BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Pasrah..


__ADS_3

Entah berapa kali Sunny mengulangi penyatuan mereka malam ini, karena dari penampakannya pagi ini saja Shanum benar-benar terlihat acak adul tak karuan.


" Maafkan aku yang...., aku tidak bisa lagi menahan diri" Bisiknya sambil mengecup pucuk kepala Shanum yang berada di dadanya.


Sunny memejamkan matanya sesaat sebelum beranjak perlahan untuk membersihkan tubuhnya, tenaganya terkuras semalaman.


Seperti yang telah diidam-idamkan selama ini, Sunny membuktikannya dengan benar-benar tidak tidur semalaman.


Ceklek!!


Sunny telihat segar saat keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang telilit handuk dibagian bawah tubuhnya.


Rambutnya masih meneteskan air ke bahu lebarnya. Terlihat pula bekas gigitan memerah dibahu itu, dan juga beberapa cakaran yang terlihat memerah panjang.


Pelan kakinya melangkah ke tepi ranjang, menatap punggung terbuka yang putih mulus milik istrinya. Giginya mengigit bibir bawahnya menahan senyum yang ingin terbit dengan hanya mengingat penyatuan semalam.


Menikmati kehormatan istrinya yang dijaganya dengan begitu kuatnya selama ini adalah sebuah impian yang kini menjadi kenyataan.


Jujur sejak ingatannya kembali, Sunny sudah tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak menyentuh Shanum. Puncaknya adalah malam dia memanjat balkon White Base. Malam itulah kenakalannya kembali, Manggala Sunny kembali.


Cup.


Dikecupnya pundak mulus terbuka itu perlahan, bekas merah terlihat di beberapa permukaan kulit putih itu hasil perbuatanya semalam.


" Yang..., bangun yuk...udah jam lima. Sholat dulu yuk yang..." Bisik Sunny lembut dengan terus mengusap punggung mulus itu pelan.


" Emmhhh nantilah.., badanku sakit semua Sunn.... Remuk semua, biarkan aku tidur sebentar...." Adu Shanum masih dengan mata yang terpejam.


" Emhh ha..ha..ha, maaf yang, maafkan aku..." Bisik Sunny malu-malu dengan menduselkan kepalanya di ceruk leher belakang Shanum. Aroma sisa parfum yang telah tercampur keringat hasil kerja kerasnya semalam membuat Sunny ketagihan menghirupnya dari tubuh Shanum.


Dia ingat betul bagaimana kebuasanya semalam saat melakukan untuk yang kedua dan berikutnya. Jeritan dan rintihan Shanum bahkan tidak digubrisnya sama sekali.


" Biar aku gendong ke kamar mandi, yuk..." Paksanya lagi setelah memberikan waktu limabelas menit untuk Shanum.


Shanumpun menurut dengan mengangguk, waktu sholat subuh sangat pendek jadi gadis itupun segera melingkarkan tangannya ke leher Sunny.


Cup.


Dikecupnya kening Shanum dengan sepenuh rasa sayang. Dialah gadis kecilnya dulu, yang menjadi pacarnya diusia SD, lalu menjadi tunanganya sebelum akhirnya berpisah karena tragedi penculikan.


" Always love you sayang..." bisiknya.


" Me too Sunn..." balas Shanum lembut.



Dan pagi itu adalah pertama kalinya Sunny memandikan Shanum, dan pure hanya memandikan!, walaupun sebenarnya sesuatu dibalik celananya sudah begitu sesak ingin ikut nimbrung.


Sunny begitu telaten menyabuni sekujur tubuh Shanum dengan spon yang begitu lembut, kadang-kadang dikecupnya bekas-bekas merah sisa semalam.


Ternyata mandi dan berkeramas tidaklah bisa sebentar, karena rambut Shanum lumayan panjang. Dan akhirnya mereka pun sholat subuh agak kesiangan.

__ADS_1


" Minum dulu susunya dan makan cemilanya dulu yang.... Bentar lagi kita turun untuk sarapan.." Sunny meletakkannya nampan yang baru diantar oleh pelayan beberapa saat lalu.


Lalu kembali membantu Shanum untuk menyisirkan rambut istrinya.


" Yang...." Sunny menatap mata Shanum dari pantulan cermin.


" Hemmm " Sahut Shanum lemah.


" Kamu sakit?, kamu pucat loh. Biar aku ambilkan sarapannya aja ya kamu tunggu disini.." Sunny meletakkan punggung tangannya pada dahi Shanum.


Tidak panas..


Tapi kenapa dia lesu begini..


