BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Kembalikan Ayu padaku Shinee..


__ADS_3

Suasana haru begitu kental saat keluarga harus melepaskan kembali Sunny demi menuntut ilmu ke sekolah yang menjadi pilihnya sedari kecil. Dunia keprajuritan adalah impian Sunny, menjadi seorang anggota FBI adalah cita-citanya.


Dan Royal Military Academy Sandhurst Camberle Inggris Raya adalah tujuan Sunny saat ini.


Ayah bunda, kakek Syahril dan kerabat dekat begitu berat melepaskan Sunny, mengingat Sunny saja baru kembali di tengah-tengah mereka belum genap dua minggu.


" Kakek, akan selalu merindukanmu nak.." Bisik kakek Syahril.


" Sunny juga kek.."


Pamitan terus berlanjut hingga pada Shinee. Kedua kembar ini terlihat saling tatap dengan canggung. Semenjak kepergok malam itu, Shinee seolah tidak punya muka dengan kakanya ini.


" Aku berangkat Shinee, jaga diri baik-baik, ingat kamu sudah punya tanggungjawab. Ayu tidak hanya tanggungan di dunia untukmu tapi juga di akhirat.."


Grebb..


Shinee memeluk Sunny dengan erat.


" Of course brother, I will . Thank you so much brother, and take care..." Balas Shinee. Mereka terus dalam dekapan itu untuk beberapa saat lama.


Hingga pada akhirnya, saat harus berpamitan dengan Shanum hatinya begitu ngilu. Berat, sangat-sangat berat dan begitu sakit..tapi ini memang harus mereka jalani. Ini memang salah satu proses hidup yang harus mereka jalani.


Kedua sejoli itu kini berdiri saling berhadapan dengan senyum mengembang cerah dibibir mereka.



Semalam mereka berjanji untuk tidak ada kesedihan, mereka sepakat akan berpisah dengan hati yang sama-sama lapang.


" Take care of your self babe, aku tidak bisa lagi menjagamu..." Bisik Sunny.


Dipeluknya Shanum erat, beberapa yang ada disana terlihat menyeka air mata.


" Aku akan menunggumu menjemputku Sunn..." Suara Shanum terdengar serak dan tersendat-sendat.


" Heyy babe, no..no..dont cry please...kan sudah janji nggak nangis..." Sunny tidak akan bisa tahan jika melihat gadisnya menangis. Karena setiap tahunnya, saat mereka kecil dahulu, Shanum akan selalu menangis saat Sunny dan keluarga akan kembali ke Chelsea. Dan itu akan sangat berat untuk Sunny, hatinya akan begitu sakit setiap kali meninggalkan Shanum dalam tangisan.


" I'm sorry..." Shanum langsung mengusap air matanya dengan cepat dan kembali tersenyum manis.


Saat pengeras suara telah memanggil untuk yang kesekian kalinya barulah Sunny benar-benar masuk bersama uncle Brian yang akan mendampinginya, uncle adalah salah satu lulusan Akademi Militery yang sama.


" Good bye Shanum..." Bisik Sunny dengan genggaman kepalan tangannya yang erat. Pemuda itu melangkah tanpa menoleh lagi ke belakang.


"Aku harus berhasil dengan cepat dan segera berlari kepadamu Shan.. I promise you babe...." tekad Sunny dalam hati saat langkah kakinya mantap menuju pesawat yang akan membawanya jauh dari Shanumnya.


...***...


Dua hari setelah keberangkatan Sunny kini giliran Shanum, Shinee dan Ayu bersiap untuk berjuang menuntut ilmu ke Boston.


Tapi semua itu dibumbui dengan drama kedatangan Angkasa yang tidak pernah rela Ayu menikah dengan Shinee.


Flasback on.


Setelah pulang dugem bersama teman-temannya di club malam. Angkasa yang mabuk berat karena dua hari tidak juga dapat menemukan Ayu yang menghilang sejak malam itu sangat kaget mendapati mobil om Hanggara ada di carport rumahnya.


