
Prangg!!!
Sepatula yang berada di tangan Shanum terlepas begitu saja...
" SUNN?, SUNNY! KAMU DATANG! AAAAAA..... Hiks...hiks...." Jerit Shanum histeris.
Grebbb...
Shanum menghamburkan tubuhnya ke dalam dekapan Sunny.
" Sayang...how are you?" Bisik Sunny lirih.
Pelukannya begitu erat pada tubuh Shanum yang masih syok dan terus menangis tersedu-sedu.
Sunny juga sama, pria muda itu ikut menangis, entah karena apa. Yang jelas hatinya lega dan damai. Melihat kekasih hatinya sehat tak kurang apapun itu sudah anugerah terindah untuknya.
Shanum masih tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang, matanya menatap tajam pada seseorang yang kini mengecupi seluruh wajahnya dengan derai air mata.
" Sha....i...miss you so much babe. I did more thing today, miss you, miss you, miss you, miss you, and miss you more.." Ucap Sunny dengan suara yang bergetar hebat.
" Aaa...hu...hu....aaa...aaaa..hu..hu..." Tangisan Shanum pecah tak terbendung lagi. Gadis itu menangis sejadi-jadinya seperti anak TK yang minta balon di pinggir jalan.
" Ssstttt, why you cry like this babe. I'm here now..." Sunny ikut terenyuh melihat tangisan Shanum yang tersedu-sedu, bahkan beberapa kali gadis itu harus tersengal-sengal.
Sunny semakin mempererat pelukannya, lalu perlahan mengangkat tubuh gadis itu ke dalam gendongannya. Shanum langsung melingkarkan kedua kakinya di pinggang Sunny.
" Kapan kamu datang" Tanya Shanum masih dengan isakannya yang rapat.
Sunny mengusap wajah basah Shanum dengan tanganya, lalu mengecup lama kening itu.
" Tadi sebelum pukul sepuluh" Jawab Sunny sambil kembali mengecup kening Shanum.
" Aaa...hu..hu...aaaaa" Jerit tangis Shanum semakin mejadi-jadi.
Gadis itu kesal bukan main, sedari pulang dari belanja tadi dia sudah ada feeling yang aneh. Dia merasa kangen berat dengan tunangannya ini.
" Hey babe, ...I'm here babe, I'm here now, cup...cup...sudah nangisnya, atau mau dikasih permen?" Sunny mengusap-usap rambut Shanum, membersihkan wajahnya dari rambutnya yang berserakan.
Mata mereka saling tatap penuh rindu, ada sesuatu yang ingin meledak di hati masing-masing.
Shanum berubah banyak, dia semakin cantik...
Bentuk tubuhnya juga, gila!!, gue mana tahan disuguhin yang kaya gini...
Bun...tolong anakmu ini bun, kalau sampe kebablasan tolong jangan kutuk Sunny jadi batu bun....
Demikian juga yang dilihat Shanum pada diri Sunnynya, pemuda itu jauh lebih tinggi dari sebelumnya, tubuhnya jauh lebih berotot dari tiga tahun lalu dan pelukanya begitu hangat.
Mereka terus saling tatap, seolah-olah mencari perbedaan di sudut-sudut wajah keduanya dengan penampilan di tiga tahun silam. Dan jelas banyak perubahan disana.
Rahang Sunny kini mulai ditumbuhi rambut-rambut tipis yang membuatnya semakin macho. Matanya yang memang sudah tajam dari dulu semakin tajam di masa sekarang.
" I love you...always" Bisik Sunny pelan dengan mata yang begitu sayu dan penuh akan kobaran api kerinduan.
Perlahan-lahan wajahnya mendekat hinga kening keduanya saling beradu, senyum merekah indah di bibir masing-masing, menghadirkan rasa bahagia yang membuncah.
" I love you too, sayang...." Balas Shanum masih dengan isakanya.
Mereka saling mengadu hidung, menggesekan hidung mereka disertai tawa kecil dari bibir mereka. Hingga akhirnya kedua bibir itu giliran bertemu dan saling bertautan.
" Emmpphhh...."
" Emmmphh...."
Tidak ada lagi siapapun yang mampu menghalangi mereka dalam mengekspresikan rasa rindu keduanya kali ini.
