
Beberapa hari ini para daddy dan para mommy sibuk dengan tugas bagian masing-masing demi melancarkan acara pertunangan Sunny dan Shanum.
Tanpa di sadari hari pertunangan Shanum dan Sunny adalah esok hari.
" Shan, kamu mau cincin kita tetap yang ini atau ganti aja?" Tanya Sunny saat kini mereka berkumpul di satu ruangan yang luas di hotel milik Al Ghifari company.
" Ahhh, aku sih terserah mama dan bunda ajalah Sunn---"
" Ehhh, jangan terserah mama dan bunda dong. Calon suamimu ini ada uang loh untuk beliin cincin sesuai keinginanmu.." Sambar Sunny.
Sunny belum menceritakan pada Shanum bahwa sahamnya kini benar-benar profit. Dan telah dipastikan Sunny menjadi salah satu pengusaha muda dengan penghasilan yang fantastis.
Tapi Sunny tetap Sunny yang rendah hati, harta yang dimilikinya tak hanya untuk dirinya sendiri. Masih ada papa dan Aivy yang harus di bahagiakannya. Dan tentu saja beberapa anak panti asuhan di Casablanca.
" Yuk kita cari cincin yang...." Ajak Sunny sambil menarik kedua tangan Shanum agar berdiri.
" Heyy Heyy..., apa kalian lupa pada kakak tertua ini!!" Seru Bianca yang telah berdiri di belakang mereka.
" Bayar pajak!!, kalian udah berani melangkahi aku!!" Lanjutnya dengan berkacak pinggang.
" Yaelahhh sist, ini juga masih tunangan sist, nggak ada pajak!!" Balas Sunny.
" Ihh, pengusaha muda ini pelit amat ternyata, dedekut macam lo kuburannya sempit loh Sunn, nggak takut lo??" Tanya Bianca kesal.
" Nggak tuh!!, lagian cuman tidur aja ngapain lebar-lebar!!" Jawab Sunny asal.
Shanum hanya menggelengkan kepalanya melihat dua orang ini selalu beradu mulut.
" Ihhh, ngomong sama lo bikin spaneng!!" Bianca kesal dan langsung berlalu.
" Nah yang ngajak ngomong siapa tadi emang?" Tanya Sunny bingung.
Bianca memutar badanya lagi dan kembali berdiri di depan Sunny.
" Kamu naennyak???"
...***...
Keesokan harinya...
Mereka sepakat untuk tetap menggunakan cincin lama mereka yang telah dirubah ke ukuran jari mereka yang sekarang. Mereka berdua menyakini begitu banyak cerita dan kenangan dengan cincin ini.
" Sayang, sudah siap?" Bunda memasuki kamar Sunny.
Melihat tampilan putranya yang begitu tampan dengan balutan jas biru yang styles membuat bunda Dian menitikkan air matanya.
Anak didepanya inilah yang membuatnya sempat menjadi pasien rumah sakit jiwa dan harus menelantarkan anaknya yang lain.
" Kenapa menangis bun...sshhhh, sudah nggak usah nangis-nangisan dong bun. Harusnya Sunnylah yang nangis. Udah merengek klojotan pengen kawin ehh..pasangannya nggak mau ha..ha..ha.." Sunny merengkuh bunda nya yang imut ke dalam pelukan hangatnya.
Kalau dulu bunda yang selalu menghangatkannya dalam sekali peluk, makan kini terbalik. Kini tubuh Sunny tumbuh jauh lebih besar dibanding bundanya.
" Aku nggak diajakin nih?" Seru Shinee yang juga telah terlihat sama tampannya dengan kakak kembarnya.
" Maka kemarilah...." Panggil ibu dan anak itu dengan tersenyum lebar.
Grebbb.
Merekapun berpelukan bertiga, tapi...
" Wehhh, gitu ya kamu wife!!, giliran udah gundul gini maunya peluk-peluk berondong mulu..." Ucap ayah yang kini giliran muncul dari ambang pintu.
" Berondong-berondong gini udah soldout tau yah...." Sahut Sunny yang kini melebarkan sebelah tangannya, memberi ruang untuk ayahnya ikut bergabung.
" Sunn, Shinee.. Maafkan ayah, jika selama ini ayah tidak bisa menjadi the real ayah untuk kalian..."
" Apalagi untukmu Shinee..., ayah benar-benar minta maaf..." Ayah Marvel mengecupi puncak kepala Shinee dengan air mata yang berderai.
Saat berada diruang baca kemarin, tanpa sengaja ayah melihat dari CCTV, bahwa kedua putranya masuk ke rumah pohon mereka.
Jiwa kepo ayah meronta-ronta saat itu, dan ya....
