
Sunny berusaha berucap dengan biasa saja, tapi sumpah!!, menahan tawa itu rasanya sangat sakit.
" Ya udah!, tungguin aja dia!, aku mau berangkat!" ucap Shanum kesal.
" Ya udah berangkatlah..., ehhh?, nggak salim sama aku?"
" Nggak!!, salim aja sama cewek itu!!" sahut Shanum langsung berjalan menuju pintu keluar.
" Emmmphh, lucunya saat cemburu begitu...." gumam Sunny sambil menahan tawanya.
Sunny terus tertawa cekikikan melihat kecemburuan Shanum yang begitu lucu di matanya.
Menggemaskan!!, aduh..pen gue uyel-uyel ni anak...
Mana tahan gue kalau disuguhin yang imut kayak gini terus-terusan..
Tuhan!! Ada nggak cara nikah kilat tanpa ketemu kedua orang tua dulu nih! Modar gue....
Shanum yang sudah berjalan hendak ke pintu tiba-tiba berbalik ke ruang laundry untuk mengambil sepatu dan melewati Sunny begitu saja.
Tapi bukanya dipakai sepatunya, gadis itu balik lagi ke ruangan laundry untuk menukar sepatunya dengan sepatu yang lain.
" Salah sepatunya?" Basa-basi Sunny dengan masih menahan tawa.
" Udah tahu nanyak!" Jawab Shanum ketus.
" Ya elah ketus amat mbak!!, ntar nggak laku jadi perawan tua loh!!" Goda Sunny lagi.
" Biar aja, emang gue pikirin!!, lagian nggak akan mungkin modelan Shanum begini jadi perawan tua!!, kecuali mata pria udah buta semua!" Sahut Shanum dengan raut wajah yang begitu lucu dimata Sunny.
" Masa iya?"
" Iyalah, cuma tinggal buka paha lebar-lebar aja udah pada ngerubutin seperti lalat!" Sahut Shanum datar.
Sunny melongo dengan mata melotot tak percaya.
Gila nih anak!!, kalo lagi marah ngeri amat..
Ampun deh!!, nggak lagi-lagi gue gangguin...
" Shan...aku boleh gombalin kamu nggak?" Tanya Sunny sambil berjongkok didepan Shanum untuk membantu menali tali sepatu Shanum.
" Serah!!" Jawab Shanum masih dengan nada yang jutek, bahkan wajahnya tidak mau menatap Sunny sama sekali.
Tapi Sunny justru diam dan hanya senyam-senyum kecil. Matanya terus melirik wajah Shanum yang menoleh kesamping.
" Mana?" Tanya Shanum geram saat tidak juga mendapati gombalan Sunny yang ditunggunya dari tadi.
" Apa?" Sunny justru balik bertanya.
" Tadi katanya mau gombalin!, gimana sih!, pantas aja suka selingkuh!, nggak konsisten " Gumam Shanum lirih, bahkan suaranya hampir tidak terdengar.
Sumpah!!, Sunny ingin tertawa guling-guling hanya karena melihat bibir Shanum yang komat-kamit dan sudah benar-benar maju saking kesalnya.
" Oh..., nungguin ya!. Tapi sorry, nggak jadi deh.." Balas Sunny.
Shanum semakin mencelos kesal. Dengan geram dia menghentakkan kedua kakinya dan segera melangkah ke pintu apartemen.
" Shanum!!" Panggil Sunny.
Shanum hanya berhenti sekilas, tapi selanjutnya berjalan lagi, tanpa menoleh.
" Shanum , kamu itu nggak pantes di gombalin sayang. Karena kamu pantasanya di seriusin!! " Teriak Sunny saat Shanum sudah bersiap meraih gagang pintu.
Shanum mengulum senyumnya saat mendengar kata-kata Sunny yang benar-benar membuatnya melambung. Tapi saat ingat bahwa Sunny habis jogging dengan cewek moodnya auto ambyar kembali.
Brakk!!
Dibantingnya pintu apartemen dengan kasar.
" Kenapa Bin?, kenapa dia begitu...?" Tanya Ayu yang ikut heran dengan tingkah Shanum.