Decapan lembut, sesapan, hisapan mewarnai percumbuan mereka yang tak terkendali lagi. Nakal, brutal dan panas.
Mereka terus saling memberi dan menerima cinta seolah-olah tidak adalagi hari esok.
__ADS_1
Brukk!!
" Awww....sakit!!" Teriak Shanum saat Sunny tidak lagi seimbang karena pergerakan Shanum yang mulau nakal karena kepanasan.
Punggungnya sedikit terantuk oleh sudut kulkas.
" Aahhh, sorry...sorry...sayang..." Ucap Sunny menyesal.
...***...
" Kamu nggak pergi lagi kan?" Bisik Shanum.
" Enggak, aku akan terus sama-sama kamu sampai dua hari kedepan.." Jawab Sunny. Kini keduanya berpelukan diatas sofa kamar Shanum. Sedetikpun Shanum tidak mau lagi melepaskan Sunnynya.
" Dua hari kedepan?"
" Ya sayang, dua hari lagi kita pulang. Kita semua, Shinee dan Ayu juga.... Kita akan menikah..." Bisik Sunny seksi, bahkan diapun dengan nakalnya menjilati telinga Shanum.
"Iihhhh, geli tahu!!" Teriak Shanum histeris.
" Geli tapi kamu suka kan...?" Goda Sunny dengan cengiran nakalnya.
" Ihh!! Apaan!!" Teriak Shanum lagi saat Sunny kembali membuka mulutnya mulai mengigiti pipi Shanum yang cubby.
" Enggak!!!, aaaah jangan..sakit..." Shanum berusaha mendorong tubuh Sunny yang kokoh, tapi usahanya sia-sia belaka. Jangankan bisa terdorong bahkan bergerakpun tidak sama sekali.
" Iiiuuuu..., geli Sunn!!, aaa...sakit" Shanum terus meronta-ronta.
" Masa sih sakit?, sakitan juga pas malam pertama..." Jawab Sunny gaje.
" Iihhh, mulai deh mulutnya..." Shanum menggelengkan kepalanya gemas.
Sementara Sunny terus saja mengigiti pipi, lalu mulai turun ke pundak, dan merambat ke leher Shanum.
" Akkhhh...enggak Sunn! Cukup..." Shanum memohon dengan sangat kali ini.
" Uuhhh, tuh kan pipiku sakit..." Shanum menepuk-nepuk pipinya pelan, matanya menatap kesal pada Sunny yang hanya terus cengiran sambil menatapnya penuh cinta.
"Beneran sakit emang?, coba sini gantian gigit pipi aku?" Pinta Sunny licik, tentu ada udang dibalik batu.
Karena benar saja, saat Shanum mulai membuka mulutnya untuk bersiap mengigit, justru lidah Sunny yang menelusup masuk.
" Ahhh emmmppp"
Sunny yang nakal tidak akan puas dengan hanya menciumi Shanum saja. Sunny bukanlah pemuda polos yang hanya akan berciuman bibir dan kecup-kecup kecil.
Sunny adalah produk metropolis bertaraf Internasional. Apalagi memang dasar agamanya minim.
Bahkan saat ini saja tangannya sudah nakal merusuh kemana-mana. Tapi yah...dasarnya udah cinta, Shanum pun hanya bisa pasrah dan mengikuti alurnya saja.
" Akkhhh" De*ah Shanum tertahan saat elusan Sunny kini menari-nari diperutnya yang rata.
Sunny sudah gelap mata, entah sejak kapan kini tubuh atasnya telah terbuka, bahkan kaos Shanum juga tersingkap disana-sini.
Jangan dulu pegang-pegang Sha!, nanti kamu nagih dan kebablasan
Semua akan indah di saat waktu yang tepat Sunny, saat sudah halal..
Ingat kata bunda Sunny, uncle Vino dan tante Vera membesarkan Shanum dengan baik!! Jangan pernah merusaknya....
Kata-kata bunda Dian terus berngiang-ngiang di telinga Sunny saat ini, bibirnya telah mengekspor daerah terlarang pada bagian atas tubuh Shanum.
" Aggghhhhh" Sekuat tenaga Sunny berusaha mengerem semua sebelum terlanjur, diraihnya kembali kaosnya dan memakainya lagi.
Cup...cup...