Tapi karena keadaannya yang tidak memungkinkan untuk bertemu langsung dengan omnya itu maka Angkasa langsung masuk ke kamarnya.


Baru setelah pagi hari dan efek minuman alkoholnya sudah reda Angkasa berani menghadap keluarganya.


" Pagi om, tante..apa kabar" Sapanya sopan kepada kakak papanya itu.


" Alhamdulillah om baik, sehat dan dalam keadaan yang sangatlah bahagia..." Sahut papa Hanggara dengan senyum yang begitu tulus. Memang terlihat kebahagiaan yang membuncah dari wajah pria berusia 50tahunan itu, begitupun istrinya.


Angkasa saja yang melihatnya sampai-sampai ikut tersedot dalam aura kebahagiaan itu, dari bibirnya ikut terbit senyum yang secerah mentari pagi.


" Wahhh, melihat raut wajah om sepertinya ada kabar yang sangat bagus nih, boleh tahu apa itu om?" Tanya Angkasa penasaran.


" Angkasa..., kamu sih ngeluyur terus sampai-sampai nggak tahu adikmu sudah menikah..." Seru mama Angkasa dari arah dapur.


Duarrr!!!


Tubuh Angkasa mematung bagai tersambar petir dan akhirnya menjadi batu. Kaku dan tidak mampu bergerak, bahkan matanya saja sangat susah untuk sekedar berkedip.


Gadis yang dicintainya sejak kecil, gadis yang selalu menemani hari-harinya setiap kali dia harus dititipkan di Surabaya karena papa dan mamanya harus tugas keluar negeri.

__ADS_1


Apa?? Benarkah ini benar yang didengarnya?


Gadis yang sampai hati dibuatnya meminum minuman perangsang agar bisa dimilikinya secara mudah itu kini telah menikah!!.


Akkkhhh!!! Angkasa berteriak-teriak dalam hati. Wajahnya kini telah memerah, ingin rasanya dia membalikan meja makan di depanya ini saking kesalnya.


" Dengan siapa?" Tanya Angkasa datar, tatapan matanya begitu kosong dan hanya menatap satu obyek saja.


Perubahan sikap Angkasa jelas membuat papa, mama dan kedua orang tua angkat Ayu kaget.


" Dengan siapa Ayu menikah!! Hu..hu..hu.." Bentaknya kasar dibarengi tangisnya yang menyedihkan.


Air mata mengalir deras dari kedua sudut matanya, sontak membuat lima pasang mata termasuk ibu kandung Ayu terheran-heran.


" Narendra Shinee, putra dokter Marvel Syahril" Sahut papa Hanggara.


Bruakkk!!


Angkasa menggebrak meja makan dengan beringas. Gara-gara dia menemukan diary milik Ayulah yang melatarbelakangi Angkasa mengambil jalan pintas untuk mendapatkan Ayu.


Angkasa begitu cemburu dan gelap mata saat membaca isi diary Ayu penuh akan ungkapan rasa cintanya pada Shinee.


Padahal dialah yang selalu ada disisi Ayu selama ini, dialah yang menjaga Ayu selama ini, dialah yang mau menerima dengan tulus Ayu siapapun dia dan layar belakangnya.


Tapi saat di acara pertunangan itu dia sudah dibatas yang tidak lagi mampu memendam rasa cinta sepihaknya selama ini. Melihat mata Ayu yang terus-terusan menatap Shineee membuatnya gelap mata dan nekat mengungkap perasaannya dan jelas langsung di tolak oleh Ayu tanpa berfikir.


Angkasa yang tidak terima ditolak Ayu semakin gila dan frustrasi, emosi telah membutakan mata hatinya, kemarahan membakar hati pria itu hingga menghasilkan rencana licik yaitu menjebak Ayu untuk bisa dimilikinya sendiri.


