BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Gara-gara poster..


__ADS_3

Binar berkeliling mall seorang diri, hatinya tiba-tiba panas saat tak sengaja melihat poster V BTS yang banyak di pajang di counter asessoris.



" Heemmmn ini sih nggak ganteng!, malah terlihat cantik. Bagusan juga mata gue kemana-mana. Ishhh, siapapun elo gue benci banget sama lo!!, lo buat gue merasa terbakar cemburu, buat apa juga Shanum pacar gue harus nyimpen poster-poster elo!!" Binar melirik sinis gambar V BTS yang ada di depanya.


Kesal banget dia, Shanum berulang kali nelpon dia tapi bukanya bilang kangen, malah terus-terusan memastikan udah dapet apa belum poster terbaru V BTS.


Ya nggak mau dong Binar beliin walaupun sah-sah saat ini poster itu ada ratusan di depan matanya. Shanum sih cuma minta dibawain dua atau tiga aja!, tapi jangankan dua. Satu aja Binar ogah!.


Setelah puas berkeliling dan mendapatkan beberapa barang yang menarik perhatiannya, Binar buru-buru kembali ke Rumah Sakit.


Di depan ruang operasi telah ada mommy Ara dan beberapa dokter yang ikut menangani operasi papa Sanjaya hari ini tadi. Dari wajah-wajah berseri mereka Binar dapat menebak bahwa operasi papanya lancar tanpa kendala.


" Papamu harus istirahat untuk pemulihan pasca operasi syaraf pada kakinya Bin, bisa membutuhkan waktu 4-5 minggu. Jadi bulan depan bisa tante jadwalkan untuk operasi yang kedua.." Ucap mommy Ara.


Binar mengangguk setuju dan tersenyum bahagia.


" Terimakasih banyak tante, dokter..."


" Sama-sama..." Sahut mommy Ara dan beberapa dokter lainya.


Mereka bersalaman dan berpelukan. Binar yang di mode sopan terlihat manis dan kalem, membuat banyak orang yang tertarik oleh kharismanya. Belum tau saja jika dia di mode iblisnya...


Setelah dipindahkan ke ruangan, papa Sanjaya masih tertidur karena pengaruh anastesi. Binar dengan sayang menciumi wajah pria yang dianggapnya sebagai papanya itu selama ini.


Untuk bertanya yang sebenarnya pada papanya Binar belum bisa. Keadaan papanya sedang seperti ini. Tidak etis jika dia terburu-buru mempeributkan masalah untuk saat ini.


Padahal sudah dari pertama dia meyakini bahwa dia adalah Sunny, dia begitu gatal ingin menanyakan langsung ke papanya. Tapi untung saja itu tidak terjadi, jika saja iya, mungkin papanya tidak sekuat ini menjalani operasinya.


...***...


Kepulangan Binar mundur satu hari dari rencana awal. Itu karena papa perlu waktu untuk memulihkan tenaga pasca operasi. Apalagi Binar juga telah mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi kampus dimana om Rangga mengajar.


Binar merasa bahwa di Jakartalah lintasan-lintasan memory itu datang dan mungkin di Jakarta pulalah dia akan bisa mengembalikan ingatannya.


Binar juga sudah mengambil keputusan untuk melanjutkan kuliahnya di Jakarta.


Biaya operasi kemarin digratiskan oleh RS, atau lebih tepatnya tagihannya ditujukan ke salah satu hotel di Jakarta ini. Binar tau, bahwa ini ada sangkut pautnya dengan mommy Ara.


" Tante..." Panggil Binar pada mommy Ara yang sedang menyiram tanaman.


" Sini biar Binar saja yang siram tanamannya.." Lanjutnya.


" Nggak usahlah Bin..., tante itu jarang bergerak begini di hari-hari lain. Jadi kalau ada waktunya seperti saat ini, akan tante pergunakan dengan baik.."


" Tante..."


" Iya.."


" Kenapa biaya papa digratiskan?, Binar ada kok uangnya..." Ucap Binar pelan.


" Sudah, uang itu untuk biaya kuliah kamu saja...." Balas mommy Ara.


" Tapi tante..."


" Sudah.., nggak usah tapi-tapi. Tante dan om Rangga sudah menganggap kamu, papa kamu, Aivy adalah bagian dari keluarga kami. Jadi Binar...., tidak perlu merasa sungkan atau apalah....okey!!"


Binar lagi-lagi terpaku dalam keterpesonaanya pada aunty princessnya ini.


