BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Merindu...


__ADS_3

Dua tahun terlewati dengan begitu cepat, ditambah masa bakti Sunny selama satu tahun lagi telah terlewati, tapi sayangnya ada harga yang harus dibayar mahal oleh Sunny.


Disaat seharusnya hari ini dirinya sudah bisa bernafas lega untuk bisa melepas rindu dengan berkumpul bersama istri dan anaknya, tapi kebahagiaan itu harus ditundanya selama lima bulan lagi.


Dia harus membayar kompensasi atas beberapa kali ijin cuti yang diambilnya selama kurun waktu tiga tahun ini. Yah...walaupun dia sangat mampu dan lihai dalam mengejar ketertinggalan materi, tetapi peraturan tetaplah peraturan.


Sunny tetap harus mengganti waktunya yang terlewat dengan mengabdikan dirinya di camp sesuai kurun waktu yang terambil didepan olehnya.


Lima bulan, bukan waktu yang sebentar. Tapi moment yang didapatkan dari mengorbankan lima bulan itu begitu berarti bagi hidupnya kala itu.


Pertama cuti diambilnya satu bulan, saat putranya Prince Lion Arash lahir kala itu. Sunny sengaja mengambil cuti dua minggu sebelum perkiraan lahir dan dua minggu setelah kelahiran putranya.


Dan cuti yang kedua tentu disaat hari bahagia Shanum.


Ya..mendampingi wisuda Shanum adalah mimpi terbesarnya, mengingat dahulu wisuda sekolah menengah atas mereka diwarnai dengan cerita yang getir.


Dan belum lagi beberapa kali dia pulang mendadak demi mengobati rindunya pada Prince putranya, lalu juga saat Prince berulang tahun untuk yang pertama setahun lalu dan yang kedua di tiga bulan lalu.


Bagi Sunny sendiri tidak masalah mengundur waktunya lagi, asal moment kebersamaan mereka bisa terlewati dengan hangat.


...**...


Mobil Sunny terlihat keluar dari pekarangan camp, pria muda tampan berusia dua puluh enam tahun itu terlihat berseri-seri saat mendapati panggilan video call dari sang istri tercinta.


" Ya babe, Assalamualaikum..." Sapa Sunny cerah, earphones Blouthoot saat ini telah terpasang sempurna di kedua telinganya, dan kamera HP pun telah standby di atas dasbor mobil.


" Waalaikumsalam Yang, emmhh, maaf Yang...kamu lagi nyetir ya? aduh ini Prince rewel pengen ngobrol sama daddynya, dari tadi belum juga mau bobo. Dia ingin mendengar suaramu dulu kali Yang..." ucap Shanum lembut sambil tersenyum manis.


Sunny menatap wajah cantik manis yang selalu membuatnya rindu luar biasa itu lekat.


Semenjak kepergian dirinya tiga tahun lalu, Shanum mulai menutup diri dengan hijab.


Alasan awalnya sebenarnya demi menghargai milik Sunny agar tidak ikut dinikmati kecantikannya oleh orang-orang. Tapi semakin kesini, Shanum semakin tahu kegunaan dari hijab sendiri itu apa.



" Masa sih Prince rewel?, sebenarnya yang belum bisa tidur itu Prince beneran?, atau mommy Prince yang lagi kangen?" Tanya Sunny dengan sebelah mata yang mengedip genit.


" Ish...apaan sih!!, ya Prince lah...nih..." Tampik Shanum malu-malu.


Tingkah laku menggemaskan Shanum selalu membuat Sunny semakin tak kuasa memendam rindunya. Sumpah!!!, andaikan bisa menerobos masuk dari layar ponsel pasti sudah dilakukannya sejak dulu.

__ADS_1


Shanum mulai mengarahkan kamera ponselnya pada putranya yang terlihat masing berguling-guling diatas ranjang, matanya masih tampak berbinar-binar, tak ada isyarat ngantuk sama sekali.


" Prince ini daddy.." Ucap lembut Shanum dengan menyentuh rambut halus putranya.


" Daddy..!!! yeayy daddy!!" teriak Prince penuh semangat.


Direbutnya ponsel ditangan mommynya untuk dikuasainya sendiri.


" Hii daddy when you go home?" Tanya polos Prince dengan suara imut dan cadelnya saat melihat wajah sang daddy memenuhi layar ponsel yang kini di letakkan nya diatas bantal.


Bahkan beberapa kali diusapnya layar ponsel itu seolah-olah sedang mengelus wajah sang daddy.


Tak bisa dipungkiri besarnya cinta Sunny pada pria kecil itu sampai-sampai membekas dihati sang putra, walau terpisah jarak sekalipun.


" I'm sorry son, tapi tidak dalam waktu dekat ini..." Jawab Sunny sendu.


