
" Hahhhh....akkkh....gila!!!.Gila ini gila Hu..hu...hu...hu...hu....." Shinee menangis sejadi-jadinya di kamar mandi.
Shinee mer*mas-re*as rambutnya frustasi. Airmatanya berderai tak dapat lagi ia tahan.
" Akhhhh hu..hu...hu...hu...."
Suara tangis Shinee yang begitu menyayat hati dikamar mandi dapat didengar oleh telinga Ayu, membuat gadis itu ikut tersedu-sedu karena merasa bersalah.
Karena dirinyalah Shinee harus terseret ke dalam dosa besar, walaupun mereka tidak melakukannya dengan benar tapi itu tetaplah sebuah aib baginya.
Tapi ada sedikit rasa syukur dibalik itu semua, coba kalau semalam dia tidak cepat-cepat bertemu Shinee, pasti dirinya sudah benar-benar rusak oleh Angkasa.
Atau lebih parahnya jika dia ditemukan oleh pria hidung belang yang bisa saja mengambil kesempatan saat dia sedang dalam efek obat haram itu.
Ceklek..
Shinee keluar dengan rambut basah dan matanya yang sembab memerah.
Shinee berlalu begitu saja tanpa berkata-kata dan langsung membuka kopernya yang berada di sudut ruangan.
" Mandilah Yu..., ini baju gantinya, mungkin kebesaran sama kamu. Baju kamu masih di mesin cuci..." Ucap Shinee sambil menyerahkan satu stel bajunya untuk Ayu tanpa menatapnya sama sekali.
Nyut...
Hati Ayu begitu sakit sesakit-sakitnya, inilah definisi sempurna dari kata Ambyar.
Ayu terus menatap punggung Shinee yang kini sedang menggelar sajadahnya.
Punggung itu mulai bergetar menahan tangis saat tanganya mulai terangkat untuk takbiratul ikram.
Ayu tidak sanggup lagi melihat derita Shinee yang disebabkan olehnya, gadis itu berlari dengan cepat menuju kamar mandi.
"Hiks...hiks...ibuk....ibuk....hiks...hiks..."
Ayu mengguyur tubuhnya di bawah shower yang deras dengan terus menangis sepuas-puasnya.
Disabuninya tubuhnya itu yang tidak berbekas apapun!!
Shine tidak meninggalkan bekas sedikitpun atas semua sentuhannya.
Tapi yang membuat Ayu speechless adalah kelembutan Shinee yang tidak bisa dia jabarkan oleh kata-kata, sentuhan Shinee tidak bisa diungkapkan rasanya. Apalagi yang Ayu rasakan di setiap sentuhan Shinee adalah ketulusan.
Shinee begitu tulus saat menyentuhnya, tidak ada keterpaksaan dan kemarahan. Bahkan dengan tidak tahu dirinya Ayu sangat ingin merasakannya lagi. Karena jujur, Ayu merasa dicintai saat itu.
Tapi rasanya terlalu dini untuk menyimpulkan seperti itu.
Ahhh tidak..
Pede sekali kamu Ayu..
Shinee bukanya cinta kamu! Shinee hanya kasihan liat kamu..
Siapapun pasti risih liat cewek gesrek modelan lo..
Tau diri Ayu!!, udah bikin orang terperosok, masih ngelunjak..
Berbagai caci maki kini berseliweran di kepala Ayu.
" Hiks...hiks...hiks..." Gadis itu terus menangis dibawah guyuran air shower yang begitu pedih menerpa matanya yang memerah.
...***...
Sunny terus menenangkan bundanya yang benar-benar hancur saat ini. Tapi jujur Sunnypun terlihat seperti orang bodoh yang linglung.
Pemuda itu merasa bermimpi, masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dengan kedua matanya beberapa menit lalu.
Adiknya, adik kembarnya, Shineenya ?, bisa berbuat seperti itu?.
Masa sih?
Shinee saja selama TK dan SD selalu bersembunyi di balik tubuhku saat para gadis ingin berkenalan dengannya.
Shinee yang hanya bisa berinteraksi hangat hanya pada Shanum dan para adiknya itu tiba-tiba kepergok berbuat mesum.
Apalagi mereka berdua polos tadi!!
Ya Ampun...
Apa dunia sudah mau kiamat.
Adek gue modelan Shinee aja udah tau rasanya surga dunia..
__ADS_1
Trus gue kapan dong...
Dih!! Amit-amit, masa gue kalah sama Shinee..
Sunny yang blangsak, bukanya ikut memikirkan bagaimana nasib nama baik keluarga tercoreng atas ulah Shinee malah sibuk memikirkan asumsinya sendiri, Dasar!!.
" Loh kenapa kalian berdua berdiri di depan pintu begini?. Trus kamu Sunny!!, masih menggunakan baju itu dari semalam?, dari mana saja kamu hahh!!"
Suara ayah mengagetkan keduanya. Karena terlalu lama menunggu bunda yang tidak juga datang maka ayah memutuskan untuk menyusul saja, tapi ayah terkejut saat mendapati mereka malah berdiri di depan pintu.
