BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Kemajuan hubungan Shinee & Ayu..


__ADS_3


"Aaaaaa....my soldier, you so handsome with your hair style. You look mature, and l love you more Sunny" teriak Shanum histeris.


Sementara Sunny mengulum senyumnya karena tersipu malu akan kata-kata Shanum barusan.


" You love me because I'm handsome? only that?" tanya Sunny sambil disertai senyumnya yang memabukkan Shanum.


" Ha..ha..ha, tentu saja tidak. Cinta sejati tidak memerlukan penjelasan karena cinta sejati adalah cinta yang tidak memerlukan alasan.."


" Aku mencintaimu tanpa tahu itu bagaimana dan dari mana semua bermula dan berasal. Aku hanya mencintaimu karena hatiku hanya terus merasakan kebahagiaan saat adanya keberadaan kamu di sisiku. Aku mencintaimu seperti ini karena hanya kamu yang bisa membuatku nyaman dan tenang.."


Sunny terus menatap wajah Shanum yang memenuhi layar ponselnya. Ringan, hatinya yang sesak beberapa hari lalu kini lega dan ringan. Begitu juga Shanum, gadis itu terus menatap Sunny tanpa kedip. Dia begitu terpesona akan penampilan baru Sunny.


" Kenapa baru sekarang nelponnya yang?" Tanya Shanum dengan nada merajuk.


" Emmhh, registrasi kartunya ada kendala babe. Dan aku juga harus mulai belajar mendisiplinkan diri. I'm sorry babe..." Balas Sunny.


Seketika Shanum mengingat pesan-pesan uncle Rangga beberapa saat lalu, gadis itu dengan cepat mengubah raut wajahnya seceria mungkin.


" Babe..., aku benar-benar minta maaf, untuk komunikasi kita selanjut mungkin agak susah. Kau tahu kan bagaimana hidup di asrama militer?. Semua ada jadwalnya, kita tidak bisa seenaknya " Ucap Sunny begitu sendu.


" Aku akan sempatkan untuk menghubungimu begitu ada kesempatan. Aku hanya butuh pengertian dan kepercayaan darimu babe..."


" Dengan itu semua aku akan kuat disini. Kamu adalah semangatku babe... Dan yakinlah bahwa aku juga sangat rindu meski aku dengan terpaksa harus tidak menghubungimu dalam waktu yang lama, apa kamu paham sayang?" Suara Sunny terdengar begitu bergetar, susah payah dia bisa menyelesaikan kalimat yang bisa jadi akan melukai hati Shanum.


Dan itu benar adanya!, jujur, Shanum agak merasa ngilu. Baru juga empat hari mereka berpisah, tapi Sunny berbicara seolah-olah ada jarak yang terbentang tinggi diantara mereka. Bahkan perangkat modern dan canggih seperti ponselpun tak mampu menyatukan.


Lagi-lagi Shanum teringat akan pesan uncle Rangga.


" Iya Sunn, aku akan selalu mendukungmu.... Kau harus berhasil begitupun juga aku, fokuskan semua di cita-citamu Sunn. Tidak masalah kita harus melewati badai ini"


" Bahkan Tuhanpun tidak pernah berjanji bahwa hidup yang kita jalani akan terbebas dari badai, tapi Tuhan berjanji akan menyertaii kita dalam melewati setiap badai, kita akan berjuang bersama-sama " Ucap Shanum panjang lebar.


Dan tentu itu sangat menyejukkan hati Sunny.


Bagaimana tidak? Saat pertama datang empat hari lalu mereka harus dibuat kaget dengan semua peraturan baru yang begitu ketat dan disiplin.


Sunny dan uncle Brian bahkan sempat memutuskan untuk menarik berkas dan mencari sekolah militer yang lain. Tapi begitu melihat dan mempelajari visi misi yang begitu brilian membuat mereka memutuskan untuk tetap bertahan.


Dan jalan satu-satunya yang harus dilakukan Sunny adalah berbicara dari hati ke hati tentang masalah ini dengan Shanum demi mendapatkan pengertian dan pemahaman atas situasinya ini. Dan Sunny dapat bersyukur, dia dapatkan pengertian Shanum dengan sangat mudah.


Hatinya begitu sejuk, dia merasa tidak salah memilih pasangan. Pemuda itupun bejanji pada dirinya sendiri akan selalu menjaga hatinya untuk Shanumnya seorang. Dan terus bermohon kepada Tuhan untuk menjodohkan dirinya dengan Shanumnya.


