
Setelah memakan perjalanan yang cukup menyita waktu dan tenaga, akhirnya merekapun telah sampai di apartemen milik Shine dan Ayu.
Kedua kembar itu saling berpelukan erat.
"Miss you brother.." bisik Shine.
" Miss you too.." balas Sunny.
Ayu terlihat tersenyum bahagia bisa kembali bertemu dengan sahabat dan teman sejak kecilnya, Shanum Cahaya Nilam.
" Kalian istirahat saja dulu, biar kami siapkan makan malamnya.." ucap Ayu seraya melepaskan pelukanya pada sang sahabat.
Sepasang pengantin baru itupun tersenyum dan mengangguk patuh. Saat ini keduanya memang benar-benar butuh istirahat.
...**...
Seperti yang dijanjikan Shanum sebelumnya, Shanum benar-benar menepati janjinya. Sebulan waktu Suny yang tersisa benar-benar dipergunakanya dengan sangat-sangat baik untuk memanjakan suaminya. Baik itu urusan keseharian Sunny, urusan perut Sunny, dan urusan ranjangpun ditanganinya dengan sempurna.
Setiap pagi Shanum akan selalu siap sedia menemani Sunny lari pagi mengolah tubuh, sepulangnya langsung masak untuk suaminya dan adik iparnya sebelum harus meninggalkanya untuk kuliah.
Seperti pagi ini, Shanum tengah berkutat dengan wajan dan sepatulanya. Sementara Sunny dengan rambut basahnya mendekat dan langsung melingkarkan tanganya di perut istrinya.
" Nasi goreng?, wangi amat.." bisiknya pada telinga Shanum.
" Hmm, sudah hampir masak, tunggulah di meja.." balas Shanum.
"Emmhh.." tak ada jawaban, pun tak ada pergerakan. Sunny masih asyik bergeming menempelkan dirinnya di tubuh belakang istrinya.
" Ikut ke London yuk yang..." bisik Sunny lagi.
" Yang..., please jangan lagi-lagi deh!. Kita udah bahas ini sebelumnya..."
Klak!!
Shanum mematikan api kompor dan memutar tubuhnya menghadap suaminya.
" Dua tahun saja, Sha janji yang..... Dua tahun saja, dan aku yang justru akan berlari padamu.... Sha janji..." ucap Shanum meyakinkan.
Memang tak mudah berada disituasi seperti mereka saat ini. Disaat hubungan sedang hangat-hangatnya sudah harus terpisah, lagi...
Setelah selesai sarapan seperti biasa, Sunny selalu setia mengantarkan Shanum ke kampus. Sementara Sunny akan menghabiskan harinya di pusat kebugaran tubuh, lalu berlanjut ke perpustakaan kota untuk mengejar materi kedepanya. Tujuanya hanya satu!!, segera berusaha menyelesaikan pendididkannya dengan cepat dan segera berlari pulang untuk bisa memeluk istrinya kembali. Dan itulah impian besar seorang Manggala Sunny Marvelino Putra.
__ADS_1
Hari sudah mulai sore, Sunny melirik jam yang melingkar di tanganya. Sudah waktunya menjemput istrinya.
Seperti inilah sebulan ini kegiatan Sunny di Boston, waktu siangnya begitu membosanakan tanpa Shanumya. Tapi senyum selalu terbit saat sore hari begini, Shanum akan kembali padanya. Dan kegiatan membahagiakanya akan segera dimulai kembali.
Yah, setiap malam datang Shanum akan selalu ada untuknya, tidak absen semalam pun Shanum akan selalu melayani syahwat gilanya. Yah...Sunny akui, selama di Boston Shanum selalu mampu memancing hasratnya, membuatnya mabuk kepayang akan segala sentuhan istrinya. Shanum seakan tahu setiap keinginan Sunny yang kadang tak terucap. Shanum selalu mampu menjadi partner hebat dengan segala inovasi gilanya di atas ranjang.
" Ougghhhh akkhhh"
Lagi-lagi lenguhan kepuasan Sunny terdengar shahdu menggema di kamar mereka malam ini. Jelas telah terjadi pergulatan panjang nan panas kembali malam ini. Terlihat dari berserakanya baju keduanya dilantai, dan lagi ranjang yang terlihat acak kadul tak karuan.
Tubuh polos keduanya masih menyatu dibawah satu selimut. Seperti biasa, Sunny akan selalu mengucapkan terimakasih dan menghujani kecupan diseluruh wajah istrinya yang mulai terpejam.
" Selama dua tahun kelak siapa yang akan memberinya sentuhan?" ucapnya lirih sementara kecupanya telah berada di kedua bulatan dada Shanum.
" Tidak perlu ada yang menyentuhnya!, dia sudah ada pemiliknya, aku akan selalu menjaganya, untukmu...." jawab Shanum sambil membuka matanya.
