
"Kamu tenang dulu, akan biarkan itu terjadi. Erlang di mana sayang?" tanya Yusuf.
"Erlang di taman bersama bi Imah." jawab Niar.
"Kita nyusul Erlang ya."
Niar mengangguk lalu Yusuf menuntun Niar menuju taman.
"Papa." teriak Erlang sembari berlari hendak memeluk Papanya.
Yusuf berjongkok lalu menangkap tubuh Erlang. "Main apa sayang?"
Erlang menoleh ke arah perosotan.
Yusuf mengusap puncak kepala Erlang. "Erlang main dulu sama bi Imah ya? Papa mau bicara lagi sama Mama."
Erlang mengangguk lalu lari lagi ke arah perosotan bersama bi Imah.
Yusuf duduk di sebelah Niar sambil mengawasi anaknya dari kejauhan. "Sayang, kita harus secepatnya atur strategi untuk membuat Kirana pergi dari kehidupan kita."
Dahi Niar berkerut. "Strategi apa mas?"
"Kita harus mengenalkan dia sama laki-laki yang lebih kaya."
Niar menggeleng. "Kasian laki-lakinya mas, masa' kita harus mengorbankan orang lain."
"Tapi hanya itu caranya yang bisa membuat dia pergi dari kehidupan kita, kamu mau di sakiti dia terus?"
__ADS_1
"Enggak lah, tapi tidak harus mengorbankan orang lain juga kan, kita harus cari cara lain."
Yusuf beranjak dari kursi. "Sekarang kita pulang dulu, aku juga harus balik kantor, nanti pulang kerja kita bahas lagi."
Niar mengangguk lalu mengangkat tubuh Erlang, Mereka pun pulang.
Kirana yang tadi pergi dengan muka jengkel. "Sialan, gagal lagi, aku harus cari cara lain,
cara yang lebih halus supaya mereka berpisah dengan sendirinya." gumam Kirana.
*
Keesokkan harinya Kirana datang ke rumah Yusuf dan membawa gadis kecil sekitar umur sembilan tahun dan mengatakan bahwa itu adalah anak Yusuf awalnya tidak ada yang percaya namun buktinya mengarah kalau dia benar-benar anak Yusuf.
'Tok tok tok'
"Aduh Bu jangan galak-galak dong nanti cepet tua loh." ujar Kirana.
"Tidak perlu basa-basi langsung saja ada keperluan apa kamu kesini lagi?"
Kirana mendorong pelan gadis kecil di depannya. "Coba Ibu perhatikan baik-baik gadis kecil ini, mirip kan sama mas Yusuf?"
"Nggak ada mirip-miripnya." jawab Ibu. "Emang sedikit mirip sih." batin Ibu.
"Tapi dia anak mas Yusuf bu."
"Kamu jangan mengarang cerita! Tidak ada yang bakal percaya cerita kamu." ujar Ibu dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Ok. Akan aku buktikan. Tunggu beberapa hari lagi, begitu hasil tes keluar dan saat itu ibu akan benar-benar percaya." ujar Kirana lalu dia pulang bersama gadis kecil tadi.
*
Yusuf pulang kerja dan Ibu cerita tentang pengakuan Kirana, sontak Yusuf langsung membantah karena dia tidak merasa pernah melakukan apa-apa sama Kirana hanya sebatas peluk cium.
Di saat itulah rumah tangga Yusuf dan Niar mulai memanas, Niar mulai tidak percaya dengan suaminya.
*
Benar saja seminggu kemudian Kirana datang lagi membawa hasil tes DNA yang menyatakan bahwa gadis kecil itu memang putri Yusuf.
Niar marah besar sampai-sampai Niar mau pergi dari rumah dan meninggalkan Yusuf lagi.
"Sayang, jangan tinggalin aku lagi, aku tidak akan sanggup menjalani hidup tanpa kalian." bujuk Yusuf pada Niar.
"Maafin aku mas, sebenarnya aku juga berat ninggalin kamu, tapi aku kecewa sama kamu, kamu sudah membohongi aku bertahun-tahun!"
"Aku berani bersumpah sayang kalau dia bukan putriku."
"Tapi hasil tes itu menunjukkan kalau gadis kecil itu memang putrimu." bantah Niar
"Aku tidak pernah meniduri Kirana sayang, aku berani sumpah demi apa pun." Yusuf masih belum menyerah.
"Entahlah. Saat ini aku tidak tau siapa yang harus aku percayai."
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan share ya terima kasih šš