
*
*
"Terima kasih sayang, kamu telah membuat aku merasa paling bahagia sedunia, kamu selalu memperlakukan aku seperti ratu."
Yusuf mengecup punggung tangan Niar. "Aku juga berterima kasih sama kamu, kamu telah melengkapi hidupku."
"Bisa kita mulai sekarang dinnernya?"
"Tentu sayang, kamu sudah lapar ya?"
Mereka makan malam di iringi alunan biola yang membuat suasana jadi semakin romantis, setelah makan selesai mereka dansa sebentar. Sesekali Yusuf mengusap wajah Niar lalu mengecup bibir mungilnya.
Tanpa terasa sudah larut malam, waktunya mereka kembali ke hotel.
Niar menurunkan tangannya dari pundak Yusuf. "Udahan yuk mas kita kembali ke hotel sudah larut malam."
"Bener sudah? Kamu sudah puas?"
Niar meraih tasnya yang berada di atas meja. "Iyaa, kasian anak-anak kalau sampai mereka terbangun terus nyariin kita."
Yusuf duduk di kursi sembari merogoh handphonenya. "Oke, sebentar aku telepon sopir dulu."
"Hallo pak, kita sudah selesai jemput kita sekarang!"
__ADS_1
"Baik tuan." jawab sang supir dari seberang telepon.
Sopir itu segera berangkat menuju lokasi,
namun baru seperempat perjalanan mobilnya mogok, sopir itu segera menghubungi Yusuf supaya mencari kendaraan lain.
"Hallo tuan, maaf mobilnya mogok jadi saya tidak bisa menjemput anda."
"Oh, ya sudah tidak apa-apa biar saya cari taxi online saja." jawab Yusuf.
Niar terlihat panik entah mengapa perasaannya mendadak menjadi tidak enak. "Gimana mas?"
Yusuf membuang napas berat "Mobilnya mogok sayang, kita naik taxi online aja ya?"
"Terserah kamu mas, yang penting sampai hotel."
"Iya mas aku ngikut kamu aja."
Mereka akhirnya keluar dan berjalan pelan sambil nunggu taxi lewat atau mobil tumpangan.
Beberapa menit kemudian ada taxi lewat,
Yusuf merasa lega dan segera menyetop taxi itu, taxi berhenti dan mereka pun naik.
Baru jalan beberapa menit mobil itu berhenti dengan alasan mogok, sopir itu keluar pura-pura mau ngecek mobil.
__ADS_1
Niar mulai gelisah. "Masa mogok sih mas? Aku jadi takut."
"Sudah, jangan takut aku akan jagain kamu, kita tunggu disini dulu." ucap Yusuf untuk menenangkan Niar.
Dan kecurigaan Niar memang benar,
beberapa orang datang menghampiri mereka dan menyuruh paksa mereka keluar dari mobil. Namun yang keluar hanya Yusuf, Niar masih di dalam mobil dia sudah ketakutan.
"Ada apa ini?"
"Serahkan semua barang kalian!!"
Yusuf mencoba melawan dan terjadilah perkelahian, dan Yusuf hampir menang mengalahkan penjahat itu. Namun salah satu teman penjahat itu mengeluarkan Niar dari mobil, dia mencengkram kuat tangan Niar dan menodongkan pistol di kepala Niar. "Hei bung, mau menyerah atau wanita cantik ini mati?"
Melihat istrinya terancam Yusuf langsung berhenti berkelahi. "Tolong jangan sakiti istri saya, oke saya menyerah ambilah apa yang kalian mau tapi jangan sakiti istri saya."
Melihat titik kelemahan Yusuf, penjahat itu segera menghajar Yusuf.
Niar berteriak "Tolooooong....."
"Diamlah manis atau peluru di pistol ini akan meluncur di kepalamu?!"
Niar akhirnya diam, air matanya mengalir deras saat melihat suaminya di pukuli.
Setelah Yusuf sudah terkulai lemas, penjahat itu segera mengambil semua barang berharga milik Yusuf dan mendorongnya sampai jatuh di tengah jalan.
__ADS_1
Niar tidak berani teriak keras dia hanya meronta-ronta "Tolong hentikan!" Lirihnya.
Bersambung...