
" Memangnya gadis seperti apa yang kamu cari Shinee, jangan kebanyakan ngemil!!, entar malah jadi nggak nafsu lagi.." Sahut Sunny.
" Ngemil?"
" Ya Shinee, jangan kebanyakan ngemilih. Ntar justru dapat yang nggak-nggak..." Ucap Sunny dingin dan tegas.
Shinee menatap kakaknya itu lekat-lekat, tak ada yang berbeda antara dia dan kakaknya ini, tapi kenapa nasib percintaan mereka bisa jauh berbeda seperti langit dan bumi.
Shinee tentu pernah menyukai gadis dan itu sudah sejak kelas 5 SD. Gadis itu bernama Nadia, putri Chandra Bagaskara.
Pertemuan mereka sering terjadi sejak kecil, keduanya sering diajak orang tua masing-masing saat ada acara bisnis atau sekedar pertemuan sesama pemegang saham.
Ditambah lagi saat SMP Nadia dan Shinee bersekolah di satu sekolah yang sama di Jerman. Dimana saat itu rumah tangga uncle Chandra dan aunty Metha masih baik-baik saja.
" Kamu mau cewek yang kayak gimana brother, biar Shanum bantu carikan, atau mungkin bunda dan para mommy..." Lanjut Sunny lagi.
Shinee sedikit gelagapan, lamunanya tentang Nadia hilang menjadi asap.
" Mau yang cantik?, yang manis? Atau yang ayu?" Tanya Sunny lagi.
Shinee sedikit terjingkat saat mendengar kata 'ayu' dari mulut kakak kembarnya.
Tiba-tiba rasa hatinya menghangat, dan entah kenapa, bibirnya menciptakan senyum yang tipis saat mengingat wajah ayu milik Ayu Andira.
" Shinee rasa saat ini bukan lagi saatnya memuja kecantikan dalam memilih pasangan brother. Karena cewek cantik pasti menjadi pilihan semua cowok!!" Sahut Shinee.
" Nah iya!!, itu pinter!!"
" Yahhh...benar. Sedangkan cewek pintar umumnya lebih pemilih..." Ucap Shinee lagi.
" Shinee sih penasaran dengan cewek yang memiliki kecerdasan brother. Karena cewek cerdas itu dinamis, dia bisa bersikap sesuai keadaannya. Jika cewek cantik akan kelabakan jika kecantikannya luntur, cewek pintar akan sibuk menggunakan kepintarannya untuk mengelabuhi kita, tapi cewek cerdas akan terus konsisten berada di antara keduanya..."
" Siapa sih cowok yang tidak tertarik dengan lekuk tubuh!!, nggak ada!!, bahkan 99,9% mengutamakan itu dan itu termasuk kamu brother ha..ha..ha...ha..." Ejek Shinee tepat sasaran.
" Tapi brother, isi kepala orang cerdas itu selalu mengagumkan dan mengejutkan. Tidak semengejutkan apa yang berada di ************ wanita dalam benakku " Lanjut Shinee panjang lebar.
" Hahhhhh, what the---" Sunny tercengang dengan kata-kata Shinee yang mengalir begitu santai dan tanpa reaksi berlebihan di wajahnya, padahal barusan kata-katanya sangat vulgar luar biasa.
Gila nih anak!!, bungkusnya aja permen susu
Isinya ternyata pil ekstasi
Shinee???
Kemana Shinee yang pemalu dulu...
Shinee adikku yang manis dan imut...
" Kenapa brother??, masih menganggapku manis dan imut?, kamu salah!!"
" Karena Shinee didepanmu ini sudah tumbuh sedemikian rupa brother, tumbuh sebagai anak yang terbuang. Dan anak yang berhasil survive dengan keadaan".
"Apa kau tau brother?, setelah kepergianmu hari itu?. Ayah dan bunda sama sekali tidak memikirkan aku, mereka membuangku..."
" Bertahun-tahun aku tidak dipedulikan, mereka terseret ke dunia yang mereka buat sendiri, mereka melupakan aku saat mereka kehilanganmu"
" Dan saat itupun akhirnya aku tersadar, menjadi yang kedua itu sakit!!"
" Aku dibiarkan sendirian, hidup bersama orang asing yang menatapku iba. Oma Lana memang baik, karena dia nenek kandung kita. Tapi Opa dan aunty Melody kan bukan siapa-siapa kita"
" Jika nerakamu saat itu adalah tinggal di rumah mama tirimu, maka nerakaku adalah saat berada ditengah-tengah orang yang asing bagi kita. Apalagi saat dirumah tidak ada oma Lana..." Shinee terlihat mengusap air matanya dengan boneka kecil yang berada di keranjang mainan sampingnya.
" Tapi aku tetap berusaha tegar, aku harus kuat. Semua ini bukan mau ayah, bukan mau bunda. Keadaan memaksa kita menjadi seperti ini. Ingin rasanya aku marah pada ayah!!, ingin rasanya protes dan tidak terima akan sikap bunda. Tapi aku bisa apa?"