" Cemburu dia ha..ha...ha.." Sahut Sunny, tawanya yang sejak tadi ditahannya akhirnya jebol juga.
" Cemburu?, sama siapa? " Kini giliran Shinee yang heran.
" Sama Martha" Jawab Sunny disertai tawanya yang terbahak-bahak kembali.
" Hah!!, Martha?, kamu kenal dia darimana brother?" Shinee duduk disebelah Sunny.
" Tadi pas jogging kami kenalan..." Jawab Sunny.
Ayu yang ada di samping Shinee susah payah berdiri, tapi tanganya dengan cepat disambar oleh Shinee.
" Sini dulu yang...duduk sini.." Shinee menupuk kedua pahanya.
" Nggak ah malu..." Sahut Ayu.
" Kenapa malu, orang udah halal ini!, yang belum halal aja udah ambil DP dan nyicil mulu tiap hari..." Sindir Shinee.
" Shinee!!, jangan mancing-mancing!!" Ketus Sunny berasa tersindir.
" Nggak tuh!!, mancing mah di air.." Sahut Shinee malah semakin menarik Ayu dalam dekapannya.
Cup!!
Dikecupnya bawah telinga Ayu dengan sudut mata melirik kearah Sunny.
" Cihhh!!, gue nggak usah lo pamerin gitu!!, gue lebih tau banyak posisi yang asyik dari pada lo!!" Ucap Sunny datar.
__ADS_1
" Iya lo tahu! tapi cuma didunia halu lo doang kan? Dan cuma bisa lo bayangin tanpa tahu rasa sesungguhnya..., nggak asik dong nggak ada pembuktian..." Sahut Shinee.
" Kalian ngomongin apa sih?" Tanya Ayu bingung.
" Laki lo suka diatas atau dibawah Yu?" Bukannya menjawab, Sunny justru mempertanyakan pertanyaan yang tidak dipahami oleh Ayu.
" Atas bawah apa nih?" Ayu kebingungan akan maksud Sunny.
" Jawab aja dia suka di atas atau dibawah!!" Bentak Sunny tegas.
" Bawah!!, bawah!!. Dih apa sih?" Jawab Ayu spontan, tapi sejurus kemudian dia malah bingung dengan apa yang diucapkan.
" Ha...ha...ha..., udah ketahuan!!, lo sukanya terima beres Shinee ha...ha..." Sunny menggeplak pundak adiknya itu kencang.
" Ehhh, sorry ya!!, itu kan karena dia sedang hamil!!. Yang aman kan emang posisi itu!!" Sambar Shinee.
" Duhhh!! Kalian ngomongin apa sih??" Tanya Ayu semakin kebingungan.
" Lagian kamu Bin!!, jangan nggeplak-nggeplak suami aku!!, aku nggak rela tahu!!" Seru Ayu kesal.
Ngilu dia dengernya, nggak sakit apa digeplak sampai bersuara nyaring kayak gitu. Dan tapi kok Shinee justru biasa-biasa aja tanpa kesakitan sama sekali sih.
" Oh sayangku...I love you so much!!, ngamar yuk..." Ucap Shinee melehoy mendengar kata-kata Ayu barusan.
" Sana-sana...., pergi kalian berdua. Gatal semua badan aku tahu deket-deket kalian!!" Usir Sunny.
" Yeee, yang gatal belutnya tuh....berkarat saking kelamaan nelangsa!" Sindir Shinee dengan ditambah tawanya yang terdengar menjijikkan di telinga Sunny.
" Shinee, lo tahu ini apa?" Tanya Sunny pada gumpalan tinjunya.
" Kabuuuurrrrr...." Seru Shinee, ditariknya Ayu untuk segera naik ke atas.
...***...
Shanum baru akan memasuki lift saat Martha, tetangga unit justru keluar dari dalam lift dengan kotak kue ditangannya.
" Sha berangkat kuliah sayang?, katanya lusa kalian udah pulang ke Indonesia. Kok masih pergi kuliah aja sih..." Tanya Martha.
