
Sunny benar-benar menepati ucapanya pada Shinee, pemuda itu menghabiskan waktunya malam ini untuk mengobrol dan mengenang masa lalu bersama Shanum. Mereka baru mulai tidur setelah benar-benar mengantuk, itupun tidur dengan guling yang berada di antara mereka.
Percaya??
Tentu tidak!!
Karena, setelah Shanum benar-benar terlelap maka Shinee akan segera beraksi. Guling yang ada di antara mereka kini dilempar oleh Sunny ke sembarangan arah, teronggok mengenaskan di kaki ranjang.
" Maaf Shan..., bukanya aku ingin melecehkan kamu sayang. Aku cuma ingin menghabiskan waktuku bersama mu sebelum engkau kutinggalkan..." Bisiknya lirih sambil terus menatap Shanum, menggeser tubuhnya untuk merapat pada Shanum.
Sunny masih memakai kemeja putih dan celana panjang birunya. Pemuda itu tidak peduli dengan ketidak nyamanan yang ia rasakan.
Ditatanya wajah Shanum yang terlihat tenang dalam tidurnya.
Wajahmu begitu lembut dan sejuk bila kupandang..
Senyumanmu manis memabukkanku setiap waktu..
Hatimu yang tulus membuatku terpesona dan tak mampu berpaling..
Shanumku.....
Dan ya, si berandalan Sunny akan tetap berandal. Dia bebas melakukan apapun saat Shanum benar-benar telah jauh terlelap.
...***...
Bunda Dian membuka matanya yang berat, acara semalam adalah puncak dari rasa letih yang berusaha tidak dirasakanya akhir-akhir ini
Sejak kedatangannya ke Indonesia, dirinya melewati hal-hal yang sungguh telah menguras tenaga dan emosinya.
Matanya melirik pada ayah yang masih pulas di sampingnya, si gundul yang beberapa hari ini sedikit insecure dengan penampilannya itu.
Bunda tersenyum tipis saat mengingat rengekan cemburu ayah saat beberapa teman dokter atau rekan bisnis mereka berusaha mendekati bunda untuk sekedar ngobrol.
" Hubby..., sholat dulu yuk..... Ntar lanjut tidur lagi nggak papa deh..." Bunda mengguncang pundak ayah pelan, dan tak lama ayahpun beranjak.
" Hubby...aku ke kamar Sunshine dulu ya.. semalam Shinee minta dipijit kakinya..." Pamit bunda pada ayah yang kembali naik ke kasur untuk tiduran kembali setelah sholat.
" Nanti ajalah, sini dulu temenin aku..." Rengek ayah.
" Ya udah aku antar minyak urut ini saja kesana, biar Sunny yang pijit adiknya..." Tawar bunda.
" Hemmm, tapi jangan lama-lama..." Sahut ayah.
Bunda melangkah menuju kamar kedua kembarnya itu dengan sebotol minyak pijit ditangannya. Sampai pada sudut lorong beliau berpapasan dengan dengan Sunny yang juga akan menuju ke arah kamar Shinee.
Melihat baju yang dikenakannya masih baju yang semalam bunda langsung menabok pundak pemuda itu.
" Dari mana kamu!, tidur di kamar Shanum lagi?!, Astaghfirullahalazim Sunny...." Bunda benar-benar sudah tidak bisa lagi menghadapi kenakalan putranya ini.
" Sabar bun...., lagian kami cuma tidur aja kok!!, nggak ngapa-ngapain bun...." Sahut Sunny cepat.
" Bohong!!, bunda tahu isi otak kamu!!" Bunda Dian melotot menatap putranya.
" Apa coba?" Tantang Sunny sambil tersenyum kocak.
" Kamu berusaha mesumin Shanum ya kan?" Tebak bunda.
" Weee salah bun.... Nggak kok bun, percaya Sunny. Sunny sayang banget sama Shanum bun..., nggak mungkin Sunny macem-macem..."
Mereka terus berjalan sampai pada kamar Shinee.
Bunda meraih gagang pintu dan mencoba membukanya, tapi beliau kaget dengan kejanggalan yang terjadi.
" Loh!!, tumben adikmu mengunci pintunya..."
Sunny yang kenal betul kebiasaan Shinee yang tidak pernah mengunci pintu kamarnya juga ikut terkejut.
Sunny jelas tahu kode pasword pintu itu dan dengan mudah pemuda itupun bisa membukanya.
Dan pintupun akhirnya terbuka, keduanya memasuki kamar yang masih berpenerangan redup itu bersama.
" Sepi.., tumben adikmu belum bangun.." Bisik bunda.
" Semalam dia membantu semuanya sampai larut bun, mungkin dia sangat capek.." Sahut Sunny.
