BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Ungkapan Hati Binar..


__ADS_3

Tring..tring...tring...


Bunyi notifikasi pesan di ponsel Shanum terus berdenting, begitu dia menghidupkan daya ponselnya setelah mandi pagi ini.


" Gila, apa yang dikirimkan Binar sepagi ini. Ya Tuhan gue takut banget sama dia..." Shanum mengigit bibirnya saat mengingat ulah Binar semalam.


Ihhh..., hampir saja pipi gue dan bibir gue nggak perawan lagi ditangan Binar....


Shanum bergidik ngeri sambil terus menepuk kedua sisi pipinya gemas.


Alexandria menatap Shanum yang bertingkah aneh itu dengan tatapan menyelidik.


" Kenapa lo Ay?, lo balik kamar jam berapa semalam?" Tanya Alexa penuh selidik.


" Nggak ada sejam kok gue diluar..." Sahut Shanum cepat.


" Lo sama Binar kan? Ngapain aja tengah malam berduaan begitu.." Tanya Alexa curiga.


" Ehhh, I...itu..itu...nggak ngapa-ngapain kok, cuma duduk dan ngobrol doang..." Sambar Shanum lagi. Tanganya sibuk membuka ponsel untuk melihat pesan dari Binar.



" Ya Tuhan, anak ini...." Desis Shanum syok melihat pesan Binar.


Alexa dan Ayu ikutan syok saat keduanya menyambar ponsel Shanum dan ikutan membaca pesan Binar.


" Wahhhh, ya Tuhan...Binar so sweet....gila...gila...gila.." Teriak Alexandria heboh.


" Ay, lo semalem nggak di apa-apain Binar kan?" Tanya Ayu.


" Ya nggak lah Yu..., apaan sih...?" Shanum terlihat salah tingkah dan canggung didepan kedua sahabatnya.


" Beneran?" Tanya mereka kompak.


" Nggak besty, swear!!" Ucap Shanum tegas.


" Tapi kata-katanya kok gitu...i'm in love with your touch?, lo nyentuh apanya?" Tanya Ayu tegas


" Duh nggak Yu, enggak. Gue nggak nyentuh apa-apa " Sahut Shanum lagi.


" Trus i'm in love with your lips?, kamu ciuman sama dia?" Giliran Alexandria mengintimidasinya.


" Itu...kalau itu sih, hampir..., tapi gue langsung kabur kok...." Jawab Shanum jujur.



" Satu lagi!!, jujur Cahaya, apa maksud dari I'm in love with your the way you run your hands through my hair? , jelaskan!!, atau gue laporin lo ke tante Vera!!" Bentak Ayu.


" Itu...ahhhhh, bukan gue!!. Dia yang paksain tangan gue buat ngelus rambutnya....ahhhhh" Shanum yang malu langsung masuk kedalam selimutnya padahal baru juga ia selesai melipatnya.


Sementara Alexandria dan Ayu tertawa cekikikan, mengerjain Shanum rasanya mengasyikkan bagi keduanya.


" Trus lo sendiri Lex, lo udah pernah ciuman sama Roy belum sih?" Ayu kini gantian menatap horor pada mata Alexandria.


Shanum yang mendengar pertanyaan Ayu pada Alexandria, segera membuka selimut yang menutupi wajahnya guna melihat reaksi Alexandria saat ditatar Leader mereka.


" Roy itu gentleman, dia lembut walaupun tingkahnya sangar. Roy itu sangat menghormati gue asal kalian tahu. Untuk ciuman?, iya pernah. Tapi untuk bibir, Roy sepertinya sangat menahan diri.." Jawab Alexandria jujur.


" Yu, kamu sendiri gimana?, siapa sebenarnya cowok yang berada dalam hatimu?" Tanya Alexa balik pada Ayu.


Shanum menutupi kembali kepalanya dengan selimut. Dia sangat tahu Ayu Andira sahabatnya ini sangat menyukai Shinee dari dulu, bahkan saat Sunny masih ada, Sunny sering menjodohkannya dengan saudara kembarnya itu.