" Semua sudah terjadi, takdir harus dijalani suka atau tidak suka, karena kita tidak bisa memilihnya.."
" Tidak ada waktu untukku saat itu memikirkan cinta, bahkan walau saat itu telah hadir getaranpun aku tak mengindahkannya sama sekali..."
" Sampai pada akhirnya Nadia yang capek menunggu pergi dengan kekecewaan, dan akupun belum sempat mengatakan isi hatiku dan terlambat untukku memulai....." Shinee tercekat kembali.
" Masih Nadia?" Tanya Sunny
__ADS_1
" Ya, masih Nadia. Nadia Chata Bagaskara, putri uncle Chandra..."
Sunny mengernyit, mengingat-ingat wajah putri dari uncle Chandra.
" Sudahlah Shinee, lupakan semua.... Mungkin benar bahwa kembar akan selalu berbagi rasa suka dan duka yang sama... Dan mungkin inilah bukti dari kata-kata itu. Kau merasakan duka yang sama seperti yang aku rasakan. Kita sama-sama berada dimasa yang sama-sama saling membutuhkan.." Sunny merangkul Shinee hingga tubuh mereka benar-benar rapat.
Sunny turut sedih mendengar cerita adiknya kali ini.
" Brothy!!, brothy diatas ya?. Brothy disuruh turun sama nenek dan kakek, soalnya uncle Marvel mau digundulin itu..." Teriak Saga dari bawah membuat Shinee melongok dari jendela.
" Oke!!, kami segera kesana " Serunya cepat.
...***...
" Biasanya kalo acara gundulan gini sekalian potong kambing ya nggak sih?" Tanya uncle Denis pada uncle Brian yang sedang membolak-balikan daging barbeque.
" Itu sih aqiqah Den!!" Seru uncle Brian sambil tertawa.
" Berarti sekalian kasih nama baru dong??" Tanya uncle Lenox
" Iya kali, ganti nama Rayhan atau Eko gitu, yang lagi viral di tik tuk!!" Sahut uncle Rangga
" Oh gue tau nih lagunya...yang kayak gini kan, ekhem..ekhemm..." Uncle Brian membersihkan tenggorokannya dan mulai membawakan lagu tik tuk.
πΆπΆ
Kini Eko pergi....meninggalkaku...
Setelah Rehan pergi...
Ekopun ikut pergi...
πΆπΆ
" Ahha..ha..ha..ha..ha.. " Tawa para uncle menggelegar disudut taman White Base.
Sementara ayah sudah muncul dengan bunda dan bu Sasti dari pintu samping. Bu Sasti adalah nenek sambung dari Sunny, Shinee, Aryan dan Ariana. Dan hari ini beliau bertugas sebagai tukang cukurnya.
Ayah menarik pinggang bunda untuk mendekat padanya.
" Diiihh hubby, yang dicukur kan rambutnya, bukan hidung kamu.Nggak akan ada yang berubah dengan ketampananmu.." Ucap bunda dengan menahan tawanya.
" Duhh...kok gue jadi deg-degan ya.... Wife kamu harus janji ya nggak akan lirik-lirik pria tampan lain kalo aku nantinya jadi mirip Upin Ipin, atau lebih sialnya mirip tuyul...." Bisik ayah penuh harap.
Ucapanya yang lebay terdengar oleh para daddy yang akhirnya menghasilkan tawa pecah yang menggelegar.
" Mana ada tuyul yang gantengnya kebangetan macam brothy, malah kalau brothy bisa dilipat masukin dompet udah dari dulu dibawa-bawa sama kak Dian kemana-mana.." Seru mama Vera.
" Betul tuh Ver..., tau aja kamu Ver..." Sahut bunda.
Dan dengan penuh kecemasan dan was-was, akhirnya rambut ayahpun mulai luruh ke tanah.
" Yuhuiiii akhirnya hilang satu saingan terberat manusia tertampan di White Base ini.." Seru uncle Lenox bersorak-sorak.
" Haihhh narsis amat kamu Le!!, suamiku aja yang paling tampan diem aja loh..." Mama Vera si centil langsung nemplok kayak cicak pada tubuh papa Vino yang tegap.
" Halah..., kayak kamu aja yang punya suami tampan. Gue juga ada kali!!, bahkan dulu aja lo klepek-klepek juga pengen dapetin dia" Aunty Hana ikut-ikutan nemplok ke tubuh uncle Adnan.
" Yeee...jangan bawa-bawa masa lalu deh!!. Dulu kan masih jamet...nggak usah di inget-inget!!" Ucap mama malu sambil terus menyusup ke bawah ketiak papa Vino.
Dasarnya papa Vino orang yang sabarnya seantero Nusantara, beliau selalu tersenyum dan selalu bersikap lembut pada istrinya yang pecicilan binti begajulan versi cewek itu.
