Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Nostalgia


__ADS_3

Niar mendekati mobil itu sembari tersenyum sendiri, sampai dia tidak menyadari kalau Yusuf sedang mengamatinya.


Yusuf mendekat lalu menyentuh bahu Niar. "Sayang, kamu ngapain disini?"


Niar menoleh lalu tersenyum tipis. "Cuma lihat mobil ini mas, jadi ingat kenangan kita yang dulu, kita kalau kencan pakai mobil ini, terus waktu kamu ngajarin aku nyetir juga pakai mobil ini. Ingat nggak waktu kamu ngajarin aku nyetir? Kamu memangku aku mengenalkan pedal gas, pedal rem, pedal kopling bahkan kamu rela kakimu aku injak. Aku jadi rindu ingin menaiki mobil ini lagi mas."


"Gimana kalau nanti malam kita jalan-jalan pakai mobil ini, mau nggak?"


Mata Niar langsung berbinar. "Mau banget mas."


"Sekarang kita mandi dulu siap-siap sambil nunggu mobilnya di cek sama orang bengkel, masih aman nggak kalau di pakai." ujar Yusuf dan di angguki oleh Niar.


Yusuf langsung berjongkok dan Niar naik ke punggung Yusuf, mereka mandi dan siap-siap.


*


Malam pun datang mereka benar-benar jalan-jalan hanya berdua mengulang masa lalu. Yusuf mengajak Niar ke tempat-tempat yang dulu mereka kunjungi, mereka makan di restoran yang dulu mereka tempati, nonton film romantis bahkan berhenti sejenak di depan tempatnya sis Merry, di situlah mereka pertama kali bertemu.


Mereka ngobrol mengulang masa lalu dan kebetulan sis Merry sedang keluar dan melihat Yusuf dan Niar dia langsung menghampirinya. "Hai, gimana kabar kalian? Lama sekali kita tidak bertemu ya? Eh, tunggu-tunggu kalian masih suka kencan?"


Yusuf dan Niar malah tertawa mendengar pertanyaan dari sis Merry.

__ADS_1


Sis Merry mengernyit. "Kenapa kalian malah tertawa?"


"Kami sudah nikah sis." jawab Yusuf masih di sela-sela tawanya.


Sis Merry membulatkan matanya. "Oh ya? Rupanya tempat ku ini jadi biro jodoh."


"Makanya kita kesini sis, mengulang masa lalu." sahut Niar.


"Kalian nikahnya kapan? Kok aku nggak di undang sih?"


"Lupa sis." jawab Yusuf sambil meringis.


"Bisa aja sis." jawab Yusuf sekenanya.


"Kalian sudah punya anak belum? Kok berdua saja."


"Anak kita sudah dua sis." jawab Niar.


"Masa'? Cepat sekali."


"Cepat gimana sis, kita nggak ketemunya emang sudah lama banget." jawab Niar lalu merogoh handphone dari saku jaketnya kemudian memperlihatkan foto anak-anaknya. "Ini anak kita yang gede sis, dia cowok, dan yang ini si kecil, cewek."

__ADS_1


Sis Merry menyatukan alisnya. "Kok mirip papanya semua ya?"


"Kan emang anak Papanya." jawab Yusuf mantap.


Niar mengembalikan handphone ke saku jaketnya lagi. "Sudah larut malam nih mas kita pulang yuk?"


Yusuf meraih tangan Niar. "Yuk." sebelum masuk mobil Yusuf menatap sis Merry. "Sis kita pulang duluan ya, kapan-kapan main ke rumah kami ya."


"Siyap."


Mereka memasuki mobil lalu Yusuf segera melajukannya menuju rumah.


Niar menoleh ke kanan untuk menatap suaminya. "Mas aku pengen kuliah."


"Apa? Kuliah?" Yusuf menoleh sesaat ke kiri lalu kembali fokus kedepan. "Dari dulu kan aku sudah nyuruh kamu kuliah sayang tapi kamunya tidak mau, kenapa tiba-tiba minta kuliah?"


"Sekarang aku kesepian mas, anak-anak sudah besar terus pada sekolah, kamu kerja, terus aku ngapain? Boleh ya mas?" Yusuf memohon dengan puppy eyes nya membuat Yusuf tidak bisa menolaknya. "Ya tentu boleh dong sayang aku malah seneng kamu mau kuliah."


Niar langsung tersenyum manis. "Asiiikk, makasih sayang."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2