BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Kehamilan Shanum


__ADS_3

Keluarga besar di Jakarta berucap syukur atas kabar yang sesaat lalu disampaikan oleh Sunny kepada orang tuanya, apalagi bagi mama Vera dan papa Vino.


Mereka bahkan tak berhenti tersenyum sejak mendapati kabar bahagia ini, akhirnya hadir juga seorang penerus darah Syahril dan Ramdani Malik mengingat jasa besar ayah Marvel yang luar biasa bagi keduanya.


Dan harapan besar meraka tinggal bersatunya Saga dan Almaeera, karena berkat sentuhan lembut Ara-lah kedua putra putrinya tumbuh penuh kasih sayang saat dirinya tak mampu berbuat apa-apa kala itu.


Syukur juga tak henti-hentinya dipanjatkan oleh Sunny pribadi. Betapa tidak, diusianya yang baru menginjak genap 23tahun beberapa bulan yang lalu, dia sudah harus bersiap menjadi seorang daddy untuk tujuh bulan kedepan.


Senyum sumringah tak pernah lekang dari bibir ranum berwarna pink miliknya semenjak kepulangannya dari hospital. Sampai-sampai pemuda itu melupakan rasa galau dan mellownya sedari pagi.


Rasa sesak menghadapi perpisahan yang membelenggunya beberapa hari ini hilang lenyap berganti dengan rasa bahagia yang membuncah.


Ada gelora asa yang membumbung tinggi, ada semangat membara untuk bisa mengejar materinya dengan cepat dan serius demi bisa secepatnya berkumpul dengan istri dan anaknya kelak.


"Baiklah, aku akan berjuang sekuat tenaga!!, tidak masalah merangkap-rangkap materi, apapun akan aku lakukan demi bisa secepatnya menyelesaikan pendidikanku!!"


Tekad Sunny sudah bulat, tak hanya Shanum yang selama ini mengejar pendidikannya dengan serius sampai terlalu rakus akan jumlah SKS yang diambilnya agar cepat selesai.


Bahkan Shanum sejauh ini sudah berhasil menghabiskan materinya S1nya hanya dalam tiga tahun berjalan, tinggal menyerahkan tesis, lalu memnyusun skripsi dan gol!!. Mudah-mudahan sebelum anak mereka lahir semua akan beres.


Apalagi beberapa hari lalu Saga juga memberi kabar bahwa semester depan kemungkinan dia juga akan berangkat ke Boston.


Adik Shanum itu mengabarkan bahwa dia termasuk salah satu anggota pertukaran mahasiswa yang akan mewakili universitasnya ke Boston. Walaupun tidak ke Universitas yang sama di mana tempat Shanum menurut ilmu, tapi setidaknya keberadaan Saga sedikit banyak bisa membantu mengurangi rasa sepi kakaknya yang ditinggalkan Sunny.


...**...


Semenjak mengetahui ada buah cintanya di dalam perut Shanum, Sunny terus saja bertingkah posesif. Dan itu membuat Shanum risih dan gerah.


Bagaimana tidak, sejak turun dari taksi sampai ke apartemen saja Sunny terus menggendongnya. Bahkan untuk sekedar ke toilet untuk MCK, Sunny tidak membiarkan istrinya itu beranjak.


" Mau kemana?, biar aku gendong..." Seru Sunny saat Shanum baru menurunkan kakinya dari ranjang.


" Mau ke toilet Yang...., kebelet. Nggak usah gendongan segala deh Yang...lebay amat" Jawab Shanum sambil beranjak.


" Tunggu...naik ke punggungku sini.." Ucap Sunny sambil menundukkan tubuhnya didepan Shanum.


" Ya ampun Yang..., aku ini hamil. Bukan pasien patah kaki!, apaan kamu berlebihan banget?!" Seru Shanum kesal.

__ADS_1


" Bukan gitu babe, tapi Shine bilang kamu nggak boleh capek karena baby kita masih kecil. Kamu nggak perhatiin apa kata-kata Shine tadi..." Sahut Sunny ngeyel.


" Iya Sha tahu, Sha nggak boleh capek emang. Tapi kalo cuma ke toilet doang letak capeknya dimana sih Yang?, udah deh...jangan berlebihan...." Balas Shanum dengan terus melenggang masuk kedalam toilet tanpa perduli dengan pelototan Sunny.


" Nggak usah pake melotot gitu deh Yang, besok kamu udah cosplay jadi Caca Handika loh, apa nggak sayang istri manis binti imut gini dipelototin..." Ucap Shanum sebelum menutup pintu.