"Kamu kenapa Angkasa??" Mama Angkasa sangat kebingungan melihat keanehan pada putranya itu, menangis tersedu-sedu dengan menelungkupkan wajahnya di meja. Getaran tubuhnya yang kuat menandakan begitu hebatnya dia menangis.


" Angkasa? Kenapa ini? Ada apa ini?" Tanya papanya.


" Aku menyukai Ayu dari dulu pah.... Aku ingin menikahi Ayu saat aku lulus kuliah kelak!, tapi kenapa kau berikan Ayu kepada orang lain om...??" Tatapan Angkasa begitu menyedihkan ke arah mata papa Hanggara.


" Om juga tidak tahu dengan acara pernikahan itu Ang, semua serba tiba-tiba. Om saja datang saat semua sudah dipersiapkan.." Jawab papa Hanggara.


" Apa???" Angkasa segera mengusap air matanya dengan kasar dan berlari ke parkiran lalu melesat cepat menunggangi motornya menuju arah White Base.


...***...


" Shinee! Shinee di depan ada yang mencarimu.." Bianca memanggil adiknya itu dari luar pintu.


Shinee yang sedang mengemas barang-barannya di bantu oleh Ayu dan Shanum segera menoleh ke pintu.


" Siapa kak?" Tanya Shinee.


" Angkasa!"


Deghh!!!


Ayu terhuyung kebelakang, bahkan setrika yang dipegangnya hampir saja terjatuh mengenai kakinya kalau saja Shinee tidak segera menangkapnya. Ayu yang memang aslinya sudah berkulit putih itu semakin putih karena pucat.


Mendengar nama Angkasa rasanya Ayu serasa ingin pingsan saja.


" Angkasa kan kakak sepupu lo?, kenapa lo kaget gitu Yu?" Tanya Shanum curiga.


Sementara Ayu dan Shinee saling lirik, dan itu justru sakin membuat Shanum mencium sesuatu yang tidak beres.


" Aku akan temui dia, kamu disini saja Yu..." Ucap Shinee tegas


Loh kok aneh, yang saudaranya kan Ayu, trus Shinee ngapain mau nemuin si Ang itu..


Lagian kenapa Ayu jadi pucat dan grogi begitu saat mendengar nama Angkasa..


Ada yang aneh...


Shanum menekan-nekan kopernya lalu didudukinya.


" Yu, tolong tarikin penguncinya..." Ucap Shanum minta tolong, tapi sama sekali tidak disahuti oleh Ayu. Bahkan sudah sampai dua kali Shanum memanggil dan masih juga tak di gubris sama sekali oleh Ayu.


Shanum akhirnya sadar, bahwa ada yang aneh dengan sahabatnya ini.


Akhirnya dengan bersusah payang Shanum bisa mengunci kopernya dan segera berlari ke ruang tamu. Jiwa keponya sudah memberontak untuk di tuntaskan sedari tadi.

__ADS_1


Dari posisinya sekarang Shanum dapat melihat Shinee dan Angkasa terlibat suatu percakapan yang terlihat sangat serius. Beberapa kali mereka berdua terlihat saling tunjuk dengan raut wajah yang tegang.


Siapapun yang melihat mereka berdua seperti itu pasti menarik kesimpulan bahwa sedang ada perselisihan dan pertengkaran.


Sebenarnya apa yang terjadi?


Sejak kapan Shinee kenal dekat dengan Angkasa?


Bahkan aku saja nggak sedekat itu sampai bisa ngobrol selama itu dengan si Ang..


Tapi...


Apa yang mereka perdebatkan?


Rasa ingin tahu Shanum semakin menjadi-jadi saat matanya harus melihat seorang Angkasa yang tiba-tiba terduduk seolah-olah sedang memohon sesuatu pada Shinee.


Mau tak mau Shanum berlari mendekat demi untuk bisa mendengar pembicaraan mereka, tentu saja tanpa sepengetahuan keduanya.


