BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Roy sang hypnotist..


__ADS_3

Roda terus berputar, waktu terus berjalan sesuai takdir yang telah digariskan. Begitupun dua insan manusia yang terus berkembang dengan rasa cinta mereka.


Beberapa minggu lalu babak final Gala Seni telah diselenggarakan, dan pemenangnya adalah Binar and the genk. Bagaimana tidak?, hasil penjurian diambil dari vote pemirsa yang jelas-jelas populasi wanita saat ini lebih banyak dari pria.


Ditambah lagi memang dasarnya ketiga member ini good looking semua, fix Shanum cs harus puas di posisi runner-up.


Tapi kebahagian tentu tetap menjadi milik mereka berenam, karena juara 1 sampai 3 yang lolos ke Nasional akan bisa travelling ke Bali, karena final Nasional diselenggarakan di sana.


" Yeaaay ke Bali cuy!!!" Seru Roy sambil mengangkat Alexandria yang berada dalam pelukannya.


" Haishhh Roy!!, mikirin Balinya ntar dulu!, ujian kelulusan kita sudah didepan mata cuy!!" Sambar Arnov.


" Eh iya loh, hampir lupa juga gue!" Ayu menepuk keningnya tiba-tiba.


" Hah???, yang bener aja lo Yu!. Lo yang paling diantara yang paling aja bisa hampir lupa. Trus bagaimana kabar gue?" Ucap Alexandria kocak.


Mereka berenampun tertawa terbahak-bahak sambil mengacak-acak rambut Alexandria.


Dan begitulah, hampir tiap hari mereka berkumpul untuk belajar bersama-sama. Tempatnya selalu berpindah-pindah ke rumah mereka masing-masing. Tapi hanya satu rumah diantara keenamnya yang tidak pernah ditempuh.


Yaitu rumah Binar.


Sebagai gantinya saat giliran Binar tiba, Binar mengajak mereka ke cafe tempat dia kerja atau bahkan sering ke taman kota yang sejuk.


Seperti saat ini, Roy membaca bukunya sambil membaringkan kepalanya di atas tubuh Alexandria yang tengkurepan menghafal rumus-rumus.


Sedangkan Binar dan Shanum keduanya saling beradu punggung, kepala Shanum rebah santai di pundak Binar.


Ayu dan Arnov?


Mereka memilih saling mendiskusikan cara yang ter efisien untuk memecahkan soal dengan cepat.


Roy yang terlihat seperti anak tiri disini. Itu karena Roy adalah satu-satunya anak IPS diantara mereka.


" Duh...kok gue berasa jadi batu diantara berlian ya..." Ucapnya sedih dan terlihat merajuk.


Melihat kelima sahabatnya selalu solit dan selalu berkumpul melingkar untuk mecahkan soal-soal membuatnya merasa diasingkan.


" Apa sih Roy!!, sini belajar sama gue.." Alexandria yang merasa kasihan dengan ucapan lebay Roypun segera merangkul Roy dari belakang dan mengigit kecil telinganya.


" Ahhh!! Alexa....jangan nakal!!" Teriak Roy, wajahnya memerah padam karena malu tapi seneng.


" Ha..ha..ha..." Mereka berenam tertawa riang di sudut taman kota sore itu.


Hari yang ditunggu tiba. Seluruh SMU di Surabaya melakukan ujian kelulusan serempak. Selama empat hari kedepan, mereka berenam sepakat untuk tidak bertemu diluar jam sekolah. Mereka harus fokus pada ujian mereka kali ini.


" Jadi kamu belum mutusin mau lanjut kemana Bin?" Tanya Arnov


" Belum..., tapi kelar ujian ini gue akan bawa papa gue kontrol ke Jakarta dulu, sekalian liat-liat kampus disana...."


" Nah itu bagus Bin, lebih cepat lebih baik, dan papa lo juga akan bisa cepat berjalan"


" Aamiin, semoga Allah memudahkan..." Roy yang tiba-tiba muncul merangkul keduanya dari belakang.


" Gue udah kangen Alexandria cuy... Kita lewat SMU Pelita bentar yuk.., kali aja bisa rezeki liat wajah cantiknya.." Rengek Roy.


" Ya elah Roy!! Pria sejati itu teguh akan janji!!" Sahut Binar


" Nah kan lo Bin yang sok bikin aturan buat nggak ketemuan selama ujian berlangsung, gue mah enggak...." Elak Roy cepat.


