BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Aku memang Sunny, tapi aku tetap Binar.


__ADS_3

Arnov merangkul gadis itu dan sedikit mendorongnya untuk masuk ke dalam.


" Ada kak Nov, jangan takut.." Bisik Arnov.


Tepat saat itu mommy Ara dan keluarganya yang baru pulang dari Singapura langsung menjenguk Binar setelah mendapat informasi dari uncle Lenox.


Ayah, bunda dan Shinee keluar untuk memberikan ruang privasi kepada Sunny dan sahabat-sahabatnya agar leluasa dalam berbicara.


Almeer mengepalkan tanganya dengan kuat saat matanya melihat Aivy begitu nyaman dipelukan Arnov.


Bahkan saat semua keluarganya keluar setelah memberikan semangat pada Sunny, pria kecil itu tetap tinggal disudut sofa tanpa berbicara sama sekali.


Mata tajamnya terus saja menghunus menatap Arnov yang terus-terusan mengelus jilbab gadis yang disukainya.


" Jadi amnesia lo udah sembuh Bin...eh...Sunn...eh...duh!!, gue jadi panggil lo apa nih?" Seru Roy kesal.


Sunny hanya tersenyum dan menggelegangkan kepalanya pelan.


" Up to you, you can call me Binar or Sunny, sesukamu lah..." Sahut Binar.


" Wah ternyata kau anak konglomerat Bin gila!!, lo nggak akan mikir-mikir lagi saat ingin ini itu Bin!! Gokil!!" Lanjut Roy.


" Gokil apanya!, emang gue punya apa?, kerja juga belum. Duit aja masih minta ortu, nggak ada gokil-gokilam gue mah..." Sahut Sunny.


" Weh...Bin, dokter seterkenal itu ternyata bokap lo...ya ampun. Dari kecil gue ngefans sama dr. Marvel tau nggak sih Bin..." Ucap Alexandria yang memang dari kecil ngefans dr. Marvel yang sangat tampan.


Saat masih duduk di bangku SMP kelas VII, papanya pernah mengajaknya di acara tahunan para dokter. Dan saat itulah dia melihat dr. Marvel untuk pertama kalinya saat menjadi pembicara.


" Apa rasanya jadi anak dokter Bin?" Tanyanya lagi.


" Yaelah Lex!!, lo kan anak dokter juga!, pertanyaan lo nggak banget deh.." Sahut Sunny dengan melempar gulungan kasa kearah Alexa.


Sementara Alexa hanya nyengir dan garuk-garuk kepalanya imut. Melihat itu Roy begitu gemas sampai-sampai berani mengecup kening Alexa didepan para sahabatnya dan Aivy, eits masih ada bocil lain disitu selain Aivy yaitu Almeer.


Tapi tidak usah khawatir, pria kecil itu hanya diam saja sambil memainkan game diponselnya.


Sunny menatap Aivy yang terlihat nyaman dipangkuan Arnov, senyum mengembang di bibirnya yang berwarna pink alami.


" Dear come here..." Panggilannya lembut pada Aivy yang terlihat terus saja menjaga jarak padanya sejak tadi.


Aivy terlihat ragu-ragu dan menoleh, untuk menatap mata Arnov.


Arnov mengedipkan matanya dan mengangguk pelan, seolah berkata iya kepada gadis itu.


" Go, dia masih kakakmu yang sama...." Bisik Arnov dengan sedikit mendorong tubuh Aivy agar mendekat pada Sunny.


" Sini sayang, kakak masih kakakmu kan?. Atau kau memang sudah tidak mau menganggapku sebagai kakakmu lagi?" Ucap Binar dengan memasang wajah sendu.


Almeer menatap Aivy lama, ada rasa yang tidak bisa ia mengerti saat ini. Rasa kasihan, iba, sedih, marah, pokoknya rasa hati Almeer manis, asam, asin mirip nano nano saat ini.


" Kakak...hu...hu...hu..." Aivy menghambur dipelukan Sunny. Mereka berdua menangis bersama.


Alexa menyembunyikan wajahnya di pelukan Roy.


Mata Roy dan Arnovpun sama-sama memerah karena ledakan emosinal di hati mereka.


