BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine

BINAR CAHYA : Twin in Love story, Sunshine
Ngedate??


__ADS_3

Pagi ini rumah keluarga papa Vino sudah heboh. Shanum dan Saga sudah harus masuk sekolah, sementara Shine, Almeer dan adik-adiknya berencana jalan ke festival.


" Mah, Saga nggak mau sekolah hari ini. Saga mau ikutan brothy " Ucap Saga kesal, dia ingin berdekatan dengan Almaeera sebelum gadis itu balik ke Jakarta.


" Ha..ha..ha, sekolah dulu kak!!. Biar makin dewasa..." Ucap Meera, senyumnya menampilkan gigi gingsulnya yang semakin membuat Meera terlihat manis.


" Ya elah neng!, kakak udah lebih dewasa dari kamu adik kecil... Mau kakak buktikan?" Saga menaik turunkan alisnya, menatap Meera mesra.


" Ck dewasa apaa----" Sahut Meera.


" Nanti kak Saga tunjukin" Bisiknya di telinga Meera.


" Sshhh sanaan kak!!" Meera mendorong wajah Saga menjauh. Sementara Saga tertawa terbahak-bahak melihat wajah Almaeera yang memerah seperti kepiting rebus.


Walau kakinya berjalan melangkah untuk berangkat sekolah tapi matanya tetap melirik Almaeera.



Daddy Rangga dan papa Vino saling lirik, dan tersenyum kecil.


Mereka membebaskan putra putri mereka bergaul. Tidak ada perjodohan, tapi jika mereka memiliki rasa dari kecil itu justru lebih baik. Dari sini sudah sangat nampak bagaimana Saga begitu menyayangi Almaeera, tapi untuk kedepannya tidak ada yang tahu. Karena semua sudah diatur sesuai garis takdirnya.


...***...


" Kak Sha ada kak Binar diluar!" Teriak Maureen.


Shanum saling pandang dengan Shine. Tiba-tiba wajah Shanum berubah merah padam.


Shine tersenyum melihat Shanum yang salah tingkah.


"Cie yang dijemput oleh kekasih...." Shine mencolek dagu Shanum.


" Nggak!!, bukan!!" Tangkis Shanum cepat, wajahnya semakin memerah seperti tomat masak.


" Let's go, lo sama Binar!!, gue juga mau antar Ayu..." Shine menepuk pundak Shanum yang ragu-ragu untuk keluar.


" Kenapa lagi?" Tanya Shine yang kembali menoleh kebelakang, dan mendapati Shanum masih juga terdiam membisu disamping rak sepatu.


" Bilang sama Binar pergi duluan deh Shine, bilang aja gue sakit perut..."


" Eh, cari alasan lain kek! entar sakit perut beneran gimana hayoo. Dah Ah!!, gue kerumah Ayu...ngedate sama dia untuk yang terakhir. Besok gue udah balik soalnya..." Shine berlari keparkiran.


Saat motornya berhadapan dengan motor Binar yang ada di luar gerbang Shine berhenti.


" Lo mending pindah kesitu bro!, bentar lagi dia keluar kok..." Tunjuk Shine pada sebuah pohon besar disamping gerbang.


Binar mengangguk setuju dan berpindah ke bawah pohon.


Sementara Shine tertawa ngakak dalam hati. Lalu melajukan motornya menuju rumah Ayu Andira.


Shanum yang mengintip dari dalam rumah dan melihat tidak ada lagi motor Binar segera berlari keluar.


" Dihhh..., taksi nggak ada pula nih. Motor dibawa mama sama mommy ke pasar.." Seru Shanum.


Untuk barengan di boncengan Binar rasanya Shanum belum siap.


Kejadian kemarin membuatnya belum mampu untuk bertemu Binar.


Flasback on.


" Iya Cahaya, aku memang gila sekarang!! Aku tergila-gila padamu Aya.." Sahut Binar.


Shanum mematung, kakinya sulit digerakkan. Seluruh tubuhnya gemetaran.


" Apa???, Kamu buka nggak sekarang!!!, jangan bikin gue takut..." Seru Shanum gugup.


" Aku jujur Aya, aku suka kamu Aya. Ahh tidak bukan suka lagi, aku cinta kamu Cahaya..." Binar meraih kedua tangan Shanum untuk digenggamnya. Matanya menatap manik mata Shanum dengan lekat.