Sunny mengecupi mata Shanum yang juga sama-sama terbakar gairah akibat ulahnya yang nakal.
__ADS_1
" Cukup sayang..., aku tahu kamu sangat mencintaiku, kamu bahkan mau menyerahkan apa yang aku minta sekarang, tapi tidak..."
" Aku sangat mencintaimu, aku berjanji menjagamu. Perawan uncle Vino akan tetap perawan sampai Sunny membaca ikrarnya...." Bisik Sunny.
Dihapusnya air mata Shanum dengan lembut, dia tahu Shanumpun pasti akan terpaksa melakukan saat dia meminta saat ini sekalipun.
Grebb
" Terimakasih...." Ucap Shanum dengan terbata-bata.
Jujur gadis itu sedari tadi sebenarnya sedang di dera rasa takut yang luar biasa.
Baru juga tadi pagi dia mendapatkan cerita dari pacar Revaldi bahwa salah satu saudaranya menikahi tentara. Dan saat malam pertama, si cewek sampai pingsan dan pendarahan karena di gempur sepanjang malam.
Bukankah Sunny juga tentara yang kekuatan fisiknya luar biasa!.
Sejak tadi Shanum hanya diam, karena pemikirannya sedang tidak di otaknya.
Gadis itu cemas bagaimana jika Sunny marah jika dia menolaknya.
Gadis itu juga mencemaskan nasibnya jika benar-benar menuruti mau Sunny, apakah dia juga akan sampai pingsan.
" Kenapa? Ada apa?" Tanya Sunny saat mendapati Shanum hanya melamun saat kaosnya telah kembali rapi setelah di benahi olehnya.
" Kamu bukan orang jahat kan Sunn?" Tanya Shanum takut-takut.
" Hhehhh? Maksud kamu?" Kini ganti Sunny yang bertanya penuh keheranan.
Shanum akhirnya menceritakan apa yang dialami oleh saudara pacar Revaldi.
" Ahhh..ha...ha...ha.." Tawa Sunny pecah tanpa bisa lagi ditahan.
" Aku nggak mungkin kaya gitu lah bebe, iya mungkin agak samaan durasinya. Aku tidak akan membiarkan kamu tidur semalaman jika saat itu tiba"
" Malam pertama kita harus berkesan. Karena aku sudah memimpikannya sudah sejak lama... Tapi fokus aku ada sama kamu...prioritas aku itu kamu"
" Kamu harus bahagia dengan sentuhanku, kamu harus melayang dengan cumbuanku, kamu harus puassss dengan seluruh curahan cintaku...." Bisik Sunny semakin menjadi-jadi.
" Shanumku, tidak hanya akan menjadi istriku, tapi juga ratu dihidupku..."
" Tujuanku, pusat hidupku, harapanku, cita-citaku hanya kamu sayang.....kamu..." Sunny kembali mengecup bibir Shanum sekilas.
Kruyuk...kryuukk
Suara perut Sunny terdengar nyaring.
" Ahhh, tuh kan. Bahkan rasa laparpun bisa kutahan setiap ada kamu disisi aku yang, hadirmu dihidupkan adalah karunia terindah...." Ucap Sunny.
" Ya Tuhan...sampai kenceng begitu bunyinya... Ayo makan..." Ucap Shanum disertai gelak tawanya yang imut.
Gadis itu menarik kedua tangan Sunny untuk berdiri.
" Suapin ya..." Rengek Sunny manja.
" Siap maseehhh!" sahut Shanum imut.
" Ck...kau ini jangan bikin gemes aku terus yang..., entar kugigit lagi kamu!" Sunny mulai pening tiap kali melihat keimutan Shanum.
" Yeeee masa imut salah, jutek juga salah terus aku kudu piye masseh....emmphh"
Sunny langsung mengecup lagi bibir Shanum gemas.
" Haduuh alamat bengkak nih bibir!!" Gumam Shanum sambil mengerucutkan bibirnya.
" Ahha..ha...ha...ha..." tawa Sunny kembali menggelegar diruangan.
" Kamu tadi masak apa?, wangi banget?" Sunny gelendotan manja di pundak Shanum. Sementara kedua tanganya melingkar diperut gadis itu.
__ADS_1
" Cuma tumis sawi dan tahu doang..." . sahut Shanum.
" Ya, apapun masakan kamu akan aku makan..."