" Soalnya gue nggak akan bisa seharipun nggak liat wajah manis pacar gue Bin, bisa mati karena di diagnosa rindu akut nih gue entar...." Roy masih terus merengek.

__ADS_1


Binar terkesima sesaat dengan kata-kata Roy, jujur diapun sama. Kangen juga sehari saja nggak liat Shanum, tapi...


Jika ketemuan takutnya Binar kembali nggak konsen. Binar ini tipe-tipe susah belajar.


Dia mendingan di suruh adu fisik saja dari pada adu otak. Masalah beasiswa yang di dapat itu mungkin hanya kebetulan rezekinya saja. Padahal mah kalau pinter, masih pinteran Arnov kemana-mana. Tapi entah bagaimana ada nama dia di list beasiswa pilihan itu.


" Lo udah putusin kuliah dimana Roy?" Tanya Arnov.


" UGM, Jogja. Alexa juga kesana, rencananya kami akan tunangan dulu setelah acara kelulusan ini.." Roy terlihat mengulum senyumnya saat mengabarkan berita baik ini kepada sahabatnya.


" Wuihhhh...asyeekkk- asyeekkk joss!!" Teriak Arnov yang langsung meloncat di punggung Roy.


Beberapa saat lamanya Roy menggendong Arnov di punggungnya sampai mereka akhirnya tiba di parkiran sekolah.


" Gimana?, lewat SMU Pelita nggak nih?" Ucap Roy setelah dia menurunkan Arnov.


" Lo aja!!, gue nggak..." Ucap Binar cuek.


" Gue juga enggak, emang gue mau nginspeksi siapa di sana?" Sahut Arnov pula.


" Ayu kurang cantik ya?" Tanya Roy.


" Apaan sih lo!!, udah gue bilang gue nggak ada rasa sama dia!!" Bentak Arnov.


" Trus rasa lo ke siapa dong?" Tanya keduanya kompak.


" Nggak tau lah!!" Jawab Arnov kesal, tanganya mengacak rambutnya geram.


" Coba lo penjamin mata lo..." Ucap Roy seolah berlagak menjadi Ferdinand OVJ, pemuda itu mencoba mensugesti Arnov.


" Nah fokus aja lo ke suara gue..., sekarang bayangkan seorang gadis yang sering ada di mimpi lo, gadis yang manis menurut lo, gadis yang menggetarkan hati lo, gadis yang ingin selalu lo lihat wajahnya, gadis yang selalu lo harapkan kehadirannya...." Roy memutar-mutar telapak tanganya di depan wajah Arnov beberapa saat.


" Nah Arnov?, siapa gadis yang lo lihat sekarang?" Roy menjentikkan jarinya di depan Arnov sebagai tanda pemuda itu sudah boleh membuka mata.


Binar lagi-lagi menepuk keningnya, tapi saat dari mulut Arnov keluar satu nama membuatnya syok tak percaya.


" Aivy....??? kok yang gue lihat Aivy sih??" Tanya Arnov polos saat membuka matanya. Matanya menatap bingung pada kedua mata sahabatnya bergantian.


Entah bagaimana bisa begitu, Arnov awalnya hanya iseng-iseng saja mengikuti kata-kata Roy yang sebenarnya nggak dipercayainya dari awal.


Tapi nyatanya, memang hadir wajah Aivy yang tersenyum di dalam benaknya saat ini. Arnov pun bingung, padahal hatinya memohon yang keluar adalah wajah gadis yang pernah ditemuinya saat mengantar mamanya ke Kodim beberapa hari lalu.


" Sorry Bin...sorry, gue nggak ada maksud apa-apa ke adek lo, tapi sumpah!!, emang wajah Aivy yang terlintas. Gue juga nggak tau..., sorry Bin.." Arnov berulang kali mengutarakan permintaan maafnya pada Binar.


Pemuda itu merasa benar-benar tidak enak dengan Binar atas kejadian ini.


Matanya melotot tajam pada Roy yang malah senyum-senyum melihat kebingungannya saat ini.


" Mungkin lo hanya kepikiran Aivy Nov, soalnya lo ada janji hutang beliin dia boneka BT21 Tata ya kan?" Ucap Binar cepat.


Arnov terlihat lega bukan main, pemuda itu langsung mengusap-usap dadanya.


Mungkin juga sih gue kepikiran itu...


Tapi kenapa gambaran itu seolah-olah nyata ya...


