BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Semakin Cinta..


__ADS_3

Suasana bandara sore ini melow habis. Dan itu tentu saja diprakarsai oleh sifat cengeng Almaureen yang terus merapat pada Aivy.


" Dua bulan lagi kesini ya.., janji loh.." Ucapnya pada Aivy.


" InsyaAllah..." Jawab Aivy ikut sedih.


Jika Almaureen tidak dapat menyembunyikan rasa sayangnya pada Aivy. Almeer lain lagi, pria kecil itu berulang kali terlihat terus menatap Aivy dari balik punggung daddynya.


Tangannya gatal ingin sekedar berjabat tangan, tapi Almaureen terus-terusan mendominasi Aivy sejak siang tadi.


" Ckk, ribet banget urusannya kalau ada Maureen mah..., mommy dikuasainya sendiri dari bayi, daddy pun begitu, sekarang Aivy pula..." Guman Almeer kesal.


Sementara itu Binar sedang menghubungi Shanum untuk mengabarkan bahwa mereka sudah ada di Bandara Soetta dan segera terbang ke Surabaya. Seperti biasa, Roy satu-satunya yang memiliki mobil pribadipun dengan senang hati menjemput sahabatnya ini.


Pesawat yang membawa Binar dan keluarganya berada di udara selama satu setengah jam lebih. Binar merasa ada hatinya yang tertinggal di Jakarta.


Yah diluar hatinya yang masih ragu-ragu akan identitasnya, Sunny dan Shinee memang lahir di Jakarta.


Hati Binar saat ini penuh rasa rindu, bahagia, lega dan kebingungan. Semua rasa bercampur menjadi satu.


Rindu pada sosok yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Flasback on.


Binar yang berangkat kesiangan karena harus ke panti dulu mengurusi papanya, segera berlarian ke gerbang SMU Putra Bangsa. Dia naik taksi dari panti ke sekolah, karena motornya disita polisi saat balap liar beberapa hari lalu.


Saat akan melangkah masuk ke sekolahnya, matanya terpaku pada sosok gadis yang berdiri berbincang dengan security gerbang yayasan Putra Bangsa.


Dari percakapan mereka, Binar mendengar bahwa gadis itu ingin menemui adiknya yang tertinggal buku dan bekalnya. Binar yang selama ini cuek dan tidak pernah perduli dengan cewek tiba-tiba ingin sekali mendekat.


Tapi sebelum langkah kakinya menaiki teras pos satpam. Arnov sudah lebih dulu mendekati Shanum dan menawarkan bantuanya untuk gadis itu. Dan Binarpun menurunkan kaki sebelahnya yang sudah diatas teras lalu ikut melangkah dibelakang keduanya dengan diam.


Tapi saat melintasi ruang OSIS, Roy memanggil Arnov untuk memimpin rapat OSIS. Akhirnya Shanum berjalan sendirian di depanya.


Saat itu mata Binar tidak bisa move on dan terus saja menelusuri setiap jengkal tubuh gadis itu. Hatinya terus berdetak-detak tak karuan. Detakan yang membuatnya begitu panas dingin, apalagi senyumannya saat berbicara dengan Arnov tadi begitu manis.



Hingga membuat Binar terobsesi akan senyum dan wajah cantik manis itu, maka berawal dari itulah Binar mulai terus mengikuti gadis itu secara diam-diam dari jauh.


Flashback off.


...***...


Pesawat landing saat senja telah menyapa. Ketiga orang yang telah ditunggu itupun keluar dari pintu kedatangan domestik.


Mata Binar celingukan mencari wajah penyejuk hatinya. Wajah yang selalu dirindukannya, wajah yang selalu hadir dalam mimpi-mimpinya, wajah yang sekarang diyakininya sebagai miliknya dahulu hingga sekarang.


Wajah Cahaya yang memberikan terang dalam gelapnya, wajah Shanum yang selalu menjadi penyejuk yang menyirami kekerasan hatinya.


Tangan mungil lentik itu melambai-lambai di tengah kerumunan manusia.


Mata Binar terbuka lebar demi memindai indahnya senyum yang tersaji dari wajah cantik yang tampak berbahagia saat melihatnya.


Dadanya berdebar hebat kala tatapan mereka beradu.


