
Akhirnya ibu meminta tolong Irfan untuk mengantar Niar ke rumah sakit. Ini kesempatan yang bagus buat Irfan untuk membawa kabur wanita cantik itu.
Ibu ke pos satpam. "Mas, mas tolong antar menantu saya ke rumah sakit terdekat."
Irfan mengangguk cepat. "Baik bu."
Ibu dan Irfan lalu keluar dari pos menuju kamar Niar.
Irfan akhirnya bisa masuk juga ke kamar Niar.
Irfan membopong Niar karena Niar sudah lemas tak berdaya bahkan berdiri saja tidak mampu, Irfan segera memasukkan Niar ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya.
Tapi di perjalanan Irfan tidak membawa Niar ke rumah sakit, di perjalanan Niar masih sadar dia curiga. "Pak ini kok bukan arah rumah sakit?"
"Saya akan membawa kamu ke rumah sakit, tapi rumah sakit yang jauh dari sini, supaya kamu tidak bisa ketemu lagi sama suami kamu itu, dan kita bisa hidup bersama." jawab Irfan sembari fokus menyetir.
Untungnya Niar mengantongi handphone dan diam-diam dia menelfon suaminya karena dia tidak mampu untuk teriak, sehingga Yusuf mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
Irfan yang baru menyadari kalau Niar menelfon suaminya langsung panik dan sudah tidak bisa konsentrasi dia menoleh ke belakang untuk merebut handphone Niar.
Akhirnya mobil itu hilang kendali dan kecelakaan, Irfan tewas seketika di tempat kejadian, Niar kritis di rumah sakit dengan luka yang cukup parah.
Yusuf yang masih di Jogja langsung panik setengah mati, dia segera menghubungi kantor polisi dan langsung memesan tiket untuk pulang. Sepanjang perjalanan dia tidak berhenti berdo'a semoga istrinya selamat.
Kurang lebih satu jam Yusuf sudah sampai di Jakarta dia langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya, ibu dan Andi juga sudah disana.
"Bagaimana keadaan Niar Bu?" tanya Yusuf pada Ibunya dengan napas masih terengah-engah karena Yusuf berlari ketika menuju ruang rawat Niar.
Yusuf masuk kamar rawat istrinya. Dia menetes air mata melihat istrinya terbaring membisu penuh luka, sungguh dia tidak tega.
Yusuf menyentuh tangan Niar dan menciumnya penuh penyesalan. "Maafkan aku sayang seharusnya aku tidak meninggalkan kamu dalam keadaan sakit, andai aku tidak pergi, kamu pasti tidak akan seperti ini."
Ibu mengusap bahu Yusuf. "Sudah sayang, ini bukan salah kamu, ini juga salah Ibu. Ibu yang menyuruh satpam kurang ajar itu mengantarkan Niar ke rumah sakit, karena tidak ada yang bisa mengemudikan mobil kecuali satpam itu dan bodohnya Ibu tidak menemani Niar, Ibu dan bi Imah di rumah jagain anak-anak."
"Kenapa kak Yusuf tidak menyuruh Andi ketika mau pergi?" protes Andi.
__ADS_1
Yusuf menegakkan tubuhnya lalu menatap Andi. "Kakak tidak enak Ndi, sekarang kamu kan sudah punya keluarga sendiri masa' kakak ngerepotin kamu terus."
Andi berjalan mendekat dan berhenti tepat di sebelah Yusuf. "Jangan ada kata tidak enak sama Andi kak, selama Andi bisa bantu Andi pasti bantu apalagi ini demi keselamatan kakak Andi sendiri."
Niar akhirnya siuman dengan suara lemah belum sadar sepenuhnya dia menangis "Mas tolong aku, tolong aku."
Yusuf berdiri lalu membungkuk. "Sayaang aku disini jagain kamu, jangan takut lagi."
Niar membuka mata perlahan dan kembali menangis. "Mas aku takut tolongin aku, aku mau dibawa kabur sama satpam jahat itu."
Yusuf mengusap tangan Niar. "Kamu tenang dulu sayang sudah tidak ada satpam jahat itu, kamu sekarang aman, sudah sudah jangan banyak bicara dulu sebaiknya kamu istirahat aku akan selalu di sini jagain kamu."
Bersambung...
Semoga selalu suka dengan up selanjutnya,
Terima kasih šš
__ADS_1