Dihhh..., nggak mungkin gue suka Aivy, dia aja masih bocil...


Ehhh, biar bocil dia cantik banget...


Dan begitulah...

__ADS_1


Gara-gara tingkah iseng-iseng Roy. Sejak detik saat meluncurnya nama Aivy dari mulutnya, Arnov sama sekali tidak bisa lagi konsentrasi dalam belajar. Semakin ingin di lupakannya, semakin kuat nama Aivy merasuk ke dalam hatinya!!


Ini gila, bahkan Arnov tak yakin dia bisa menyabet juara umum lagi tahun ini.


" Brengsek Roy!!!, semua ini gara-gara Roy nih!! Setan Roy!!!" Teriaknya kesal di toilet cowok saat hari ujian berakhir siang ini.


" Lo kenapa Nov?, lo kesal sama Roy?, karena apa?" Tanya Binar mengejutkannya, pemuda itu keluar dari dalam dalam salah satu bilik.


" Ahhh, ehhh, I..itu..nggak papa sih Bin. Cuma kesel doang.." Jawab Arnov kikuk.


" Iya karena apa?" Tanya Binar lagi.


" Ya, kesel aja nggak perlu pake alasan!. Liat wajah songongnya aja bikin gedeg!!"


" Siapa bilang gue songong!!, tampan kayak gini.." Giliran Roy ikut-ikutan keluar dari bilik yang lain dan langsung menuju kaca wastafel, bergaya narsis memamerkan ketampanannya disana.


Asli!!, Arnov dibuat mati berdiri sekarang!. Roy sepertinya sangat bisa melihat gerak-getik aneh Arnov.


" Kita kumpul kan hari ini?, btw rindu gue udah sampai ubun-ubun nih.... Nggak tahan mak!! Pen pecah rasanya....." Kembali Roy merengek-rengek manja kepada dua sahabatnya itu.


" Kuy lah, gue juga kangen berat...." Sahut Binar.


" Kemana kita?" Tanya Roy cepat.


" Nonton, ada film bagus kata Ayu.." Jawab Binar.


" Ya udah kita jemput Aivy dulu!!" Ucap Roy sambil melipat bibirnya ke dalam.


" Gak!!, gue mau pacaran kenapa bawa-bawa Aivy!!" Tolak Binar cepat.


" Yaelah..., yang pacaran kan kita. Arnov dan Ayu kan enggak, ya biar mereka berdua aja yang momongan Aivy..."


" Aaawww!! Anj*ng lo Nov!!!" Roy mengumpat saat toyoran di kepalanya begitu membuatnya pusing. Dan pelakunya jelas adalah Arnov.


Sebenarnya gue cuma mau liat reaksi pertama lo saat melihat Aivy hari ini.


Gue cuma ingin memastikan kecurigaan gue Nov..


Yang lo ucapin pas gue pura-pura sugesti lo itu beneran apa nggak..


Masa lo bisa jatuh cinta sama bocil sih Nov.


Pas nanti Aivy cantik-cantiknya lo pasti udah di fase bungkuk-bungkuknya...


" Bwahaha..ha...ha..ha.." Tawa Roy yang meledak tiba-tiba bahkan sampai terbahak-bahak seorang diri membuat Binar dan Arnov saling pandang dan menggendikkan bahu mereka heran.


" Kerasuk nih bocah!!" Ucap Arnov.


" Iya!!, perlu panggil Kiyai untuk rukyah dia nih kayaknya, macam nggak beres aja nih anak...." Timpal Binar.


" Masa yang setengah edan dan begajulan model kaya gini Alexandria doyan sih!!, lo pelet pakai apa dia bro??" Tanya Arnov geram.


"Enak aja lo ngoceh!!, lo nggak lihat wajah gue ini titisan Leonardo DiCaprio?" Roy berjalan mundur didepan Arnov dan Binar sambil menunjukkan pose ter-imutnya.


"Nggak ada yang nggak mleyot hatinya saat mata ini menatap mata seorang gadis Nov...are you understand??" Lanjut Roy sambil membuat tatapan seksi pada matanya yang teduh.


" Duuhhh Roy!!!, sayang sekali Roy, tapi khusus gue, gue ENGGAK UNDERSTAND TUH!!" Jawab Arnov.


" Huhh itu sih karna mata lo jereng!!, kebanyakan belek!!" Roy masih tidak mengalah.


__ADS_1


Bang Arnov Regan Dirgantara...


__ADS_2