Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Hari hari bahagia


__ADS_3

Niar mengajak Erlang ke dapur terus makan es krim.


"Duh Erlang, makan es krim kok Oma nggak di ajak." ujar Ibu sambil memanyunkan bibirnya.


Erlang menyodorkan es krim di tangannya yang tinggal sedikit.


"Yahh habis." lalu Ibu pura pura nangis dengan menutup wajahnya dengan tangannya.


Erlang panik melihat Omanya pura-pura nangis. "Oma jangan nangis, ayo kita beli lagi."


Ibu membuka kedua tangannya. "Baa... Oma nggak nangis tau."


"Den Erlang udah sore waktunya mandi." ujar bi Imah.


Niar menurunkan Erlang dari kursi. "Mandi dulu sayang."


"Atau mau mandi sama Oma?"


Erlang geleng-geleng.


Erlang mandi bersama bi Imah, Niar kembali ke kamar lalu dia juga mandi.


*


Keesokkan harinya Yusuf mulai rutinitas seperti biasa.


Niar bangun lebih awal mandi dulu baru kemudian dia membangunkan suaminya.


Niar mengecup kening Yusuf lalu mengusap pipinya. "Bangun sayang! Sudah pagi waktunya mandi terus kerja."


Yusuf menarik Niar sampai terjatuh dalam pelukannya. "Sebentar lagi ya, masih ngantuk nih."


Niar membuka mata Yusuf paksa pakai tangan sendiri. "Tuh lihat sudah siang nanti terlambat lho."

__ADS_1


"Jam berapa sih?"


"Jam setengah tujuh."


Yusuf langsung membelalakkan matanya dia kaget lalu menoleh ke arah jam di dinding.


Padahal masih jam setengah enam. Niar merapatkan bibirnya menahan tawa.


"Awas kamu ya berani ngerjain suami kamu sendiri." Yusuf menggelitikki Niar hingga Niar tergelak kencang.


Niar sudah tak sanggup lagi tertawa. "Sudah mas ampun-ampun aku nyerah, sudah sana mandi dulu keburu siang."


Yusuf beringsut duduk. "Iya sayang, nanti jam istirahat aku mau ketemu rekan kerja di hotel,


kamu temenin aku ya? Nanti aku jemput."


"Iyaa."


Yusuf mandi dan Niar menyiapkan baju kerja Yusuf, setelah beres Niar ke bawah membantu bibi menyiapkan sarapan,


Yusuf turun sudah rapi dan siap, Niar menarik kursi di sebelahnya untuk duduk Yusuf.


Sebelum duduk terlebih dahulu dia mencium Erlang "Selamat pagi anak Papa yang ganteng."


Erlang merentangkan kedua tangannya. "Papa gendong."


Yusuf menggendong Erlang sebentar lalu memangkunya. "Erlang mau sarapan sama Papa? Di suapin Papa mau?"


"Erlang jangan manja dong, Papa mau kerja sarapannya sama Mama aja ya?"


Erlang geleng-geleng.


"Tidak apa-apa sayang."

__ADS_1


"Ya sudah kamu nyuapin Erlang, aku nyuapin kamu, terus aku yang nyuapin siapa ya?"


"Bi Imah tu suruh nyuapin kamu." ujar Ibu membuat semua tergelak kencang, Bi Imah juga ikut ketawa, pagi hari yang menyenangkan.


Sarapan telah usai Yusuf pun berangkat kerja,


Niar dan Erlang mengantar sampai di depan pintu.


Yusuf beranjak dari kursi lalu mencium pipi Erlang. "Erlang, Papa kerja dulu ya Jangan nakal jagain Mama, ok jagoan kecil."


"Iya Pah."


Niar mencium punggung tangan suaminya. "Hati-hati mas."


Yusuf mengecup kening istrinya. "Iya sayang, jangan lupa nanti dandan yang cantik."


Niar hanya senyum.


Erlang melambaikan tangannya. "Dadah Papa."


Jam istirahat pun tiba Niar sudah siap,


dia memakai dres pink, tas selempang kecil, heels yang tidak terlalu tinggi karena dirinya sudah tinggi, polesan make up yang natural,


membuat dirinya semakin anggun.


Tak berselang waktu lama Yusuf sudah datang menjemput. "WAow.. sempurna, kamu cantik sekali sayang."


Niar tersenyum kecil. "Yuk berangkat."


Yusuf membukakan pintu mobil untuk Niar. "Silahkan masuk tuan Puteri."


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setiakuπŸ™πŸ™


jangan lupa like dan share ya 😍😍


__ADS_2