Tapi tidak ada yang tahu hati Shinee itu milik siapa?, apakah sudah ada kekasih di Chelsea atau dimanalah.


" Nggak ada Lex.." Jawab Ayu singkat.


" Kalau menurut lo Arnov gimana?" Tanya Alexandria lagi.


" Maksudnya?" Tanya Ayu bingung.


" Arnov cakep atau nggak?" Pancing Alexa lagi.


" Oh.., iya sih. Arnov itu cakep, rapi, pinter. Kalau lagi mode serius dia benar-benar ketos yg keren. Tapi saat mode gilanya, nggak banget..." Sahut Ayu cuek.


" Lo nggak naksir gitu sama Arnov?" Tanya Alexa to the point.


" Kan asyik kalo lo pacaran sama Arnov, kita jadi bisa couplean kemana-mana ya nggak Ay?" Lanjut Alexa sambil menabok pantat Shanum yang pura-pura nggak dengar obrolanya dengan Ayu.


" Tapi gue nggak ada rasa apapun sama Arnov..." Sahut Ayu tegas.


" Yuk ahhh..., sarapan. Ntar kaya kemaren kita cuma kebagian ceker ayam doang..." Ayu menarik kedua tangan Shanum agar berangkat.


...*...


Saat menuruni tangga mereka bertiga dibuat terpana dengan penampakan Binar yang duduk bersila di karpet bersama dua sahabatnya.


Dikelilingi beberapa cewek yang terpesona dengan petikan gitar Binar yang romantis.

__ADS_1


Matanya yang tajam menatap Shanum tanpa berkedip, entah kenapa Binar akan selalu berdebar bila bersitatap dengan kedua bola mata bulat milik Shanum. Binar merasa pernah mengenal gadis ini sebelumnya. Tapi, lagi dan lagi Binar harus kecewa saat ia mencari dibuku akhir tahun, Cahaya Nilam bukanlah gadis yang dikenalnya dimasa lalu.


Tapi sudut hatinya begitu yakin, Cahaya Nilam begitu dekat dengan hatinya.


" Bidadari gue turun Nov, ya Ampun.... Pen gue kantongin bawa pulang.., untuk oleh-oleh buat papa, Binar bawa mantu...he..he.he.." Bisik Binar pada Arnov.


Arnov ikut tertawa kecil melihat kebahagiaan yang terpancar diwajah Binar saat ini.


Sedikit banyak Arnov dan Roy tahu betul, bagaimana tersiksanya kehidupan Binar dan Aivy di neraka yang terbalut rumah tinggal itu.


" Dia bucin banget dengan Cahaya..." Bisik Arnov.


" Tapi Cahaya bagaimana?, sepertinya ini akan sulit untuk Binar, Cahaya itu terikat oleh cerita masa lalu dengan Sunny, dan terikat pertunangan dengan Shinee dimasa depan..." Bisik Roy.


" Hah?" Arnov membuka mulutnya lebar-lebar, bahkan lalat lewatpun tak membuatnya menutup mulut saking syoknya. Pemuda ganteng dengan rambut cepak itu semakin mendekat pada Roy kali ini. Informasi yang didengarnya sungguh menarik perhatiannya.


" Kok gitu Roy?" Tanyanya penasaran.


" Jadi kapan hari itu Alexa ada cerita ke gue, Cahaya itu bisa dibilang udah dijodohkan dengan Sunny sejak kecil, Sunny ini kakak kembarannya Shinee. Nah konon katanya Sunny ini udah meninggal enam atau tujuh tahun yang lalu gitu, tapi Cahaya dan Shinee terus ngeyel bawa Sunnynya masih hidup sampai saat ini gitu..."


" Trus karena ayah dari Shinee dan Sunny itu sangat luar biasa berjasa kepada om Vino di masa lalu, apalagi Cahaya juga sudah dianggap putri oleh mereka sendiri, maka untuk selanjutnya perjodohan antara Cahaya dan Sunny itu akan diteruskan oleh Shinee yang masih hidup...gitu..." Lanjut bisik Roy.