" Jangan ngawur Binar, buka pintu pleaseee..." Pinta Shanum hampir menangis, dia menarik tanganya dari genggaman Binar.


" Aya???. Kamu takut padaku??" Tanya Binar saat melihat tubuh Shanum bergetar dan berkeringat dingin.


" Tidak!!, tolong buka Bin..." Shanum memberanikan diri menatap Binar.


Tubuh bertelanjang dada di hadapannya begitu indah, Shanum bahkan sampai susah menelan ludahnya sendiri.


Kalau dia Sunny pasti Shanum sudah meleyot di depanya saat ini. Menyerahkan semua untuk Sunnynya..


Tapi ini Binar!!!, bukan Sunny.


" Jawab dulu...." Tantang Binar.


" Nggak ada jawaban apa-apa Bin, gue udah terikat!!" Ucap Shanum dengan kembali menunjukkan nama Sunny di pergelangan tanganya.

__ADS_1


" Hufff...." Binar menghembuskan nafasnya.


" Dia belum ada kan?, aku rela kau campakkan setelah dia datang. Sekarang dia belum ada, ada aku kan?" Binar memberanikan meraih tangan Shanum lagi.


Ini bisa gila...


Aku akan gila jika Cahaya menolakku..


Cahaya adalah penerangan, cahayaku...


Sunny siapapun kau, maafkan aku..


Aku begitu mencintai kekasihmu...


" Kau bicara apa Binar!!, aku sudah berjanji padanya tidak akan berpacaran sampai dia datang.." Sahut Shanum.


" Maka jadikan aku simpananmu Cahaya, bukan pacar...." Binar mengecup jemari Shanum.


" Kau ini apaan sih!!" Sentak Shanum marah dan kembali menarik tanganya.


" Kalau tidak mau juga, aku bisa berbuat nakal Aya" Ancam Binar.


" Dihhh, gila lo!!, kok maksa sih!!" Teriak Shanum semakin kesal.


" Iya, aku akan memaksamu!!, tidak masalah hari ini kau menolakku. Tapi jangan harap aku berhenti untuk mengejarmu..."


" Aku akan terus mengejarmu, dan bersumpah membuatmu jatuh cinta juga padaku..."


Shanum syok, tak tahu lagi harus berkata apa. Pemuda di depanya ini gila!!


" Ha..ha..ha.., beraninya kau Binar!!. Sunnyku pasti akan membunuhmu!!" Shanum menusuk dada Binar dengan telunjuknya.


" Kau pikir aku takut dengan Sunnymu hemmm?, ha..ha... Gue tunggu dia, lo akan lihat siapa diantara kami yang benar-benar mencintai lo Aya..." Bisik Binar di telingan Shanum.


Flasback off.


Shanum melangkahkan kakinya buru-buru keluar dari gerbang rumahnya.


Sett...


" Akkhhhhh " Teriak Shanum terkejut saat seseorang menarik tanganya.


" Gue anter babe..." Ucap Binar.


Shanum menutup bibirnya, rasanya ia ingin tertawa sekencang-kencangnya.


" Kenapa babe?, ada yang lucu?" Tanya Binar.


" Ha...ha..ha..." Tak sanggup lagi menahan tawanya. Shanum tertawa terbahak-bahak begitu saja. Dan menarik tas Binar untuk berpegangan menaiki motor.


" Ayo ah, cepetan gue udah kesiangan..." Shanum menepuk pundak Binar.


Binar mengangguk dan mengkode oke dengan jarinya pada Shanum yang berada di belakangnya.


Sepanjang jalan mereka hanya berdiam diri, Shanum yang masih belum bisa menata hatinya dan Binar yang menyusun rencana untuk meruntuhkan dinding hati Shanum.


Drrt...drrtt...


Ponsel Shanum bergetar dari tadi.


" Bin..minggir bentar bisa?" Teriak Shanum pada samping telinga Binar.


Dan dengan cepat Binarpun menepikan motornya.


" Bentar Bin, ada panggilan masuk.."


Shanum merogoh sweaternya, sementara dengan sigap Binar melepaskan helm Shanum, bahkan tanganya langsung aktif merapikan rambut-rambut Shanum.


Shanum mengangguk untuk berterima kasih.


Mati gue!!, langkah pertama Binar sungguh mengejutkan...