Prang!!!
Botol minyak ditangan bunda jatuh berkeping-keping karena terlepas dari pegangan bunda begitu saja.
Tubuh bunda bergetar dengan kedua mata memerah terbelalak lebar saat beliu melihat ranjang.
Putra bungsunya yang begitu manis dan patuh itu saat ini berada di bawah satu selimut dengan seorang wanita tanpa busana??.
Shinee yang mendengar benda pecah dikamarnya langsung membuka mata, begitupun juga gadis yang berada di dekapannya saat ini.
" SHINEE??" Teriak bunda histeris, bibirnya bergetar menahan tangisannya.
Sunny tak kalah syok!!, pemuda itu bahkan sampai harus mundur beberapa langkah karena begitu terkejutnya.
" B...b....bun, bunda..i..i...ini..ini..." Shinee bingung harus bagaimana.
Hatinya begitu perih bagai diremat oleh tangan besar yang tak kasat mata saat harus melihat bundanya menangis. Apalagi kini bunda nya terlihat begitu lemah sampai terhuyung kebelakang membuatnya semakin merasa tersiksa.
Saat ini fikiramya sangat buntu, apalagi dia masih juga harus merasakan tubuh Ayu yang gemeteran dan bersembunyi dibelakang punggungnya membuatnya semakin frustasi.
__ADS_1
Lagi-lagi bunda terhuyung kebelakang dan Sunny dengan cepat menangkapnya.
" Shinee?, apa ini nak?" Tanya bunda dengan suara bergelar yang sangat lemah dan terus terisak-isak.
Siapapun ibu pasti akan terpukul melihat putranya terciduk melakukan kesalahan besar.
Oh bukan!!, bukan kesalahan besar!
Tapi ini adalah sebuah dosa besar!!, apalagi ini terjadi di depan mata kepalanya sendiri.
Apalagi ini dilakukan oleh seorang Shinee.
Shinee putranya yang manis, putranya yang perfect yang tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun sejak kecil.
Shinee yang penurut, Shinee yang menjadi kesayangannya, Shinee yang selalu menjadi panutan para adiknya.
Shinee, Narendra Shinee Marvelino Putra.
" B..b...bun, maafkan Shinee..." Lirih Shinee dengan suara yang tercekat. Kepalanya menunduk dalam, seolah-olah tak mampu lagi untuk ditegakkan, malu!!, malu yang teramat sangat.
" Mandi dulu sana....bunda tunggu diluar.." Ucap bunda lirih tanpa menatap putranya itu. Gurat kecewa tercetak jelas di wajahnya saat ini.
Bunda segera berjalan keluar dengan gontai diikuti Sunny yang tampak masih syok dengan semua ini.
Shinee yang terpaku beberapa saat karena begitu bingungnya dibuat tersentak saat mendengar suara Ayu.
" S...S...Shinee maaf, maafkan aku Shinee. Ini semua salahku, aku akan bicara sejujurnya pada bundamu..." Ucap Ayu dengan kepala menunduk sangat dalam.
Shinee hanya melirik sekilas pada Ayu dan langsung berdiri begitu saja menuju kamar mandi.
Ayu yang merasa diabaikan oleh Shinee kembali menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya. Gadis itu menangis tersedu-sedu mengingat apa yang terjadi semalam.
Flasback on.
" Hey?? Ayu??, you drunk??" Tanya Shinee yang tidak dijawabi oleh Ayu.
Karena detik berikutnya Ayu sudah menyambar bibir Shinee.
" Shinee tolong...ahhhh..panas Shinee..." Desah Ayu dengan terus bergerak seperti cacing kepanasan.
Shinee yang shok hanya bisa membelalakan matanya tak percaya.
Ciuman pertamanya direngut oleh Ayu. Ayu Andira yang beberapa minggu lalu menitipkan surat pengakuan cinta padanya lewat Shanum.
Shinee menatap mata Ayu yang begitu merah, lalu mendekatkan hidungnya ke depan bibir gadis itu.
Tidak ada bau alkohol, lagian hotel mereka tidak satupun yang menyediakan alkohol. Jadi apa yang terjadi dengan Ayu?.
" Apa yang tadi kamu minum Yu?" Tanya Shinee di sela-sela usahanya menaklukkan keberingasan Ayu yang terus-menerus mencoba menciumnya.
" Orange juice..." Sahut Ayu dengan mengecupi pipi dan leher Shinee.
Shinee pun memilih membawa Ayu ke kamarnya saja, mengingat lokasi mereka lebih dekat ke kamarnya daripada kamar Ayu.
