
Saka terkejut melihat kakak iparnya masuk ke kamarnya.
" Loh?, kamarnya kan di sebelah.." Ucap Saka dengan telunjuk menunjuk arah kanannya.
" Emang iya!, brothy mau numpang mandi bentar..." Ucap Sunny dengan langsung nyelonong masuk ke kamar mandi, sementara di dalam sana sedang ada Saga yang berendam sambil memejamkan matanya.
Saka baru juga akan berteriak mengingatkan tapi Sunny keburu menutup pintu.
" Ya udahlah, terserah..." Gumam Saka cuek.
Sunny yang memang isi otaknya hanya Shanum, Shanum, Shanum benar-benar tidak menyadari sama sekali keberadaan Saga yang berada di bathup.
Dengan santainya dia melucuti pakaiannya dan langsung menghidupkan shower begitu saja.
" Dek, menurutmu kak Meera masih suka nggak sih sama kakak?" Tanya Saga pada Sunny yang dikiranya adalah Saka.
Sementara Sunny justru terjingkat kaget!, mendapati Saga berada di bathup, reflek tanganya menyambar handuk untuk menutupi bagian pinggang ke bawahnya.
Bodohnya aku!!, otakku hanya berisi Shanum sampai-sampai nggak menyadari keberadaan Saga disitu.
Gila!! Mantra sihir Shanum luar biasa, duh sialan!!, cuma ingat dadanya saja si belut udah menggila kayak gini.
" Kamu lihat nggak tadi dek, matanya Meera terus saja menatap brothy Shinee seperti itu!, padahal kak Ayu ada disisinya. Kesel banget aku!!, apa sih yang nggak ada di aku tapi ada di brothy??" Lanjut Saga.
" Dek!! Kamu denger nggak sih??" Akhirnya Saga duduk dan membuka matanya, menatap Sunny yang juga tengah menatapnya.
" B..b..brothy kenapa ada disini!!" Pekik Saga terkejut.
" Ya mandi lah..., emang yang lo liat brothy lagi ngapain?" Sahut Sunny cuek.
" Kok disini?"
" Ya iyalah disini! Ini kamar mandi kan?, bukan restoran!" Sahut Sunny lagi.
" Ya iya!!, emang kamar mandi, tapi kok disini?" Tanya Saga bingung.
" Kakakmu lagi mandi di kamar mandi kami, jadi brothy mandi kesini aja biar cepet..." Sahut Sunny dengan meneruskan mandinya, walau dengan handuk yang basah.
" Lah??, kalian kan udah sah!. Kenapa nggak mandi barengan aja? Kan asyik tuh?" Tanya Saga polos.
Tapi pertanyaan polos Saga justru membuat Sunny menepuk keningnya geram.
Akkhhh!! Iya ya...kenapa aku bisa bodoh begini ya?
Duh!! Hilang kesempatan emas...lagian kenapa bisa nggak kepikiran tadi..
" Kenapa?, nggak kepikiran ya?" Tebak Saga tepat sasaran.
" Kelamaan ngumpul barengan cowok sih!, mandi, tidur, makan sama cowok mulu tuh! jadinya nggak kepikiran mandi ma cewek!"
"Kalo aku emang udah aku rencanain jauh-jauh hari, begitu merried sama Almaeera planing awal tu ya langsung mandi bareng git--- AKKHHH !! anjritt pedes tahu!!!" Teriak Saga saat spon mandi yang penuh dengan sabun melayang tepat ke matanya.
Pemuda tampan itu terus mengucek matanya yang pedih dengan sumpah serapah kebun binatang lepas semua.
" Masih bau kecur udah mikirin mandi bareng cewek!!, otak ngeres dipiara!!" Ucap Sunny sambil mentoyor kepala Saga sampai nyungsep ke dalam air sabun.
" Haisshh!! Brothy!!, awas lo ya!!" Geram Saga yang kini langsung meloncat ke shower untuk membasuh matanya yang sah-sah terkontaminasi air sabun.
Pemuda itu bahkan tidak menyadari bahwa tubuhnya polos begitu saja di hadapan kakak iparnya.
" Ya elaaahh Saga...Saga...belut masih sebesar pisang lilin aja berani lo pamerin ke brothy!!, Nih!!" Sunny melemparkan handuk basahnya pada Saga yang kebingungan mencari handuk untuk menutupi auratnya.