Tak lama suaranya yang merdu terdengar oleh pendengaran Sunny.


🎢


Masak...masak sendiri..


Makan...makan sendiri...


Cuci baju sendiri...


Tidurpun sendiri....


🎢


Ya..., pemuda ini sangat sadar, dia terlalu posesif dan over protektif. Tapi kalau tidak sekarang kapan lagi dong?, nanti malam dia sudah hari pergi kembali ke camp.


Nyutt...


Lagi-lagi rasa sesak pedih dan perih kembali datang. Perpisahan kali ini berat, sungguh berat baginya.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka, Sunny langsung menoleh dimana wajah ayu itu muncul dari balik pintu.


" Airnya sudah Sha siapin Yang, mandilah dulu. Dua jam lagi Revaldi datang menjemput.." Ucap Shanum.


Sunny menatap manik mata Shanum dengan lekat, lalu perlahan mulai bangkit berdiri mendekati istrinya, tampak seulas senyum terbit dari sudut bibirnya. Melihat gelagat suaminya, Shanum merasa tubuhnya bergetar, dadanya tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya.


Mereka sudah dua bulan tinggal bersama, menjadi suami istri yang sah. Tapi rasa berdebar dan canggung saat suaminya mendekat, masih saja tetap dirasakannya.


" Mandiin ya please..." bisik Sunny manja.

__ADS_1


Tuh kan benar, kalau udah deket-deket sambil senyum pasti deh...


" Please babe, sebelum nanti yang kamu mandiin anak kita, ini yang terakhir..." lanjutnya lembut di telinga Shanum, bahkan bibirnya sengaja di gesekan di daun telinganya istrinya itu.


" Hanya mandi kan?" Tanya Shanum dengan wajah yang merona merah.


Sunny terkekeh kecil, digigitnya bibir bawahnya karena terlalu gemas dengan keimutan Shanumnya.


" Tentu saja tidak, kan aku juga perlu berkenalan dengan baby sebelum aku pergi..." Sahut Sunny cepat.


Dilipatnya bibirnya kedalam saat melihat mata Shanum yang melotot kaget. Imut, pengen nguyel-nguyel kan jadinya.


" Tapi kata Shine kan nggak boleh begituan Yang...." Bantah Shanum cepat.


" Yang Shine bilang kan nggak boleh sering-sering dan nggak boleh terlalu hot babe, tenang saja..kali ini akan aku lakukan dengan smooth..." Rayu Sunny.


" Masa?, selama ini saja kamu mainnya selalu hot dan vulgar. Mana bisa sekarang aku percaya?" Sahut Shanum masih belum yakin.


Bukan apa-apa, tapi malam-malam selama dua bulan ini sungguh sangat membuat Shanum mengenal siapa Sunny dan bagaimana perangai Sunny saat sudah on diatas ranjang.


Sunny yang memiliki tenaga luar biasa akan membantai habis Shanum sepanjang malam tanpa ampun, apalagi basic Shanum yang juga rajin olahraga. Alhasil, Shanum adalah lawan tangguh yang mengasikkan bagi Sunny.


Semua itu jelas membuat Shanum tidak percaya jika Sunny bisa melakukannya dengan smooth seperti yang diucapkannya beberapa saat lalu.


" Jadi kamu tidak percaya?, so...mau dibuktikan?" Tantang Sunny seakan tahu apa yang sedang istrinya fikirkan.


" Come tik tok tik tok!, waktu terus berjalan, tidak usah dipikirkan lagi...come babe, come to our paradise..." Bisik Sunny cepat seraya menggendong Shanum ke dalam kamar mandi.


Dan yah...., akhirnya setelah sejak dua bulan pernikahan mereka, baru kali inilah Sunny melakukanya dengan penuh perasaan tanpa nafsu yang selalu menggila seperti sebelumnya.


Sunny sadar, ada nyawa yang harus dia utamakan diatas rasa maha dahsyat yang meledak-ledak setiap malamnya. Tapi kali ini, rasa itu hadir justru lebih dari ekspektasinya selama ini, rasa itu hadir dengan luar biasa hebatnya.


Rasa nikmat yang tak hanya mengatas namakan kepausan biologis semata, tapi rasa puas yang membekas, meresap diseluruh aliran darahnya.


Rasa yang membuatnya semakin cinta kepada istri dan anaknya.


" I live you Shanum...., my Shanum.."

__ADS_1


__ADS_2