" Roy.., Arnov... Aku memang Sunny. Tapi aku akan tetap selalu menjadi Binar untuk kalian, untukmu juga princess...aku tetaplah kak Binarmu. Aku akan tetap ada untukmu, jangan khawatirkan apa-apa. Tidak akan ada yang berubah, walaupun saat ini aku adalah Sunny itu tidak merubah apapun."

__ADS_1


Aivy semakin mengeratkan pelukanya pada kakaknya yang selalu menemaninya selama tujuh tahun ini. Kakaknya yang selalu berbagi keluh kesah bersamanya. Kakaknya yang selalu melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Kakaknya, kakak Binarnya, kakak yang selalu menggantikan popoknya dahulu.


Inilah pria itu, dan dia adalah Sunny..


Manggala Sunny Marvellino Putra.


" Maaf apa aku terlambat?"


Suara dari ambang pintu mengagetkan mereka.


" Ayu...." Alexa berlari menghamburkan tubuhnya memeluk Ayu Andira.


" Cahaya mana?" Tanya Ayu setelah beberapa saat lamanya mereka berpelukan melepaskan rindu. Hampir dua minggu sudah mereka tidak bertemu. Alexa harus ke Jogja untuk tes begitupun Ayu.


Saat ini matanya memindai sekitar ruangan mencari keberadaan Shanum di antara mereka.


Arnov hanya mengabarinya bahwa papa Sanjaya sudah bisa berjalan kembali. Dan Binar sedang mengalami kecelakaan, sejauh ini Ayu juga tidak tahu cerita yang selengkapnya tentang Binar.


" Oh iya ya..., Aya mana Bin?" Tanya Roy pula, pemuda itu juga baru menyadari sejak kedatangannya kemarin belum bertemu dengan Cahaya sekalipun.


" Shanum, dia justru belum tahu aku adalah Sunnynya..." Ucap Sunny sambil tersenyum tipis.


" Apa??, maksudnya apa ini??" Tanya Ayu bingung dan mau tidak mau Arnov bercerita secara singkat bahwa Binar mereka adalah Sunnynya Shanum.


" Pantas aja lo mirip banget dengan Shinee, cuma bedanya Shinee lebih manis dari lo " Ucap Ayu.


" Ckck...kau ini terlalu jujur Yu! Ha..ha..ha.." Sahut Sunny.


" Untuk Shanum, nanti aku sendiri yang akan mengaku padanya..., biar suprise..." Ucapnya dengan tawanya yang cerah.


" Suprise kata lo??, trus kalo dia sampai kaget trus kejang-kejang lo mau tanggungjawab!. Anak orang itu brey!!" Ucap Arnov.


" Bin, mulut lo jaga Bin!!, ada adek-adek lo disini..." Ucap Arnov sambil menunjukkan dagunya pada Aivy dan Almeer.


" Yaelah..., edukasi selagi dini ini mah Nov.... Biar besar nggak bongok-bongok amat macam lo!!" Balas Sunny.


" Ckck bongok-bongok!! Lo belum liat aja jurus andalan Arnov. Ngomong-ngomong standar cewek lo kenapa mentok sama satu spek saja sih Bin!!, jadi Sunny lo bucin banget dengan Shanum, jadi Binar juga masih ngeship ke dia mulu!, kayak nggak ada cewek lain aja Bin!!" Ucap Roy.


" Cewek memang banyak Roy, Shanumpun juga bukan yang paling cantik, sejauh mata memandang juga bertaburan tuh cewek-cewek. Bahkan yang ngejer-ngejer gue dari jaman SD sampai sekarangpun banyak"


"Tapi Roy, jantungku tahu kepada siapa dia harus berdetak, perasaanku tahu kemana dia harus menuju, cintakupun tahu kemana dia akan pulang, mataku tahu kepada siapa dia ingin menatap, dan itu akan tetap Shanum Roy, tetap dia, Shanumku..." Jawab Sunny dengan mata menerawang.


Mengingat bagaimana jantung, perasaan dan fikiranya hanya tertuju pada Shanum sejak pertama dia melihatnya di pos satpam SMU Putra Bangsa enam bulan yang lalu.


" Gila!!, diluar keblangsakan lo, lo setia juga ya Bin..." Arnov menepuk pundak Sunny sedikit keras, membuat pemuda itu mengumpat kesal.


" Woy!!, sakit tahu!!"


" Ha..ha...ha..sorry Bin!!, sorry..." Ucap Arnov sambil menggosok punggung itu yang justru membuat Sunny meringis kesakitan.