" Kembalikan Ayu padaku Shinee kumohonku. Aku sangat menyayangi Ayu melebihi diriku sendiri Shinee. Aku mengaku salah untuk malam itu. Aku khilaf..... Tolong kembalikan dia padaku..." Angkasa memohon dengan terus bersimpuh di lantai.


" Berdirilah bang!, tidak harus begini juga!" Ucap Shinee tegas. Shinee jelas lebih muda dari Angkasa, bahkan Angkasa saja saat ini sudah semester 7.


Sebenarnya Angkasa bukanlah pria jahat atau pria bejat. Karena dia adalah salah satu jajaran anggota Badan Eksekutif Mahasiswa. Hanya saja caranya mengekspresikan rasa cinta agak keliru.


Dia tidak mau menerima penolakan dari Ayu, apalagi penolakan itu malah menjadikanya tidak bisa berfikir waras. Dia mengira dia yang anak orang kaya dan populer di kalangan kampus akan mudah dan gampang dalam menaklukkan gadis biasa seperti Ayu. Tapi rupanya persepsinya itu salah, Ayu dengan tegas mengatakan bahwa dia sudah menyukai seseorang yaitu Narendra Shinee Marvelino.


Dan pemuda yang di anggapnya masih ingusan ini berdiri kokoh di depanya saat ini.


" Tidak Shinee!!, aku akan terus memohon sampai kau melepas Ayu untukku.." Angkasa masih terus bersikukuh.


" Apa abang fikir Ayu adalah barang yang bisa dioper kesana sini!, Ayu itu istriku bang! Sudah sah di mata hukum dan agama, tidak bisa seenak jidat abang dong!!" Sahut Shinee kesal.


" Shinee, kau tidak mencintainya. Aku yang mencintainya, aku bisa membahagiakannya Shinee. Ayu akan berbahagia denganku.."


Shinee menggelengkan kepalanya pelan, ada sedikit senyum tipis di bibirnya.


" Membahagiakan dia dengan cara apa bang?, mendengar namamu saja dia ketakutan, gemetaran sampai mau pingsan. Kebahagiaan macam apa yang akan abang berikan?"


" Shinee aku mohon..., aku akan berusaha berubah menjadi lebih baik agar dia bisa menerimaku, ceraikan dia Shinee..."


Mendengar kata-kata cerai, tubuh Shinee tiba-tiba bergetar. Amarahnya mendidih, rasa kesalnya sudah berada di ubun-ubun. Si brengsek ini tak sadar apa! karena kesalahan fatalnya Ayu sampai-sampai depresi. Shinee menggenggam erat kepalan tanganya sampai kuku-kukunya memutih.


Cukup, meladeni orang ini nggak akan ada selesainya sampai tahun depan sekalipun.


"Bang...aku Shinee, tidak akan pernah menyerahkan Ayu Andira binti Baihaqi kepadamu !!, tapi aku ucapkan terimakasih kepadamu bang, berkatmu aku bisa melewati malam indah bersama Ayu malam itu, malam yang tidak pernah aku lupakan, malam yang panas..., malam yang membuatku terbang melayang-layang"


"Sekali lagi terimakasih bang, mungkin dari kejadian malam itu aku dan Ayu akan segera memiliki Shinee junior..." Ucap Shinee berbohong.


Duarrr!!!!


Tidak hanya Angkasa yang mematung karena syok akan kata-kata Shinee, Shanum yang berdiri dibalik partisi yang ditumbuhi tanaman merambat itupun menganga tak percaya.


Apa?


Malam indah?, melayang-layang?


Shinee junior antara Ayu dan Shinee?


Malam itu?


Malam apa?


Ada apa ini?


Shanum merasa otaknya sudah overload dengan pemikiran yang semakin membuatnya penasaran.



Mungkin benar jika pernah ada istilah orang bisa mati karena penasaran.


Dan itu sedang dialami oleh Shanum saat ini. Gadis itu benar-benar penasaran tingkat dewa Zeus.


Flashback off.

__ADS_1


...🌹...


__ADS_2