" Ya Tuhan... kirain yang berat itu cuma rindu Dilan pada Milea saja, rupanya kisah cinta Cahaya lebih berat dari itu semua..." Desis Arnov sok bijak.


" Bukan Cahayanya yang kita khawatirkan Nov, Binar yang harus kita fikirkan. Binar ini nekat, gue takut dia akan gila bila terjadi sesuatu yang membuatnya berpisah dari Cahaya. Dengan caranya memaksakan cintanya pada Cahaya saja kita tahu watak Binar seperti apa..." Bisik Roy.


" Dulu padahal waktu TK dan SD dia kalem banget ya nggak sih?" Arnov semakin menggeser tubuhnya mendekati Roy.


" Hemmm, apaan sih sanaan!!, jangan nempel-nempel!!, najis...." Teriak Roy geram saat Arnov tidak sengaja menekan pahanya.


Shanum, Ayu dan Alexa yang sedang melintas disamping merekapun tertawa kecil.


Roy segera berdiri dan menghadang Alexa.



(Ini dia bang Roy Alamsyah)


" Biar gue aja yang antriin yang.., lo duduk situ aja.." Roy menarik pergelangan tangan Alexandria dan membawanya duduk di sofa yang kosong.


" Mau sarapan apa?" Tanya Roy lagi.


" Nasi uduk aja Roy, btw makasih..." Ucap Alexa malu-malu.


" Kalau kamu babe?, mau sarapan apa?" Shanum terjingkat kaget saat Binar bertanya tepat di belakang telinganya.


" Ng...ng..nggak usah, I..ini ju..juga mau ngantri.." Shanum merinding mendengar bisikan Binar yang begitu dekat di telinga belakangnya.


" Emmm, okey..." Walaupun berkata okey, nyatanya Binar terus berdiri dibelakang Shanum yang begitu canggung dan salah tingkah.


Binar melipat bibirnya gemas melihat tingkah imut Shanum.


" Cahaya?" panggil Binar.


Shanum pun menoleh sekejap.


" Apa?"


Binar menggeleng dan tersenyum.


" Cahaya?" panggil Binar lagi saat Shanum kembali menghadap depan.


" Apa?" kembali Shanum menoleh dan menghadap Binar.


" Nggak ada apa-apa, hanya memastikan cahaya hatiku masihkah menyala" Jawan alay Binar membuat Shanum benar-benar gemas.



...*...


Mereka berenam berada di taman samping Villa saat ini, beberapa siswa putra terlihat mempersiapkan diri untuk perform mereka malam ini.


" Kalian bertiga akan perform apa sih?, kok santai amat" Tanya Ayu.


" Nyanyi..." Jawab Roy dan Arnov kompak. Sementara Binar sibuk memilin-milin rambut Cahaya.


" Nyanyi? Hah..ha..ha....ha..." Ayu dan Alexa tertawa terbahak-bahak. Sementara Shanum mengulum senyumnya yang juga ikut geli mendengar para tukang tawuran ini akan menyanyi.


" Lo nyanyinya nggak bawa samurai dan ger kan Roy?, " Sindir Alexa.


Sementara Roy tertawa geli akan pertanyaan Alexa dengan cepat mimiting kepala Alexa ke dalam keteknya.


" Kami mau nyanyi yang, bukan perang..." Ucap Roy dengan mengusap-usap pipi Alexa lembut.


" Duuhhh, nggak terbayang tukang gelud nyanyi euyyy" Sambar Ayu.


" Pasti seru nih bwahaha...ha..ha..." Tawa mereka berenam begitu lepas.

__ADS_1


" Kalau kami dapet juara, lo harus kasih hadiah buat gue babe.." Bisik Binar.


" Kenapa minta hadiah ke gue, hadiah dari panitia aja gede kok.." Ucap Shanum.


" Lagian lagak lo Bin, sok juara!!, latihan aja kita enggak loh..." Sahut Arnov.