" Boleh aku gabung?" Ucap Shinee didepan pintu, di tanganya terdapat beberapa kotak pizza dan air minum.


" Bunda belanjain nih, silahkan..." Ucap Shinee sambil menggeret meja sofa ke depan tamu-tamunya.


Ayu yang berada paling dekat dengan Shinee pun ikut membantu. Mereka saling lirik sesaat sebelum keduanya saling membuang muka.


Ada rasa lain yang dirasakan Shinee setelah membaca surat pernyataan cinta dari Ayu Andira yang dititipkan pada Shanum beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Ayupun begitu, walaupun pernyataan itu hanya ungkapan semata tanpa tuntutan apa-apa, tapi saat berhadapan dengan orangnya langsung begini, tetap saja jantungnya menggila kembali.


" Wah...Alhamdulillah, akhirnya kita makan makanan yang bener nih Aivy...." Bisik Arnov pada Aivy.


" Maksud lo?" Tanya Sunny yang mendengar ucapan Arnov.


" Kompor lo tadi pagi hampir meledak gara-gara Alexa masak air sampai gosong. Alamat kita nggak jadi ngopi dan nggak jadi ngeteh karena panci lo udah menghitam.., udah gitu dia sok-sokan bikin dadar telur. Eh bukannya dadar telur malah jadinya dadar garam..." Ucap Roy disela-sela telapak tangan Alexa yang menutup rapat mulutnya.


Sementara yang lainya tertawa terbahak-bahak.


Almeer tak tahan lagi, pria kecil itu dengan santainya mengambil satu kotak pizza ditangan kirinya dan menyambar tangan Aivy dengan tangan satunya tanpa ba bi bu.


" Ayo Vy kita makan diluar aja..." Ucapnya sambil menggeret tangan Aivy.


Gadis kecil itu hanya menoleh pada Sunny dan mau nggak mau berjalan mengikuti Almeer karena tarikannya begitu kuat.


Arnov menggigit bibir bawahnya kesal.


" Itu yang namanya Almeer ya Bin?" Tanyanya tanpa membuang tatapannya pada punggung kedua anak itu.


" Yapp!!, putra pertama mommy Ara..." Jawab Sunny cepat, matanya melirik aneh pada Shinee yang terlihat canggung, begitupun Ayu Andira.


Kenapa dia?


Shinee terlihat nggak nyaman..


Ayu juga?


Ada apa dengan mereka berdua?


" Ayu jadinya lanjut kemana?" Tanyanya basa-basi.


Ayu terlihat terkejut, karena sepertinya gadis itu sedang melamun.


" Eh sorry Bin apa?" Tanyanya pada Sunny.


" Lo ngelamunin apa sih Yu?, Binar nanya lo lanjut kuliah ke mana?" Sela Alexa yang berada di sampingnya.


" Oh, gue maunya ke Milan. Tapi gagal, dan akhirnya ke BU saja..." Ucapnya lirih sambil melirik Shinee.


Dia memilih BU karena Shinee dan Shanum ada disana, tapi dia tidak tahu bahwa pilihan mereka berubah ke Oxford University.


" Nah Shanum kan juga akan kesana tuh.." Ucap Roy.


" Nggak, gue dan Shanum memilih Oxford.." Sahut Shinee.


" Tapi sayang sekali, kalian melewatkan testnya hari ini, jadi Oxford bukan lagi pilihan..." Sahut uncle Rangga yang tiba-tiba muncul dari pintu.


Mereka berempat menyalami uncle Rangga.


" Shinee ini ponselmu tertinggal, dan oh ya Almeer mana?" Tanya uncle Rangga sambil celingukan menjadi putranya.


Uncle Rangga sejak tadi berada di ruangan mommy Ara, saat melihat ponsel Shinee beliaupun berinisiatif untuk mengantarkannya dan sekalian menjemput putranya untuk diajak pulang.


" Almeer bawa Aivy keluar.." Ucap Shinee.


" Biar nanti pulang bareng Shinee saja uncle, kalau uncle buru-buru tinggal aja Almeernya..." Lanjut Shinee.

__ADS_1


" Oh..gitu, ya udahlah. Oke guys uncle pamit dulu ya.... Sunny get well soon okey!!" Ucap uncle Rangga lagi.


" Thanks you uncle..." Jawab Sunny.


__ADS_2