__ADS_1
Beliau akhirnya memilih jalan sesat untuk menguping pembicaraan kedua putranya itu. Dan sesaknya tidak terbendung lagi saat beliau harus menerima kenyataan, bahwa putranya Shinee yang selalu manis dengan senyumnya ternyata menyimpan luka dalam yang menganga dan begitu merah.
" Maafkan ayah dan bunda sayang hu...hu...." Tangisan ayah Marvel begitu memilukan.
Dan untuk beberapa lama, keluarga kecil itu terus berpelukan erat, meleburkan rasa yang mengganjal selama ini. Mengganti hati yang penuh luka dan rasa sakit dengan hati baru yang penuh cinta dan ketulusan.
Beberapa jam berikutnya, di aula hotel yang telah di dekorasi sedemikian rupa.
Para undangan sudah memenuhi area acara, para sahabat Sunny dan Shanum sudah berkumpul semua, begitupun Aivy dan papa yang terlihat happy.
Sepasang kekasih yang telah direstui secara resmi beberapa saat lalu itu terlihat terus saja bergandengan tangan.
Karena selain hari ini adalah hari yang membahagiakan keduanya, hari ini juga menjadi hari yang begitu menyedihkan.
Barusan Sunny mendapat email dari Royal Military Academy Sandhurst, bahwa seluruh calon prajurit baru harus sudah ada di kampus hari Senin depan, dan hari ini sudah Kamis berati tinggal tiga hari lagi mereka bisa bersama-sama.
" Eemmm, aku nggak mau kamu pergi..." Bisik Shanum manja dan mengerucutkan bibirnya seperti bebek.
" Heyy...jangan gitu bibirnya ah!!, nanti aku khilaf gimana?" Goda Sunny dengan mulai mendekatkan wajahnya.
Tapi tentu itu hanya main-main, seblangsak-blangsaknya Sunny, harga diri dan nama baik keluarga tetaplah dijunjung tinggi.
" Kita masih ada waktu sedikit lagi, kita akan pergunakan waktu yang tersisa ini dengan sebaik-baiknya..." Bisik Sunny.
" Kamu mau kita buka kamar untuk malam ini??" Sunny menaik turunkan alisnya.
" Gendheng ni anak!!!" Shanum mencubit perut Sunny sekecil-kecilnya karena geram.
Wajahnya memerah hanya karena mendengar kata-kata Sunny yang nyerocos tanpa saringan.
Sementara sang pelaku kejahatan hanya tertawa terbahak-bahak seolah-olah tak punya dosa sama sekali.
Beberapa gadis putri dari rekan bisnis para daddy terlihat iri melihat kebersamaan dan kemesraan keduanya.
" Sayang sekali, kita tidak sempat mengenalnya duluan..."
" Iya, ya ampun. Itu yang disana, mereka semua juga tampan-tampan.." Tunjuk salah satu gadis pada kursi para boys yang justru asyik battle game dari ponsel masing-masing.
" Oh, dia namanya Saga. Aku bertemu dengannya saat sama-sama mendaftar ke SMU Bhakti dua minggu yang lalu.."
" O..o..o..., gue juga harus ke SMU Bhakti nih...."
" Ih...gue juga dung!!"
Sementara disudut lain, Shinee terlihat sedang berjalan mendekati seorang gadis yang pernah bertemu Sunny di pasar tempo hari lalu.
Gadis yang memanggilnya Narendra saat pertama pindah ke Jakarta dua minggu yang lalu, ya..gadis itu adalah Nadia Catha Bagaskara.
" Nadia...?" Panggil Shinee.
Gadis berambut pendek sebahu dengan lesung pipi di kedua sisinya itu menoleh.
" Narendra......." Seru gadis itu dan langsung melompat memeluk Shinee.
" Long time no see Naren..." Bisik Nadia masih dipelukan Shinee.
" Idih lebay!. Kita kan ketemu dibandara dua minggu yang lalu.." Balas Shinee.
" Ahhh he...he.., basa basi gitu Ren ah! Kamu ini nggak asyik!!" Seru Nadia dengan tawanya yang khas.
" Trus kamu jadinya kuliah dimana?" Tanya Nadia ramah.
Gadis ini titisan Metha, ceria dan ramah, sifatnya yang kenes menggemaskan membuat kita ikut happy jika dekat-dekat denganya. Dan itulah alasan Shinee begitu menyukai gadis ini sejak kecil.
Tapi sayang, keterlambatan Shinee membuat Nadia keburu menerima uluran cinta dari yang lain.
Jangan kaget jika bocil-bocil ini diusia SMP sudah ribet dengan cinta-cinta. Mari kira pahami bersama, mereka berdua sama-sama tumbuh di luar negeri yang semuanya serba bebas.