" Tenang..., serahkan semua ke gue.." Ucap Binar santai.


" Tapi beneran loh babe, andaikan kami juara lo harus nurutin permintaan gue loh..." Tantang Binar lagi.


" Dihhhh, berasa horor gue Bin. Entah kenapa perasaan gue nggak enak dengan permintaan lo.." Sahut Shanum.


Roy dan Arnov saling sikut dan mengkode satu sama lain. Mereka menatap senyum licik pada bibir Binar yang begitu seksi.


" Alamat dah, gadis polos itu akan habis ditangan Binar..." Bisik Arnov.


" Iyee...tumben kali ini lo pinter..."


Arnov melotot geram dengan sahutan Roy.


" Apa kata lo Roy??, tumben??. Gue ini pinter tau!!, lebih pinter dari lo dan Binar!!, gue juara umum tiap tahun asal lo tahu!!!" Ucap Arnov geram


" Oh gitu?, cocok dong sama Ayu yang juga selalu langganan juara umum.." Sahut Alexa.


" Iye ke...?" Tanya Roy dengan gaya bicara upin ipin.


" Dah...dah...ribut mulu kalian, jom lah kita latihan..." Ucap Arnov.


Roy menyerahkan gitanya pada Binar yang duduk diatas kayu bulat yang dijadikan sebagai kursi taman, sementara Shanum duduk dibawahnya, punggungnya bersandar pada sebelah kaki Binar.


" Babe, madep sini...." Binar menarik dagu Shanum agar menatapnya.



Shanumpun menggeser tubuhnya agar bisa menatap Binar.


" Lagu ini curahan perasaan hati gue buat lo...Cahaya Nilam...i love you..."


" Diiihhhhh, co cuit...." Teriak Alexa yang langsung dipeluk oleh Roy.


" Ck...ck...ck...si bucin mulai beraksi Yu..." Bisik Arnov pada Ayu.


" Iyeee, rupenye macem ni ketue genk tawuran kalau udah jatuh cinte.." Sahut Ayu dengan tertawa kecil.


" Klepek-klepek sampe modar lo Bin....ha..ha..ha..." Roy mentoyor kening Binar gemas.


" Berisik!!!, gue mau mulai nih!!" Bentak Binar.


" Ekhem...ekhemm, Ay..lagu ini spesial buat lo babe..."


Shanum yang begitu tersipu hanya bisa menutupi bibirnya yang tersenyum dengan kedua telapak tangannya.


Petikan senar gitar Binar begitu damai, membuat beberapa anak lain ikut berkerumun menyaksikan perform tak resmi Binar.


🎢🎢🎢


Seanggun warna senja menyapa


Bersambut musim yang dijalani


Semegah bintang penuh harapan


Mencoba tuk terangi dalam gelapnya malam


Ungkapanku untuknya, untuk seorang wanita


Yang kupuja dan kupuji, takkan terasa jenuh dirinya dihatiku...


Reff.


Parasnya sungguh indah sekali..


Menggugah rasa tuk ingin selalu bersamanya


Senyumnya menggetarkan jiwaku..


Meresap indah dalam alunan syair laguku..


🎢🎢🎢


Binar terus menatap Shanum, seolah-olah dia berkata pada gadis itu 'inilah isi hatiku'.


Bahkan suitan dan siulan dari beberapa anak disekitarnya tak dihiraukanya.


Beberapa siswi cewek harus mengigit bibir mereka kecewa, karena tidak ada lagi kesempatan untuk menggoda Binar. Karena Binar telah memilih gadisnya dengan terang-terangan.


Sementara dibalik pohon tak jauh dari mereka, seorang siswa dari salah satu SMU lawan sedang sembunyi-sembunyi mengambil foto Binar dan kelompok kecilnya, jelas foto Shanum lebih banyak dia mengambilnya.

__ADS_1


" I got you, BUANA!!!" Desisnya sinis.


" Puas-puasin lo tertawa, sebelum lo menangis darah setelah ini Binar Buana Sanjaya......"


__ADS_2