Sumpah!!, setelah mengetahui bahwa Cahaya adalah juga Shanumnya, rasa damai hadir menyejukkan hatinya, ada rasa lega yang benar-benar membuatnya sejuk dan tenang.


Cinta dari dalam hatinya pada Shanum semakin dalam, semakin menancap erat, mencengkram kuat.


Binar bersyukur dalam doa nya, ternyata hatinya masih bereaksi pada gadis yang sama. Cintanya kembali berlabuh dan pulang pada tempatnya yang sama.


Tak perduli lagi dengan rasa malunya pada papa Sanjaya, Binar dengan tergesa-gesa berlari begitu saja mendekati Shanum dan menggeretnya ke sudut yang agak sepi.


" Shanumku....sayang..." Ucap Binar dengan suara yang bergetar. Lalu memelukk gadis itu begitu erat.

__ADS_1


Shanum hanya terpaku sesaat, tapi dia tidak berfikir jauh, mungkin Binar tahu nama depannya karena adik-adiknya yang biasa memanggilnya dengan kak Shanum.


Binar memeluk Shanum begitu erat, bahkan tak malu-malu memutar-mutar tubuh mereka. Dan sampai-sampai menggendongnya pula.


Papa Sanjaya tersenyum simpul melihat putranya yang terlihat begitu bucin pada pacarnya itu.


Binar tidak tahu saja, papanya bahkan beberapa kali memergoki Binar mengigau memanggil Shanum dalam tidurnya.



" Sayangku....Shanum..." Bisik Binar lagi, ada getaran dalam suaranya.


Shanum semakin heran dengan perubahan sikap dan panggilan Binar padanya.


Kenapa dia begini?


Kok seolah-olah dia sudah lama banget nggak ketemu aku..


Kok tingkahnya seperti orang yang baru bertemu pacarnya yang telah terpisah lama...padahal juga cuma tiga harian..


Dih...kok aku jadi merinding begini...


Sikapmu padaku semakin membuatku tenggelam dalam cintamu Bin...


I love you so much Binar Buana Sanjaya..


" Aku langsung kerja ke cafe hari ini, kamu mau ikut?" Bisik Binar saat mereka sudah berada di mobil menuju rumahnya.


Mulai hari ini papa Sanjaya akan kembali ke rumah, karena papa sudah bisa berdiri dan melangkah setapak dua tapak. Obat-obatanya begitu banyak, beragam dan tanggungjawab Binarlah untuk disiplin dalam memberikannya.


" Tapi aku cuma pakai baju kayak gini.."ucap Shanum malu.


" Emang kenapa dengan baju kayak gini, masih tetap cantik ini..." Sahut Binar jujur.


Bibirnya terlihat terus digigitinnya berulang-ulang saat matanya menatap wajah Shanum yang entah kenapa hari ini begitu cantik dimatanya.


Karena efek rindu menggebukah ini?


Atau karena aku merasakan kelegaan karena dia adalah Shanumku yang kucari-cari selama ini..


Shanum bergidik ngeri melihat gelagat Binar yang terus menatapnya. Tiba-tiba tubuhnya menjadi merinding.


" Mau ya?, temenin aku kerja malam ini. Aku kangen berat, pengen deketan kamu terus..., mau ya..Shan..." Rayu Binar.


" Shan...?"


" Boleh aku panggil kamu nama itu?" Tanya Binar lirih, jemarinya meraih pergelangan tangan Shanum yang tertulis nama Sunny disana.


Tulisan indah yang sudah hampir pudar. Ya, semenjak hatinya terisi penuh oleh nama Binar, Shanum sudah sedikit mulai melupakan tulisan itu, bahkan hampir dua bulan ini dia tidak lagi menebalkannya.


Cup...


Arnov, Aivy, bahkan Shanum sendiri terkejut akan apa yang dilakukan Binar.


Pemuda itu mengecup pergelangan yang masih samar-samar tertulis nama Sunny itu terang-terangan di depan semua yang ada di mobil.


" Shan...besok kita beli hena. Biar aku tebelin tulisannya.."


Duaarrr!!!


Ciiittttt....


Semua terkejut dengan ucapan Binar, bahkan Roy yang melirik dari rear mirrorpun ikut terkejut, bahkan sampai-sampai mengerem mobil mendadak.


