BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Rahasia Shinee?


__ADS_3

Hujan di Jakarta sedang sangat lebat saat Sunny dan Shanum telah sampai di bandara Soekarno-hatta. Jemputan dari Saga dan Rasya sepertinya juga terkendala di jalan.


" Hishhh, dingin..." Shanum menggosok lengannya bertujuan untuk menghangatkan suhu tubuhnya.


" Dingin ya?, sini tangannya..."


Sunny meraih tangan Shanum untuk digosokkan ketanganya.



" Masih dingin?" Tanyanya lagi.


" Masih...hisshhh...." Shanum terlihat menggigil, bahkan bibirnya terlihat terus terkatup-katup.


" Nih, ini gara-gara merajuk kemarin nih, nggak makan sih! Nggak makan malam, nggak sarapan, jadi kan lemak dalam tubuh berkurang...Jadi mudah kedinginan seperti ini..." Ucap Sunny sambil memasukkan tangan Shanum ke dalam kantung outernya.


" Dih nggak malunya kamu!, karena siapa juga akunya merajuk!!, ringan amat membuka aib sendiri..." Sambar Shanum lirih.


Sunny mengusap kepala Shanum dengan sayang dibarengi tawanya yang renyah.


Imutnya kamu yang..., jika bandara nggak ramai gini udah aku eksekusi kamu...


Ditariknya Shanum semakin mendekat padanya, dikecupinya gemas kening gadis yang sebentar lagi menjadi istrinya itu.


" Aku ya orangnya ?, bukanya kamu yang menanggung aib ya?. Yang semedi dari sore sampai pagi siapa coba?. Aku atau kamu?. Yang merajuk gegara nggak dapat cup siapa juga emangnya?, dih!! kok aku bingung ya, berasa amnesia lagi nih jadinya.." Goda Sunny seolah-olah lupa akan sesuatu.


" Sunny!!, kamu ini!! aku marah lagi nih!!" Teriak Shanum kesal dengan mata yang melotot tajam.


Cup!!


Sunny justru tertawa kecil dan mengecup bibir Shanum sekilas, tak peduli walaupun beberapa orang melihat ulah mereka.


Termasuk empat pasang mata yang menatap penuh permusuhan tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini.


Tring!!


Bunyi notifikasi dari ponsel Sunny berbunyi, pesan dari Saga yang mengabari bahwa mereka telah berada di depan.


Udara memang begitu dingin hari ini, Sunny semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh Shanum, sementara sebelah tanganya menggeret troli koper mereka.


Mata keduanya celingukan ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Saga dan Rasya.


" Kak!! Brothy...sini..sini..." Panggil Saga dengan melambaikan tangannya.


" Heyy adek!!, duh ganteng banget kamu dek...." Seru Shanum melihat keberadaan Saga yang tak jauh dari mereka.



" Ya jelas dong!!, anaknya Vino Malik!! Brothy aja kalah telak!ha...ha...ha..." Sahut Saga.


" Kalah mbahmu!!!, aku loh yang dipilih kakakmu!!" Sahut Sunny.


" Dihh bawa-bawa mbah!. Mbah udah duduk manis tuh di surga" Sahut Saga.


"Kebetulan aja aku adiknya, jika bukan pasti kak Shanum milih aku, ya kan kak?" Tanya Saga sambil langsung gelendotan pada kakaknya.


Sunny melotot menatap Shanum horor sambil melipat bibirnya, seolah-olah menegaskan bahwa ' lo nggak akan dapat kiss kalo nggak pilih gue'.


" Duhh...ini berat, kakak cari aman deh!!, kakak milih brothymu aja dek biar tetap aman dunia persilatan. Tapi jujur sih, gantengan kamu..." Bisik Shanum pada Saga.


" Hey!!, bohong!!. Kemarin kamu bilang aku ganteng yang.. gimana sih!!" Sela Sunny kesal.


Dari kecil saingan beratnya cuma Saga doang, padahal mah para boy's semuanya ganteng-ganteng.


Saat ini Saga memang terlihat sangat tampan, apalagi di usianya yang 18 tahun beberapa bulan lagi. Dia juga lulus SMU tahun ini, sama seperti Rasya.


Tapi disaat Rasya memilih kuliah di Singapura, untuk bisa dekat dengan mama dan papanya, maka Saga memilih tetap di Jakarta. Alasannya tetap sama...yaitu Almaeera.


Lulus dari pesantren Almeer dan Almaeera giliran masuk ke SMU Bhakti menggantikan dirinya.


Saga dan Rasya segera mengambil alih koper-koper kedua kakak mereka.


" Rasya apa kabar dek?" Sapa Shanum pada Rasya Adnan Syakieb.

__ADS_1


" Alhamdulillah Rasya sehat seperti yang terlihat kak Sha.." Jawabnya sopan lantas menyalami kedua kakaknya itu takzim.