Apa karena gue genjot semalaman..


Duh...gimana nih?


Bisa mati dicincang tuan Marvel gue!!


Mantu kesayangannya gue bantai berkali-kali semalam.


Shanum terlihat pucat saat mereka kini berdua turun ke restoran hotel. Roy dan Arnov yang masih menginap membelalakan mata mereka tidak percaya.


" Hohhh?, dia ikut sarapan bersama? Hebat!!" Bisik Roy pada Arnov.


" Kayaknya Binar udah nyicip duluan nih sebelum malam ini" Sahut Arnov.


" Kayak nggak tahu bucinnya Binar aja sih!! Masih belum pacaran aja maksain jadi pacar. Giliran jadi pacar tiap malam naik balkon!!, ngapain coba kalau nggak nyicip!!"


Plakk!!


Geplakan keras di belakang kepala keduanya begitu nyeri terdengar.


" Awww, Njirrr!!" Jerit Roy dan Arnov bersamaan.


" Lo berdua ghibahin gue!! Kurang asem!!" Bentak Sunny.


" Nggak ada!!, ghibah kan ngomongin yang nggak-nggak, gue sama Arnov kan ngomongin yang iya-iya.. " Sahut Roy sambil mengusap kepala belakangnya.


" Celine mana Roy?" Sela Shanum.


" Masih di mandiin sama Alexa, semalem rewel dia!, bikin gue kesel!" Roy terlihat mengerut kesal.


" Kesal kenapa?, anak lo imut kaya gitu.." Sela Sunny.


" Imut apanya!, dia setiap malam maunya tidur sama kami, lo nggak tau aja deritanya si Jojon yang nggak bisa leluasa bergerak!" Ucapnya kesal sambil melirik sesuatu dibalik celananya.


Sunny dan Arnov tertawa terbahak-habak demi mendengarkan keluhan sahabat mereka sementara Shanum menunduk malu.


Sesampai di restoran sebagian keluarga telah berkumpul, bunda Dian langsung mendekati menantunya yang terlihat pucat.

__ADS_1


Sunny begitu was-was saat lirikan ayahnya begitu mematikan saat menatapnya.


Duh...


Mati gue..


" Sha kenapa nak?, pucet banget?" Bunda Dian langsung meraba pergelangan tangan Shanum yang terdapat nama Sunny disana.


Wanita yang masih terlihat manis itu mencoba merasakan denyut nadi menantunya yang begitu lemah.


Matanya mengkode suaminya seolah mereka sedang berkomunikasi, tak lama sang suamipun mengangguk.


Beberapa olahan dari daging segera di geret ke depan Shanum oleh ayah.


" Makan yang banyak princess, biar nggak pingsan di tangan anak edan itu!!" Bisik ayah.


" Anak edan?, aku maksudnya?" Sela Sunny sambil menunjukkan jari telunjuknya pada hidungnya sendiri.


" Ihhh ayah sekate-kate sama anak kandung sendiri!!" Lanjut Sunny kesal.


Ayah menatap Sunny dengan tatapannya yang begitu dingin. Lalu mulai mencondongkan tubuhnya mendekat ketelinga Sunny.


" Kamu bantai berapa kali anak perawan Vino semalam hah!!, sampai pucat lemes seperti itu dia!!" bisik ayah yang begitu langsung tepat menusuk jantung Sunny.


" Nggak ada!, cuma beberapa kali di malam hari dan beberapa kali juga sebelum subuh..." sahut Sunny santai.


" What the f...!!, edan di anak!!" ayah mentoyor kepala Sunny dengan geram.


" Untung papa dan mama mertuamu nggak lihat kondisi anaknya kayak gini..." desah Ayah lalu kembali duduk, tapi matanya tetap menatap tajam Sunny.


" Halah yah!!, kayak ayah nggak kayak aku juga! ayah pun dulu sama!!" sahut Sunny.


" Kau ini!!, ngelawan mulu kalo dikasih tau!!" kesal ayah sambil melemparkan sendok sayur ke arah Sunny tapi dengan cepat ditangkapnya.


" Kalian ini!!, apa sih dari tadi ribut mulu. Cepat selesaiin sarapannya.." seru Bunda.


" Putramu tu!!" seru Ayah.


" Suami bunda tu!!" sahut Sunny.


Sementara yang lain hanya menggelengkan kepalanya melihat drama ayah dan anak itu.


...***"""***...


jadi guy's...maafkan othor...


nggak up berhari-hari karena review nya ditolak melulu.



jadinya bingung, mau nggak mau diloncatin aja lah...

__ADS_1


__ADS_2