" Kayaknya nyaman gundulan deh yang..., aku pengen juga kayaknya" Bisik papa pada mama Vera.
" Nggak deh pah!!, Shanum nggak mau papa gundul." Seru Shanum.
" Lah kenapa?, kan malah seru sayang, papamu dan mertuamu sama-sama gundul?" Sahut Sunny.
" Nggak, papaku sangat tampan dengan rambutnya kayak gini, damage nya benar-benar sudah pas seperti suami idaman dan papa ter the best..." Puji Shanum pada papanya dengan jujur.
Papa Vino yang mendengar pujian putrinya tersenyum bangga, beliaupun merentangkan tanganya berharap putrinya masuk ke pelukan hangatnya.
__ADS_1
Tapi itu tidak terjadi, baru saja Shanum hendak menghambur, Sunny lebih dulu menariknya hingga justru jatuh ke pelukanya.
" I'm sorry papa mertua, minggu depan dia udah berangkat. Sunny belum puas bersamanya..." Ucap Sunny memohon pengertian papa Vino.
" Ya udah, kalau gitu kalian resmikan pertunangan kalian dulu sebelum berangkat" Putus kakek tiba-tiba.
" Yah...itu lebih baik" Sahut ayah yang juga ikut menyetujui.
" Kamu gimana Ver?" Tanya bunda Dian.
" Setuju kak...." Jawab mama Vera sambil menatap Shanum yang memang terlihat berseri-seri semenjak bertemu Binar sampai hari ini.
Bu Sasti terus mencukur rambut ayah dengan hati-hati dan teliti.
" Nggak usah tegang son...." Bisiknya pada putra tirinya itu.
" Iya tuh..., kenapa tegang begitu sih, orang cuma gundul aja kok..." Bunda Dian meremas pundak ayah untuk menenangkan.
" Janji lho nggak akan naksir pria lain yang rambutnya gondrong..." Ucap ayah lagi.
" Ya Ampun Marvel!! Kamu ini ada-ada aja!!" Bu Sasti tak mampu menyembunyikan rasa gelinya yang amat dan ikut tertawa dengan yang lainya.
Mendengar kata-kata ayahnya, Sunnypun tiba-tiba didera rasa khawatir.
Bagaimana nanti kalau ada cowok yang lebih tampan terus Shanum tergoda.
Bagaimana nanti kalau di Boston ada yang menggetarkan hati Shanum..
Bagaimana nanti ini?
Dan bagaimana nanti itu?...membuat Sunny semakin pusing.
" Emmhhh, k..k...kalau langsung menikah saja gimana menurut kalian?" Tanya Sunny takut-takut.
" Nah itu juga lebih bagus..." Sahut uncle Rangga.
" Boleh juga..." Kini uncle Raya ikut menanggapi.
" Keputusan yang lebih bagus sih menurut kakek" Ucap kakek Syahril dan Syakieb kompak.
" Tapi Sha...nggak mau.... Maaf...." Sambar Shanum dengan menunduk dalam.
Duarrrr!!!
Sunny benar-benar kecewa dengan ucapan Shanum. Mati-matian dia memberanikan diri untuk memulai membicarakan pernikahan dan disetujui, kenapa justru Shanum menampiknya.
" Kalau untuk peresmian tunangan saja Shanum setuju dan siap. Tapi Sha nggak bisa menikah denganmu sekarang Sunn. Aku masih ingin mengejar cita-citaku dulu..." Ucapnya dengan menatap mata Sunny lekat.
" Ya sudah tahun depan..." Tawar Sunny gigih.
" Tidak, minimal empat tahun lagi..." Balas Shanum.
" Dua tahun!!" Seru Sunny semakin gigih.
" Ya sudah biar kakek buyut yang tentukan!!" Sambar kakek buyut Al Ghifari.
" Kalian akan menikah tiga tahun lagi. Titik!!" Lanjut beliau.
" Ya...ya...Sunny setuju!! Deal.." Seru Sunny heboh dan bahagia.
"Yahhh...tap..tapi kek....." Sela Shanum
" Dan pertunangan resmi kalian diadakan di hotel terbesar Al Ghifari, tiga hari lagi..."
Hahh!! Apa!!
Kini giliran para mommy yang melongo. Belum ada persiapan apa-apa dan acara tiga hari lagi.
Hellooooo????, any body home!!! Seru mereka dalam hati. Semua kini kalang kabut, apalagi dua wanita yang sedang punya gawe, bunda Dian dan mama Vera.
" Tapi ingat Sunyy!!, kalian baru tunangan, bukan menikah!!. Kakek harap kamu paham dengan makna dari kalimat itu...." Kini kakek Syahril pun mulai ikut memberi wejangan.
__ADS_1
Karena kakek sangat paham watak dan tabiat putranya Marvel menurun kental pada cucunya Sunny.
" Iya kakek, Sunny paham..."