BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Persiapan MP


__ADS_3

Satu persatu undangan telah mulai meninggalkan ballroom, sementara senyum licik ayah, uncle Brian dan Shinee mengembang sempurna.


" Biarkan Sunny melewati malam spesial nya terlebih dahulu. Tidak usah menganggunya" Bisik Ayah pelan dan didengar oleh para uncle yang mengenakan earphones bluetooth ditelinganya.


" Keempat Kuntilanak itu sudah disekap digudang bawah tanah, biarkan saja dulu mereka, biar mereka merenungi kesalahannya karena telah mengusik putraku!!" Lanjut Ayah.


" Ingat Vel, mereka wanita!" Ucap uncle Adnan mengingatkan.


" Hemmm" Jawab Ayah.


Biar wanita kalau kelakuan sundel seperti mereka, gue nggak akan tinggal diam bro!, sorry gue bukan lo!!


...****...


Sunny berjalan dibelakang Shanum menuju kamar mereka, ditangannya terdapat ekor gaun pengantin yang panjangnya hampir tiga meteran.


" Dihh, harusnya yang aku gendong itu kamu yang..., biar romantis kaya drakor-drakor yang biasa kamu tonton itu!, ah elahhh masa ini aku nggendong kain beginian!!, nggak romantis amat!! Lagian apa gunanya coba, malah bikin ribet ini mah!!" Cerocos Sunny sepanjang lorong.


Padahal angan-angannya selama ini adalah menggendong istrinya ke kamar pengantin selepas resepsi, dan itu sudah diimpikannya semenjak datang di acara pernikahan uncle Denis dan aunty Natasya beberapa tahun silam. Ambyar sudah angan-angannya selama ini di bantai oleh kain panjang tak berguna ini.


" Sudahlah yang..., jangan ngedumel terus!. Aku juga lagi pusing ini..., hiasan kepala ini berat banget, bikin kepalaku serasa mau meledak..." Keluh Shanum.



" Kenapa kamu diam aja dari tadi yang, sini biar aku lepaskan..."


" Ya udah ayo buru-buru ke kamar..." Shanum semakin mempercepat jalannya, dan diikuti oleh Sunny yang masih setia menggendong kain ekor gaun.


Sebenarnya sih bukan perkara mahkota yang membuat Shanum pusing, tetapi akibat ketakutanya sendiri.


Sejak semalam dan seharian tadi bundanya terus memberikan wejangan untuk patuh kepada suami. Kapanpun suaminya menghendaki harus nurut.


Belum lagi bisikan dari aunty-aunynya yang justru semakin membuatnya cemas luar biasa.


Ditambah lagi Ayu dan Alexa!, sebelum mereka meninggalkan acara bahkan Ayu sempat berbisik yang membuat dadanya ingin meledak.


Lo harus bersiap digempur habis-habisan Ay. Shinee saja yang malu-malu gitu begitu tahu rasanya naninu langsung ketagihan. Dalam semalam aja dia bisa naik 3kali, belum habis subuh dan sebelum berangkat ke Florida saat itu. Apalagi ini Binar yang memang udah ingin meledak sejak dulu...


Sama Ay!!, Roy dan aku awalnya juga cuma nyicip tipis-tipis, eh tahunya nyandu banget Ay, jadilah si Celine nongol sebelum kami merried...apalagi si Binar itu dari dulu sering kan nyicipin kamu..


Brak!!

__ADS_1


Bughh


" Emphhhh"


Begitu pintu kamar tertutup Sunny langsung menyudutkan Shanum dibalik pintu dan menyambar bibirnya dengan menggebu-gebu dan panas membara.


" Sayang aku kangen kamu...., sayang aku udah nggak tahan lagi..." Bisik Sunny dengan terus mengecupi seluruh wajah Shanum dengan nafsunya yang sudah tidak bisa lagi dikendalikan. Sunny menyambar bibir Shanum tanpa memberikan jeda pada gadis itu untuk sekedar mengambil nafas.


Shanum yang paham sekali bahwa Sunny sedari pagi sudah menahan diri akhirnya ikut mengimbangi, diapun sama, dia juga begitu merindukan sentuhan Sunnynya.


" Emmppphh ...ahh...ahh..." Jerit Shanum saat remasan di dadanya begitu menggetarkan seluruh tubuhnya.


" Sunn nanti dulu...sayang, kita lanjutkan nanti, aku gerah banget..., tubuhku lengket. Boleh nggak aku mandi dulu?" Pinta Shanum di sela-sela serangan Sunny yang mulai membrutal. Matanya menatap penuh harap pada mata suaminya yang sudah menatapnya penuh gairah.


Sunny terdiam sejenak, benar juga. Ada baiknya mereka menyegarkan tubuh mereka, ini kali pertama mereka unboxing masa iya harus terganggu dengan rasa gerah dan lengket.


" Baiklah, kamu mandilah disini. Aku akan mandi dikamar Saga biar cepet..." Ucap Sunny sambil mengecup kening Shanum sekilas.


" Sini, aku bantuin lepasin aksesoris dikepalanya sayang..." Sunny membawa istrinya untuk duduk di sofa, lalu satu persatu dilepaskanya hiasan yang menempel pada kepala istrinya.


" Kamu semakin cantik dengan kerudung begini sayang...." Bisik Sunny, tanganya lihai melepas peniti pada kerudung Shanum.


