Buai Kupu-kupu Malam

Buai Kupu-kupu Malam
Niar rindu kehangatan


__ADS_3

*


"Jangan pernah punya pikiran seperti itu mas.


Aku, Erlang, Kayla kami semua sayang dan cinta sama kamu." ujar Niar lalu memeluk suaminya.


"Terima kasih sayang."


*


*


Beberapa minggu kemudian Yusuf sudah beraktivitas seperti biasa berangkat pagi pulang sore.


"Erlang, Kayla Papa pulang." Yusuf memanggil kedua anaknya.


"Mereka di taman belakang rumah mas,


masih bermain sama bi Imah." sahut Niar.


"Oh, ya sudah aku mandi dulu nanti baru nyusul mereka." kata Yusuf lalu berjalan menuju tangga.


Niar mengekori Yusuf. "Tunggu mas! Aku mau ngomong sebentar."


Yusuf mengangkat tubuh Niar. "Kita ngobrol dikamar saja ya."

__ADS_1


Niar menurut saja dia berpegangan pada leher Yusuf.


Yusuf menurunkan Niar di ranjang. "Mau ngomong apa sih?"


Niar duduk bersandar kepala ranjang. "Gini mas, besok kan weekend gimana kalau kita liburan? Sudah lama kan kita nggak liburan?"


Yusuf ikut duduk di sebelah Niar. "Boleh, ide bagus sayang, kamu maunya kemana?"


Niar meraih handphonenya di atas nakas serta membukanya lalu menunjukkan gambar-gambar pada Yusuf. "Aku sih pengennya ke Bali, tapi ya terserah kamu, kamu sendiri pengennya kemana mas?"


Yusuf beringsut hendak ke kamar mandi. "Aku ngikut aja yang penting sama kalian."


"Oke, deal ya Bali?"


"Iyaaa." jawab Yusuf lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Sementara Yusuf mandi, Niar menyiapkan baju ganti untuk Yusuf.


Yusuf keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang lalu dia berjalan mendekati ranjang serta meraih pakaiannya lalu memakaikan. Setelah selesai memakai baju Yusuf menyusul anak-anaknya ke kamar.


"Erlang, Kayla lagi main apa sih?" tanya Yusuf setelah membuka pintu kamar anaknya.


Erlang menoleh ke arah pintu. "Papa. Kita sedang main rumah-rumahan Pah."


Kayla langsung menarik tangan Papanya. "Ayo, Papa sama Mama masuk dulu, kita main rumah-rumahan."

__ADS_1


Akhirnya Niar dan Yusuf menuruti keinginan anak-anaknya, mereka ikut bermain rumah-rumahan.


Mereka bermain hingga malam sampai waktunya tidur.


*


Pagi menjelang Niar membuka matanya lalu mengerjab beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya. Niar menoleh kesamping ternyata suaminya tidak disisinya dia sudah bangun duluan. Niar beranjak dari ranjang menuju kamar mandi namun kamar mandi masih kosong. Niar keluar kamar lalu menuruni tangga kemudian ke dapur ternyata di dapur tidak ada juga, di depan rumah pun juga tidak ada.


Niar mau kembali ke kamar dan melihat pintu kamar Ibu terbuka, Niar masuk dan ternyata Yusuf ada di dalam sedang berdiri di pinggir jendela.


Niar berjalan mendekati suaminya. "Mas, kamu ngapain ngelamun disini?"


Yusuf tersentak kaget. "Loh, sayang kamu kok kesini?"


"Aku nyariin kamu sampe ke kamar mandi, dapur, depan rumah semua tidak ada ternyata kamu disini." jawab Niar sembari melingkarkan kedua tangannya di pinggang Yusuf dari belakang.


Yusuf tersenyum tipis lalu menggenggam tangan Niar yang berada di perutnya. "Aku hanya masih kangen sama Ibu, makanya aku kesini."


Niar menempelkan pipinya di punggung Yusuf. "Aku juga kangen sama kamu yang dulu mas, suami yang romantis, perhatian dan penuh kasih sayang."


Niar merindukan kehangatan.


Yusuf membalikkan tubuh Niar dan membalas pelukan istrinya, dia baru menyadari kalau orang-orang yang di sayanginya juga merindukan dirinya.


Bersambung...

__ADS_1


terima kasih šŸ™ šŸ™


__ADS_2