" Lalu ini, bagaimana dengan nasibnya?" tangan Shanum kini telah membelai lembut si belut yang kini telah melemah.
" Dia akan puasa, tapi tenang saja.... Jika sedang sangat inginpun, aku punya solusinya..." bisik Sunny dengan senyum manisnya.
" Maksudnya?" tanya Shanum bingung.
" Kamera siapa itu yang?" Tanya Shanum heran, selama ini dia tidak pernah melihat benda itu.
" Punyaku, dan ini adalah obat kangenku, kenangan panas kita ada disini, alat bantu seksku jika keinginan bersamamu kelak tak bisa lagi kutahan..." Sunny menyodorkan kamera itu ke tangan istrinya.
File-file video terlihat memenuhi kamera itu.
" Kenangan panas kita?, maksudmu yang?" tanya Shanum masih kurang paham.
Sunny tersenyum menyengir sambil mengusap tengkuknya.
" Coba kau buka salah satu filenya" ucap Sunny sambil masih menyengir.
Dan Shanumpun menurut, jemari lentiknya mencoba mengklik satu file dengan judul "Sweet Bath@7π", masih banyak judul serupa tapi judul ini yang terdapat emoticonnya, sepertinya judul ini yang paling spesial.
Setelah putaran lingkaran loading siap dan video mulai menyala, mata Shanum membola lebar, mulutnya pun tak kalah mengangganya bahkan diapun lupa untuk menutupnya. Ternyata file-file disana adalah video porno yang pemerannya adalah mereka berdua sendiri.
" Yaangggg!!!. Apa ini!!!" jerit Shanum sock. Apalagi divideo itu dia terlihat agresif dan terlihat mendominasi, gerakan liarnya diatas tubuh Sunny begitu membuatnya gemetaran dan merinding. Apakah seliar itu dia selama ini, apakah dia telah kesetanan tanpa ia sadari?.
__ADS_1
" Hapus yang...Hapus!!!" jeritnya histeris.
" No!! never!!" Sunny menyambar kameranya saat tahu Shanum mulai mengotak-ngatik ingin menghapus file itu.
" Yang tolong hapus, aku jijik melihatnya, iihhh tingkahku..., aku malu melihat keliaranku..." isak Shanum.
Gadis bukan perawan itu begitu malu melihat tingkahnya sendiri di video itu.
" Kenapa malu babe?, yang kamu lalukan itu untuk menyenangkanku bukan?, dan aku sangat menyukainya apa kau tahu?" bisik Sunny berusaha menenangkan Shanum.
Pemuda itu memeluknya, menciumnya, dan merapikan rambutnya yang acak-acakan akibat kegiatan mereka barusan.
" Tapi.., bagaimana aku bisa seliar itu?"
" Tidak liar babe, itu ekspresi wajar. Justru aku bahagia, karena aku semakin yakin kamu sangat mencintaiku.." Sanggah Sunny cepat.
Cup..
Kecupan manis terlabuh dikening Shanum. Tanganya lalu kembali mengeluarkan kamera itu dan kembali memutarnya satu persatu.
" Lihat, disini sangat terlihat jelas. Kita saling mencintai..." Sunny lagi-lagi kembali mengecup sekilas bibir istrinya.
" Tapi ini bahaya yang..., bagaimana kalau jatuh ke tangan orang lain.." Ucap Shanum cemas.
" Tidak akan, sandinya berlapis. Bahkan hackerpun tak akan mampu menjebolnya.., dan tenang saja babe. Aku akan selalu menjaganya dengan nyawaku.." Bisiknya lagi.
Shanum mengangguk yakin, terlihat gadis itu beberapa kali menguap lalu mulai merebahkan kepalanya di dada Sunny, tapi matanya terlihat masih terang benderang.
" Emmmhh, baiklah kita tidur?. Atau mau satu ronde lagi?" Bisik nakal Sunny.
" Menurutmu?" Jawab Shanum dengan disertai senyum manisnya.
Sunny menatap senyum itu dengan tatapan yang sangat berarti. Ya Tuhan, istrinya sungguh menggemaskan, tanpa sadar tanganya terjulur mencubit pipi chubby itu geram.
" Aawww sakit yang...." Jerit Shanum.
" Ahhhh, sorry babe...sorry ha..ha..ha, habis gemes banget aku tuh..." Sangkal Sunny dengan kekehan khasnya.
Dan tentu saja, sebelum benar-benar tidur, merakapun kembali mendaki gunung, lewati lembah demi mendapatkan satu rasa yang selalu akan mereka rindukan dua tahun kedepan. Setidaknya ini yang terakhir, karena besok pagi Sunny harus benar-benar kembali ke London untuk menyelesaikan pendidikannya.
" Love you Sunny.....love you so much..."
__ADS_1
" My love, more than you..." Jawab Sunny sebelum benar-benar menutup mata.