Membuat semua yang berada di mobil auto terkena serangan jantung.

__ADS_1


" Heyyy!!! Roy lo gila!!" Teriak Binar.


" Lo tuh yang buat orang kaget!!" Sahut Roy kesal.


" Apa?, gue ngapain?" Sanggah Binar santai.


Sementara Shanum dan Arnov saling tatap bingung, mereka masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Binar beberapa saat lalu.


" Apa?, ada apa?" Tanya Binar bingung saat merasa tatapan semua orang begitu tajam menusuk matanya.


" Lo mau nebelin nama cowok yang menjadi saingan berat lo???, padahal Aya saja udah bisa lupainnya dan memilih lo!, otak lo ketinggalan di pesawat atau masih nyangkut dibagasi dan lupa lo ambil??" Sindir Roy dengan kembali melajukan mobilnya.


Papa Sanjaya hanya tersenyum saja melihat kegaduhan dihadapannya. Binar ini tipe-tipe yang akan menceritakan apa saja kepada orang terdekatnya.


Bahkan perasaannya kepada Shanum saja dia tidak ada sungkan sama sekali untuk memberitahukan kepada beliau.


Cerita tentang masa lalu Shanum juga tak luput dari pengetahuan papa. Dan dari siapa lagi kalau tidak dari Binar sumbernya.


...***...


Akhirnya, setelah menurunkan papanya dan meyakinkan dirinya atas kenyamanan papanya.


Binarpun bergegas untuk berangkat kerja. Mama Ganis dan Lyra sedang tidak ada, mereka berlibur bersama genk sosialita mama Ganis.


Uang tunjangan papanya habis dipakai mereka untuk foya-foya. Bahkan uang sekolah Binar dan Aivy selama ini adalah hasil keringat Binar sendiri.


Jangankan uang sekolah, uang penunjang hidup sehari-hati saja mereka tidak pernah memberi, tapi justru menuntut harus ada.


Ada makanan dimeja makan, ada sabun di kamar mandi dan laundry, ada skincare dimeja rias, ada uang untuk penyakit shopping mereka.


Binar yang dibawa kerumah itu di usia tiga belas tahunnya saja sempat syok dan tidak percaya dengan semua itu. Untungnya papa Sanjaya saat itu masih sehat, beliau terus menerus memberikan petuah tentang kesabaran.


Tapi semenjak tiga tahun lalu beliau kecelakaan, semua berubah. Derita Binar dimulai dari hari itu..


" Pah...Binar berangkat dulu ya, obatnya ini nanti diminum.."



" Ya nak, berangkatlah. Ingat jangan minum alkohol!!"


" Ya pah, nggak akan. Lagian Binar ajakin Shanum juga.." Ucap Binar berseri-seri.


" Ya udah, jemputnya sekalian pamit dan minta ijin baik-baik ya..." Pesan papa Sanjaya.


" Hemmm, baik pah.." Senyum Binar yang malu-malu membuat papa Sanjaya ikut tersenyum, tapi tak berapa lama raut sendu disembunyikannya dari hadapan Binar.


Maafkan papa nak...


Papa baru tahu bahwa kau adalah salah satu pangeran Syahril...


Maafkan papa yang egois!!, papa ingin memilikimu untuk papa sendiri...


Papa sudah mengambilmu dari surga dan menyeret-nyeretmu ke neraka penderitaan ini...


Sudah waktunya engkau kembali nak...


Dan sekarang papa ikhlas nak..


Papa ikhlas....


Ya, dari saat memasuki rumah mommy Ara. Papa Sanjaya begitu terkejut saat melihat foto anak yang ditemukannya mengambang di sungai enam tahun lalu bediri diantara keluarga pebisnis besar itu.


Apalagi tanpa sengaja papa Sanjaya sempat mendengar saat daddy Rangga dan om Lenox bercakap-cakap membicarakan begitu benefitnya saham yang iseng-iseng ditanam Sunny beberapa tahun lalu.


Perusahaan yang bergerak dibidang jasa keamanan atau biasa disebut penyedia jasa bodyguard itu saat ini maju seribu persen.

__ADS_1


Otomatis saham Sunny saat ini Deviden dengan kalkulasi yang luar biasa besarnya.


__ADS_2