" Iya nih aunty, mau antar surat cuti langsung ke lecturer.. " Sahut Shanum.
" Haiishh!!, jangan panggil aunty!! Panggil Martha aja!! "
Di luar mungkin biasa saja memanggil seseorang yang lebih tua dengan sebutan nama saja, tetapi bagi Shanum itu tetap aneh. Shanum tetap menganggap itu tidak pantas dengan adab kesopanan bagi orang Jawa. Sudah beratus kali diingatkan untuk memanggil Martha dengan sebutan nama, tetapi Shanum tetap tidak bisa.
" Maaf aku tidak bisa..." Jawab Shanum dengan senyumnya yang selalu menampilkan gigi-gigi gingsulnya ya manis.
Aroma kue di dalam kotak itu berhasil menerobos keluar dan tercium oleh hidung Shanum.
" Bau keju yang sangat harum, aduhh jadi ngeces ini..." Shanum berakting dengan mengelap sudut bibirnya.
Sementara Martha, wanita baya dengan kisaran usia empat puluhan tahun itu langsung tersenyum.
" What??, aunty udah ketemu dengan tunanganku?" Tanya Shanum serius.
" Iya sudah, bahkan kami jogging bersama tadi. Dia tidak bercerita padamu?"
Shanum hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu menghembuskan nafasnya lega.
Akkhhhh....jadi ini ceweknya....
Akkhhhh aku kan jadi malu nyemburuin Martha....
Shanum melipat bibirnya kedalam saat rasa geli mengaduk-aduk perutnya. Bahagia begitu terpancar diwajahnya yang Ayu.
" Wahhh, kau kelihatan semakin cantik saat tunanganmu ada disini..." Puji Martha.
" Ahhhh masa sih..." Sahut Shanum semakin malu-malu, senyumnya terus terkembang.
Shanum melirik jam tangan yang berada di pergelangan tanganya.
" Waduh, aku tinggal duluan ya aunty, Takut terlambat dapat bus.."
" Oke bye Shanum...'
" Bye aunty Martha..."
...***...
Selama berada di Boston dua hari ini Sunny benar-benar memanjakan Shanum. Mereka terus berdua tanpa keluar rumah sama sekali.
Buat apa?, bukankah sumber kebahagiaan mereka adalah masing-masing dari mereka.
Mereka akan saling suap saat makan pagi siang dan malam. Di pagi hari Shanum akan mengikuti Sunny jogging dan lanjut pergi ke pusat kebugaran tubuh. Agak siangan mereka akan masak berdua untuk makan siang, dan sorenya mereka harus mulai nyicil packing-packing.
Giliran makan malam adalah jatah Ayu dan Shinee yang masak.
" Ini dibawa juga nggak?" Tanya Sunny, ditangannya terdapat sebuah dress pendek rumahan Shanum yang bermotif bunga sakura kecil-kecil.
Mereka sedang menyusun pakaian Shanum di dalam koper.
" Nggak usah lah..." Sahut Shanum.
" Tapi aku pengen lihat kamu pake ini yang..., duh pasti sekseehhhh. Pakai bentaran dong yang..aku mau lihat..."
Tiba-tiba Sunny sudah berada di belangkang Shanum, bahkan tanganya sudah mengelus perut Shanum.
" Nanti aja yang, ya udah dibawa aja..." Shanum mengambil alih baju itu dari tangan Sunny dan lalu menjejalkannya ke dalam koper.
" Bukan nanti, aku ingin kamu pakai sekarang.." Sunny kembali meraih dress itu.
__ADS_1
" Pakai yang...." Sunny menyodorkannya di depan Shanum.
" Enggak ahhh!!, pendek banget itu..." Tolak Shanum.
" Sebentar aja..." Desak Sunny lagi
" Buat apa!!, nggak mau..." Lagi-lagi Shanum menolak dengan tegas.
Sunny menghembuskan nafasnya kesal, kesal yang teramat sangat.
Brukk!!
Dilemparkannya begitu saja dress itu diatas koper lalu berjalan melangkah menuju balkon tanpa berkata apa-apa.