Wajar lah jika kedewasaan mereka terlalu cepat, cinta-cintaan bukan hal tabu atau hal baru dalam hidup mereka.
" Nad honey..., we're going home now?"
__ADS_1
Seorang bule tampan datang menghampiri mereka yang sedang asyik mengobrol.
" Ahhh, oke babe. Oh iya Shinee kenalkan ini Garret, tunangan gue..." Nadia menarik tangan si bule ke hadapan Shinee.
Nyut...nyut...
Sakit hati Shinee, perih yang tak terdefinisi rasanya.
" Narendra Shinee..."
" Garrett Maxwell..."
Shinee meremas genggaman tangan Garrett penuh amarah. Tapi sebenarnya untuk apa dia marah, cinta tak bisa dipaksakan bukan?.
Garrett segera menarik tanganya yang mulai sakit akibat ulah Shinee yang absurd, dan merekapun undur diri.
Shinee terus menatap punggung Nadia dan tunangannya yang berjalan pelan menuju pintu keluar, tapi matanya menangkap sesuatu yang janggal di antara para tamu.
Ayu!!, ayu terlihat sedang bertengkar. Ya...gadis itu terlihat sedang bertengkar dengan Angkasa sepupunya.
Tapi Shinee yang memang tidak ada rasa dengan Ayupun tidak mau kepo. Dia segera melangkahkan kakinya menuju dimana teman-teman kakaknya berada.
" Kalian menginap disini kan?" Tanyanya pada Arnov.
" Ahh nggak, gue nginep dirumah om Sanjaya saja" Jawab Arnov.
Kalau Shinee bereaksi dengan senyuman menanggapi jawaban Arnov, tapi tidak oleh pria kecil di belakang Arnov.
Tangannya menggengam erat ponselnya seperti sedang meremas kerupuk. Almeer, ya benar pria kecil itu adalah Almeer.
" Kalo lo Roy?" Kini tatapan Shinee berpindah pada Roy dan Alexa yang juga telah bertunangan selepas acara lulusan Roy.
Dan sayang sekali, saat itu Sunny dan Shanum tidak bisa hadir karena kesalah pahaman yang dibuat Lyra dan Crystal.
Tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan tempat acara.
Ada hal yang menggelikan diakhir acara. Beberapa gadis menyempatkan diri meminta ijin untuk bisa berfoto dengan para boys. Coba tebak, siapa boys yang paling sering diajak berfoto seperti halnya idol.
Yapp!!
Saga, Saga Vino Malik. Kebadasan remaja tampan ini luar biasa, bahkan Almaeera sampai harus menahan rasa panas di hatinya melihat ka Saganya di tarik kesana kemari menjadi barang rebutan oleh gadis cabe-cabean itu.
...***...
Shinee melepas jasnya dan menyangkutkan begitu saja di lengannya, berjalan menuju kamarnya.
Kakaknya sudah memberitahunya bahwa malam ini dia akan menghabiskan waktunya untuk Shanum.
Jangan mikir ngeres dulu!!. Sunny itu walau blangsak juga nggak akan merusak miliknya sendiri, mereka hanya ingin menghabiskan malam untuk mengobrol, bercerita dan tidur dengan saling berpelukan.
Mata Shinee kembali menatap sesosok yang berjalan terhuyung-huyung didepanya. Dari belakang pria muda itu bisa mengenali siapa gadis itu.
" Ayu?" Gumam Shinee.
" Aahhhhhh" Suara de*sah Ayu terdengar oleh telinga Shinee.
Gadis di depanya itu terlihat bergerak-gerak tak wajar.
" Aahhhh...panas...." Suara menyedihkan Ayu kembali terdengar, apalagi langkah gadis itu terlihat semakin kacau, menabrak sana-sini.
Shinee jelas tidak bisa bersikap seolah-olah tidak tahu saat melihat keanehan seperti ini.
Melihat Ayu semakin gontai membuatnya segera berlari menangkap tubuh Ayu yang hampir terbentur lantai.
" Sh...Sh...Shinee.., tolong aku Shinee...ini panas...panas Shinee..." Ayu menatap wajah Shinee, eh bukan!!!.
Bukan wajah Shinee, tapi bibir Shinee ditatap Ayu dengan begitu lapar.
" Hey?? Ayu??, you drunk??" Tanya Shinee yang tidak dijawabi oleh Ayu.
Karena detik berikutnya Ayu sudah menyambar bibir Shinee.
" Shinee tolong...ahhhh..panas Shinee..." Desah Ayu dengan terus bergerak seperti cacing kepanasan.
__ADS_1
Shinee yang shok hanya bisa membelalakan matanya tak percaya.
Ciuman pertamanya direngut oleh Ayu. Ayu Andira yang beberapa minggu lalu menitipkan surat pengakuan cinta padanya lewat Shanum.