Sementara dianya keluar begitu saja mengenakan kaos dan celana pendek santainya.
" Lo kenapa diam aja!!, udah tahu ada abang lo di dalam!!" Ucap Sunny pada Saka.
" Baru juga Saka mau ngomong eh brothy keburu nyelonong.." Sahut Saka.
Sunny melangkah menuju pintu untuk kembali ke kamarnya. Tapi saat tanganya hendak meraih gagang pintu suara Saga membuatnya berhenti seketika.
" Perlakukan kakak kami dengan baik brothy, dia kakak terbaik yang kami miliki. Saga harap brothy memahami keadaannya saat ini. Kak Sha itu sedang sangat lelah"
__ADS_1
" Sejak dua hari kemarin sampai hari ini dia harus menuruti semua prosesi dan ***** bengek yang bertumpuk-tumpuk, belum lagi mentalnya harus terpukul dan harus menangis dari sore kemarin karena Sundel gila itu..."
" Semalam juga harus tidur larut demi merencanakan pemulihan nama baikmu!, dan tadi pagi sebelum subuh sudah harus bangun untuk persiapan ijab qobul kalian. Hingga sampai sekarang kak Sha belum juga istirahat sama sekali..."
" Jika brothy memang masih punya hati nurani, turunkan sedikit nafsumu malam ini brothy. Berikanlah waktu untuk kak Shaku menarik nafas. Dia kakak tercintaku, walau sekarang dia menjadi istrimu sekalipun, dia tetap kakakku!, dan aku tidak akan pernah membiarkannya susah walau saat ditanganmu sekalipun." Ucap Saga panjang lebar.
Sunny terpaku ditempatnya berdiri, tidak ada yang salah dari ucapan Saga, semua benar. Ya..saat ini pasti Shanum sangat-sangat lelah.
" Ya...kamu benar!, terimakasih telah mengingatkanku Saga. Dan aku berjanji padamu. Kakakmu tidak hanya istri bagiku, karena dia adalah Ratu!, tidak hanya ratu di hatiku tetapi juga ratu dalam hidupku..."
Setelah selesai berucap Sunny bergegas membuka pintu dan melangkah menuju kamar sebelah.
Ceklek..
Pintu terbuka, mata Sunny langsung disuguhi pemandangan bidadarinya yang telah terbungkus mukena.
" Ayo mas..., udah masuk waktu Maghrib nih..." Shanum melambaikan tanganya sambil disertai senyumnya yang memabukkan.
" Iya sayang, tunggu..." Sunny bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
...***...
Semua anggota keluarga kini berada di restoran hotel untuk makan malam bersama. Suasana terlihat begitu bahagia dan hangat.
" Jadi besok pagi langsung ke Jepang Sun?" Tanya uncle Ardi.
" InsyaAllah uncle..." Jawab Sunny.
" Dad, Bian mau minta ijin keluar bareng teman boleh ya..." Sela Bianca.
" Teman? Siapa?" Tanya uncle Ardi.
" Ha..hanya teman kuliah, se sebentar aja dad, hanya ngobrol bentar. Bian janji nggak sampai satu jam.." Sela Bianca lagi.
Sunny dan uncle Ardi hanya saling tatap sekilas.
" Bianca berbicara dengan tergagap-gagap begini pasti sedang bohong. Apa yang disembunyikan? " Batin uncle Ardi.
Bianca sudah hampir berusia 25 tahun, tapi pergaulannya selalu dibatasi, hingga membuatnya tidak bisa memiliki banyak teman.
Mungkin saat ini uncle Ardi sudah mulai membebaskannya, agar kehidupan sosial Bianca berkembang.
Setelah makan malam selesai, semua kembali ke kamar masing-masing kecuali para boys dan para uncle yang langsung nonton final bola.
" Bin!, lo nggak nonton?, PSG main nih!" Teriak Roy.
" Mending gue asyik-asyik nyetak gol dari pada nonton orang nyetak gol!!" Sahut Sunny datar.
Sementara yang lain melotot tak percaya mendengar kejujuranya yang absurd.
Shanum mencubit pinggangnya dengan geram saking malunya.
" Akhhhh!!, sakit yang..." Jerit Sunny dengan menggosok pinggangnya yang pedih.
...***...
Setelah selesai sholat isya berjamaah, Sunny mengusap kepala Shanum lembut serta membacakan do'a kebaikan untuk kelanjutan rumah tangga mereka.
