
"Iloveu." bisik Yusuf di telinga Niar
Niar tidak membalas ucapan Yusuf dia hanya tersenyum tersipu malu.
"Nanti kalau aku sudah sampai rumah aku akan bilang sama Ibu tentang kita." ujar Yusuf.
Niar mengangguk. "Iya."
Yusuf memasuki mobilnya lalu melajukannya menuju rumah.
"Bu, Ada yang ingin aku omongin sama Ibu." ujar Yusuf setelah memasuki rumahnya serta duduk di sofa sebelah ibunya.
Ibu mengernyit. "Ngomong apa? serius amat."
Yusuf menggenggam tangan Ibunya. "Yusuf telah menemukan cinta sejati Yusuf Bu, tapi dia tidak sederajat dengan kita."
Sontak ibu Yusuf terdiam, dalam hati Ibu Yusuf sebenarnya kecewa, dia menginginkan menantu yang berpendidikan tinggi, terhormat, dan selevel dengan keluarga mereka tapi ibunya berusaha menerimanya demi kebahagiaan anaknya.
"Siapa dia?? bawa dia kesini kenalin sama Ibu."
Yusuf berfikir sejenak. "Sebaiknya kapan ya Bu? gimana kalau hari Minggu?"
"Jangan hari Minggu Ibu ada arisan sama teman teman Ibu."
"Ya udah kalau begitu sabtu malam minggu aja ya bu." ujar Yusuf.
Ibu mengangguk. "Boleh, namanya siapa?"
Yusuf tersenyum sesaat sebelum menyebutkan nama kekasihnya. "Namanya Niar Bu."
__ADS_1
"Orangnya bagaimana? pasti cantik lah ya, nyatanya dia bisa mengambil hati anak Ibu."
Yusuf melebarkan senyumnya. "Ah Ibu selalu bisa menebak."
Ibu terkekeh. "Dia masih kuliah atau sudah kerja?"
"Jangan kaget ya Bu, Niar bukan berasal dari keluarga yang berada, jadi Niar tidak kuliah dia bekerja di kantor kita sebagai--." Yusuf menjeda kalimatnya. "OG." lanjutnya.
Ibu Yusuf kecewa lagi tapi tidak di perlihatkan karena dia tidak mau anaknya gagal lagi dalam urusan cinta.
Ibu menghela nafas. "Tidak apa-apa tapi dia dari keluarga baik-baik kan?"
"Niar itu orangnya baik, cantik, tinggi, langsing, putih, rambutnya panjang dan masih sangat muda, dia berusia 19 tahun."
Ibu melebarkan matanya. "Yusuf, apa dia tidak terlalu kecil buat kamu? kenapa tidak mencari yang lebih dewasa?"
"Ya sudah, terserah kamu asal kamu bahagia ibu pasti dukung kamu." ujar Ibu pasrah.
Yusuf merasa lega karena akhirnya ibunya dan ayah Niar merestui hubungan mereka.
Yusuf tidak berani berterus terang kalau Niar adalah wanita malam, biarlah itu menjadi rahasia dirinya dan Niar.
Karena kalau sampai ibunya tau, sudah pasti ibunya akan menolak Niar mentah-mentah.
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Waktunya bertemu dengan Ibu Yusuf, dan Niar dandan secantik mungkin.
Yusuf menjemput Niar dari kontrakkan ke rumah, setelah sampai di rumah Yusuf langsung mencari Ibunya. "Assalamualakum, Bu..."
"Wa'alaikumsalam." jawab Ibu.
__ADS_1
Niar tersenyum ramah lalu mencium punggung tangan Ibu. "Selamat malam tante."
Ibu Yusuf ikut tersenyum. "Selamat malam, kamu pasti Niar ya?"
Niar mengangguk. "Iya tante saya Niar."
Ibu Yusuf mengusap lengan Niar. "Kamu cantik sekali Niar, pantas Yusuf langsung nempel sama kamu."
Niar tersenyum kikuk. "Ah, Tante bisa aja."
Mereka pun makan malam bersama sambil berbincang bincang supaya semakin dekat satu sama lain.
Waktu menunjukkan pukul 20:30 waktunya Niar pulang.
Niar kembali mencium punggung tangan Ibu Yusuf. "Tante, Niar pamit pulang."
"Loh, kan baru sebentar kok udah mau pulang?"
"Sudah malam tante takutnya Ayah Niar khawatir."
"Ya sudah, hati-hati kapan-kapan kesini lagi ya temenin Tante." ujar Ibu pasrah.
Niar kembali tersenyum. "Insya Allah Tante."
Yusuf mengantar Niar pulang sampai di kontrakan mereka duduk di teras sebentar, ngobrol dan bercanda.
Bersambung....
Hay gayss... ikuti terus kelanjutan kisah Yusuf & Niar ya, jangan lupa dukung dan like aku tanksππ
__ADS_1