Dan lagi-lagi ayah harus terkejut saat mendengar isakan pelan dari istrinya, pantas saja dari tadi beliau menyembunyikan wajahnya dari ayah.
" Wife? You crying?" Ayah memutar bahu bunda agar menghadapnya.
" Oh my God!!, what happened this!!" Seru ayah saat melihat wajah istrinya yang begitu menyedihkan, beliaupun menoleh kearah Sunny yang kini berubah tegang.
" Hey!! Tell me..what happ---"
Ceklek..
Pintu terbuka dari dalam, tampak Shinee yang menunduk dalam dengan rambut basahnya yang masih menetes-netes.
Dibelakangnya, Ayu juga sama..., menundukkan kepalanya, bahkan rambut basahnya menutupi kedua sisi wajahnya.
Ayah Marvel mematung mendapati situasi ini, otak cerdasnya langsung connect akan alasan istrinya menangis itu apa.
" MASUK!! DAN JELASKAN SEMUA INI!!" Ucapnya dingin, aura dari suaranya begitu menakutkan empat orang lainya.
Kini mereka bertiga duduk disofa, sedangkan Shinee dan Ayu yang merasa sebagai terdakwa memilih bersimpuh di karpet dengan kepala yang sama sekali tidak dapat mereka angkat.
Seolah-olah kepala itu sangat berat hingga berton-ton.
" APA YANG TERJADI SHINEE!!" Bentak ayah dengan sekali tarik nafas.
Ayu yang terkejut semakin meremas ujung kaos Shinee.
" Ampun ayah, Shinee salah ayah hu...hu..., hukum Shinee hu..hu..hu.." Ucap Shinee lirih dengan tetesan butir air mata yang membasahi celana panjang kaosnya.
" Kau tau HUKUMAN BERZINA itu apa Shinee!!" Bentaknya lagi dengan lebih keras.
Shinee mengangguk dalam, tubuhnya bergetar hebat menahan tangisnya.
" Lalu kamu taruh dimana OTAKMU saat itu NARENDRA SHINEE!!" Ayah menggebrak meja sofa begitu kencang, sampai-sampai nafas ayah sedikit tersengal-sengal saking emosinya.
Melirik tubuh Ayu yang bergetar ketakutan, Shineepun mencoba meraih tangan Ayu yang sedari tadi meremas kaosnya hingga kusut itu kedalam genggamannya.
Ayah sedikit memicingkan matanya menatap gadis didepanya ini. Sepertinya Shinee tidak pernah dekat dengan cewek manapun selain adik-adiknya dan teman-teman Shanum.
" Shinee mulai besok, serahkan semua ATM dan kartu kredit kamu, lupakan fasilitas yang kamu dapat selama ini!!, karena mulai besok dan tiga tahun kedepan kamu harus menerima hukuman dari ayah!!"
Shinee sedikit terjingkat kaget!!, dan Ayu merasakan itu.
Bagaimana bisa ini?, Shinee ambil jurusan kedokteran di Boston. Dan harus hidup tanpa fasilitas ayah?. Iya memang sih Shinee termasuk salah satu mahasiswa beasiswa, tapi masa iya kosongan tanpa pegangan?.
Ayah menajamkan tatapanya untuk berusaha mengenali Ayu yang sejak tadi menunduk, bahkan bunda dan Sunnypun tak tahu siapa gadis itu.
Saat Ayu mengangkat wajahnya barulah mereka semua tersentak kaget.
Ayah tidak percaya akan semua ini, sedari tadi ayah mengira bahwa gadis ini adalah salah satu cabe -cabean yang menggoda Saga semalam.
Ternyata dia adalah gadis imut yang selalu sopan saat mereka bertemu selama ini.
Apa Shinee menyukainya secara sepihak?
Apa mereka memang memiliki hubungan selama ini?
Ahhh tidak mungkin!!, dari tingkahnya selama ini tidak menyiratkan Shinee suka dengannya.
Eh tapi, itu ****** kenapa penuh dileher Shinee?
Apa Ayu yang????
Dan gadis itu, malah bersih!!, lehernya nggak ada bekas apa-apa
" Ayu???, that you baby girl?" Gumam bunda lirih dan tak percaya.
" Maafkan saya hiks...hiks.., maafkan saya om...tante.... Saya yang salah hiks..hiks.... Shinee tidak bersalah, saya yang sudah merayu Shinee..." Ayu bersujud dibawah kaki ayah dan bunda.
" Ampuni Shinee om.., tante.... Hukum Ayu..., hukum saja Ayu, jangan hukun Shinee, Shinee tidak bersalah....hiks..hiks..." Tangis Ayu begitu memilukan.
" Bagaimana ini bisa sayang?, bukankah kalian sedang tidak pacaran?" Tanya bunda bingung, jujur bunda sangat suka dengan Ayu selama ini.
__ADS_1
" Se..se...sebenarnya...itu semua karena Ayu yang----" Belum selesai Ayu berusaha menjelaskan, Shinee langsung memotong ucapan Ayu dengan cepat.
