianya yang aduhai semakin membuat Binar meledak dalam kemarahan yang luar biasa.


" Awas kamu!!!, lihat saja hukuman yang ku berikan babe..." Gumamnya kesal.

__ADS_1


" Enak saja baru juga jadi pacarnya malah mereka duluan yang asik-asikan nontonin dia jogetan begitu!!!" Decih Binar kesal.


__ADS_2