Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Niar sembuh


__ADS_3

Selama Niar di rawat Yusuf lah yang selalu merawatnya.


Ayah Niar pun sudah bisa menebak kalau Yusuf ada perasaan khusus terhadap putrinya.


Setelah beberapa hari Niar di rawat, akhirnya Niar di perboleh kan pulang, Yusuf pula yang mengantar Niar pulang.


Setelah sampai kontrakkan Niar ke kamar dan istirahat namun Yusuf masih di ruang tamu ngobrol sama Ayah Niar.


"Sekali lagi terima kasih mas anda sudah banyak membantu kami." Ujar Ayah pada Yusuf.


Yusuf tersenyum. "Sudah pak, jangan berterima kasih terus saya jadi malu, kalau begitu saya pulang dulu pak semoga Niar segera pulih dan kembali bekerja."


"Aamiin.."


Yusuf mencium punggung tangan Ayah. "Saya jalan dulu pak Assalamualakum."


"Wa'alaikumsalam." Jawab Ayah sembari menepuk pelan bahu Yusuf.


Yusuf keluar dari kontrakkan Niar, dia memasuki mobil lalu melajukannya menuju rumah.


*


Setelah beberapa hari Niar akhirnya masuk kerja lagi mereka bertemu di lobby.


"Niar, kamu benar-benar sudah sembuh?" Tanya Yusuf.


Niar mengangguk. "Sudah pak."


Yusuf sedikit mencondongkan tubuhnya. "Kapan bisa kencan lagi?" Bisik Yusuf.


Niar belum bisa menjawab, dia hanya diam saja.


"Nanti jam sembilan masuk ke ruangan saya!" Ujar Yusuf.


Niar mengernyit. "Untuk apa pak?"

__ADS_1


"Datang saja dulu nanti juga tau!" Ujar Yusuf.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan, waktunya Niar ke ruangan Yusuf.


Niar berjalan menuju ruangan Yusuf dengan hati deg-degan, dia takut. "Bagaimana jika nanti aku di pecat? Aku karyawan baru tapi sudah izin tidak masuk kerja berhari-hari." Batin Niar.


Niar mengumpulkan keberanian lalu mengetuk pintu ruangan Yusuf. Tok.. tok.. tok..


"Masuk." Jawaban dari dalam ruangan tersebut.


Niar membuka pintu lalu memasuki ruangan tersebut. "Selamat pagi pak."


Yusuf tersenyum. " Selamat pagi Niar, silahkan duduk."


Niar menurut, dia duduk di kursi berseberangan dengan Yusuf.


"Niar kamu saya naikkan jabatan ya? Agar gaji kamu juga naik, staff OB mungkin?" Ujar Yusuf to the point.


Niar melebarkan matanya, dia kaget, bingung, dia tadi ketakutan kalau akan di pecat ini malah mau di naikan jabatannya.


Yusuf sedikit mencondongkan tubuhnya. "Nanti kamu bisa belajar dari pengalaman."


Niar menggeleng. "Maaf pak saya tidak bisa."


Yusuf menghembuskan nafasnya berat. "Saya begini karna saya ingin menolong kamu, agar kamu dan keluarga kamu bisa hidup dengan layak."


Niar tersenyum kaku sebenarnya dia tidak enak menolaknya, karena Niar tau tujuan Yusuf baik. "Sekali lagi maaf pak saya tidak bisa, saya tidak mau nantinya jadi masalah, bagaimana pandangan karyawan lain terhadap saya."


"Ya sudah, kalau kamu tidak mau saya tidak bisa memaksa." Ujar Yusuf pasrah.


"Ada lagi yang perlu dibicarakan pak? kalau sudah tidak ada saya permisi mau kembali kerja."


"Tidak, silahkan kembali bekerja."


"Pulangnya nanti saya anter!" Ujar Yusuf sebelum Niar menghilang di balik pintu.

__ADS_1


Lagi-lagi Niar tidak menjawab.


Niar kembali bekerja bersih-bersih dan melayani karyawan lain.


Hingga tiba waktunya pulang, Yusuf sudah stanby di parkiran menunggu Niar keluar kantor.


Niar berjalan keluar menuju jalan raya hendak menunggu Taxi, Yusuf yang melihat itu segera menghampiri Niar. "Ayo aku anter pulang."


"Tapi saya sudah terlanjur pesan taxi online pak."


"Tidak apa-apa nanti biar tetap saya bayar."


Niar mengangguk lalu masuk kedalam mobil Yusuf.


"Kamu belum menjawab pertanyaan saya yang tadi?" Tanya Yusuf setelah melajukan mobilnya.


Niar mengernyit. "Pertanyaan yang mana pak?"


Yusuf menoleh sesaat ke arah Niar. "Kalau di luar kantor jangan panggil aku pak!"


Niar yang tadinya menatap lurus kedepan, kini juga menoleh. "Terus panggil apa?"


Yusuf tersenyum. "Abang misal, Aa, Mas juga boleh atau apalah terserah kamu. Gimana?"


Niar menaikan satu alisnya. "Apanya yang gimana?"


"Kapan bisa kencan lagi? nemenin aku lagi, weekend ya?"


Niar nampak berfikir. "Gimana ya?"


"Sudah iya aja, nanti aku yang bilang pada sis Merry ok."


Bersambung......


Hay gayss... gimana menurut kalian kira-kira Niar mau menerima bokingan Yusuf atau tidak ya? ikuti terus kelanjutan ceritanya jangan lupa dukung aku, tanks šŸ™šŸ™

__ADS_1


__ADS_2