" Shinee yang memaksa Ayu bun..., Shinee yang salah....maafkan Shinee ayah, bunda, brother...." Sambar Shinee dengan semakin mengeratkan genggamanya pada tangan Ayu.
" Tidak!!!, Ayu yang salah om, tante.... Bukan Shinee!!, Ayulah yang salah, Ayulah yang---"
" Ayu!!, diamlah!!...bukankah semalam akulah yang membawamu ke kamarku, bukankan aku yang memintamu untuk melakukannya!!" Ucap Shinee menatap tajam Ayu dengan suara penuh penekanan.
" Ayu sayang, apa benar begitu.?" Tanya bunda sedih, dia bingung harus mempercayai siapa. Shinee anak tersayannya, dan Ayu juga begitu mencuri perhatianya sejak mereka sering bertemu saat mereka ke Surabaya.
Ayu kecil yang dikenalnya belasan tahun lalu begitu membuat bunda tertarik dan langsung jatuh cinta.
Rupanya apa yang difikirkan bunda sejak tadi sama dengan yang difikirkan ayah.
Bunda sangat heran dengan tanda merah yang memenuhi leher dan dada Shinee yang sedikit terbuka, karena memakai kaos oblong dengan kerah V.
Tapi saat melihat leher gadis itu justru putih bersih tanpa bekas.
" Hubungi orang tuamu nak, besok kalian harus segera menikah.." Ucap bunda Dian begitu sedih.
Setiap ibu pasti ingin melihat pernikahan anak-anaknya penuh rasa bahagia. Tapi tentu tidak mungkin untuk pernikahan Shinee besok, bagaimana mungkin bisa bahagia jika sudah tercemar dan berlumpur akan dosa begini.
" Ayu tidak lagi mempunyai bapak tante, bapak ayu sedah meninggal saat rumah kebobolan maling..." Ucap Ayu.
" Hahhh!!, ini...ini apa maksudnya?" Tanya bunda bingung. Setahu mereka Hanggara tetangga papa Vino yang juragan marmer itu kan masih hidup, kok Ayu bilang sudah meninggal.
" Hanggara udah meninggal?, kapan?" Tanya ayah juga ikut kaget saat mendengarnya.
Perusahaan property Wijaya Corp, milik uncle Rangga saja masih lancar kerjasama dengan marmer Hanggara, masa pemiliknya meninggal tidak ada yang tahu.
Ayu menelan ludahnya kasar, mungkin ini saatnya dia harus jujur. Karena keragu-raguannya untuk jujur selama ini, membuatnya terlibat banyak masalah.
" Ayu bukanlah putri juragan Hanggara om, tante... Bapak Ayu seorang sopir di rumah itu, dan ibu Ayu hanya asisten rumah tangga"
" Sejak kecil mereka memang merawat Ayu seperti putri mereka sendiri, karena walau berusaha seperti apapun mereka masih juga belum dikaruniai anak sampai sekarang..."
Kini keempatnya tercengang oleh fakta yang baru didengar mereka barusan. Bahkan bunda bisa bertaruh bahwa bahkan mama Vera dan papa Vinopun tidak tahu fakta ini.
" Bunda ikut berduka cita sayang...., semoga bapakmu selalu dirahmati Allah"
" Amiin...amiin..."
" Baiklah kalau begitu paman atau saudara lain dari ayahmu mungkin...." Ucap Ayah.
" Tidak usah om, saya tidak meminta pertanggungjawaban Shinee. Semua murni karena salah saya, saya yang salah.... Shinee tidak harus bertanggungjawab dengan apa yang terpaksa harus diperbuatnya"
" Lagian saya juga tidak memiliki siapapun di dunia ini selain ibuku dan papa mama Hanggara.., saya tidak perlu harus menikah dengan Shinee om..tente.." Ucap Ayu dengan masih terisak.
" Diam Ayu!!" Sentak Shinee.
" Tidak!!, aku tidak mau diam. Karena kamu tidak salah Shinee!!, aku yang salah... . Jangan menyalahkan dirimu Shinee hiks..hiks..." Ayu kembali menangis setiap kali menatap mata sembab Shinee.
Mata sembab yang diakibatkan oleh dirinya, Ayu benar-benar tidak sanggup melihat penderitaan Shinee.
Apalagi Shinee harus dihukum tiga tahun tanpa fasilitas Al Ghifari ataupun Syahril karena dirinya.
" Biar aku saja yang jemput ibumu Yu,..." Ucap Sunny ikut membuka suara.
" Iya, untuk walinya tuan Hanggara juga boleh..." sahut ayah.
" Tidak!!, kumohon berhentilah membicarakan pernikahan, aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak pernah mencintaiku!!!"
Duarrrr!!.
Apa ini?
Mereka habis kepergok tidur bersama..
Tapi apa Ayu bilang??
Shinee tidak mencintainya..
I..ini sebenarnya apa yang sedang terjadi sih....?
Sunny menoleh menatap ayah dan bundanya, sama!. Ayah dan bunda juga terlihat bingung seperti halnya dirinya.
...******************...
__ADS_1
Nah loh, jadi gimana nih???
Mereka menikah enggak ya kira-kira?