" Kita turunin kak Sha dulu di White Base, baru langsung antar brothy ke rumah kakek..." Ucap Rasya saat kini mereka berempat sudah berada di dalam mobil.


" Nggak!!, brothy mau di White Base malam ini. Brothy capek pen cepet-cepet istirahat.." Sambar Sunny kesal, tanganya mulai menyusup ke belakang pinggang Shanum lalu menariknya agar merapat padanya.


Sorry gue, dingin gini masa iya suruh jauhan sama calon istri. Ogah gue!!


" Kalo cuma istirahat kan di rumah kakek juga bisa brothy...." Balas Rasya.


" Soalnya pesan uncle Marvel kaya gitu tadi, Rasya mah tahunya nurut doang.." Lanjut Rasya si paling taat.


Rasya itu paling taat beribadah dan paling taat menjaga amanah. Pokoknya anak tunggal pasangan Adnan dan Hana ini paling muaaanisss diantara para boy's, setelah Shinee.


" Haahhh, pokoknya brothy ingin istirahat dulu di White Base titik!!" Sunny semakin mempererat pelukanya, bahkan kini kepalanya telah terkulai di pundak Shanum.


" Yang seperti ini adalah The Sandhurst Lion? Masa sih?" Bisik Saga pada Rasya.


Mereka berdua menatap brothy tertua mereka ini dari rear mirror yang ada di atas mereka dengan seksama


" Kalau uncle Brian orangnya aku percaya Ga!, tapi kalau brothy?. Kok aku nggak yakin ya?" Balas Rasya jujur dengan masih menatap Sunny yang kini terpejam santai.


Tapi yakinlah, dia masih mampu mendengar dengan baik apa yang sedang di gibahkan oleh kedua adiknya itu.


" Yang malam ini kita 'main' lagi ya..." Ucap Sunny tiba-tiba masih dengan mata terpejam.


" Hahh apa?" Tanya Shanum nggak connect.


" Haissh kamu sampai jejeritan gitu kok lupa sih, nih pundakku aja masih pedih kena kuku tajam kamu..!!" Ucap Sunny lagi.


" Akkh, nggak mau akkh aku takut! Aku nggak mau lagi..." Sahut Shanum.


" Kenapa takut kan asyik yang..., tuker posisi deh kalo gitu! kamu diatas aku dibawah..." Ucap Sunny santai sambil matanya melirik kedua adiknya.


" Liat nanti deh, kalau sepi-sepi oke kita main lagi..." Jawab Shanum.


Rasya dan Saga saling tatap tak percaya mendengar obrolan kedua kakaknya.


Konotasi negatif langsung menggerakkan otak keduanya yang masih suci.


Padahal mah semalam mereka main game Zombie dari ponsel mereka, Shanum mengeksekusi lantai atas dan Sunny bagian lantai bawah.


Bibir Sunny tersenyum miring melihat reaksi adik-adiknya.


Mampus lo berdua!!, nggak bisa tidur kalian malem ini..ha..ha..ha..


" Kenapa senyum-senyum?" Tanya Shanum penasaran dengan keanehan Sunny.


" Nggak ahhh, cuma inget semalam.." Sahutnya lagi.


Saga mengusap dagunya, lalu melirik kakaknya dari spion dalam.


Masa kak Sha nggak tahu batasan, kan mereka baru tunangan?


Belum menikah kan?, masa iya udah main-main aja..


Ini nih gara-gara si blangsak nih....kakak gue yang polos jadi ketularan blangsak..


" Kenapa Saga?" Tanya Shanum yang heran melihat Saga bolak-balik menatap dirinya padahal dianya sedang nyetir mobil.


" Nggak papa kak, kakak makin cantik..." Ucap Saga gelagapan.


" Wehhh, makasih dek...Entar kakak transfer untuk beli bola basket terbaru..." Balas Shanum.


" Nggak usah!!, udah lulus SMU harusnya udah mulai merintis masa depan, mikirin usaha kek minimalnya, jangan dimanjain mulu....." Sahut Sunny.


" Usaha! kita mah udah ada! ya nggak Rasya!, kita walaupun cuma kecil-kecilan udah ada kafe milik sendiri ya nggak bro?" Ucap Saga.


" Iya brothy, kami sudah merintis cafe milenial untuk anak-anak SMU di dekat sekolah kami, yahh..walaupun cuma makanan dan minuman receh yang kami tawarkan, tapi Alhamdulillah omset bulanannya bisa ratusan ya nggak Ga?"


" Yupp!!, bisa buat modal kawinin Meera ha..ha..ha..." Sahut Saga lagi.


" Kawin! Kawin!. Bocil gitu mikirin kawin mulu!" Sambar Sunny.