Shanum yang sadar akan hal itu segera menghentikan aktivitasnya.
" Marah?, cuma gara-gara dress aja marah?" Gumam Shanum bingung.
" Ya udah lah, biar gue pakek dulu dehh..." Lanjut gumam Shanum.
Tak lama diapun masuk ke kamar mandi untuk berganti dengan dress mini itu.
Ceklek.
Kaki jenjang panjang keluar dari kamar mandi, mulus dan seksi melangkah menuju balkon.
Dimana Sunny sedang melamun dengan menyenderkan tubuhnya di jendela kaca tak menyadari kehadiran Shanumnya.
" Sayang..." Panggil Shanum lirih di depan pintu balkon, tanganya menarik kebawah rok dress agar menutupi pahanya.
" Hmmm " Sahut Sunny masih menatap jauh kedepan.
" Sunny...." Panggil Shanum lagi, karena Sunny tidak juga menoleh. Jujur, dia begitu malu mengenakan dress ini di depan orang lain
" Iya sayang..." Sunnypun akhirnya menoleh dan langsung membelalakan matanya.
" Sha...eh...i..itu...itu...ganti Sha cepet!!!" Sunny mendorong tubuh Shanum kedalam kamar. Matanya celingukan ke kiri kanan, memastikan tidak ada siapapun yang melihat penampilan Shnum barusan.
Srak...srak...
Ditutupnya tirai jendela dengan cepat.
" Yang ganti baju cepat!!" Seru Sunny dengan kedua tangan mengepal erat disisi kiri dan kanan tubuhnya.
" Kenapa?, tadi kamu mau aku pakai dress ini kan!, ini udah aku pakai.." Shanum melangkah mendekat, tapi Sunny justru mundur. Dan Shanum kaget melihat reaksi Sunny yang seperti itu.
Apa badanku nggak bagus?
Aku kurang seksi ya?
Apa dadaku terlihat kecil?
Lenganku besar kah, atau pahaku juga nggak keren?
Shanum mengamati semua bentuk tubuhnya. Melihat Sunny yang mundur saat didekatinya membuat Shanum insecure.
" Sayang?, bagian mana yang perlu aku rubah?, kamu nggak suka bagian mananya? Biar aku perbaiki lagi..." Ucap Shanum dengan suara serak dan kepala yang tertunduk.
Deghh..
Sunny langsung tersadar akan kesalahannya.
" No!!, tidak ada!! Se...se...semua lebih dari yang aku bayangkan. Kamu indah....indah..... Bidadariku yang sempurna..." Ucap Sunny gelagapan.
Dadanya bagai drum yang sedang ditabuh saat ini, melihat sajian di depan matanya yang aduhay membuat belutnya semakin nyut-nyutan tak karuan.
Tidak!!, sabar Sunny...
Sabar dan istighfar...
Akkh....Tuhan!!, ini sangat berat, melawan nafsu lebih berat dari perang melawan musuh.
" Sunn..aku mau kiss..."
Shanum tiba-tiba telah berdiri di depannya dan berjinjit hendak menciumnya.
Sunny justru ikut berjinjit dan meninggikan dagunya sehingga Shanum jelas tak sampai pada bibir Sunny, tapi sialnya justru jakun Sunny yang terkecup.
Mati gue!!
Dan Shanum rupanya kembali ingin mencium bibirnya. Tapi Sunny lagi-lagi menolak dengan kembali berjinjit, begitu berulang-ulang sampai Shanum kesal.
" Iihhh!, licik amat!, nggak mau ya sudah!, sana keluar...." Seru Shanum kesal sambil membuka pintu kamarnya lebar-lebar.
" Yang bukan gitu...., aku takut nggak bisa lagi menjaga diri..." Ucap Sunny.
" Keluar!!" Seru Shanum tegas.
" Sayang jangan marah..." Sunny terus merayu.
" Keluar..."
Dikirain nggak malu apa aku..
Jarang-jarang lo aku duluan nyosor, eh situnya sok jual mahal kayak gitu.
Awas kamu Sunny!!, tunggu pembalasan aku...
__ADS_1
...****π****...