" Emmhhh, sama saja. Dari dulu Sha kan kaya gini. Kamu berlebihan.." Tampik Shanum malu-malu, gadis itu menggigit bibirnya sambil menundukkan kepalanya.


" Lihat aku sayang, mulai hari ini kita akan selalu bersama, kamu menjadi aku, aku menjadi kamu, lihat aku sepuasmu dan aku akan melihatmu sepuasku.... Jangan malu..." Bisik Sunny lembut.


Kini tanganya, berpindah ke belakang gaun Shanum, menarik turun dengan pelan pengait resleting gaun pengantin itu hingga sampai ke pinggul Shanum.


Telapak tanganya yang hangat mengusap punggung terbuka itu dengan lembut..


Sementara matanya terus menatap bibir Shanum dengan tatapan lapar.


" I love you Shanum...."


Cup..


Bibir mereka kembali bertemu, kali ini ciuman semakin panas, bahkan gaun Shanum saja telah merosot kebawah, membuat Sunny leluasa mengeksplorasi leher dan bahu Shanum.


Tapi, lagi-lagi saat pengait bra Shanum telah terlepas, gadis itu mendorong wajah Sunny sedikit menjauh...


" Maaf sayang...., boleh aku mandi dulu please, lagian bentar lagi juga masuk waktu sholat maghrib, kamu masih bisa tahan kan?" Bisik Shanum pelan, berharap tidak merusak mood suaminya.

__ADS_1


" Emmhh, iya. Benar sayang, kamu benar. Maafkan aku..." Sunny mengecup kening Shanum sekilas lalu melangkah mengambilkan papperbag yang dititipkan mama mertuanya tadi untuk Shanum.


" Biar aku siapkan air mandimu dulu yang, tunggu sini. Oh iya, ini tadi titipan mama.."


Sunny meletakkan papperbag di pangkuan Shanum lalu memasuki kamar mandi.


Bibirnya tersungging saat membayangkan bagaimana hotnya Shanum memakai pakaian yang ada di papperbag tadi. Ya Sunny sempat mengintipnya, papperbag itu berisikan satu set lingerie seksi yang berwarna merah.


Sunny menuangkan aroma essensial kesukaan Shanum, lalu mengatur air yang pas untuk berendam sang istri.


Lalu kembali keluar, dan mendapati Shanum yang sedang kerepotan melepas gaunnya.


" Sini sayang, biar mas bantu..."


Shanum langsung menoleh dengan mata yang membola lebar.


" What? Mas...? Siapa..? Kamu...? Ahahha..ha...ha..ha.., yang kamu ngelawak ya ha...ha..." Shanum tak dapat menyembunyikan rasa geli di perutnya mendengar Sunny menyebutkan dirinya mas.


" Heyy..., kenapa kamu tertawa begitu yang?"


" Kamu tahu tidak sih kalau dari dulu aku pingin banget dipanggil mas, seperti aunty Numa pada uncle Brian dan seperti aunty Azura pada uncle Ardiansyah, Duhh kesannya gimana gitu yang...." Ujar Sunny yang kini membantu melepaskan ikatan yang melilit pada rok Shanum, sementara tubuh atasnya telah terbuka sempurna, yang tersisa hanya dalaman yang tadi sempat dibukanya.


Demi Tuhan, Sunny sangat-sangat berusaha menahan dirinya saat ini. Benar kata Shanum, saat ini sudah pukul lima sore lewat, sebentar lagi Magrib tak elok mesum-mesuman di jam rawan keluarnya setan.


" Tapi tetap saja lucu yang, masa dari brothy Sunny bermetamorfosis menjadi mas Sunny. Aduh nggak ada pantas-pantasnya...ha..ha" Shanum semakin tertawa lepas mendengar ucapan Sunny.


Sementara Sunny terus menatap senyum indah itu. Senyuman inilah yang membuatnya jatuh cinta pada gadis ini diusia, lima tahun. Lalu dipertegasnya di usia 13tahun saat dia mendapatkan kedewasaannya saat mimpi basahnya pertama kali.


" Jika tidak pantas mas Sunny, maka mas Manggala boleh juga. Kan kesannya justru seperti pendekar gitu yang.." Sahut Sunny santai.


" Apalagi ini?, pendekar?. Ya Tuhan..!sudah keren-keren jadi The Lion of Sandhurst, dia maunya jadi pendekar??, ya ampun mas...mas...kamu lucu banget ma---emmppphhh"


Sunny menyambar bibir Shanum dan dilumatnya dengan panas.


Entah mengapa dipanggil mas membuat libidonya semakin memuncak.


" Akkhhh.." Jerit Shanum saat sesapan kuat dilehernya begitu membuatnya gelisah. Apalagi dekapan Sunny semakin erat.


" Please mas..., lepaskan aku dulu. Aku mau mandi..." Bisik Shanum seksi.


" Ya ayok..." Sunny mengangkat Shanum kedalam kamar mandi dan meletakkannya dengan pelan ke dalam bathtub.

__ADS_1


" Mandilah yang bersih, dan wangi. Lalu pakai baju yang diberikan mama tadi, aku ke kamar Saga dulu mandi..." Pamit Sunny.


Shanum mengangguk patuh, sementara Sunny kembali menundukkan kepalanya untuk mengecup kening Shanum.


__ADS_2