__ADS_1


Saga dan Rasya saling tatap, mereka ingat betul tuh tiga tahun yang lalu. Kakak tertuanya ini nangis-nangis minta dinikahin sama kak Shanum sebelum berangkat ke Inggris.


Nah, rupanya beliaunya lupa!, atau amnesia lagi jangan-jangan.


" Dih ada yang lupa dengan pelajaran sejarah nih!!" Sindir Saga.


Tapi si tersindir rupanya benar-benar nggak nyadar akan sindiran yang ditujukan padanya.


...***...


White Base sudah ramai akan semua anggota genk somplak yang memang sengaja berkumpul di sana sejak seminggu yang lalu. Ini adalah kali pertamanya mereka ada gawe.


Genk somplak mantu untuk pertama kali, dan pengantinnya adalah si kembar. Apalagi salah satunya berjodoh dengan anak sesama genk, sudahlah!. Bisa dibayangkan betapa hebohnya acara mantu kali ini.


Mungkin Shanum dan Sunny hanya bisa beristirahat beberapa jam saja, karena selanjutnya mereka sudah digiring kesana sini untuk foto prewedding, fitting baju pengantin, cek kesehatan dan segala macam.


Dan disinih peristiwa lucu itu terjadi, Shinee sudah menunjukkan gelagat aneh semenjak kedatangan mommy Ara dan uncle Lenox lengkap dengan jas dokter mereka.


" Sha...sini sayang, kita suntik tetanus dulu..." Panggil mommy Ara, ditanganya telah terdapat alat ijeksi.


" Buka lenganya sayang" Lanjut mommy lagi bersiap melakukan penyuntikan.


Shinee meringis dibalik tubuh Ayu, sementara Sunny berlarian dari pintu samping White Base menuju keberadaan mereka.


" Maaf mom, uncle, Sunny lupa... " Sunny mengalami mommy Ara dan uncle Lenox bergantian.


" Okey, nggak papa ini juga baru Sha yang udah disuntik..., kamu mau sama uncle atau mommy?" Tanya uncle Lenox.


" Uncle juga boleh .." Jawab Sunny


" Kamu udah sayang?" Sunny langsung duduk di samping Shanum, dan mengecup keningnya sekilas.


" Udah, nih...." Shanum membuka lengannya yang telah berbekas suntikan.


" Sakit nggak?" Tanyanya pada Shanum.


Tapi belum juga Shanum membuka mulut, justru uncle Lenox yang menjawab.


" Ahhh, nggak sakitlah orang jarumnya kecil, yang disuntik jarum gede aja nagih...ya nggak Shinee..."


Shinee hanya tersenyum sambil matanya melirik istrinya.


" Nah, Ayo Shinee sini mommy suntik." Panggil mommy Ara.


Shinee langsung berjingkat kaget, keringat dingin membanjiri keningnya.


" Ayu aja dulu mom, sekalian periksa dedeknya.." Ucap Shinee panik.


Tapi, setelah Ayu selesai disuntik pun rupanya Shinee masih juga terus menolak.


" Ayo Shinee sini..." Panggil uncle Lenox.


" Nggak deh, nggak usahlah. Shinee sehat kok..." Tolaknya.


" Shinee suntik tetanus ini diperlukan untuk mencegah infeksi bakteri clostridium tetani pada alat kewanitaan sayang..." Ucap bunda yang tiba-tiba berada di belakangnya.


" Dih bun!, udah telat juga. Ayu aja udah gede gitu perutnya.... Nggak mau!, Shinee nggak mau disuntik.." Tolaknya tegas.


" Hey Shinee!!, jangan bilang kamu masih takut dengan jarum suntik seperti dulu?" Kini sang kakak menatapnya dengan tatapan tak percaya.


" Eh enggak lah, siapa yang takut! Aku ini calon dokter tau!!" Sambar Shinee.


" Ya udah kalau gitu sini, biar uncle atau mommy yang nyuntik..." Ucap mommy sabar.


" Udah ihh sayang sana...." Ayu mendorong tubuh Shinee ke depan mommy Ara.


Wajah Shinee tiba-tiba pucat, apalagi satu persatu adik-adiknya mulai berdatangan dan duduk tidak jauh dari mereka.


Shinee duduk dengan tegang di depan mommy Ara, perlahan-lahan dia menyingkap lengannya dengan mata terpejam.


Bunda Dian dan Sunny tersenyum gemas, mereka sangat tahu bahwa Shinee tidak pernah bisa disuntik semenjak kecil.


Tapi saat ini harga dirinya dipertaruhkan di depan istri dan adik-adiknya. Shinee harus berani.

__ADS_1


Tapi, baru juga mommy Ara menyentuh lenganya, pria berusia 23 tahun itu sudah berjingkat dan berteriak.


" No!!! Please...please...jangan suntik!, jangan suntik! Aku nggak mau!!"


__ADS_2