Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Daniel 15


__ADS_3

*


*


"Menurutmu aku harus gimana Va?


Sekarang aku sampe nggak anter jemput anak-anak lagi." keluh Niar.


Eva menghela nafas berat. "Posisi kalian serba sulit Yar, kamu jangan sampai meninggalkan suamimu ya! Jujur aku sangat menginginkan suami seperti mas Yusuf, dia laki-laki lembut dan hangat. Jangan sampai menyakiti hatinya."


"Ya enggak lah! Aku tidak segila itu Va,


meninggalkan anak suami demi laki-laki lain."


"Okey pertahanan itu. Sekarang kita masuk dulu kelas sebentar lagi di mulai, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya."


Jam kelas tiba akhirnya mereka menyudahi pembicaraan mereka lalu masuk kelas.


Setelah selesai waktunya Niar pulang.


Niar keluar kelas berjalan bersama Eva menuju parkiran dan ternyata Yusuf sudah menunggunya.


"Wow sang Pangeran sudah menanti sang Puteri, oh so sweet." ujar Eva sembari melirik Niar.


Niar meraup wajah Eva dengan tangannya. "Apaan sih kamu Va, emangnya kita masih abg."

__ADS_1


"Mau dong di anter jemput Pangeran." ujar Eva sembari menyenggol lengan Niar.


"Makanya cari suami!"


"Iya ya bentar lagi, masih proses juga."


"Oya?" Niar membulatkan matanya. "Asik dong sebentar lagi ada yang nemenin tidur." lanjutnya.


Yusuf menatap jengah kedua wanita yang terus ngobrol. "Ini kita mau pulang kapan? Bercanda terus."


"Nebeng ya?"


"Ganggu aja!" dengus Niar.


"Biarin!"


"Ya Tuhan begitu besar cinta mas Yusuf terhadap Niar, aku nggak bisa bayangin kalau sampai Niar meninggalkan suaminya demi mas Daniel, laki-laki lembut ini akan hancur sehancur-hancurnya." batin Eva.


"Turun Va! Sudah sampai masih bengong aja, atau kamu mau ikut pulang ke rumah kami?"


Eva tersentak kaget. "Eh, udah sampe ya nggak terasa saking enaknya naik mobil Pangeran." candanya.


Niar mendengkus. "Awas kamu ya besok aku nggak akan ijinin kamu nebeng lagi loh."


"Hahaha thanks ya udah nganterin aku pulang."

__ADS_1


Eva turun lalu berjalan menuju pintu rumahnya. Yusuf melajukan kembali mobilnya menuju rumah, kurang dari setengah jam mereka telah sampai rumah.


"Erlang, Kayla Papa Mama pulang." Panggil Yusuf setelah memasuki rumah.


"Mereka di kamar masing-masing tuan." jawab bi Imah.


Meskipun anak-anak sudah besar namun bi Imah tetap di pekerjaan di rumah mereka, karena mereka sudah terlanjur sayang pada bi Imah, bi Imah sudah mengabdi sama Yusuf bertahun-tahun.


"Kita mandi dulu aja mas, barulah selesai mandi kita nyusul ke kamar anak-anak."


Yusuf berjongkok di depan Niar dan Niar pun naik ke punggung Yusuf, Niar di gendong menuju kamar lalu mandi setelah mandi barulah mereka ke kamar anak-anak.


*


Beberapa hari kemudian sudah tidak ada lagi Daniel muncul di kehidupan mereka entahlah dia menghilang bagaikan di telan bumi, tidak ada kabar beritanya sama sekali.


Niar kuliah seperti biasa berangkat siang,


dia sampai kampus lebih awal, jadi kelas belum di mulai dan agak lama menunggunya,


dari pada bosan menunggu dia memutuskan ke caffe dulu seperti biasanya.


"Betulkah anda bu Niar?"


Suara seseorang mengagetkan Niar. lalu Niar menoleh ke arah sumber suara. "Iya betul, ada apa ya?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2