" Ya Ayu.. Ada apa?"


" ............................"


" Jadi jamkos semua?" Ucap Shanum.


Binar yang mendengar ucapan Shanum langsung mengeratkan genggaman tanganya puas.


" Kamu dan brothy ke mana?"


"..............................."

__ADS_1


" Ih...kalian licik!!!" Umpat Shanum kesal lalu menutup ponselnya dengan geram.


" Mereka kemana babe?"


Shanum lagi-lagi tertawa mendengar panggilan Binar padanya.


" Bab beb, bab beb. Geli gue Bin...ha..ha..ha.." Shanum tertawa sampai meremat perutnya.


" Trus lo maunya dipanggil apa?" Tanya Binar santuy.


" Ck..panggil Aya aja seperti biasa..." Sahut Shanum.


" Kalau gue enggak mau?" Tantang Binar lagi.


" Serah lo lah..., lagian kita nggak pacaran!!. Buat apa pake panggilan lain sih!!" Sentak Shanum.


" Bagi lo emang kita nggak pacaran, tapi bagi gue lo pacar gue. Nah dengan begitu kan lo nggak melanggar janji lo dengan Sunny..." Ucap Binar tegas.


" Hahh!!! Apa!!" Shanum menepuk keningnya.


Emang gila nih anak..


" Jadi mereka kemana babe?, kita susulin yuk. Berarti ini kencan pertama kita setelah jadian---"



" Heyy Binar!!!, kapan kita jadian?. Nggak ya!!" Sambar Shanum.


" Bagi lo nggak jadian nggak papa sih, yang penting bagi gue kita udah jadian..."


Jawab Binar dengan tangan mengacak rambut Shanum.


" Dihh, susahnya ngomong sama orang sableng..." Shanum mengusap wajahnya geram.


" Apa babe?, gue ganteng?. Makasih..lo pinter banget muji..." Sahut Binar.


" Ihhh kesel gue!!" Shanum menghentakkan kakinya geram.


Sementara Binar tertawa terbahak-bahak didalam maskernya.


" Eh...lo bisa ketawa Bin?, buka dong!!"


Shanum meraih masker Binar, tapi dengan cepat, Binar menangkap tangan Shanum.


" Kita kencan dulu, baru gue kasih senyum dan tawa gue buat lo semua..."


Bisik Binar ditelinga Shanum.


" Nggak jadi deh..., gue nggak tertarik sama senyum lo" Kesal Shanum.


" Beneran??, awas kalau nanti malam lo nggak bisa tidur saking penasarannya sama senyum gue...." Sindir Binar.


Shanum kembali naik kemotor setelah Binar kembali memasangkan helmnya.


" Dihhh, sok pede..., biasanya wajah ganteng giginya jelek!!" Ucap Shanum.


" Eehhh, nggak ada ya ungkapan seperti itu..." Binar mencubit kaki Shanum yang ada disampingnya.


" Heyyy, lo belum jadian aja udah KDRT!!!" Shanum gantian mencubit pinggang Binar.


" Ha...ha.ha..ha..." Tawa Binar meledak sepanjang jalan.


" Ada yang nggak sabar berumahtangga denganku rupanya..." Sindir Binar.


" Wehhhh, sorry!!" Sahut Shanum.


Mereka terus beradu mulut sampai mereka telah berada di tujuan.


Disana telah ada Roy dan Alexandria, Shine dan Ayu, Arnov dan seorang gadis berjilbab.


" Alya! Kok bisa sama Arnov?" Tanya Shanum penasaran.


" Tadi gue sama Ayu, tapi dia diculik sama dia..." Tunjuk Alya pada Shine.


" Gue tadi sama Roy, tapi saat Alexa bilang sekolahnya masih jamkos, kami langsung kesekolah mereka.." Sahut Arnov.


" Trus kita mau kemana?" Tanya Binar.


" Double date!!, gue yang traktir. Gue besok udah balik soalnya..." Usul Shine.


" Setujuh gue boskuh...." Seru Roy.


" Oke guy's cuss lah!!!, sore ini kita perang soalnya!!" Seru Arnov keceplosan.

__ADS_1


" Perang?" Tanya Shanum dan Shine kompak.


" Game Cahaya...., game perang-perangan..." Sahur Binar cepat.


__ADS_2