Semakin dibawa masuk ke dalam, semakin Ayu tak bisa dikendalikan. Rasa panas di tubuhnya semakin membakar, wajahnya begitu memerah seolah-olah sedang menahan sesuatu.
" Shinee tolong..., Shinee..." Sembari terus memohon pertolongan Ayu terus bergerak tak karuan, bahkan seperti seseorang yang ingin memperkosa Shinee.
Shinee sendiri sepertinya langsung paham apa yang terjadi, seseorang pasti telah memasukkan sesuatu di minuman Ayu.
Dengan cepat Shinee mengikatkan dasinya pada tangan Ayu.
" Tidak...Shinne. Tidak!!! Ini panas Shinee tolong akuhhhh.." Ayu terus menolak saat Shinee berusaha mengikat kaki Ayu dengan tali pinggangnya.
" Maafkan aku Yu, aku cari bantuan dulu..." Ucap Shinee iba.
Melihat Ayu yang menggelepar-gelepar seperti ikan yang tidak berada di air itu sungguh membuatnya begitu sedih.
Apalagi saat gadis itu terus menerus menggesek-gesekan tubuh bawahnya seakan-akan ingin menuntaskan sesuatu, membuat sesuatu miliknya berdenyut-denyut tak karuan.
Sebagai pemuda normal jelas Shinee kesetrum dengan semua yang dirasakan saat sentuhan-sentuhan Ayu dan ciuman Ayu begitu beringas.
Bahkan saat ini saja sesuatunya mulai keras.
Tapi iman Shinee masih sangat tebal, pemuda itu langsung berlari keluar kamarnya untuk mencari bantuan.
Beruntunglah dia melihat Angkasa dan kedua temanya di lobi, dan mulai menghampirinya.
Tapi baru saja mulutnya hendak terbuka untuk memanggil Angkasa, telinganya harus mendengar sesuatu yang seharusnya tidak harus dia dengar.
Shinee pun mau tidak mau berdiri dibalik pot tanaman agar tidak terlihat mereka.
" Kemana larinya si Ayu!!, brengsek !! Padahal udah on begitu masih bisa kabur dia!!" Geram Angkasa pada kedua temanya.
" Sudahlah Ang!!, lagian lo gila!!, adik sepupu lo sendiri masa mau lo gasak juga sih!!, nggak waras lo!!" Seru salah satu teman Angkasa.
" Cihhh!!, dia itu hanya anak babu di rumah om dan tanteku!!, siapa bilang dia sepupuku!!" Ucap Angkasa lagi.
" Tapi walaupun gitu lo kan naksir dia udah lama Ang!!"
" Emang iya!!, tapi dia sudah mulai bertingkah. Berani sekali dia menolak ku!, menolak seorang Angkasa!!"
" Jadi kau berencana menjebaknya gitu?" Tanya teman Angkasa lagi.
" Yah.., setelah dia jatuh di pelukanku. Dan terenggut mahkotanya olehku, maka dia tidak akan bisa lari dariku. Ayo cepat kita harus cari dia, dia tidak akan bisa lari jauh, aku menuangkan semua isi obat perangsang itu di jusnya..." Angkasa menepuk pundak kedua temanya untuk segera mencari keberadaan Ayu.
__ADS_1
Shinee yang berada di balik pot pun memundurkan tubuhnya disudut yang sedikit gelap hingga tak terlihat.
Mendengar semua ucapan mereka membuat Shinee kembali ke kamarnya.
" Yu....??" Shinee melihat tubuh Ayu yang mengenaskan.
Shinee mengangkat tubuh Ayu dan dibawanya ke kamar mandi.
Shinee mejeburkan tubuh Ayu kedalam bathup yang telah diisi air dingin olehnya.
" Shinee aku mau kamu Shinee..." Racau Ayu.
Shinee yang mengira Ayu akan sembuh dengan cara merendamnya dengan air dingin segera melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya.
Tapi perkiraan Shinee salah, Ayu dengan cepat menyambar tubuh Shinee hingga ikut terjerembab ke dalam bathup.
Fix tengah malam begini mereka basah kuyup berdua.
Ayu yang masih dalam pengaruh obat langsung menduduki Shinee, bibirnya menyesap kuat leher pemuda itu.
" Ougghhh...." Jerit Shinee.
Sementara bibir Ayu nakal menyusuri bibir dan leher Shinee, tangan Ayu bergerilya di perut Shinee, tak hanya itu, gadis itu terus menerus menggesekkan sesuatunya ke sesuatu milik Shinee yang sudah mengeras dibawah sana.
Sumpah demi apapun!!, Shinee hanya bisa mengeratkan gigi-giginya saat rasa aneh seakan ingin meledak dalam dirinya.