" But I really miss you dad..." Jerit Prince mulai menangis.


" Sshhttt, boys never cry oke!!, you was promise that!! Don't you forgeted?" Ucap Sunny cepat.


" I miss you daddy..." Lirih Prince.


Sekuat tenaga pria kecil berusia dua tahun lebih itu menahan air mata yang telah berada dipelupuk matanya.


" Yes, I do..." Sahut Prince.


" Now you must be go to bed, sleep well right, it's was so night..." Rayu Sunny lagi.


Pria kecil diseberang telpon terlihat menganggukkan kepalanya patuh, lalu segera memposisikan dirinya masuk kedalam selimut. Shanum tersenyum menatap Sunny yang hanya mampu menggelengkan kepalanya pelan.


" Nyanyikan sesuatu untukku dad please..." ucap Prince sebelum mulai menutup mata.


Dan Sunnypun mengabulkannya, dengan menyanyikan sebuah lagu untuk putranya masih dengan menyetir.


Kejadian seperti ini tidak hanya sekali ini saja, tapi sudah sangat sering. Dari sinilah kedekatan ayah dan anak ini terbentuk, walau terpisah benua sekalipun.


Saat mata mulai berat, dan beberapa kali menguap, Prince masih sempat menatap mata daddynya lembut.


" Good night daddy, I love you so much..." dikecupnya pipi Sunny dari layar ponselnya.


Dan tak lama pria kecil itupun memejamkan matanya.

__ADS_1


Putranya adalah cerminan dirinya sendiri saat masih kecil, dia hanya akan tunduk pada satu pria yaitu ayahnya, Nanda Marvelino Putra Syahril.


Ayah I miss you so much, aku harap kau selalu sehat.


" Terimakasih Yang...." Suara lembut Shanum menarik kembali Sunny setelah beberapa saat yang lalu tenggelam dalam lamunannya.


" Hemm, kamu juga harus tidur awal...karena besok pagi aku membutuhkanmu..." Bisik Sunny lirih dengan suara seraknya.


" Membutuhkan aku?, maksudnya Yang?" Tanya Shanum bingung.


" Besok malam aku ada pertemuan penting dengan staf Angkatan Darat istana, tolong bantu aku memilih jas. Aku akan menelepon kamu pagi-pagi babe.."


" Ahhh ha..ha.., ya Tuhan!, cuma milih jas toh..Kirain.." Sahut Shanum dengan tawanya yang begitu imut. Wajahnya terlihat sedikit gugup, merah merona dan ada kecanggungan yang malu-malu.



Sunny terpana melihat senyum tulus yang begitu manis itu. Hatinya menghangat saat itu juga.


" Memang kamu kirain apa babe?" Tanya Sunny dengan matanya yang tajam membola.


Jelas Sunny ingat permintaan gilanya beberapa minggu yang lalu, dan mungkin itulah yang membuat Shanum terlihat memerah merona dan malu-malu saat ini.


Bagaimana tidak gila coba, Sunny meminta istrinya live streaming joget Indian dengan hanya memakai lingerie saja.


Yah...bisa dipahami sih, tidak gila juga jika itu yang mengalami adalah pejuang LDR seperti mereka, sah-sah saja itu mah.


Apapun akan dilakukan untuk meredam rasa rindu, dan juga syahwat yang terkurung selama ini.


Sunny pria muda yang masih hot-hotnya untuk mereguk surga dunia, tapi keadaan mengharuskannya untuk menahan itu semua.


Walaupun selama ini semua rasa itu bisa ditahan-tahannya dengan puasa, tapi saat istrinya berada didepanya seperti ini walau lewat maya sekalipun rasa itu terkadang timbul dengan begitu hebatnya.


" Jika kamu mau, boleh aku melihatnya lagi, kali ini aku harap tarianmu lebih hot dan lebih vulgar..." Lanjut Sunny.


Kedua alisnya naik turun menggoda sang istri yang semakin memerah seperti udang rebus. Bahkan berulangkali Shanum kesulitan menelan salivanya sendiri.


Semua itu jelas terlihat nyata dari penglihatan Sunny, istrinya yang polos ini telah banyak ia cekokin dengan hal-hal yang tabu, tapi lucunya Shanum selalu menurutinya tanpa membantah.


Tak tahan melihat ekspresi lucu Shanum, tawapun akhirnya pecah dari bibirnya. Dan suara tawa keduanya akhirnya meledak begitu saja...., Sunny sampai-sampai harus meremas perutnya yang terasa kaku setiap kali mendapati ekspresi lucu Shanum jika sedang dikerjainnya.


Shanum....i miss you so much...

__ADS_1


Shanum...lima bulan tidak lama sayang...


Shanum...tunggu aku..


__ADS_2