Aunty Princess??. Entahlah..sejak malam pertama tidur dirumah ini, batin Binar selalu menyebut tante Ara didepannya ini sebagai aunty princess.


...***...


Besok adalah jadwal kepulangan Binar ke Surabaya. Tapi karena salah planing akhirnya mereka mendapatkan tiket penerbangan sore. Tentu itu menjadi musibah untuk Binar yang sudah sangat kangen berat pada Shanumnya, tapi justru menjadi anugrah untuk Almeer.


Almeer terus-terusan membuat kegiatan yang bisa mendekatkannya dengan Aivy.

__ADS_1


" Aivy, mana ponselmu siniin coba..." Almeer meminta ponsel dengan casing dolphins yang dulu diberikannya pada Aivy.


Aivy bingung, tapi tetap diberikannya ponselnya pada pria kecil yang gantengnya maksimal itu.


" Nih, tukeran ya...kamu yang ini. Punyaku udah kuganti, kemarin om Nox pulang dan aku dapat baru.."


Almeer menyerahkan ponselnya yang baru dipakainya beberapa bulan itu kepada Aivy setelah memindahkan sebagian datanya.


Almeer dengan tersenyum membuka galeri-galeri ponsel bercasing dolphins itu dengan bahagia. Puluhan foto-foto Aivy ada disana. Dan itulah tujuanya untuk bertukar ponsel, dia ingin mendapatkan foto Aivy tanpa bersusah-payah.


" Kenapa kak tersenyum?" Tanya Aivy polos.


" Nggak papa pengen senyum aja, foto berdua sama kak Almeer yuk Aivy...mau ngga?" Tanya Almeer malu-malu. Sementara Aivy ikutan malu, tapi tetap saja mengangguk setuju.


" Ray, fotoin gue sama Aivy dong.." Pinta Almeer pada Rayden yang sedang menonton kartun kesayangannya di TV.


" Boleh, tapi lo harus baik-baikin gue di depan Maureen..." Bisik Rayden tanpa mengalihkan pandangannya dari layar Televisi.


" Iyaa..., cepetan ih fotoin.." Seru Almeer tak sabar, ditariknya kaos Rayden agar mendekat padanya.


" Okey!!, tapi lo harus spill isi ponsel Maureen ke gue ya..." Ucap Rayden lagi masih memberikan syarat atas bantuanya.


" Iya!!, ya Tuhan!! Cepetan...keburu si borokokok itu turun!!" Seru Almeer geram, matanya berulang kali menatap ujung tangga yang membentang ke lantai dua. Dimana beberapa menit lalu Maureen pergi ke kamarnya diatas.


" Lo sebut apa cewek idaman gue Meer...?, lo sebut Maureen gue borokokok!!, gue nggak mau fotoin kalian!!" Rayden merajuk dan pergi begitu saja. Gadis yang disukainya disebut borokokok oleh sahabatnya yang adalah kakak Maureen sendiri, kesel dong Rayden.


Almeer melongo tak percaya, sementara Aivy malah tertawa-tawa.



" Jangan tertawa begitu, jadi gimana dong kita fotonya?" Tanya Almeer dengan terus menatap wajah cantik Aivy yang sedang tertawa.



" Kakak pengen banget difoto ya?, sini Aivy fotoin.." Ucap Aivy.


" Nggak usahlah..., diponsel ini ada foto kakak kok. Disitu juga ada foto Aivy.." Jawab Aivy polos sambil nenunjuk ponsel dolphins di tangan Almeer.


Ya nggak afdol dong..


Maunya tuh foto kita barengan..


Setelah ini belum tentu aku ketemu kamu lagi kan...


Almeer kembali sendu saat adik bungsunya sudah berlarian turun dari tangga.


" Aivy.... Ini tas baru, aunty Dian yang beliin, dan ini jam tangan baru daddy yang beliin. Semua belum pernah aku pake jadi untuk kamu ya.." Maureen memasukkan tas dan kotak jam tangan ke dalam koper Aivy.


Meera dan Tiara juga terlihat membawa paperbag ditangan mereka masing-masing.


" Dek ini jaket kakak buat kamu, sama sepatu.." Ucap Meera


" Kalo ini baju untuk lebaran beberapa bulan lagi " Giliran Tiara ikut medesakkan barang pemberiannya di dalam koper Aivy.