Mereka terus bercakap-cakap sepanjang acara tour campus hari ini, bahkan tak hanya dengan Shanum saja, Sunny juga berbicara dengan Shinee, Ayu dan uncle. Hidup baru mereka sudah di depan mata. Kehidupan akan terus bergulir seiring datang dan perginya manusia.


Semua berjalan sesuai kodrat dan kehendak Tuhannya. Tak ada satu manusia pun yang akan bisa menolak takdir yang tertulis karena semua telah digariskan bahkan semenjak manusia itu sendiri dilahirkan.


...***...


Sudah begitu banyak yang berubah dalam kurun waktu lima bulan ini. Tapi kehidupan sepasang suami istri ini tak juga ada perubahan.


Shinee si suami masih juga meringkuk di sofa setiap malamnya. Dan sang istri menempati kasur yang luas seorang diri.


Setiap masuk bulan Desember, maka suhu di Boston akan sangat dingin. Dan itu bisa berlangsung selama 3 atau 4 bulan kedepan. Saat ini saja Shinee sudah mulai merinding karena hawa-hawa dingin mulai terhembus.


Ayu yang melihat Shinee tidur menggunakan hoodie dan masih dibalut dengan jaket sempat heran. Biasanya atau lebih tepatnya selama lima bulan ini dia selalu melihat Shinee yang membiarkan tubuh bagian atasnya terbuka.


Jika saat ini Shinee berubah kebiasaan tentu Ayu merasakan kejanggalan.


Apa dia sakit?


Tapi tadi masih biasa-biasa saja?


" Shinee.." Panggilannya lembut.


" Hemmm" Sahut Shinee yang sudah menutup matanya sedari tadi.


" Kamu sakit?" Tanya Ayu, kebiasaan Shinee yang berubah drastis membuat Ayu menjadi overthinking.


" Nggak Yu, Kenapa emang?" Tanya Shinee sembari membuka matanya.

__ADS_1


Ayu berdiri di depan Shinee dengan memeluk bantal dan selimutnya.


" Terus kenapa kamu hari ini pakai baju Shinee?" Tanya Ayu lagi.


Shinee sontak melotot terkejut mendengar pertanyaan ambigu dari Ayu.


" What!!, maksudnya gimana? jadi kamu suka kalo aku nggak pakai baju?" Tanya Shinee spontan.


" Ishhh, ya nggak gitu maksudku!!" Sahut Ayu kesal, jelas maksudnya bukan itu.


" Ahhh!, jadi kamu mau tidur bareng aku di sofa?, ya nggak muat dong!" Ucap Shinee semakin ngasal.


" Iiihhhh, siapa juga!. Aku cuma mau tukeran tempat. Kamu tidur dikasur, dan aku tidur disini..." Seru Ayu menahan malu.


" Loh?, emang kenapa?, udah biasa juga kayak gini, apa masalahnya?" Tanya Shinee lagi.


" Nggak kenapa-kenapa!, nggak ada masalah juga!, pokoknya aku mau kamu di kasur aku disini! Titik!" Seru Ayu gemas.


" Tapi ini bulan Desember loh Yu.., beneran mau tidur sini dengan baju kayak gitu?" Ucap Shinee sambil melirik baju babydoll yang dipakai Ayu.


" Iya emang Desember!, siapa juga yang bilang Agustus.., sana cepat pindah. Aku ngantuk..." Sahut Ayu cepat.


" Nih tambahin selimutnya..." Ucap Shinee memberikan selimutnya pada Ayu.


" Nggak usah!, buat kamu aja.." Tolak Ayu.


" Ini Desember Ayu...." Ucap Shinee lagi.


" Dihh dari tadi ngomong Desember! Desember! ya aku tahulah ini Desember..." Sahut Ayu jutek.


Shinee mengulum bibirnya, menyembunyikan rasa ingin tertawanya.


" Gue bisa bertaruh, kamu pasti pindah ke kasur tengah malam nanti.." Ucap Shinee sebelum melangkah ke kasur.


" Nggak akan!" Sahut Ayu percaya diri.


Shinee hanya menggelengkan kepalanya melihat Ayu yang langsung berbaring begitu saja.


Awas aja kalau sampai minta peluk


Ya aku pasti nggak nolaklah...ha..ha..ha..


Dan benar saja!!


Dua jam saja berlalu, dan apa yang diprediksikan oleh Shinee benar-benar terjadi.


Suhu tiba-tiba semakin dingin bahkan sudah turun mencapai 7Β°C.