" Yang..." Panggil Sunny lirih.
" Hemmm" Jawab Shanum kikuk.
Sebenarnya ini bukan kali pertama mereka berduaan di kamar begini, tapi entah kenapa bawaannya malam ini aneh banget hawa-hawanya.
" Kamu mau langsung atau nanti-nanti aja?" Tanya Sunny gaje.
" Apanya?" Tanya Shanum bingung dengan pertanyaan Sunny.
" Itunya.." Jawab Sunny
" Itu apa?" Tanya Shanum lagi
__ADS_1
" Yang main kuda-kudaan itu loh yang...."
" Kuda siapa?" Tanya Shanum semakin jengkel.
" Haisshhh itu tuh...making love yang!, malam pertamaan, belah duren, njebol perawan, naninu!, bikin bayi, enak-enak!!, apalagi ya istilahnya??" Sahut Sunny santai, sementara Shanum saja merinding tak karuan.
" Gimana yang?, mau sekarang atau nanti aja?, aku tuh tahu banget kalau sekarang kamu masih capek..." Lanjut Sunny.
Shanum yang begitu bahagia mendengar bergitu perhatiannya Sunny padanya tiba-tiba langsung memeluk suaminya itu erat.
" Ya Allah..Alhamdulillah... Suami seperti inilah yang aku harapkan. Udah ganteng, baik, pengertian, perhatian, setia.... uuhhhh. Jadi pengen cepet-cepet ekhem-ekhemmm" Bisik Shanum.
Tangannya menelusup masuk kedalam kaos Sunny dan meraba-raba perutnya yang berotot.
" Yang....jangan mancing dulu..." Desis Sunny dengan menangkap tangan Shanum yang mulai nakal.
" Nggak mancing sih, cuma uji coba dikit. Jadi boleh ya Sha tidur dulu satu jam saja, setelah itu terserah anda...." Bisik Shanum genit, bahkan gadis itu meniup-niup telinga Sunny hingga membuat tubuh suaminya itu merinding disco.
Brugh...
Sunny tak tahan lagi, dibantingnya tubuh Shanum ke kasur dan ditindihnya.
" Hanya satu jam sayang, aku hanya memberimu waktu satu jam. Setelah itu kamu tidak akan aku biarkan tidur malam ini..." Ucap Sunny dengan tatapan matanya yang mematikan
Bibirnya sudah mulai menelusuri leher putih Shanum, sementara tanganya mulai menyusup ke balik kaos Shanum, meraba-raba perut rata istrinya itu.
" Akkhhh..." Shanum meliuk-liuk kegelian, sementara telapak tanganya mer*mas-r*mas rambut Sunny.
Saat bibir mereka menyatu, Shanum terus mengimbangi.
" Yang....., kamu beneran mau tidur enggak?, aku takut nggak bisa berhenti..." Bisik Sunny di sela-sela cumbuanya.
" Terserah kamu aja..." Pasrah Shanum.
" Yang...dengar, saat aku sudah berada di atasmu, aku sudah tidak bisa dihentikan. Jadi ambil keputusan sekarang, mau tidur dulu atau making love?" Sunny menempelkan keningnya pada kening Shanum.
Mereka saling tatap dalam waktu yang cukup lama.
" Tidur sebentar, biar aku bisa mengimbangi tenagamu yang mengerikan.."
" Good, itu pilihan yang bagus..."
Brugh!!
" Nah ayo cepat bobok, jangan buang waktu...tik tok tik tok!!, waktu terus berjalan!!"
Sunny membaringkan tubuh istrinya, mengecupi keningnya.
" Perlu dinyanyikan nina Bobo nggak?"
Shanum hanya tersenyum manis, lalu memiringkan tubuhnya memeluk suaminya.
" I love you Sunny..." dikecupnya bibir Sunny sekilas lalu mulai memejamkan matanya.
Sunny mengelus rambut Shanum hingga benar-benar tertidur.
Aku hanya mengalah satu jam, untuk mendapatkan ribuan jamku dengan mu sayang...
Huffttt, bibirmu manis banget ya ampun...
Sunny terus mengusap-usap bibir Shanum, dengan jari jempolnya.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Ssstttt jangan kecewa dulu...
MPnya tetap up hari ini....
__ADS_1
Tenang aja dan tetap stay tuned 🤣🤣🤣🤣