Kemarin mereka berangkat dengan satu koper besar dan dua tas ransel. Tapi saat kembali mereka membawa tiga koper besar ditambah dua ransel dan beberapa paper bag oleh-oleh dari anak-anak genk somplak.


Aivy menghembuskan nafasnya pelan.


Tak pernah terbayangkan hidupnya menjadi seperti ini. Hanya karena salah menggandeng tangan Shinee yang dikiranya Binar saja hidupnya menjadi seperti putri kerajaan-kerajaan yang diimpikanya.


Memiliki sabahat yang baiknya seluas samudera setinggi angkasa. Belum lagi orang tua dan sahabat-sahabat yang juga luar biasa buuuaiiikk banget. Entah apa kebaikan yang ditanamnya diwaktu kecil, karena saat ini Aivy benar-benar merasakan yang namanya bahagia jiwa raga.


" Sebelum balik kita foto bareng yuk..." Usul Meera.


" Tuh kan.., udah gue duga pasti Meera udah bisa connect dengan apa mau gue" Batin Almeer dengan senyum yang merekah cerah.


Selama take foto, Almeer dengan cerdik menempatkan dirinya sedekat mungkin dengan Aivy.

__ADS_1


Seperti halnya Almeer, Rayden juga lebih licik untuk bisa mengambil spot yang bisa terus dekat dengan Maureen.


Entahlah, mereka berdua seolah-olah saling bersaingan untuk menjadi yang ter-best di mata gadis incarannya masing-masing.


Binar saat ini sedang berusaha menelpon Shanum, sejak semalam gadis itu merajuk karena Binar tetap tidak mau membelikanya poster V BTS.


" Angkat babe...." Desisnya geram saat panggilannya sedari tadi tidak diangkat juga oleh Shanum.


" Ya ampun babe...masa gegara poster doang kamu nggak mau angkat telpon aku sih..." Gumam Binar kesal.


Tapi Binar tidak kurang akal, pemuda itu berlari-lari kecil mendekati Aivy yang sedang di dandan oleh Tiara dan Meera. Rambut Aivy yang panjang dan lurus adalah sasaran empuk bagi keduanya untuk mengeksekusi bakat terpendam mereka sebagai penata gaya rambut.


" Aivy..., pinjam ponsel bentar.." Ucap Binar.


Aivy yang sedang disisir itu hanya menyodorkan ponselnya tanpa menoleh.


" Ini ponsel siapa?, kakak pinjem punyamu dek.."


" Itulah punyaku..., kak Almeer yang nukerin. Yang dolphins balik padanya..." Ucap Aivy jujur.


Gila dituker sama ini!!, yang kemarin aja udah canggih. Dan ini lebih canggih lagi, Gila nih anak...


" Buat apa kak Almeer minta ponsel lamanya, orang dia baru dibeliin om Nox ponsel Samsung Flips terbaru..." Timpal Meera.


Lagi-lagi Binar terkejut luar biasa.


Gila!!, bocah baru lulus SD aja ponselnya secanggih itu..?


Fix ini, gue nggak akan mampu mendekat jika ingatan ini nggak kembali..


Binar menerima ponsel dari tangan Aivy, dan bergegas ke taman luar untuk menghubungi kembali Shanumnya.


" Assalamualaikum Aivy...jadi pulang hari ini?" suara Shanum begitu lembut.


" Iya sayang..., udah kangen banget sama mas Binar ya?" Jawab Binar cengengesan.


" Hiliihhhh, kok kamu sih Bin..."


" Habis kamu nggak ngangkat nomor telponku sih..."


" Pokoknya poster V BTS dulu Bin..." Seru Shanum.


" Aku saja nggak cukup ya?" Tanya Binar kesal.


" Ya kan cuma idola doang Bin..., bukannya cinta.." Sahut Shanum.


" Aku kurangnya apa sih dari dia?" Tanya Binar semakin kesal.


" Emmm, kalo V itu hebat nge-dancenya, cool, verry handsome, sexy....... Uuuhhh pokoknya gitulah...."


Jlebbb


Dada Binar pedih bagai ditusuk keris empu gandring saat ini. Tak ada kata-kata dari bibirnya selain sebuah syair lagu..


🎢


Yo ndak mampu...


Aku dudu spek idamanmu...


Nuruti karepmu..


Aku ninu ninu ninu..


🎢


Shanum yang diseberang tertawa terbahak-bahak mendengar suara hati Binar lewat syair lagu itu.

__ADS_1


__ADS_2