Ayu gelisah dalam tidurnya, gigi-giginya bergemeretak saking kuatnya rasa dingin menyergap.


" Hhsssss kok bisa sedingin ini...ya Ampun..." Desisnya.


Matanya menatap Shinee yang nyenyak diatas kasur.


Gue bisa bertaruh, kamu pasti pindah ke kasur tengah malam nanti..


Ucapan Shinee terngiang-ngiang dalam benaknya. Dan Ayupun langsung sadar dengan kebiasaan Shinee yang berubah, rupanya inilah alasanya.


" Iihhh, licik!, kenapa nggak ngasih tau aku.. Hhsssss dingin..." Ayu berjalan dengan tubuh bergetar menuju lemari, mengeluarkan hoodie dan jaketnya.


Tapi untuk kembali ke sofa rasanya Ayu enggan. Perlahan-lahan gadis itu naik ke kasur.


Akkh masa bodoh lah.


Dari pada gue mati membeku, menjilat ludah sendiri kadang-kadang diperlukan juga..


Shinee yang merasakan ada pergerakan gelombang pada kasur hanya bisa menyunggingkan senyumnya.



Gacha!!

__ADS_1


Akhirnya ikan tangkapan datang juga..


Emang enak! Punya istri kok hampir enam bulan kok di anggurin doang..


Kelonan kek minimal, dingin gini siapa yang tahan..


Masa iya harus terus-terusan jablai dan tidur di sofa...


Shinee diam-diam mengeluarkan remote AC yang disembunyikan di bawah bantal. Udara yang menang sudah dingin sejak tadi menjadi semakin dingin akibat akal-akalan Shinee.


" Emmmhhhh sshhhhh" Desis Ayu dibelakangnya.


Shinee tak sampai hati mendengar erangan kedinginan Ayu, pemuda itu membalikkan tubuhnya dengan akting yang begitu fantastis.


Dilingkarkanya tangan dan kakinya memeluk tubuh mungil Ayu, seolah-olah pergerakan alami.


Ayu sempat kaget, tapi pelukan Shinee begitu nyaman, hatinya menginginkan ini sejak lama. Dekapan Shinee membuat tubuhnya menghangat, dan sungguh membahagiakannya.


Ayu semakin merapatkan tubuhnya, membuat Shinee bersorak-sorai dalam hati.


Tapi tak dapat dipungkiri, saat ini jantungnya begitu berdetak tak terkendali.


"Akkh...Alhamdulillah....Akhirnya datang juga masa dimana aku benar-benar merasa punya istri..." Batin Shinee.


Tapi Shinee kembali harus dibuat spot jantung saat Ayu meraba-raba dadanya.


Bahkan gadis itu semakin menempelkan wajahnya di dada bidang miliknya.


Duh kenapa dia makin nempel begini..


Dug..duh..duh..bisa berabe nih urusanya kalo adik kecil bangun...


Aduh Yu...., sabar Ayu...., gue belum siap begitu-begituan.


Shinee terus bertarung dengan segala pemikiran yang saat ini menggerogoti otaknya.


Sementara Ayu semakin dibuat penasaran dengan degup jantung Shinee yang begitu nampak jelas terdengar olehnya saat berpelukan seperti ini.


Kok jantung Shinee berdetak begini kencang sih?


Apa dia benar-benar sakit?


Ayu semakin menempelkan telinganya ke dada Shinee.


" Ya Tuhan!!, dia ini kenapa?" Gumam Ayu.


" Apa dia sakit?" Tanyanya pada diri sendiri.


Shinee tiba-tiba menjadi bingung, pemuda itu menjadi panik, detak jantungnya yang menggila bisa membuatnya tertangkap basah.


Tak ada cara lain, Shinee semakin mengeratkan kunciannya pada tubuh Ayu.


Mau tidak mau Ayupun pasrah, dan ikut memejamkan mata.


Ternyata begini rasanya tidur dengan istri..


Hangat dan nyaman, ada rasa sejuk yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.


Mulai sekarang kita harus selalu tidur bersama Ayu...aku tidak akan melepaskanmu...


Aku belum tahu yang aku rasakan ini apa?


Tapi aku tidak mau melepasmu untuk siapapun..


Kamu milikku, dan hanya akan menjadi milikmu...


Baik itu kemarin, sekarang ataupun dimasa depan.


Ayu Andira binti Baihaqi akan terus menjadi milik Narendra Shinee Marvelino.


...🌹...

__ADS_1


__ADS_2