Sekuat tenaga Shinee terus menahannya.
" Akkkhhhh, Shinee....Shinee...." Ayu menjerit-jerit saat rasa asing dalam tubuhnya hendak pecah.
Ayu semakin bergerak seperti orang kesetanan.
Dengan tangan yang tidak lagi bisa dikendalikan Ayu membuka baju Shinee dan langsung mengecupi dada Shinee.
" Akkhhh tidak!!, tidak Ayu!!" Shinee gelagapan saat Ayu mulai menggerakkan tubuhnya semakin cepat dibawah sana.
Jadi Ayu sudah benar-benar polos, karena gadis itu melucuti pakaiannya sendiri, sedangkan Shinee masih mengenakan celana panjang stelan jasnya.
Glek!!
Shinee langsung menelan ludahnya kasar saat matanya menatap dua bulatan di dada Ayu yang bergerak-gerak, karena gerakan liar Ayu.
Sehebat-hebatnya Shinee menolak pesona Ayu, akhirnya diapun kalah juga.
Rasa yang disajikan Ayu telah membuatnya buta.
Ditariknya tengkuk gadis itu dan langsung meraup bibir Ayu demi menuntaskan hasrat gadis itu.
" Emmhhh...ah....ah..."
Tidak hanya itu, Shinee pun begitu terlena dengan semua ini. Perlahan-lahan diangkatnya tubuh Ayu dan dibawanya kembali ke ranjang tanpa melepaskan pagutan bibir mereka berdua.
Dan begitulah, jika ada istilah wanita adalah racun dunia, maka ini adalah buktinya.
Pemuda bermoral tinggi seperti Shinee saja bisa jatuh dikubangan dosa demi satu kata iba.
Shinee meletakkan tubuh Ayu ke atas kasur, dan pemuda itu melepaskan celana panjangnya yang basah dengan mata terpejam dan berderai air mata.
Kini tubuh Shinee juga telah polos, yang tersisa hanya boxer hitam ketat pedeknya.
" Lakukan apapun yang kau mau pada tubuhku Yu, tapi jangan membuka yang satu ini!!" Ucap Shinee dengan menunjuk pada boxernya. Lalu menjatuhkan tubuhnya di kasur.
Ayu ikut menangis mendengar itu, Ayu sangat sadar dengan apa yang terjadi sedari tadi. Ayu tidak mabuk!!!, hanya saja obat perangsang itu begitu kuat hingga tidak mampu ia taklukkan.
Tubuhnya terus panas dan semakin panas, jelas saja karena Angkasa telah menuangkan seluruh isinya. Tak akan mudah bagi Ayu untuk bisa lepas dari efeknya.
Semakin dia menahan, yang dia rasakan justru semakin panas dan bergairah.
" Maafkan aku Shinee....." Lirihnya dengan tangan dan tubuh yang tak terkontrol bergerak menaiki tubuh Shinee. Otak, hati dan tubuhnya berjalan tak seimbang.
Shinee hanya bisa terpejam, ikut menyentuh tubuh Ayu dengan lembut, diapun terlihat menginbangi semua gerakan Ayu yang semakin tak terkendali.
Berulang kali terdengar de*ah kepuasan dari bibir Ayu setelah mendapatkan pelepasan.
Dan Shinee pun sudah tidak sanggup lagi menahan sesuatu yang sudah menggeras luar biasa di balik boxernya.
Saat dirasa Ayu sudah mulai takluk dan lemas, Shinee membetulkan posisinya agar nyaman.
" Sudah?, apa masih mau lagi?" tanya Shinee dengan memeluk tubuh Ayu yang mulai lemas.
" Aku ngantuk.." ucap Ayu lirih, matanya sudah terlihat begitu berat.
" Tidurlah...., beneran sudah? apakah masih ingin?" Tanya Shinee sekali lagi dengan kini mengecup kening Ayu.
Ayu menggelengkan kepalanya pelan.
Dia menutup wajahnya dengan selimut saking malunya.
Tingkah imut Ayu semakin membuat inti bawah Shinee berdenyut-denyut parah. Shinee langsung berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan semuanya sendiri.
Dialah Shinee, pemuda yang masih mampu membentengi dirinya untuk tidak mengambil keuntungan di atas kesempitan.
Pemuda yang masih memiliki iman diatas sajian lezat sekalipun.
Boleh jadi tubuhnya sudah hancur remuk oleh dosa, tapi Shinee tak akan mampu merusak mahkota berharga seorang wanita.
__ADS_1
" Hahhhh....akkkh....gila!!!.Gila ini gila Hu..hu...hu...hu...hu....." Shinee menangis sejadi-jadinya di kamar mandi.
πby Luck π€π